Share

Bab 15

Author: Ayesha
Brielle menggeleng pelan.

Proyek laboratorium ini didirikannya bukan hanya untuk mewujudkan impian mendiang ayahnya, tetapi juga untuk membangun landasan profesional yang solid sebagai persiapan untuk memperebutkan hak asuh Anya di masa depan.

Karena itu, selama laboratorium ini belum benar-benar berdiri kokoh, dia tidak ingin Raka tahu apa pun tentang keterlibatannya.

"Kak Harvis, aku ingin minta tolong satu hal," ucap Brielle sambil menatapnya dengan penuh harap.

Harvis sepertinya sudah bisa m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Eli
coba ketuk layar, trus ketuk 3 garis di sudut kiri bawah, akan tampil susunan bab, trus ketuk bab 33, mdh2n bisa
goodnovel comment avatar
sabashop collection
hai kk..mau tanya dong, saya pendatang baru. Kmrn sy sdh baca sampai bab 32, trus krn poin nya belun ckp, saya putusin bt baca cerita lain, nah saat kembali lg ke cerita ini, kok diulang jd bab 15 yah? dan bab 16-32 terkunci. ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1136

    "Hmm." Raka menggandeng tangan putrinya menuju meja makan.Saat itu, ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk.[ Pak Raka, Bu Brielle mengalami luka luar dan pergelangan kakinya terkilir, sedangkan Pak Niro mengalami luka tembus di bahu dan perlu dirawat di rumah sakit untuk observasi. ]Raka menghela napas pelan, lalu membalas.[ Lindungi mereka dengan baik. ]Di ruang rawat rumah sakit, Brielle duduk di samping tempat tidur, menatap perban tebal di bahu Niro. Air matanya kembali jatuh. "Ini semua salahku. Kalau bukan karena menyelamatkanku, kamu nggak akan terluka separah ini."Niro mengangkat tangan yang tidak terluka untuk menghapus air mata Brielle. Senyumannya lembut dan menenangkan. "Luka sekecil ini bukan apa-apa. Waktu aku di militer, luka yang lebih parah dari ini juga pernah kualami."Niro mencoba menggodanya, "Lagi pula, kalau bisa jadi pahlawan yang menyelamatkan gadis cantik, pengorbanan sekecil ini sangat sepadan kok."Brielle langsung melotot padanya. "Di saat seperti ini

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1135

    Brielle tiba-tiba mencengkeram kerah bajunya, lalu memohon dengan panik, "Raka, selamatkan dia. Cepat bawa dia ke rumah sakit.""Brielle, aku nggak apa-apa." Niro berusaha menenangkannya, jelas terlihat Brielle sangat ketakutan.Raka berbalik dan memberi isyarat cepat pada anak buahnya, "Kotak obat."Para pengawal yang terlatih segera mengambil kotak obat dan melakukan penanganan darurat pada Niro. Niro juga bekerja sama, karena yang terpenting saat ini adalah menghentikan pendarahan.Tatapan Raka tertuju pada wajah dan tubuh Brielle, diam-diam memeriksa apakah dia terluka. Akhirnya, dengan suara serak dia bertanya, "Kamu terluka?"Brielle menggeleng. Tatapannya tetap terpaku pada Niro, tanpa menyembunyikan rasa khawatir dan sakit hatinya.Tatapan Niro juga tertuju pada Brielle. Keduanya saling menatap."Lukamu ...," tanya Brielle dengan pelan dan suara bergetar."Cuma luka luar." Niro tersenyum tipis, lalu tatapannya bertemu dengan Raka di udara.Pada saat itu, dua pria itu seolah men

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1134

    Brielle mengangkat tangan untuk menutupi cahaya lampu yang menyilaukan. Saat menatap sosok yang berjalan dari arah siluet itu, dia bisa langsung mengenali pria itu meski belum bisa melihat wajahnya dengan jelasNiro.Saat itu, Brielle melihat kilatan dingin dari pisau di tangan para penculik. Dengan panik dia berteriak, "Niro, jangan mendekat!"Niro melangkah sampai ke pintu. Cahaya lampu mobil di belakangnya menyinari ke dalam, memperjelas sosok Brielle di tanah. Kerah bajunya sudah robek, pipinya terlihat bekas tamparan, rambutnya berantakan, jelas terlihat apa yang baru saja dia alami.Dalam sekejap, amarah membara di mata Niro. Tangannya mengepal hingga terdengar bunyi derakan, aura membunuh terpancar kuat dari tubuhnya.Keempat penculik yang awalnya mengira hanya satu orang yang datang, kini langsung merasakan bahwa pria ini tidak mudah dihadapi. Mereka saling bertukar pandang, lalu menggenggam erat gagang pisau di tangan."Serang sama-sama, habisi dia," perintah pemimpin mereka.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1133

    Di jalan raya saat senja, sebuah mobil polisi menghilang ke sebuah jalan kecil dan melaju menuju arah waduk.Akhirnya, mobil itu berhenti di sebuah bangunan pengelola waduk yang sudah terbengkalai. Sekelilingnya dipagari, bayangan pepohonan yang gelap menyelimuti area itu, suasananya terasa suram dan menyeramkan.Saat Brielle dilempar dengan kasar ke tanah, kesadarannya pun kembali. Belum sempat dia melihat jelas keadaan sekitar, sebuah tamparan keras langsung mendarat di wajahnya."Perempuan sialan, dulu kamu yang buat pabrik kimia milik Kak Rinald disegel, ya!" Seorang pria bertubuh kekar dengan wajah penuh daging mencengkeram rambut Brielle dan memaksa Brielle menatapnya."Kalau bukan karena kamu ikut campur, kami nggak akan menganggur sampai sekarang!"Sambil menahan rasa sakit, Brielle langsung mengerti bahwa mereka adalah anak buah Rinald. Dia menggertakkan gigi dan membalas, "Pabrik kalian membuang limbah jauh di atas batas dan merugikan begitu banyak warga desa sekitar. Kalian

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1132

    Derrick menatap Brielle dengan makna yang dalam, "Waktu ayahmu masih hidup, yang paling dia khawatirkan adalah kamu dan cucu perempuannya."Brielle mengatupkan bibirnya lalu mengangguk, "Terima kasih sudah memberitahuku semua ini, Paman.""Penelitian yang dulu belum sempat diselesaikan ayahmu sekarang sudah kamu tuntaskan, itu juga bisa dianggap sebagai mewujudkan mimpi yang belum sempat dia capai. Kalau dia tahu di alam sana, dia pasti akan merasa lega."Setelah Derrick pergi, Brielle berjalan di koridor dengan pikiran yang tidak fokus. Dia mengangkat kepala dan melihat Smith sedang berbicara dengan kepala perawat. Dia pun menghampiri, "Dokter, aku ingin bertanya beberapa hal.""Oh? Silakan." Smith berbalik menatapnya."Boleh aku tahu siapa yang mendirikan laboratorium penyakit darah di Negara Danmark?""Ini ...." Smith memandangnya dan bertanya, "Pak Raka nggak kasih tahu kamu?""Ayahku, bukan?" tanya Brielle langsung.Smith mengangguk dan menjawabnya, "Benar. Ayahmu bukan hanya pene

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1131

    Saat Brielle melewati meja resepsionis, salah satu staf resepsionis yang ceria segera bertanya, "Dokter Brielle, itu pacarmu ya? Tampan sekali!""Iya! Dokter Brielle, pacarmu dari militer ya?"Brielle hanya tersenyum pada mereka, tanpa menjawab. Namun di dalam hati para resepsionis, itu sudah dianggap sebagai jawaban yang tersirat.Niro membuka pintu mobil dan masuk. Tatapannya tajam menyapu sebuah mobil off-road hitam. Tadi mobil itu mengikuti dirinya ke restoran dan sekarang kembali mengikuti hingga ke laboratorium. Hal itu membuatnya merasa ada yang mencurigakan.Apa Brielle sedang menghadapi masalah? Niro langsung waspada dan mengernyit.Brielle berjalan cepat kembali ke kantor dan mengenakan jas lab putih, lalu menekan interkom, "Dokter Derrick di ruang rapat nomor berapa?""Di ruang rapat tiga."Brielle menuju ruang rapat tiga. Lantaran sudah lama tidak bertemu, Derrick sedang berbincang serius dengan Smith. Brielle masuk dan menyapa dengan hangat, "Paman Derrick sudah datang, ya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 85

    "Nek, nggak usah. Aku ....""Raka, kamu dengar nggak?" Emily langsung memerintahkan cucunya."Dengar," jawab Raka yang sedang menemani Anya.Emily pun terlihat puas dengan jawaban itu. Dia berpaling ke Brielle dan berkata, "Kalau dia nggak mau belikan, biar Nenek yang belikan untukmu."Brielle terma

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 81

    Syahira khawatir akan menyakiti perasaan Brielle, jadi dia cepat-cepat mengalihkan topik pembicaraan. Namun, Brielle sangat tenang. Kini, baginya semua hal terasa ringan dan tak berarti lagi.Setelah makan malam selesai, Syahira mengantar Brielle pulang. Di perjalanan, Syahira menghibur,"Brielle, j

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 87

    Raka selesai mandi.Di bawah cahaya lampu, bagian atas jubah mandinya yang terbuka memperlihatkan tulang selangka yang tegas dan sebagian otot dadanya. Dalam hal kebugaran tubuh, Raka memang tidak pernah bermalas-malasan."Mandi sana." Raka mengingatkannya dengan nada datar.Brielle membalas tanpa m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 74

    Faye sebenarnya tidak pernah berniat mencuri hasil kerja Brielle, tetapi dia tahu begitu dia mengungkapkan kebenaran, orang tuanya pasti akan kecewa padanya. Namun ....Sejak kecil, Faye selalu diperlakukan sebelah mata oleh keluarganya karena dia bukan anak laki-laki. Ayahnya pun sering bersikap di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status