Share

Bab 151

Penulis: Ayesha
"Pak Farel, silakan duduk." Raka memberi isyarat, lalu melirik arlojinya. "Tolong langsung ke inti saja, sepuluh menit lagi aku ada urusan."

Farel tertegun sesaat, lalu tersenyum. "Sepertinya ada sedikit salah paham. Aku bukan datang untuk melamar di perusahaan ini."

Meskipun masuk divisi hukum Grup Pramudita adalah impian tertinggi banyak pengacara, Farel yang terbiasa hidup bebas tidak ingin menjadi kaki tangan yang menunggu untuk ditawar.

"Kalau begitu, silakan sampaikan maksudmu." Raka langs
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Jihan Dwi Annisa
maunya si Raka apa sih,selingkuh terang2an tp gak mau ceraikan istrinya,egois banget..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1012

    Cahaya yang sempat menyala di mata Raka kembali meredup, tertutup oleh pembuluh darah merah yang memenuhi matanya."Aku ambilkan air hangat untukmu." Dia berdiri dan berjalan ke arah meja minum, lalu menuangkan segelas air hangat untuk Brielle.Brielle tidak langsung menerimanya. Suara Raka kembali menjadi rendah seperti biasa. "Dokter menyarankan kamu harus lebih banyak minum air."Brielle akhirnya mengulurkan tangan dan mengambilnya. Setelah meneguk beberapa kali dia berkata, "Aku benar-benar sudah nggak apa-apa. Kamu bisa pergi."Raka tetap duduk di sana. "Aku akan pergi setelah kamu melakukan pemeriksaan jantung dan memastikan kamu benar-benar baik-baik saja.""Pemeriksaan jantung?" Brielle mengerutkan kening."Ya. Itu saran dokter." Raka mengangguk.Brielle menggeleng. "Nggak perlu. Aku tahu kondisi tubuhku sendiri.""Kalau memang benar begitu, kamu nggak akan pingsan sampai masuk rumah sakit," Raka mendengus pelan.Brielle terdiam."Kalau kamu nggak ingin mengalami nasib seperti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1011

    Semalam para perawat di meja jaga masih membicarakannya. Namun, hari ini dia malah melihat pria itu berubah beruban hanya dalam satu malam demi wanita yang terbaring di tempat tidur itu.Di antara rambut hitamnya yang tebal, helai-helai uban itu tampak semakin jelas. Meski tidak mengurangi ketampanannya, pemandangan itu tetap membuat orang merasa iba.Perawat itu diam-diam menyelesaikan pekerjaannya lalu keluar. Ketika dia menceritakannya kepada rekan-rekannya, semua orang terkejut. Meski mereka bekerja di rumah sakit dan sudah sering melihat berbagai tragedi manusia, kejadian rambut memutih dalam satu malam tetap jarang terjadi."Benarkah?""Benar. Karena dia terlalu tampan, semalam aku sampai melihatnya beberapa kali. Waktu itu rambutnya masih hitam semua. Tapi pagi ini waktu aku melihatnya lagi, sudah ada banyak uban di antara rambut hitamnya. Kalau tekanannya bertambah sedikit lagi, mungkin suatu hari rambutnya bisa benar-benar memutih.""Bu Brielle itu mantan istrinya, 'kan? Kalia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1010

    Smith menerima kabar bahwa Brielle pingsan. Pria yang sudah berusia lebih dari 50 tahun itu langsung berlari ke sana. Para perawat juga sudah menelepon ambulans darurat.Melihat wajah Brielle yang pucat, Smith ikut ketakutan. Dia segera menelepon Raka."Pak Raka, Bu Brielle pingsan ...."Di sisi lain telepon, pria yang memegang ponsel itu langsung kosong pikirannya selama beberapa detik. Ketika tersadar kembali, dia mencengkeram ponsel itu dengan kuat."Segera bawa ke rumah sakit. Aku akan segera datang."Lastri terbangun karena suara ketukan pintu. Dia segera mengenakan pakaian luar dan bangkit. Raka berdiri di depan pintu, dadanya naik turun karena napas yang berat."Tolong turun ke bawah dan jaga Anya. Besok biarkan dia istirahat di rumah. Tolong jaga dia dengan baik," kata Raka kepada Lastri.Ini pertama kalinya Lastri melihat Raka dalam keadaan kehilangan kendali dan panik seperti ini. Dia juga merasa terkejut."Baik, Pak Raka. Saya akan menjaga Anya di rumah."Lastri turun bersam

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1009

    Tatapan Brielle malah tampak sangat jernih. Dia tersenyum tipis dan berkata, "Aku tahu, terima kasih atas pengingatnya.""Oh ya, Pak Raka sedang di telepon. Dia mau bicara sama kamu," kata Smith sambil segera menyerahkan ponselnya.Brielle langsung teringat bahwa Raka sedang menemani putri mereka. Apakah terjadi sesuatu pada Anya? Dia segera mengambil telepon itu. "Ada apa dengan Anya?"Dari seberang, terdengar suara pria yang rendah. "Anya sudah tidur, dia baik-baik saja. Brielle, istirahatlah. Jangan terus berada di laboratorium."Begitu mendengar putrinya baik-baik saja, Brielle pun merasa lega. Nada bicaranya kembali datar, "Kamu nggak perlu ikut campur urusanku.""Kamu nggak ingin hal yang terjadi pada ayahmu, kembali terjadi padamu, dengarkan nasihatku, Brielle." Suara Raka tiba-tiba menjadi sedikit emosional.Brielle tertegun.Pria di seberang kemudian menurunkan kembali nada suaranya. "Eksperimen itu bisa dilanjutkan besok. Jangan sampai kamu merusak tubuhmu sendiri karena kele

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1008

    Sejak awal penelitian, Brielle sudah memusatkan perhatian pada satu hal, yaitu melepaskan status Devina sebagai satu-satunya donor.Brielle lebih memilih menghabiskan sepuluh bahkan seratus kali lebih banyak energi untuk penelitiannya daripada suatu hari harus bergantung dan memohon pada orang lain.Kali ini, selain melakukan terapi untuk Raline, dia juga memisahkan satu proyek penelitian lain. Dia menggunakan sampel darahnya sendiri untuk mencari kemungkinan adanya reaksi antibodi khusus di antara kerabat sedarah langsung.Gagasan ini bukan muncul begitu saja. Sejak kemungkinan putrinya mewarisi penyakit itu diketahui, ide tersebut sudah ada di benaknya.Sebagai seorang ibu, dia tidak bisa menerima bahwa masa depan putrinya akan bergantung pada orang luar seperti Devina yang memiliki niat buruk dan sewaktu-waktu bisa menggunakan nyawanya sebagai ancaman.Raka memilih untuk berkompromi dan berurusan dengannya, tetapi Brielle tidak bisa melakukan hal yang sama. Pilihannya adalah mematah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1007

    "Brielle, kamu lihat bekas luka di pergelangan tangan Devina? Tindakannya memotong pergelangan tangan itu kemungkinan besar hanya cara untuk mengendalikan Pak Raka."Brielle mengerutkan kening. Dengan status Devina sebagai satu-satunya donor di dunia, dia memang bisa menggunakan nyawanya sendiri untuk mengendalikan Raka kapan saja. Jadi, apa pun yang dia inginkan, Raka harus memenuhinya.Termasuk mengorbankan pernikahannya.Brielle teringat kejadian di kolam renang waktu itu. Devina sengaja menjegalnya, lalu menariknya ke dalam air. Dia sudah yakin bahwa Raka akan melompat lebih dulu untuk menyelamatkannya, karena di tubuhnya terikat nyawa tiga generasi Keluarga Pramudita.Hari itu, Brielle juga masih ingat bagaimana Raka memeriksa keadaannya dengan cemas, serta ekspresi bangga dan puas di wajah Devina. Saat itu Brielle mengira semua itu adalah bukti bahwa Raka mencintainya.Lalu kejadian di meja makan ... ketika Devina sengaja minum alkohol hingga Raka merebut gelasnya. Dulu dia mengi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 116

    Brielle langsung menjawab, "Nggak perlu, aku sudah pesan tiket pesawat sore ini buat pulang bareng putriku.""Kita bareng saja!" sahut Raka.Brielle jelas tidak ingin naik pesawat yang sama dengannya. Baru hendak menolak, Anya sudah menggandeng tangannya. "Mama, kita pulang bareng Papa ya!"Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 115

    "Kak, bisakah kamu bantu aku menjelaskannya pada Pak Raka?" mohon Faye.Devina langsung mengiakan. "Tenang saja. Aku tahu kamu hebat, kamu pasti nggak kalah dari Brielle."Setelah menutup telepon, Devina menghela napas. Ayahnya Brielle sudah meninggal, Brielle tidak mungkin akan terus menonjol meski

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 130

    "Hari ini aku menerima telepon dari Brielle. Katanya waktu dalam perjalanan pulang, dia beberapa kali disalip oleh sebuah mobil off-road hitam. Situasinya sangat bahaya ...."Raka memotong dengan nada penuh makna, "Sepertinya Dokter Harvis sangat peduli pada istriku."Harvis menjawab dengan serius,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 155

    Selain itu, di bawah tertera rincian biaya nafkah anak yang harus dibayarkan pihak laki-laki. Brielle melihat jumlah nafkah bulanan yang harus dibayar Raka adalah 6 miliar.Brielle sempat menghela napas lega, tetapi sekarang kembali terkejut. Raka akan memberikan nafkah sebesar itu? Tunggu dulu, hal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status