Share

Bab 725

Author: Ayesha
Setelah Gavin pergi, Raka mengambil ponselnya dan menelepon Raline.

Di seberang sana, suara Raline jelas terdengar waspada. "Kak, ada apa?"

"Segera batalkan pembelian unit di Cloudwave Residence." Suara Raka dilontarkan tanpa memberi ruang bantahan.

"Kenapa?" Raline langsung meledak. "Aku beli pakai uangku sendiri, jangan ikut campur!"

"Aku beri kamu waktu tiga hari." Suara Raka menjadi dingin dan berat. "Kalau nggak, aku akan bekukan semua rekeningmu."

Di seberang sana, Raline jelas sangat marah. "Kak, atas dasar apa kamu mengaturku?"

"Karena aku kakakmu." Nada Raka sedikit melunak. "Aku akan menyiapkan satu rumah yang lebih baik untukmu di pusat kota."

Raka berdiri, berjalan ke depan jendela kaca besar. "Lambert nggak cocok untukmu. Apa kamu masih belum sadar kenyataan?"

"Kalau Brielle bisa, kenapa aku nggak bisa? Dulu Brielle merawatmu saat kamu koma sampai kamu terharu dan menikahinya. Kenapa aku nggak boleh diberi kesempatan untuk membuat Lambert terharu juga?"

Punggung Raka jelas
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 727

    "Sudah lewat 20 tahun, tapi masih saja nggak dewasa. Ayahmu meninggal muda, kakakmu yang mengurusmu. Apa salahnya?""Hmph! Kalian semua memihak Brielle saja! Dia itu cucu kesayangan kalian, bukan aku!" Raline menangis sambil berlari naik ke lantai atas.Meira hendak menyusul ke atas, tetapi Emily menghentikannya. "Biarkan dia memikirkan semuanya sendiri dengan baik."Emily melirik menantunya dengan penuh makna, lalu berkata, "Urusan anak-anak muda, biarkan mereka selesaikan sendiri. Kita jangan ikut campur. Kalau belum pernah terluka, mereka nggak akan tahu rasa sakit. Raline begitu, Raka juga begitu."Meira tertegun. Kalau kehidupan putrinya berantakan, mungkin masih bisa dimaklumi, tetapi putranya tidak sebodoh itu!"Anak itu sejak kecil sudah penuh pikiran, keras kepala, dan suka menjaga gengsi. Jelas-jelas peduli, tapi nggak mau mengaku. Hais!"Meira memahami maksud ibu mertuanya, lalu berkata dengan tenang, "Bu, rasanya nggak mungkin. Raka sejak kecil selalu tahu apa yang dia ingi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 726

    Meira mengusap pelipisnya, lalu berkata dengan nada tegas, "Raline, kamu terlalu keras kepala. Kamu dan Lambert sudah nggak mungkin lagi.""Ibu." Raline mengentakkan kaki dengan perasaan teraniaya. "Aku hanya ingin mengejar kebahagiaanku sendiri. Apa salahnya?""Kalau kamu mendekati Lambert dengan cara seperti ini, memangnya dia akan menyukaimu?" Meira menghela napas. "Urusan perasaan nggak bisa dipaksakan. Dengarkan kata kakakmu, batalkan pembelian rumah itu."Mata Raline memerah. Dia berkata dengan perasaan sedih, "Kenapa kalian semua merasa aku ini nggak cukup baik? Bagian mana dariku yang nggak pantas untuk Lambert?""Lambert sudah dengan jelas menolakmu. Kalau kamu terus mengejarnya, yang ada hanya akan membuat kakakmu malu. Apa kamu nggak ngerti?" timpal Meira dengan wajah serius.Raline terdiam sejenak, lalu air matanya jatuh. "Hanya karena Lambert mengejar Brielle, lalu aku mengejarnya, aku pantas dihukum seperti ini?""Kamu ini ... kenapa nggak ngerti juga?" Meira kembali meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 725

    Setelah Gavin pergi, Raka mengambil ponselnya dan menelepon Raline.Di seberang sana, suara Raline jelas terdengar waspada. "Kak, ada apa?""Segera batalkan pembelian unit di Cloudwave Residence." Suara Raka dilontarkan tanpa memberi ruang bantahan."Kenapa?" Raline langsung meledak. "Aku beli pakai uangku sendiri, jangan ikut campur!""Aku beri kamu waktu tiga hari." Suara Raka menjadi dingin dan berat. "Kalau nggak, aku akan bekukan semua rekeningmu."Di seberang sana, Raline jelas sangat marah. "Kak, atas dasar apa kamu mengaturku?""Karena aku kakakmu." Nada Raka sedikit melunak. "Aku akan menyiapkan satu rumah yang lebih baik untukmu di pusat kota."Raka berdiri, berjalan ke depan jendela kaca besar. "Lambert nggak cocok untukmu. Apa kamu masih belum sadar kenyataan?""Kalau Brielle bisa, kenapa aku nggak bisa? Dulu Brielle merawatmu saat kamu koma sampai kamu terharu dan menikahinya. Kenapa aku nggak boleh diberi kesempatan untuk membuat Lambert terharu juga?"Punggung Raka jelas

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 724

    Tak lama kemudian, Raline menelepon Devina dan memberitahunya bahwa dia telah membeli satu unit lain di Cloudwave Residence."Hah? Raline? Bukannya kakakmu sudah punya satu unit di sana?""Aku nggak mau tinggal di rumahnya. Aku juga bukan nggak mampu beli sendiri." Nada bicara Raline masih mengandung kekesalan."Apa karena aku, kakakmu memarahimu lagi?" tanya Devina dengan cemas."Nggak ada hubungannya denganmu. Pokoknya jangan khawatir. Selama aku tinggal di kompleks ini, Brielle nggak akan punya kesempatan mendekati kakakku.""Raline, terima kasih karena selalu berpihak padaku.""Kamu calon kakak iparku. Kalau bukan memihak kamu, mau memihak siapa lagi?" balas Raline, lalu menambahkan dengan nada sedikit kesal, "Aku akan tinggal di gedung yang sama dengan Lambert. Aku yakin akan sering bertemu dengannya dan membuatnya melihat sisi baikku.""Lambert pasti akan melihat ketulusanmu. Kalau kamu memang menginginkannya, lakukan saja. Kalau kamu merasa diperlakukan nggak adil, bilang saja p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 723

    Lambert kembali mengangguk, memberi salam ke Harvis. Setelah berbalik, dia sama sekali tidak melirik ke arah Raline lagi.Raline terpaku di tempat. Wajahnya memerah karena malu. Temannya pun menarik lengannya dengan canggung."Raline, aku sudah kenyang. Gimana kalau kita pergi saja?"Raline menoleh dan melotot ke arah Brielle. Kenapa Brielle bisa mendapatkan seluruh perhatian dan perlindungan Lambert?Brielle sendiri juga sudah selesai makan. Dia berkata kepada Harvis, "Ayo, kita balik."Harvis mengangguk. Saat keduanya berdiri dan pergi, mereka melewati meja Raline. Raline menatap Brielle dengan sorot mata penuh kebencian. Namun, Brielle bahkan tidak meliriknya sedikit pun.Dibandingkan berdebat atau saling memaki, pengabaian total seperti ini justru jauh lebih efektif daripada reaksi apa pun.Benar saja, Raline sampai terengah-engah menahan emosi. Dadanya naik turun. Temannya buru-buru menenangkannya, "Raline, sudah, sudah, jangan marah."Saat ini, Raline benar-benar ingin bertengkar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 722

    "Nggak ada pilihan, soalnya anaknya ada di tangannya. Dia juga menuntut kakakku membelikan kalung edisi terbatas yang dibuat khusus. Entah kakakku berutang apa padanya di kehidupan sebelumnya, sampai di kehidupan ini dia terus membayangi dan melekat pada kakakku."Tangan Brielle yang memegang gelas air sedikit mengencang. Restoran tidak terlalu ramai, para pengunjung lain makan dengan tenang, sehingga setiap kata Raline terdengar jelas sampai ke meja Brielle.Harvis sudah hampir tidak tahan mendengarnya dan hendak berdiri, tetapi Brielle memanggilnya, "Kak Harvis, jangan hiraukan dia."Harvis mengerutkan kening. "Dia benar-benar keterlaluan.""Nggak apa-apa, toh ucapannya nggak bisa melukaiku." Brielle tersenyum tipis. "Orang yang nggak bisa melihat kenyataan justru adalah orang yang paling menyedihkan."Kalimat itu kebetulan juga sampai ke telinga Raline. Dia langsung menggertakkan gigi dan menatap Brielle. "Ada orang yang di permukaan berpura-pura suci, tapi entah sudah berapa banyak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status