Home / Romansa / Terjerat Pesona Duda Tampan / Kehancuran Sang Ular

Share

Kehancuran Sang Ular

Author: Nona Lee
last update publish date: 2026-09-12 12:14:55

"R-Reynard? Apa maksudmu? Kriminal apa? Aku benar-benar tidak mengerti!" cerceh Anna dengan nada tinggi yang dibuat-buat, suaranya mendadak gemetaran.

Wanita itu melangkah mundur satu tapak, memegangi pergelangan tangannya yang terasa panas akibat tepisan kasar Reynard. Senyum percaya diri di wajah cantiknya seketika luntur, berganti raut pucat pasi yang coba disembunyikan di balik polesan riasan tebal.

"Jangan berlagak bodoh di depanku, Anna!" gertak Reynard dengan suara rendah nan berat, me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Amarah Reynard

    "Lepaskan aku! Tolong! Andri, berhenti!" Jeritan histeris dari lantai atas ruko itu memecah sunyinya malam. Di sudut jalan yang remang, sebuah mobil hitam mewah terparkir mati. Reynard yang berada di dalam kemudi seketika membelalakkan mata. Sejak awal, pria itu memang sengaja mengekor taksi Alina karena rasa cemas dan takut jika wanita itu akan ingkar janji untuk kembali padanya. Pria itu awalnya hanya menunggu diam di kegelapan, mengawasi dari jauh. Ia memang tidak melihat awal perdebatan Alina dan Andri di teras tadi. Namun, begitu telinganya menangkap jeritan ketakutan Alina, jantung Reynard serasa berhenti berdetak. Tanpa berpikir panjang, Reynard keluar dari mobil dan berlari kencang menerobos pintu ruko yang tidak terkunci, mencari sumber suara. Langkah kakinya yang lebar membawanya menaiki tangga menuju lantai dua hingga mendapati sebuah pintu kamar yang tertutup rapat. Dari dalam, suara rintihan ketakutan Alina terdengar makin makin jelas. "Andri, tolong... lepaskan!" Pi

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Topeng Yang Terlepas

    "Apa kau bilang?! Jangan katakan padaku kalau kau mau kembali ke rumah yang sudah mempermalukan dan menghancurkan harga dirimu itu, Alina?!" Alina tersentak hebat, kaget bukan main mendengar nada tinggi dan bentakan yang baru saja meluncur dari bibir Andri. Langkah kakinya refleks mundur beberapa tapak ke belakang, sementara Andri justru melangkah maju dengan tatapan mata yang mendadak menajam, terus mengintimidasi dirinya. "Ndri, kenapa kau jadi membentakku seperti ini?" tanya Alina dengan suara gemetar, memeluk kedua lengannya sendiri. "Aku... aku punya pertimbangan sendiri. Sean membutuhkan aku, dan Tuan Reynard—" "Tuan Reynard lagi! Tuan Reynard lagi!" potong Andri dengan napas memburu, memotong kalimat Alina dengan tawa hambar yang menyiratkan rasa muak. "Kenapa dari dulu otasmu selalu dipenuhi oleh pria itu, Alina?! Apa kurangnya pembuktianku selama ini padamu?!" Alina menggelengkan kepala, merasa asing dengan sosok pria yang berdiri di hadapannya sekarang. "Ndri, kau ini

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Kebohongan Yang Terbongkar

    "Jadi... Tuan mengancam saya, begitu?" Alina tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Wanita itu malah tertawa kecil, meloloskan satu jarinya untuk menekan bibir tebal Reynard yang berada begitu dekat di hadapannya."Aww..." Reynard langsung menahan pergelangan tangan Alina, lalu dengan sengaja menggigit pelan ujung jari telunjuk wanita itu. Sorot matanya memercikkan kilatan berbahaya. "Ini di rumah sakit, Alina. Jangan memancingku jika kau tidak ingin aku bertindak nekad di sini." Alina terkekeh geli, menarik jarinya dari celah gigi Reynard dengan gerakan gemulai. Ia melirik jam tangan perak yang melingkar di pergelangan tangannya. "Kalau begitu ini sudah hampir tengah malam, Tuan. Saya harus pulang sekarang. Besok pagi saya akan kembali lagi ke sini untuk melihat keadaan Sean." Mendengar kata pulang, raut wajah Reynard seketika berubah tegang. Pria itu kembali mencengkeram lengan Alina, menegaskan dominasinya. "Tidak ada yang boleh pulang. Kau tidak boleh pergi ke mana pun tanp

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Memancing Kecemburuan

    "Mau saya tinggal satu atap dengan Andri atau pria mana pun, bukankah itu bukan lagi urusan Tuan Reynard?" Suara Alina mengalun santai, diiringi tawa hambar yang menyindir. Wanita itu berdiri dengan posisi rileks, sengaja memiringkan kepalanya sembari menatap Reynard dari atas ke bawah. Ada binar penuh kemenangan di matanya saat melihat raut wajah pria berkuasa itu mendadak tegang dan membiru menahan cemburu. "Alina! Jaga ucapanmu!" bentak Reynard dengan nada rendah yang bergetar. Pria itu mengikis jarak di antara mereka dalam satu langkah cepat. Sebelum Alina sempat menghindar, Reynard sudah menggenggam erat kedua bahu wanita itu dan mendorongnya perlahan hingga punggung Alina membentur pilar beton teras belakang rumah sakit. "Aww... Tuan kasar sekali!" keluh Alina, pura-pura meringis meski tidak ada rasa takut sedikit pun di raut wajahnya. "Kenapa Tuan emosi begitu? Bukankah dulu Tuan sendiri yang membiarkan saya diusir? Jadi untuk apa sekarang Tuan mencampuri kehidupan pribadi

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Siapa Angel?

    "Apa... apa tante bernama Angel itu ibu kandungnya Sean?" Pertanyaan polos yang terlontar dari bibir mungil Sean membuat suasana kamar VIP itu mendadak hening seketika. Reynard membeku di tempatnya. Pria itu perlahan menoleh, menatap Alina dengan sorot mata intens seolah melemparkan holds isyarat. Haruskah aku menceritakan semuanya sekarang pada Sean? Alina yang ditatap seperti itu hanya mengarahkan pandangannya lurus, lalu sedikit menaikkan kedua alisnya seraya menyilangkan tangan di dada. Raut wajahnya seakan mengisyaratkan. Terserah Tuan, dia putra Tuan. "Papa... jawab Sean," cicit anak laki-laki itu lagi, meremas selimut rumah sakitnya dengan jemari gemetar. "Angel itu siapa, Pa?" Namun, sebelum Reynard sempat membuka mulutnya untuk menyusun kata-kata, suara langkah kaki tergesa-gesa disertai deru napas serak seorang wanita paruh baya memecah keheningan dari arah pintu. "Sudah saatnya Sean tahu siapa ibu kandungnya, Reynard." Alina dan Reynard serentak berbalik. Di ambang pi

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Saling Melindungi

    "Kau tidak punya hak untuk membentaknya, Ayah!" bentak Reynard lantang, memotong udara dingin di dalam kamar rawat VIP. Pria itu langsung berdiri pasang badan di depan Alina dan ranjang Sean. Richard melangkah maju dengan hentakan tongkat yang bergema nyaring di atas lantai marmer. Matanya menyalang penuh kemurkaan. "Apa kau bilang, Reynard?! Kenapa kau tidak memberitahu Ayah kalau cucu Ayah kecelakaan?! Dan kenapa wanita pembawa sial ini bisa ada di ruangan ini?! Apa kau sudah gila?!" "Alina bukan wanita pembawa sial!" tegas Reynard dengan napas memburu, menatap tajam pria paruh baya yang paling ia hormati sekaligus takuti itu. "Justru karena ada Alina, Sean bisa cepat diselamatkan! Kalau bukan Alina yang sigap mendonorkan darahnya yang langka itu di rumah sakit, Sean mungkin tidak akan tertolong! Ayah harus tahu itu!" Richard mendengus kasar, wajahnya yang bergaris tegas dipenuhi rasa tidak percaya dan keangkuhan. "Ayah tidak peduli! Ayah tidak peduli apa pun alasanmu! Berapa yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status