Share

Bab 15

Author: Ayesha
Brielle menggeleng pelan.

Proyek laboratorium ini didirikannya bukan hanya untuk mewujudkan impian mendiang ayahnya, tetapi juga untuk membangun landasan profesional yang solid sebagai persiapan untuk memperebutkan hak asuh Anya di masa depan.

Karena itu, selama laboratorium ini belum benar-benar berdiri kokoh, dia tidak ingin Raka tahu apa pun tentang keterlibatannya.

"Kak Harvis, aku ingin minta tolong satu hal," ucap Brielle sambil menatapnya dengan penuh harap.

Harvis sepertinya sudah bisa m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Eli
coba ketuk layar, trus ketuk 3 garis di sudut kiri bawah, akan tampil susunan bab, trus ketuk bab 33, mdh2n bisa
goodnovel comment avatar
sabashop collection
hai kk..mau tanya dong, saya pendatang baru. Kmrn sy sdh baca sampai bab 32, trus krn poin nya belun ckp, saya putusin bt baca cerita lain, nah saat kembali lg ke cerita ini, kok diulang jd bab 15 yah? dan bab 16-32 terkunci. ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1320

    Rasa bersalah di hati Harvis semakin dalam."Maaf, Brielle. Aku benar-benar nggak nyangka akan jadi seperti ini .... Waktu itu aku cuma merasa diskusi denganmu selalu memberiku banyak inspirasi. Aku nggak pernah berpikir itu akan berdampak pada pernikahan kalian.""Ini bukan salahmu, Kak Harvis." Brielle menggeleng pelan. "Memang hubungan kami sudah bermasalah. Komunikasi buruk, kurang kepercayaan .... Semuanya sudah berlalu."Bahkan tanpa Harvis pun, tetap ada keberadaan Devina. Saat itu, Raka tidak mau terbuka soal hubungannya dengan Devina, jadi hati Brielle kemungkinan besar tetap akan penuh keluhan dan kebencian.Tentu saja, Brielle pernah mengingat bahwa sebenarnya beberapa kali Raka sempat ingin menjelaskan sesuatu. Namun, saat itu dia sudah tidak ingin lagi mendengar penjelasan apa pun darinya.Dia yakin, sekalipun waktu itu Raka benar-benar menjelaskan semuanya, hasil akhirnya mungkin tetap tidak akan berubah.Dengan kemampuan Brielle saat itu, setelah mengetahui kemungkinan p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1319

    Brielle sedang menyelesaikan pekerjaan tahap akhir di laboratorium. Karena rasa terdesak itu sudah hilang, dia, Rowan, dan Zondi akhirnya bisa membereskan serta merapikan data dengan lebih tenang.Tak lama kemudian, Harvis juga datang membantu. Dia lebih banyak mengerjakan pekerjaan fisik untuk membantu Brielle.Setelah mendengar dari Zondi bahwa Brielle sempat pingsan dan dirawat oleh Raka, sebenarnya Harvis ingin menunjukkan perhatian, tetapi akhirnya memilih menahannya.Bagaimanapun juga, Harvis tidak ingin lagi menimbulkan kesalahpahaman yang tidak perlu. Jujur saja, mungkin dulu dirinya memang pernah menyebabkan kesalahpahaman besar dalam pernikahan Brielle dan Raka.Karena hal itu, beberapa hari terakhir Harvis terus merasa bersalah. Dia memang bukan orang yang peka, tetapi sekarang dia mulai mengingat kembali bagaimana sikap Raka terhadapnya di awal dulu.Memang benar, itu adalah rasa tidak suka dan kesal seorang pria terhadap rival cintanya. Hal itu membuat Harvis tanpa sadar k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1318

    Tatapan dari belakang masih tertuju padanya. Jelas sekali, kemungkinan yang selama ini dia simpan di dasar hati, harapan yang bahkan tak berani dia ucapkan, di detik ini benar-benar harus diberi titik akhir.Raka menarik napas perlahan, sudut bibirnya terangkat tipis. Dia lalu berkata kepada Brielle, "Kalau begitu, lanjutkan urusanmu, aku pergi dulu."Brielle seperti baru sadar kalau dia masih ada di sana dan belum pergi. Di telinganya, suara Rowan masih terus memberi laporan, membuatnya tidak punya waktu untuk mengatakan apa pun lagi kepada Raka.Raka berbalik dan melangkah pergi. Punggungnya tetap tegap seperti biasa, tetapi memancarkan kesepian yang samar.Di kepalanya, satu kalimat terus berulang mengingatkannya, Brielle sudah menjadi milik orang lain. Semua harapannya seharusnya dihentikan sampai di sini.Brielle tanpa sadar menoleh lagi melihat sosok yang berjalan menuju area lift itu. Alisnya sedikit berkerut, tetapi pikirannya segera kembali dipenuhi perkataan Rowan.Setelah pa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1317

    Raka duduk diam di lorong luar selama 20 menit. Dia melihat Zidan membawa beberapa perawat masuk sambil mendorong peralatan, kemungkinan untuk melakukan pemeriksaan pada Niro.Tak lama kemudian, dia melihat Brielle keluar dari ruang rawat Niro. Meskipun wajah Brielle masih menyimpan sedikit kelelahan, rona wajahnya sudah kembali cerah. Jelas sekali, kesadaran Niro membuatnya sangat bahagia.Orang yang dicintai kembali ke sisinya. Perasaan mendapatkan kembali sesuatu yang hampir hilang itu jauh lebih ampuh daripada obat apa pun.Brielle memandang Raka yang masih duduk di lorong dan sedikit mengernyit. Kenapa dia belum pergi?Saat Brielle berjalan mendekat, Raka berdiri dan lebih dulu bertanya, "Gimana kondisinya?""Pemulihannya bagus. Bahkan lebih baik dari perkiraan," jawab Brielle dengan tenang.Raka menatapnya beberapa detik dalam diam, seolah-olah baru teringat sesuatu. "Aku berencana bawa ibuku dan Anya pergi ke resor pemandian air panas beberapa hari. Lingkungannya tenang, cocok u

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1316

    Niro menatapnya dengan tulus. "Aku benar-benar berterima kasih karena kalian sudah menyelamatkanku. Tapi aku harap kamu ngerti, keselamatan dan kesehatanmu juga sama pentingnya bagiku."Brielle tahu yang dia maksud adalah kejadian dirinya pingsan karena kelelahan. Dia mengangkat alis, lalu tersenyum. "Kamu kira aku lemah ya? Cuma begadang tiga malam kok. Aku masih muda, takut apa?"Di luar ruang rawat, Raka bersandar di dinding lorong rumah sakit. Melalui kaca, dia memandang dua orang yang sedang berbicara di dalam.Dia tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan, tetapi dia bisa melihat senyuman di wajah Brielle, juga tatapan lembut Niro saat memandangnya. Jawabannya sudah jelas tanpa perlu diucapkan.Di dalam ruangan, tatapan Niro kepada Brielle perlahan berubah menjadi rasa bersalah dan penuh penyesalan. "Brielle, aku harus jujur dan minta maaf padamu."Brielle sedikit tertegun, lalu menatapnya dengan serius. "Ada apa?""Misi yang kujalani kali ini sebenarnya bukan latihan militer.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1315

    Apakah Brielle ingin muncul di depan Niro dalam kondisi terbaiknya?Perasaan pahit bercampur ejekan pada diri sendiri perlahan memenuhi hati Raka."Tenang saja. Seperti apa pun dirimu, di matanya kamu tetap nggak jelek."Raka mendengus pelan. Brielle sedikit tertegun. Tangannya yang sedang merapikan rambut langsung berhenti. Dia menggigit bibir pelan tanpa mengatakan apa-apa."Perlu pulang mandi dulu sebelum menemuinya?" tanya Raka tiba-tiba lagi.Brielle menggeleng. "Nggak perlu."Sudut bibir Raka kembali membentuk senyum mengejek diri sendiri. "Sebegitu pedulinya kamu sama penampilan di depannya?"Brielle sedikit bingung. Dia memang ingin terlihat lebih rapi. Itu hanya naluri alami seorang wanita yang ingin tampil lebih baik.Brielle akhirnya berkata, "Terima kasih sudah menjagaku. Kamu pulang dan istirahat saja."Saat mengucapkannya, Brielle juga menyadari mata Raka yang lelah. Sepertinya, pria itu juga tidak bisa tidur nyenyak dalam beberapa hari terakhir."Aku masih kuat."Raka ke

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 810

    Saat itu, Jay melihat Frederick. Dia pun melangkah maju dan memanggilnya, "Pak Frederick.""Pak Jay sudah datang.""Lihat Lambert nggak?""Bukankah Pak Lambert bersama Bu Brielle?" jawab Frederick dengan nada alami.Tatapan Jay sedikit menyipit. Dia menepuk bahu Frederick. "Baiklah, silakan lanjutka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 811

    Jay teringat sesuatu, lalu lebih dulu turun untuk mengatur tempat duduk. Kursinya berada di baris kedua paling kanan. Dia sudah lebih dulu meminta staf menyiapkan tiga kursi kosong di sana.Setelah Raline dan Devina duduk, mereka mendongak dan melihat film promosi di layar. Isinya adalah potongan fo

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 819

    Raline melempar ponselnya ke samping, bersandar di kursi sambil berkata, "Akhirnya aku nggak marah lagi, mood-ku juga jadi lebih baik."Devina tersenyum. "Kakakmu paling sayang sama kamu, pasti nggak akan mempermasalahkannya. Tapi ...."Devina tampak ragu untuk melanjutkan."Tapi apa?" Raline langsu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 801

    Raka menatap pesan dari Jay dengan sorot mata yang dalam. Jari-jarinya yang panjang berhenti sejenak di layar ponsel, lalu akhirnya dia hanya membalas satu kata.[ Oke. ]Dia menyimpan ponsel dan berbalik menuju lift. Gavin segera menyusul dengan langkah cepat dan bertanya pelan, "Pak Raka, apakah j

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status