Share

Bab 1148

Author: Ayesha
Brielle teringat bahwa Emily sendirian di rumah. Sudah seharusnya dia pergi menjenguk. Dia berkata kepada Raline, "Ya sudah, kamu bisa ikut mobilku."

"Terima kasih, Kak Brielle." Tak lama kemudian, Raline juga meminta kurir mengantarkan dua bingkisan.

Pukul 5 sore, Raline naik ke mobil Brielle menuju rumah keluarga. Melihat pemandangan yang melintas di luar jendela, Raline merasa seperti mendapatkan kehidupan baru dan orang yang menyelamatkannya adalah Brielle.

"Kak Brielle, kalau nanti kamu nik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (15)
goodnovel comment avatar
Anisya Kuran
sekarang gantian dia yg rasain d tinggalin gara2 satu panggilan telepon. tapi yg ini terang2an wkwk
goodnovel comment avatar
Cleopatra
Betul Antono kastani, Sekarang brielle berhak untuk bahagia dengan pilihannya.
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
briele TDK dihargai oleh Raka sikapnya dingin datar meremehkan hampir 8 th
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1537

    Di dalam negeri, hari sudah pagi. Brielle merapikan dokumen yang semalam belum sempat dia selesaikan karena lembur, lalu memasukkannya ke tas laptop.Saat turun ke lantai bawah, Anya masih bermain tebak benda bersama Gaga di sofa ruang tamu.Rasa bersalah seketika menyelimuti hati Brielle. Karena pekerjaan, waktu yang bisa dia habiskan bersama putrinya memang masih terlalu sedikit.Dia meletakkan tas laptopnya, lalu menghampiri Anya. "Hari ini Mama akan pulang lebih cepat supaya bisa menemani kamu, ya.""Ma, ulang tahun Papa sebentar lagi. Apa Mama akan menyiapkan hadiah ulang tahun untuk Papa?" Anya mendongak dan bertanya.Brielle sedikit tertegun. Ulang tahun Raka? Benar .... Tanggal 12 Agustus adalah hari ulang tahunnya.Selama mereka masih menikah, setiap tahun dia selalu mengingat tanggal itu. Namun, setelah bercerai selama tiga tahun, dia sudah hampir melupakannya. Atau lebih tepatnya, dia memang tak lagi sengaja mengingat tanggal itu."Ya, Mama akan siapkan hadiah buat Papa." Br

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1536

    Sejak kecil, yang dia terima hanyalah pukulan dan bentakan.Saat beranjak remaja, ibunya membiarkannya hidup tanpa perhatian. Baru setelah Devina berhasil mengubah nasib dengan berada di sisi Raka, sang ibu perlahan mulai bersikap baik kepadanya.Namun, kini ucapan ibunya membuat Devina akhirnya mengerti. Selama bertahun-tahun, meski dia telah memberi ibunya kehidupan yang serba berkecukupan, pada akhirnya dia tetap tidak pernah mendapatkan sedikit pun perhatian atau kasih sayang dari ibunya.Padahal dirinya pernah dipuja oleh jutaan penggemar, pernah dijuluki sebagai dewi piano kelas dunia. Bagaimana bisa harga dirinya yang begitu tinggi harus jatuh hingga ke titik seperti ini?"Devina, Jay ... Jay itu dulu pernah suka sama kamu, 'kan? Memang sekarang dia sudah menikah, tapi kamu masih bisa mencarinya! Minta saja sedikit belas kasihan darinya. Pasti sudah cukup untuk melunasi utang Ibu, 'kan?""Diam!" Devina membentak dengan marah. Suara tajamnya hampir memekakkan telinga. Dia menatap

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1535

    "Kalau nggak percaya, tanyakan saja ke ibumu! Dia sendiri yang paling tahu berapa utangnya."Devina percaya pemilik toko itu tidak sedang berbohong. Bagaimanapun, pria itu sudah membuka usaha di daerah ini selama tujuh-delapan tahun."Aku yang akan bayar." Setelah berkata begitu, Devina mengeluarkan ponselnya.Melihat itu, pemilik toko juga segera mengeluarkan ponselnya untuk menerima pembayaran.Setelah notifikasi penerimaan uang sebesar 600 juta berbunyi, pria itu berkata dengan niat baik, "Lain kali nasihati ibumu. Kalau nggak punya uang, jangan berjudi lagi."Setelah menutup pintu, hati Devina tenggelam ke dasar. Dalam waktu kurang dari setengah bulan, dia sudah dua kali membantu ibunya menghadapi kejaran penagih utang.Meski masih memiliki uang, dia sama sekali tidak ingin menggunakannya untuk menutupi utang judi sang ibu.Setengah jam kemudian, Ivony pulang. Melihat putrinya duduk di sofa, wajahnya langsung memperlihatkan sedikit rasa bersalah. "Devina, kamu sudah makan?"Tatapan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1534

    Raka menerimanya, lalu menyampirkannya di lengan dengan santai. Dia mengambil iPad dan berkata, "Ayo, kita jenguk Harvis."Keduanya berjalan ke luar ruang istirahat satu demi satu.Di kursi lorong luar, Gavin yang sejak tadi menunggu segera berdiri dan menerima iPad yang diserahkan Raka.Harvis juga sudah sadar. Dia sedang membaca dokumen. Kondisinya tampak jauh lebih baik."Brielle, kamu dan Pak Raka kembali bekerja saja. Aku nggak perlu dijaga lagi," kata Harvis kepadanya.Brielle sempat ragu.Cherlina ikut menimpali, "Ya, Brielle. Kamu kembali ke laboratorium saja. Biar aku yang jaga di sini. Kalau ada apa-apa, nanti aku langsung hubungi kamu."Raka juga berkata kepada Brielle, "Ayo, aku antar kamu ke laboratorium."Brielle akhirnya hanya bisa mengangguk. "Baiklah. Kak Harvis, kalau begitu aku pergi dulu."Dia menoleh kepada Cherlina. "Kalau ada apa-apa, langsung telepon aku."Setelah keluar dari rumah sakit, Raka mengantar Brielle kembali ke laboratorium dengan mengemudikan mobilny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1533

    Sinar matahari menembus celah tirai yang hanya tertutup separuh, meninggalkan bercak-bercak cahaya di lantai. Raka duduk di sofa di seberang, menyandarkan tubuhnya dengan santai.Di tangannya ada sebuah iPad. Layar itu menampilkan pergerakan pasar saham dunia secara langsung. Grafik K berwarna merah dan hijau silih berganti memantulkan cahaya redup di mata Raka yang dalam. Jari-jarinya yang panjang sesekali mengusap layar, melakukan analisis dan memberi beberapa catatan.Namun setelah melihatnya beberapa saat, perhatiannya perlahan beralih kepada wanita yang sedang tertidur di samping.Semalam Brielle memang kurang tidur. Ditambah lagi masa menstruasinya sudah hampir tiba, membuatnya lebih mudah mengantuk dari biasanya.Saat ini, dia tertidur sangat lelap. Bulu matanya yang lentik terpejam lembut menutupi kelopak matanya. Tanpa ekspresi dingin dan kewaspadaan yang biasanya selalu dia tunjukkan, wajahnya tampak begitu lembut dan damai.Tatapan Raka perlahan menjadi semakin dalam. Dia me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1532

    "Hanya luka daging yang agak dalam. Istirahat beberapa hari juga akan sembuh."Setelah berkata begitu, Harvis mengangkat kepala dan memandang Raka. "Pak Raka, tenang saja. Ini nggak akan memengaruhi peluncuran produk minggu depan."Mendengar itu, Brielle langsung menoleh ke arah Raka.'Jangan bilang dia masih meminta Harvis menghadiri acara peluncuran produk?' batinnya.Seolah membaca tatapan menyalahkan Brielle, Raka berkedip dengan wajah yang tampak tidak bersalah, lalu berkata kepada Harvis, "Lukamu cukup parah. Jangan memaksakan diri."Harvis langsung tampak sedikit canggung.Baru saat itu dia sadar ucapannya tadi telah membuat Brielle salah paham. Dia buru-buru menjelaskan, "Brielle, jangan salah paham. Pak Raka nggak maksa aku. Aku sendiri yang ingin datang. Tolong jangan menyalahkan Pak Raka."Brielle juga sadar bahwa dirinya tadi bereaksi berlebihan.Dengan sifat Harvis dan betapa pentingnya proyek itu baginya, selama kondisi tubuhnya masih memungkinkan, dia pasti akan bersiker

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 78

    Brielle kembali tertidur dalam kondisi setengah sadar. Dia samar-samar merasakan ada tangan yang menyentuh lembut wajahnya. Dia tak punya tenaga untuk mengusirnya, hanya mengernyit dengan kesal.Di dekat telinganya, terdengar suara helaan napas panjang yang penuh ketidakberdayaan.Pagi hari, Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 107

    Harvis mengangkat kepala, sorot matanya penuh dengan pergulatan batin. Brielle berkedip, justru semakin penasaran menatapnya.Genggaman erat di tangan Harvis akhirnya mengendur. Dia menarik napas panjang dan berkata, "brie, sebaiknya ... aku kasih tahu kamu lain waktu saja."Namun, rasa ingin tahu B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 102

    Tak lama setelah Devina pergi, dari luar terdengar suara seorang wanita yang terdengar cemas bertanya, "Permisi, apakah Nona Devina ada di sini?"Brielle menoleh ke arah pintu. Seorang gadis berdiri di sana sambil memeluk sebuket besar bunga mawar. Sepertinya menyadari suasana di dalam ruangan tidak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 67

    Meira bertanya dengan penasaran. "Kamu tahu?""Tentu tahu dong! Namanya Faye, seorang pakar medis muda," jawab Raline dengan lantang.Brielle agak terkejut, lalu menatap Raline. Raline tiba-tiba menunjukkan ekspresi misterius, "Bu, coba tebak Faye itu siapa?"Meira tersenyum. "Mana aku tahu? Cepat b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status