Share

Kecoak?!

Author: Nona Lee
last update publish date: 2026-07-27 13:45:22

"K-Kecoak! Tadi ada kecoak terbang besar sekali di dekat meja rias!"

Reynard menjawab cepat dengan napas sedikit memburu, tangannya yang tegap masih sibuk memegangi belakang kepalanya yang berdenyut nyeri akibat benturan keras. Pria bersetelan kaus santai itu berusaha memasang raut wajah seserius mungkin demi menutupi kepanikan hebat di dalam dadanya.

Alina mengeripkan matanya beberapa kali, menatap sang CEO angkuh yang kini terduduk pasrah di atas lantai kayu dengan pandangan tak percaya.

"
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Kecoak?!

    "K-Kecoak! Tadi ada kecoak terbang besar sekali di dekat meja rias!" Reynard menjawab cepat dengan napas sedikit memburu, tangannya yang tegap masih sibuk memegangi belakang kepalanya yang berdenyut nyeri akibat benturan keras. Pria bersetelan kaus santai itu berusaha memasang raut wajah seserius mungkin demi menutupi kepanikan hebat di dalam dadanya. Alina mengeripkan matanya beberapa kali, menatap sang CEO angkuh yang kini terduduk pasrah di atas lantai kayu dengan pandangan tak percaya. "T-Tuan... takut kecoak?" tanya Alina ragu, menahan tawa renyah yang mendadak ingin pecah di tenggorokannya. "Saya tidak takut, Alina! Saya cuma... terkejut!" sanggah Reynard cepat, buru-buru berdiri dan menepuk-nepuk celananya yang berdebu. Telinganya yang memerah padam memancarkan rasa malu luar biasa. "Sudahlah, serangga itu sudah terbang ke luar window." Alina mengulum senyumnya, menggelengkan kepala melihat tingkah sang majikan yang mendadak hilang wibawa. Namun, karena detak jantung yang

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Kecupan Tak Terduga

    "J-Jangan... jangan tinggalkan aku... Tolong jangan pergi..." Gumam lirih nan pilu itu memecah kesunyian kamar utama yang temaram. Alina membolak-balikkan tubuhnya gelisah di atas kasur, jemari tangannya meremas kuat seprai putih tempat ia berbaring. Keringat dingin menyelimuti dahinya, sementara napasnya terdengar semakin memburu dan tersengal. "Jangan tinggalkan aku... kumohon..." ringis Alina lagi, kini disertai Isakan pelan dan lelehan air mata yang menetes membasahi pipinya. Di sisi lain tempat tidur, Reynard yang dasarnya memiliki pendengaran peka seketika membuka matanya. Suara tangisan dan gumaman pilu dari pengasuh anaknya itu terdengar begitu jelas di telinganya. Pria tegap itu melirik Sean yang tidur lelap di tengah-tengah kasur, lalu perlahan mengangkat tubuhnya agar tidak mengejutkan sang putra. Reynard turun dari tempat tidur, menyusuri ujung kasur dengan langkah pelan tanpa suara. Pria itu berdiri di samping sisi tempat tidur Alina, menunduk menatap raut wajah wanit

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Tuan, Mau Apa?!

    "T-Tuan! Tunggu dulu! Jangan macam-macam, ya!" Alina membelalak kaget, panik setengah mati saat merasakan dekapan tangan tegap Reynard yang makin erat memeluk pinggangnya. Pikirannya sudah terbang liar ke mana-mana, membayangkan hal-hal aneh yang akan dilakukan sang CEO sebagai bentuk tagihan hukuman taruhan mereka. "Siapa yang mau macam-macam, Alina?" bisik Reynard dengan senyum miring menggoda, makin mencondongkan wajahnya. " Pokoknya tidak mau!" seru Alina histeris. Demi menyelamatkan diri, wanita itu refleks memberontak keras. Tangannya mendorong dada bidang Reynard sekuat tenaga sembari mencoba melangkah mundur. Namun, nasib sial malah menghampirinya. Ujung kakinya tersandung lipatan karpet bulu yang tebal di tepi tempat tidur, membuat keseimbangannya hilang total. "Alina, awas!" pekik Reynard refleks. Pria tegap itu berusaha menangkap tubuh Alina agar tidak terjatuh keras ke lantai. Namun karena dorongan Alina cukup kuat dan pijakan Reynard juga licin, tubuh tegap sang maj

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Tagihan Janji

    "J-Jadi, Tuan benar-benar mau menagih hukuman taruhan itu sekarang?!" Alina mendongak kaku, berusaha sekuat tenaga mempertahankan sisa-sisa pertahanannya di sudut konter dapur. Posisinya masih terkunci rapat di antara kedua lengan tegap Reynard yang kokoh. Reynard terkekeh rendah, mengusap pelan dagu ramping Alina yang bergetar halus. "Tentu saja. Seorang pengusaha tidak pernah melupakan tagihan piutangnya, Alina. Apalagi kau sendiri yang menyetujui taruhan ini." "Tapi... tapi hukumannya apa, Tuan?" bisik Alina cemas, matanya berkedip-kedip gelisah. "Tuan tidak bakal minta hal yang aneh-aneh, kan?" Reynard mengulas senyuman miring yang misterius dan sarat akan intrik, lalu perlahan mundur satu langkah untuk memberi celah bernapas bagi wanita di hadapannya. "Hukumannya akan saya sampaikan nanti," bisik Reynard dengan suara bariton rendah yang begitu seksi. "Di kamar utama... saat Sean sudah tidur lelap." "E-Eh?!" Belum sempat Alina memprotes atau melontarkan pertanyaan balasan,

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Salah Paham

    "T-Tuan Rey...?" Gumam lirih dari bibir Alina yang bergetar seketika memotong suasana hangat di dalam dapur. Suaranya terdengar sumbang, sarat akan rasa terkejut dan sesak yang mendadak menghimpit dadanya. Reynard dan gadis cantik berambut cokelat itu kompak menoleh serentak ke arah pintu. Tangan tegap Reynard yang tadi hampir menyentuh pipi sang gadis seketika terhenti di udara. "Alina? Sudah selesai bersiap-siap?" tanya Reynard datar, menurunkan tangannya santai tanpa ada raut panik sedikit pun di wajah tampannya. Gadis cantik itu justru mengulas senyum teramat manis, matanya berbinar ramah menatap Alina. "Wah, ini Mba Alina pengasuhnya Sean, ya? Halo, Mba! Aku Natasha, sepupunya Mas Reynard!" Alina membeku di tempatnya, matanya membelalak kaget. "S-Sepupu...?" "Iya, Mba! Aku baru sampai lima belas menit yang lalu dari Bandung," kekeh Natasha renyah sembari membuang seekor nyamuk kecil yang baru saja ditepuk Reynard dari dekat telinganya. "Mas Rey ini menyebalkan sekali, nepuk

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Mandi Bersama

    "M-Memancing apa?! Tuan Reynard jangan bicara sembarangan, ya!" Wajah Alina seketika memerah padam bagaikan udang rebus. Tangan rampingnya dengan gesit merapatkan kemeja tebal milik Reynard yang menyelimuti tubuh basahnya, menutupi lekuk tubuh yang tadi sempat terekspos. Jantungnya berdegup gila-gilaan, tak berani menatap langsung iris mata abu-abu sang CEO yang jaraknya begitu dekat. "Sean! Ayo kita naik ke vila sekarang, Sayang! Hari sudah makin sore, nanti Sean masuk angin!" seru Alina buru-buru, setengah berdiri sembari berpura-pura sibuk memanggil anak asuhnya demi mengalihkan suasana yang mendadak teramat intim tersebut. "Yah... kok sudah selesai sih mandi air sungainya?" keluh Sean mengerucutkan bibirnya. Namun, bocah itu tetap menurut dan berjalan menyusuri tebing rumput menuju bangunan vila bersama Alina dan Reynard. Akan tetapi, kekacauan ternyata belum berakhir di sana. Begitu sampai di lantai atas dekat kamar mandi, Sean tiba-tiba menahan tangan Alina dan mulai merenge

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status