แชร์

Memilih Pergi

ผู้เขียน: Rhea S
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-23 22:12:25

Tubuh Ayunindya rasanya lemas seketika saat mendengar ucapan dari balik dinding. Jelas ada namanya disebut. Hingga Ayunindya memberanikan diri mengintip ke arah sumber suara.

“Cantika!” gumam Ayunindya dalam hati hingga matanya melebar sanking kagetnya.

“Selama kalian tidak mengatakan pada siapapun kalau yang menyuruh melenyapkan Ayunindya adalah aku, aku akan tetap mentransfer uang ke kalian,” suara Cantika kembali terdengar.

Ayunindya syok mendengarnya. Dia sampai menutup mulutnya dengan ta
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Memilih Pergi

    Tubuh Ayunindya rasanya lemas seketika saat mendengar ucapan dari balik dinding. Jelas ada namanya disebut. Hingga Ayunindya memberanikan diri mengintip ke arah sumber suara.“Cantika!” gumam Ayunindya dalam hati hingga matanya melebar sanking kagetnya. “Selama kalian tidak mengatakan pada siapapun kalau yang menyuruh melenyapkan Ayunindya adalah aku, aku akan tetap mentransfer uang ke kalian,” suara Cantika kembali terdengar. Ayunindya syok mendengarnya. Dia sampai menutup mulutnya dengan tangan. Sekarang dia benar-benar yakin kalau orang yang berada di balik semua kejadian yang terjadi padanya adalah Cantika. Selama ini Ayunindya sudah menebaknya namun dia tak berani mengatakan pada siapa pun. Dia takut salah menduga.“Johan aman di penjara. Kalian bebas membesuknya. Ingat jangan pernah menyebut namaku. Apa kalian mengerti?” tekan Cantika di telepon.“Mulai sekarang aku akan menjalani hidup yang tenang dengan Davin karena sudah tidak ada lagi Ayu.” Suara tawa Cantika terdengar sa

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Suara Di Balik Dinding

    Degup jantung Davin berdebar lebih kencang. Meski pelaku sudah tertangkap dan menyatakan istrinya sudah tiada, tapi Davin kembali berharap. Apalagi sampai hari ini dia belum menemukan jasad istrinya.“Kamu benar-benar yakin kalau itu Ayu?” tanya Davin tak mau kecewa.“Iya Pak. Wajahnya sempat terekam di kamera. Ibu Ayu dibawa dalam keadaan tidak sadar dan tangannya terikat!” ungkap detektif.“Apa?” jantung Davin berdenyut sakit saat mendengarnya. “Saya akan kirimkan file rekaman cctv-nya ke surel Pak Davin.”“Baiklah, segera kirimkan padaku!” titah Davin.“Tapi apa Bapak sedang sendirian di situ? Atau sedang bersama seseorang?” tanya detektif khawatir. “Aku sendirian dan sedang di kamar. Memangnya kenapa?” tanya Davin heran.“Maaf Pak, aku hanya khawatir saja. Karena mungkin Bapak akan emosi sekaligus sedih melihat rekaman ini,” jujur detektif itu.Bahu Davin melorot. Dia sampai menggigit bibirnya. Emosinya saat ini memang tidak stabil apalagi dia melihat Ayunindya di jendela kapal.

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Menemukan Petunjuk

    Suara ponsel kembali berbunyi untuk kedua kalinya. Membuat jantung Cantika makin berdegup kencang. Belum lagi wajah penuh penasaran milik Puspita, benar-benar membuatnya merasa tersudut. “Bu…bukan, Ma!” jawab Cantika terbata.“Bukan?” Puspita kembali mengerutkan keningnya.Cantika menelan ludahnya dengan payah. “Dia teman kuliahku dulu. Mungkin cuma mau pinjam uang. Biar aku angkat, Ma.” “Oh begitu!” Puspita segera menyerahkan ponsel itu pada Cantika. “Halo!” untuk meyakinkan Puspita dia segera mengangkat telepon itu namun dia sedikit menjauh dari Puspita. “Halo Cantik…apa maksudmu kirim foto alat test pack? Apa kamu sedang hamil?” tanya Bobby di seberang telepon.“Hei, Bobby. Kenapa sih selalu telepon pinjam uang? Aku sudah lelah meminjamimu uang. Jadi tolong jangan telepon aku lagi. Apa kamu mengerti?” Cantika bicara agak besar. Dia sempat melirik ke arah Puspita yang masih memperhatikan dirinya. “Hah…kamu bicara apa, Cantik? Apa kamu mabuk?” Bobby kebingungan.“Tidak, aku tida

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Hampir Ketahuan

    Perasaan Cantika berdebar cemas. Hanya menunggu sesaat tapi rasanya sewindu. Dia berkali-kali menghela napas berat. Hingga mata Cantika membulat saat garisnya mulai terlihat. Dari samar menjadi terang. Bukan satu garis tapi dua garis.“Tidak mungkin. Ini pasti salah! Alat ini pasti rusak!” Cantika menggelengkan kepala. Dia sampai melempar alat itu ke lantai. Cantika panik. Dia jalan mondar-mandir di kamarnya. Hingga tangannya menyugar rambut dan berkali-kali telapak tangannya menutupi wajahnya. “Aduh, aku harus apa? Pasti salah bukan? Aku tidak boleh hamil. Davin bisa membatalkan rencana pernikahan kami!” ucap Cantika yang wajahnya terlihat pias.“Aku harus cek ulang. Alat kedua pasti hanya satu garis!” yakin Cantika.Tangan Cantika gemetaran saat membuka bungkus test pack yang kedua. Dia menelan ludahnya saat menatap alat yang dia pegang. Hingga kakinya refleks ke kamar mandi lagi. Hingga akhirnya Cantika keluar dan meletakkan benda itu di atas meja. Cantika kembali menunggu denga

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Test Pack Milik Cantika

    Wajah Ayunindya sudah memucat. Dia tak mau Davin sampai tahu keberadaannya. Sudah cukup semua luka batin yang dia dapatkan selama ini. Dia bahkan terus merapatkan tubuhnya ke dinding. “Tunggu dulu!” Damar mengintip ke arah anjungan kapal. Davin masih belum berhasil masuk ke dalam kapal. Masih ditahan oleh anak buahnya. “Aku harus sembunyi, Damar.” pinta Ayunindya dengan suara kecil.“Ayo ikut aku!” Damar mengajak Ayunindya ke bagian lambung kapal. Tempat mesin berada.Ayunindya memperhatikan tempat itu. Tempat itu sedikit panas tapi tak masalah bagi Ayunindya. “Tetaplah di sini. Aku akan arahkan dia ke tempat lain!” Damar mengingatkan.“Baiklah, aku mengerti!” Angguk Ayunindya segera berjongkok di tempat yang menurutnya tak terlihat.Damar segera naik ke atas lalu menutup tempat itu. Dia bahkan mendorong karung beras agar pintu ke ruang mesin tak terlihat. “Ada apa ini?” tanya Damar akhirnya keluar dan menemui Davin.Davin sedikit senang karena bertemu Damar yang dia kenal sebagai

  • (Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin    Melihat Ayunindya

    Perahu yang dipakai Davin dan Cantika ternyata mengalami kebocoran kecil. Tapi mereka tak menyadari hingga sampai keliling pulau dan akhirnya Davin yang panik sampai tenggelam. Kakinya mengalami kram.Perahu akhirnya tak terlihat lagi di permukaan air sementara Cantika terus berteriak meminta pertolongan sambil terus berusaha berenang ke tepian.“Tolong! Aku mohon tolong aku!” pekik Cantika panik. Dia mulai lelah sedari tadi berusaha mencari Davin dan akhirnya tenaga Cantika hampir habis. Tak lama Damar dan dua anak buahnya akhirnya keluar dari kapal. Mereka langsung berenang ke arah yang ditunjuk Cantika. “Di sana! Davin ada di sana!” Pekik Cantika dari tepian menunjuk ke arah Davin tenggelam. Ayunindya hanya bisa mengintip dari jendela di kapal. Dia sedikit lega karena akhirnya berhasil membujuk Damar untuk menyelamatkan Davin. “Davin, aku harap kamu selamat!” ucap Ayunindya penuh harap. Damar menyelam bersama dua anak buahnya. Mereka tak terlihat untuk beberapa saat. Hanya ada

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status