Share

Aku Mencintaimu

Author: Nona Lee
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-15 11:03:31

"L-Lalu... kalau bukan karena nafsu semata, karena apa, Tuan Reynard?"

Suara Alina terdengar bergetar dan amat lirih. Napasnya tersengal-sengal di bawah kungkungan tubuh tegap Reynard. Kedua tangannya yang polos tanpa sadar meremas bahu kekar pria itu, menahan gejolak debaran di dadanya yang kian tak menentu.

Reynard tidak langsung menjawab. Pria itu menyusupkan jemari tangannya yang hangat ke dalam sela-sela jemari Alina, meremasnya erat di atas kasur empuk. Tatapan mata cokelat pekat milik
Nona Lee

Euhhh makannya pintunya kunci aduh Reynard Alina wkwk tuh bocil kematian jadinya masukkan, untung udah pagi:)

| 4
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
wkwkwkwk kamu ketahuan...udah, halalin rey, halalin...biar gak bolak balik lagi alinanya. thanks updatenya kakak syng:)
goodnovel comment avatar
Aishwarya Millana Maheswari
.........tertangkap basah
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Imbalan Sebuah Pertolongan

    "Tuan Reynard... saya betul-betul meminta maaf," cicit Alina lirih, berdiri menunduk kaku di balik pintu utama rumah mewah itu. Alina merekatkan kedua telapak tangannya di depan dada, tak berani mendongak menatap pria jangkung yang berdiri tegap di hadapannya. Rasa malu yang teramat sangat menyelimuti seluruh relung hatinya. Reynard yang sudah rapi dengan kemeja kerja dan jam tangan mewahnya menghentikan langkah. Pria itu menatap wanita di depannya dengan pandangan teduh, menyadari betapa gemetarnya bahu Alina saat ini. "Kenapa kau harus meminta maaf, Alina?" tanya Reynard pelan, suaranya terdengar begitu berat dan menenangkan. "Saya... saya sudah membuat keributan di rumah Tuan pagi-pagi begini," sahut Alina dengan suara yang makin serak menahan tangis, matanya membendung air mata. "Ibu saya juga bicaranya sangat sembarangan dan tidak sopan pada Tuan. Ditambah lagi... saya minta maaf karena Sean harus berangkat sekolah berdua saja dengan Andri tanpa ditemani oleh saya." Mendenga

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Berikan Aku Uang

    "Tentu saja aku peduli padamu, Alina! Kau pikir aku melakukan semua ini untuk siapa?!" "Cukup, Ibu! Hentikan semua tuntutan ini, karena aku sudah tidak sanggup lagi mendengarkannya!" Suara Alina memecah kesunyian rumah yang pengap itu, suaranya bergetar menahan amarah yang telah tertahan selama berbulan-bulan. Di hadapannya, Mirna duduk dengan santai, menyesap teh manis dengan gerakan yang begitu tenang, seolah teriakan putrinya hanyalah angin lalu yang tidak memiliki arti. "Kau berteriak kepadaku, Alina? Setelah semua yang telah aku korbankan untuk membesarkanmu?" Mirna meletakkan cangkir itu dengan denting yang tajam di atas meja kayu. "Aku tidak meminta banyak, aku hanya meminta kau sadar diri. Usiamu sudah cukup matang, dan kecantikanmu adalah aset. Mengapa kau menyia-nyiakannya dengan menjadi keras kepala?" Alina tertawa getir, tawa yang penuh dengan kepahitan. "Aset? Kau menganggapku sebagai aset? Tentu saja, bagimu aku hanyalah komoditas, bukan seorang anak. Kau memandangku

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Sejak Kapan Ibu Perduli?

    "Ibu! Cukup! Jangan bicara sembarangan di depan Tuan Reynard!" Alina memotong ucapan ibunya dengan nada suara yang meninggi, nyaris menjerit. Wajahnya yang semula pucat kini berubah menjadi merah padam karena menahan malu dan amarah yang meluap-luap. Ia tidak bisa membiarkan Mirna terus melontarkan kalimat yang merendahkan martabatnya di hadapan pria yang kini menjadi kekasihnya itu. Mirna, yang mendapatkan teguran keras, justru tertawa sinis. Ia menyilangkan tangannya di dada dengan angkuh, menatap putrinya dengan tatapan meremehkan. "Kenapa kau marah begitu, Alina? Bukankah Ibu hanya bicara kenyataan? Statusmu memang janda, bukan? Dan kau memang bekerja di sini, bukan?" Alina tidak sanggup lagi menahan gejolak di dadanya. Ia segera menoleh ke arah Reynard, yang kini menatap Mirna dengan sorot mata yang sulit diartikan. "Tuan Reynard, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelancangan Ibu saya," ucap Alina dengan suara bergetar, pandangannya merunduk dalam. "Saya akan membawa

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Niat Tersembunyi

    "Siapa yang mengizinkanmu berteriak-teriak di rumah saya?!" Suara berat dan penuh penekanan itu menggelegar di area foyer depan, seketika menghentikan aksi saling dorong antara Andri dan Mirna. Mirna yang tadinya menggebu-gebu mendadak bungkam. Matanya yang liar terbelalak lebar saat mendongak, menatap sosok pria bertubuh jangkung dengan kemeja abu-abu yang menguarkan aura dominan nan intimidatif. Namun, bukannya takut, pandangan Mirna justru beralih pada Alina yang bersembunyi di balik punggung bidang pria itu. "Oh... jadi ini orang kaya yang menampungmu, Alina?!" bentak Mirna tanpa menyaring kalimatnya, menunjuk Alina dengan telunjuknya yang dihiasi cincin-cincin imitasi. "Bagus ya! Pantas saja kau betah di kota dan jarang pulang, ternyata kau benar-benar jadi simpanan duda kaya!" "Ibu! Cukup! Jangan bicara sembarangan!" jerit Alina dengan suara bergetar keras. Wajahnya pucat pasi, matanya berkaca-kaca menahan malu yang tak terhingga di depan Reynard dan Sean. Mirna hendak maju

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Syarat Rahasia

    "R-Resmi berpacaran...? Tuan Reynard bicara apa, sih?!" Alina menyegel bibirnya merapat, memalingkan wajahnya yang kini terasa makin panas membara. Jemari tangannya spontan mendorong pelan dada bidang Reynard yang polos tanpa atasan, mencoba memberi jarak di antara tubuh mereka yang terlalu dekat. "Saya serius, Alina," bisik Reynard dengan nada suara yang amat dalam, tidak membiarkan wanita itu menghindar. "Semalam kita sudah saling mengakui perasaan, bukan? Jadi, apa jawabanmu?" Alina menelan ludahnya yang terasa kesat. Matanya bergerak gelisah menatap ubin marmer, bertarung dengan keraguan di dalam dadanya. "Tapi... perbedaan status kita sangat jauh, Tuan. Saya hanya pengasuh Sean, sedangkan Tuan adalah pengusaha kaya raya. Bagaimana kalau orang lain tahu?" "Saya tidak peduli dengan omongan orang lain," pangkas Reynard tegas seraya menggenggam erat telapak tangan Alina. "Yang saya pedulikan hanya perasaanmu dan Sean. Tapi kalau kau khawatir, kita bisa membuat kesepakatan." Alin

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Apakah Sekarang Kita berpacaran?

    "P-Papa...? Tante Alina mana? Kok suara Tante Alina ada di ranjang Papa?" Sean berdiri di ambang pintu yang terbuka sedikit. Matanya yang masih menyipit karena bangun tidur mengucek pelan, jemari kecilnya erat memeluk boneka dinosaurus kesayangannya. Alina yang berada di balik selimut tebal seketika membeku. Seluruh tubuhnya mendadak kaku, jantungnya berdebar kencang seolah mau melompat keluar dari dada. Dengan panik, ia menarik selimut lebih tinggi hingga menutupi seluruh kepala dan tubuhnya yang polos tanpa sehelai kain pun. "S-Sean... Tante... Tante tidak ada di sini!" cicit Alina dari dalam selimut, suaranya terdengar teredam dan sangat gemetar. "Lho? Tapi suara Tante Alina jelas sekali dari balik kain itu," polos Sean, melangkah dua tapak mendekati ranjang seraya memiringkan kepalanya bingung. "Kenapa Tante bersembunyi di bawah selimut besar Papa? Tante Alina semalam menginap?" Reynard yang sudah sepenuhnya terjaga melirik ke samping. Melihat gundukan selimut yang berguncang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status