Share

Bab 122

Aвтор: Ayesha
"Aku minta pelayan menyiapkan satu ruang VIP khusus untukmu, makanlah sedikit," kata Raka.

"Nggak usah, aku ...."

"Kamu mudah kena gula darah rendah, harus makan tepat waktu." Raka menoleh ke salah satu pelayan. "Tolong antar dia ke ruang VIP lain untuk makan, tagihannya masukkan ke namaku."

"Baik, Pak." Pelayan itu dengan ramah mengarahkan Devina menuju lorong lain.

Brielle kembali ke ruang VIP. Raline melirik dengan tatapan penuh kekesalan, bahkan tidak mau menatapnya langsung.

Tak lama kemudi
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава
Комментарии (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
wah...ngajak tarung beneran si Raka...dah selingkuh skrg benai nyuruh brielle keluar dr tim harvis...perlu digampar mmg
goodnovel comment avatar
Lianzzah
apa hak Luu... larang larang elu gmna. sama gundikmu tuh.,
goodnovel comment avatar
Renadwijo
Kamu baru liat Brie kerja bareng Harvis aja cemburu 1/2 mati, apa kabar Brielle yg hrs liat kamu sm kuyang tiap hari...pdhl ga ada urusan kerja...mikir Ka....Jadi suami ga bs bgt jg hati istri..apalagi jelas2 si kuyang itu ular
ПРОСМОТР ВСЕХ КОММЕНТАРИЕВ

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1008

    Sejak awal penelitian, Brielle sudah memusatkan perhatian pada satu hal, yaitu melepaskan status Devina sebagai satu-satunya donor.Brielle lebih memilih menghabiskan sepuluh bahkan seratus kali lebih banyak energi untuk penelitiannya daripada suatu hari harus bergantung dan memohon pada orang lain.Kali ini, selain melakukan terapi untuk Raline, dia juga memisahkan satu proyek penelitian lain. Dia menggunakan sampel darahnya sendiri untuk mencari kemungkinan adanya reaksi antibodi khusus di antara kerabat sedarah langsung.Gagasan ini bukan muncul begitu saja. Sejak kemungkinan putrinya mewarisi penyakit itu diketahui, ide tersebut sudah ada di benaknya.Sebagai seorang ibu, dia tidak bisa menerima bahwa masa depan putrinya akan bergantung pada orang luar seperti Devina yang memiliki niat buruk dan sewaktu-waktu bisa menggunakan nyawanya sebagai ancaman.Raka memilih untuk berkompromi dan berurusan dengannya, tetapi Brielle tidak bisa melakukan hal yang sama. Pilihannya adalah mematah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1007

    "Brielle, kamu lihat bekas luka di pergelangan tangan Devina? Tindakannya memotong pergelangan tangan itu kemungkinan besar hanya cara untuk mengendalikan Pak Raka."Brielle mengerutkan kening. Dengan status Devina sebagai satu-satunya donor di dunia, dia memang bisa menggunakan nyawanya sendiri untuk mengendalikan Raka kapan saja. Jadi, apa pun yang dia inginkan, Raka harus memenuhinya.Termasuk mengorbankan pernikahannya.Brielle teringat kejadian di kolam renang waktu itu. Devina sengaja menjegalnya, lalu menariknya ke dalam air. Dia sudah yakin bahwa Raka akan melompat lebih dulu untuk menyelamatkannya, karena di tubuhnya terikat nyawa tiga generasi Keluarga Pramudita.Hari itu, Brielle juga masih ingat bagaimana Raka memeriksa keadaannya dengan cemas, serta ekspresi bangga dan puas di wajah Devina. Saat itu Brielle mengira semua itu adalah bukti bahwa Raka mencintainya.Lalu kejadian di meja makan ... ketika Devina sengaja minum alkohol hingga Raka merebut gelasnya. Dulu dia mengi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1006

    Masa observasi 48 jam itu memang sangat melelahkan, tetapi dia tetap harus melewatinya.Pukul lima pagi, Brielle akhirnya beristirahat di ruang istirahat. Seorang perawat mengantarkan satu set perlengkapan mandi untuknya.Keesokan paginya ketika Brielle membuka mata, dia mendapati ada sebuah koper di sampingnya. Itu adalah kopernya sendiri. Sepertinya Lastri telah membereskan beberapa pakaian hangat untuknya lalu meminta Raka membawanya ke sini.Di tubuh Brielle juga ada tambahan sebuah selimut, yang juga berasal dari rumahnya.Brielle menggosok pelipisnya dan langsung tahu siapa yang menyelimutinya.Setelah berjaga selama tiga hari dua malam, Raline akhirnya berhasil melewati masa aman dari efek obat. Ini adalah hal yang membuat Brielle sangat gembira.Tentu saja, dengan dukungan data ilmiah yang ketat, semuanya tetap berada dalam kendali. Teori Brielle menopang eksperimen ini dan ada harapan besar untuk berhasil menembusnya."Brielle, kalau kamu berhasil, maka pasien penyakit darah d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1005

    Raline menggelengkan kepala, matanya berbinar terang. "Kak, aku nggak apa-apa. Aku baik-baik saja." Setelah berkata demikian, dia segera menambahkan dengan tergesa, "Kalau aku nggak apa-apa, berarti selanjutnya kita bisa menyelamatkan Ibu, 'kan?"Baru saat itu Raka mengalihkan pandangannya ke Brielle. "Bagaimana data eksperimen tahap kedua?""Cukup bagus," jawab Brielle dengan nada tenang. "Toleransi adikmu terhadap obat bahkan lebih baik dari yang aku perkirakan. Indikator kunci juga menunjukkan perbaikan yang jelas."Raka menatapnya lalu sedikit mengangguk. "Kerja kerasmu nggak sia-sia. Berapa lama lagi perlu pengamatan lanjutan?""Setidaknya masih perlu pemantauan ketat selama 48 jam," jawab Brielle secara profesional."Malam ini aku akan minta Doktor Smith datang untuk melakukan pemantauan. Kamu pulang dan istirahat saja," kata Raka dengan suara rendah dan terkesan peduli."Nggak perlu. Kamu saja yang jaga Anya. Aku tetap di sini," jawab Brielle."Kak Brielle, sebaiknya kamu dengar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1004

    Devina juga tidak sungkan. Setelah Jay menyuapinya menghabiskan semangkuk bubur itu, dia menyeka sudut bibirnya lalu bersandar di sofa. Dengan suara pelan dia bergumam, "Terima kasih, Jay. Untung masih ada kamu di sisiku."Devina memejamkan mata setengah, seluruh tubuhnya meringkuk di dalam selimut. Dia tampak sangat rapuh dan membuat orang merasa iba.Melihat kondisinya, Jay semakin yakin akan satu hal di dalam hatinya. Hubungan antara Devina dan Raka pasti sedang bermasalah."Devina, katakan padaku, gimana sebenarnya sikap Raka padamu sekarang?" tanya Jay dengan khawatir.Devina perlahan membuka matanya. Sudut matanya tampak berkaca-kaca. Dia menatap Jay dengan tatapan bingung dan sedih. Lalu dia menghela napas pelan, suaranya penuh kesedihan."Jay, menurutmu ... kalau seseorang sudah berusaha selama 10 tahun tapi tetap nggak mendapatkan apa yang dia inginkan, apakah ... seharusnya dia menyerah?"Hati Jay tiba-tiba terasa berat. "Devina, kamu dan Raka ...."Devina tersenyum getir, la

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1003

    Wajah Devina tiba-tiba menjadi semakin pucat. Dia menatap Jay. Meskipun pria itu masih tersenyum cerah dengan tatapan lembut, dia tahu ada sesuatu yang sudah berubah. Dan semua ini terjadi sejak kemunculan Siria.Jay merasa sedikit canggung ditatap dengan mata penuh perasaan seperti itu. Dia menggaruk bagian belakang kepalanya, lalu berkata, "Devina, ada apa denganmu hari ini? Kenapa kamu terlihat sedih sekali? Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Raka?"Pada saat itu, pelayan datang membawa semangkuk bubur bergizi. Dia meletakkannya di meja depan sofa, lalu berkata kepada Devina, "Nona Devina, buburnya sudah siap.""Baik, letakkan di sini," kata Devina. Setelah itu dia bangkit ingin mengambil bubur tersebut, tetapi tiba-tiba dia mengeluarkan rintih kesakitan."Ada apa?" tanya Jay dengan khawatir.Devina duduk kembali. Lalu dia mengangkat sedikit bagian lengan di tempat bekas pengambilan darah, memperlihatkan luka yang baru saja berdarah. Kulitnya yang putih tampak dipenuhi memar kebiru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 145

    Brielle melirik sekilas tesis itu, lalu tersenyum tipis. "Menurut Profesor Madeline sendiri bagaimana?"Andai Brielle gagal lulus ujian kali ini, Madeline pasti akan mengira itu hanyalah peninggalan Adam. Namun dengan nilai yang begitu mencengangkan, dia benar-benar bisa memercayai bahwa itu adalah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 65

    "Aku rasa dia nggak punya latar belakang pendidikan yang layak. Seseorang yang bahkan nggak lulus kuliah, mana mungkin bisa racik obat khusus? Kalau publik tahu, bisa-bisa jadi takut minum obatnya!""Benar juga sih. Faye memang lebih cocok mewakili laboratorium kita."Kedua wanita itu keluar sambil

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 76

    "Baik, Pak Raka. Karena sudah disetujui, aku akan suruh bagian keuangan transfer dananya," kata manajer departemen investasi.Seorang rekan kerja di sampingnya mendorong kacamata ke atas dan memberanikan diri bertanya, "Pak Raka, kasus hukum Perusahaan Horizon belum ada keputusan. Apa perusahaan kit

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 97

    Devina menatap Brielle. "Brielle, kalung malam ini untukmu saja. Kamu jangan marah ya?"Brielle termangu sesaat, lalu menatap mata Devina yang penuh senyuman licik dan perhitungan."Kamu boleh ambil sesukamu semua barang yang nggak aku inginkan." Selesai berbicara, Brielle melirik ke arah pria di si

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status