Share

Bab 152

Author: Ayesha
Brielle sudah menduga Raka tidak akan menyetujui perceraian begitu saja, tetapi dia sudah mempersiapkan diri secara mental. Dia mengangkat tasnya sambil berkata, "Kalau begitu, kita bertemu di pengadilan saja."

Setelah mengucapkan itu, dia hendak pergi.

Raka ikut berdiri, maju beberapa langkah, dan menahan pergelangan tangan Brielle. Suaranya terdengar penuh permohonan. "Selama kamu nggak minta cerai, apa pun yang kamu minta akan kupenuhi."

Brielle melepaskan tangannya dan mundur selangkah, meny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
ibu mertua jg mau ganti mantu ya skalian aja kan .dipermudah jalannya ..pergi sama Raka sama devina jg .ya sdh pas aja...cerai paling bgs..drpd sakit hati terus
goodnovel comment avatar
Renadwijo
ada rahasia apa ya?
goodnovel comment avatar
Iin Iin
senang kan lu bu Meira, Brielle mau cerai dari Raka..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1392

    Setelah itu, para anggota tim kembali bergantian datang untuk bersulang dengan Harvis.Bagaimanapun juga, dia adalah pemimpin tim sekaligus salah satu kontributor terbesar proyek ini.Harvis jelas tidak pandai menolak. Sambil tersenyum, dia terus melayani ajakan bersulang satu demi satu. Ditambah lagi, dia memang tidak terlalu kuat minum alkohol dan wajahnya mudah memerah. Tak lama kemudian, pipinya mulai terlihat kemerahan.Saat melihat masih ada orang yang hendak datang untuk bersulang, Brielle teringat bahwa kemampuan minum Harvis jelas tidak sebaik Raka yang duduk di seberang. Dia pun tersenyum kepada rekan yang hendak mengangkat gelas dan berkata, "Sudahlah, jangan paksa Kak Harvis lagi."Kalimat itu belum sempat diproses oleh Harvis. Namun, jari-jari pria di seberang yang sedang menggenggam gelas anggur langsung menegang.Tatapan dalam Raka terkunci pada wajah Brielle. Dia melihat senyum lembut di wajah wanita itu saat membela Harvis dan membantunya menolak minuman, seperti seora

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1391

    Tatapan Raka menyapu kerumunan orang, lalu berhenti tepat pada Brielle yang duduk di ujung kiri meja panjang dekat jendela. Rambut panjangnya tergerai, senyum tipis menghiasi bibirnya, dan ekspresinya tampak sangat rileks. Di bawah cahaya lampu bernuansa hangat, seluruh dirinya seolah diselimuti lapisan cahaya lembut.Raka memandangnya selama beberapa detik sebelum akhirnya melangkah ke arahnya."Pak Raka sudah datang, ya." Seorang karyawan paruh baya menjadi orang pertama yang menyadarinya dan segera berdiri menyambut.Tak lama kemudian, seluruh karyawan yang duduk di meja panjang itu ikut berdiri menyambut sang bos besar.Kecuali Brielle.Brielle tampak sedikit terkejut. Dia sama sekali tidak tahu bahwa Raka akan datang."Pak Raka, silakan cari tempat duduk." Harvis berdiri dan menyapanya, lalu menoleh kepada Gavin. "Pak Gavin, silakan duduk juga."Gavin tersenyum dan mengangguk sebelum menarik sebuah kursi dan duduk.Di seberang Brielle ada satu kursi kosong. Di sebelahnya duduk Har

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1390

    "Brielle, kamu datang." Melihatnya, Harvis tersenyum dan berdiri untuk menyambutnya."Wah! Profesor Brielle sudah datang!" sapa beberapa anggota tim Harvis dengan antusias.Brielle tersenyum sambil melambaikan tangan. "Jangan panggil aku begitu. Panggil nama saja.""Kalau yang lebih muda panggil Kak Brielle, yang lebih tua cukup panggil namanya," kata Harvis sambil tersenyum.Para anggota tim yang belum pernah bertemu Brielle pun berdatangan memperkenalkan diri. Brielle juga menyapa mereka satu per satu. Suasananya santai dan menyenangkan.Semuanya adalah teman serta rekan kerja yang sudah akrab. Topik pembicaraan pun berpusat pada keberhasilan proyek mereka, sehingga tawa terus terdengar tanpa henti.Pada saat itu, seorang rekan kerja pria melihat sekeliling dengan penasaran dan menyadari ada satu anggota tim yang tidak hadir, Faye. Dia segera mengirim pesan kepada Faye.[ Faye, kenapa kamu nggak datang ke acara makan bersama? ][ Malam ini ada acara makan bersama? Kok aku nggak tahu?

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1389

    Tiga hari kemudian, hari Jumat, setelah Brielle dan tim Frans menyelesaikan sebagian proses serah terima, dia sudah mulai menantikan datangnya akhir pekan.Selain itu, dia juga memutuskan untuk mempercepat proses serah terima. Saat liburan musim panas Anya tiba nanti, dia ingin mengajak putrinya pergi berlibur ke luar negeri.Sudah dua setengah tahun berlalu, dia hampir tidak pernah benar-benar bersantai. Bahkan saat pergi bermain ski ke Negara Danmark dulu, dia tetap membawa pekerjaannya. Begitu pula beberapa kali perjalanan dinas ke Kyoza, semuanya berfokus pada pekerjaan.Saat Brielle sedang merapikan barang-barangnya dan bersiap pulang kerja, ponselnya berdering. Dia melirik layar. Ternyata Harvis yang menelepon."Halo, Kak Harvis," sapa Brielle."Brielle, malam ini ada waktu? Ada acara makan bersama," ujar Harvis dengan nada santai. Kemudian, dia menambahkan, "Zondi dan Cherlina juga ikut. Sudah lama kita nggak kumpul."Brielle sedikit tertegun. Dari nada suara Harvis, sepertinya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1388

    Freyna meliriknya, lalu melanjutkan analisisnya, "Kalau mereka benar-benar ingin nikah lagi, Raka harus benar-benar merendahkan dirinya.""Dia harus belajar menghormati Brielle dengan sungguh-sungguh, memercayainya, menempatkannya pada posisi yang setara, atau bahkan .... Nggak, seharusnya posisi yang membuatnya memandang Brielle dengan rasa kagum.""Hanya dengan begitu Brielle mungkin akan kembali padanya."Setelah mendengarnya, Devina hanya merasa itu sangat menggelikan. Dia mencibir dingin. "Memuja Brielle ya? Orang seperti Raka mana mungkin memuja orang lain? Kamu terlalu nggak mengenalnya."Freyna berkata, "Dengan pencapaian Brielle saat ini di dunia penelitian, entah berapa banyak pria arogan yang menaruh perhatian padanya.""Kalau Raka nggak mengubah sifatnya yang selalu merasa diri sendiri benar, dia harus belajar merendahkan diri, belajar jujur, mengakui kesalahan masa lalunya. Kalau nggak, seumur hidup dia nggak bakal bisa mendapatkan Brielle kembali."Wajah Devina langsung b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1387

    Wajah Devina semakin muram. Dia membuka mulut, ingin membantah, tetapi akhirnya menyadari bahwa apa yang dikatakan Freyna memang benar.Jika dia dan Brielle menghadiri pesta yang sama, dia pasti akan mencari cara untuk menunjukkan posisinya, menekan, menyingkirkan, dan mempermalukan Brielle.Freyna melanjutkan, "Justru karena Raka terlalu mengenalmu, dia nggak bawa Brielle masuk ke lingkaran sosialnya. Dia nggak ingin Brielle bertemu denganmu, nggak ingin Brielle merasa tersakiti atau diperlakukan nggak adil.""Dia melindungi Brielle di rumah, menjauhkannya dari gangguanmu, justru karena dia peduli pada Brielle dan nggak ingin kehilangan dia."Freyna menganalisis dengan tenang dan rasional.Ucapan itu membuat dada Devina terasa sesak. Dalam sekejap, semua kebohongan yang selama ini dia gunakan untuk menipu dirinya sendiri seolah terkoyak.Jadi selama ini, yang dia anggap sebagai "Brielle tidak pantas dibawa keluar dan tidak layak diperkenalkan kepada orang lain", ternyata adalah bentuk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 442

    Gavin memperhatikan bosnya yang masih berdiri memandangi mobil jip Niro yang perlahan menjauh tanpa bergerak sedikit pun. Dia pun maju dan berkata pelan, "Pak Raka, apa kita sebaiknya juga kembali sekarang?"Raka akhirnya menarik kembali pandangannya, tanpa ekspresi sedikit pun, lalu masuk ke mobil.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 436

    Brielle sudah lama terbiasa dengan sikap Raka. Kesombongannya, keangkuhannya, dan rasa superior yang selalu ditunjukkannya ... semua itu sudah benar-benar terlihat jelas selama enam tahun pernikahan mereka.Malam itu, Brielle memilih menemani Anya melihat kunang-kunang. Si kecil terus tertawa bahagi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 448

    Meira sebenarnya tidak terlalu ingat kalau putrinya pernah bekerja di perusahaan Lambert. "Oh ya? Jadi Lambert baik sama kamu?""Baik banget! Kalau bukan karena si ...." Raline buru-buru menutup mulutnya.Meira menatapnya dengan heran. "Kalau bukan karena apa?"Raline tersenyum tipis. "Nggak ada apa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 430

    Brielle mengerutkan kening. "Aku nggak tahu apa yang kamu bicarakan.""Kamu tahu aku bakal mempermalukan diri sendiri, 'kan? Kamu sengaja bikin aku malu!" Faye tiba-tiba berteriak histeris.Para tamu di restoran menoleh kaget ke arah mereka. Devina dan Raline segera melangkah cepat, menarik Faye unt

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status