Share

Bab 314

Penulis: Ayesha
Malam itu, Brielle baru bisa tidur nyenyak setelah memeluk putrinya di dalam dekapan.

Keesokan paginya, dia menerima beberapa pesan, dari Lambert maupun Niro. Lambert mengucapkan selamat atas penghargaan yang dia raih di pertemuan tahunan kedokteran semalam. Dia sendiri sedang dinas ke luar kota, sedangkan Vivian sudah dibawa kembali ke rumah neneknya di luar negeri. Lambert berjanji, bila ada waktu pulang ke tanah air, dia akan mengajak Brielle makan bersama.

Sementara itu, Niro mengabarkan bah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (7)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
kalau sama Niro kayaknya bakal jd ratu si brielle...pintu mobil aja dibukain....kalau sama Raka boro2 yg ada dia pergi sama si pelakor melulu berdua..istri jd pajangan hidup dirmh....
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
maunya dgn niro atau Lambert Anya punya BPK sambung yg sayang kayak BP kandung hidup bahagia SBG Kel kecil bajingan biar sama sundal hartanya u senangnya sundal sp habis JD miskin ditinggal sundal cari lanangan lagi
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
Raka bajingan anjing otaknya selakangan dan apem jalang didepan anak kecil bawa jalang nginap dirmh tidur sekmr mesra2an dasar pelakor sundal ngebet SDH hamil masih gatal aja Ndak takut keguguran minta ena ena terus
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1052

    Telepon itu berdering selama tujuh detik sebelum akhirnya diangkat. Dari seberang terdengar suara Devina yang biasa, sedikit malas dan manja."Halo, Jay? Sudah selarut ini, kenapa meneleponku?"Jika setengah jam yang lalu mendengar suara ini, hati Jay pasti akan langsung melunak. Namun sekarang, yang dia rasakan hanya rasa mual.Begitu mual sampai dia tiba-tiba mengepalkan tangan, menarik ponsel dari telinganya, lalu menekan tombol putus dengan keras dan langsung mengakhiri panggilan itu.Di seberangnya, Lambert melihat semuanya dan tidak merasa terkejut. Dia tahu sifat Jay. Jika disuruh memaki Devina habis-habisan lewat telepon, dia pasti tidak bisa melakukannya. Sebaliknya, memutuskan semuanya dengan bersih seperti ini justru lebih sesuai dengan gayanya."Kenapa? Nggak mau minta penjelasan darinya?" Lambert mengangkat alis dan bertanya."Menjijikkan. Sekarang setiap memikirkan dia, aku hanya merasa jijik." Jay melempar ponselnya ke samping, lalu menjatuhkan diri kembali ke sofa.Dia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1051

    Di bawah cahaya lampu, wajah Jay tampak sedikit pucat. Selama tujuh tahun ini, Devina selalu menunjukkan keterikatan penuh kepada Raka di hadapannya, lalu berbalik memperlakukannya dengan sikap ambigu. Kadang dekat, kadang jauh.Setiap kali dia hampir menyerah, Devina selalu memberinya sedikit harapan. Ditambah lagi dengan sikap dan kata-katanya yang seolah-olah tidak disengaja, tetapi di setiap kesempatan menampilkan sisi rapuhnya.Semakin Jay mengingat semuanya, semakin dia merasakan ketidakberdayaan karena dipermainkan dan ditipu. Dia tiba-tiba meneguk habis minuman di dalam gelasnya. Detik berikutnya, amarah yang tak diketahui asalnya membuatnya melempar gelas itu dengan keras ke lantai."Sialan, aku benar-benar orang bodoh." Jay menggeram pelan. Suaranya penuh ejekan terhadap dirinya sendiri dan rasa sakit.Dia bisa menerima kenyataan bahwa Devina mencintai Raka, tetapi tidak mendapat balasan. Namun, ternyata tujuh tahun lalu Devina bahkan pernah memberi isyarat kepada Lambert. It

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1050

    Lambert tampak menjadi sedikit lebih serius. Setelah berpikir sejenak, dia baru perlahan berkata, "Kita kenal Raka sejak SD. Walaupun di tengah jalan kita sempat berpisah karena studi masing-masing, itu nggak menghalangi kita untuk saling memahami.""Kalau seperti yang kamu katakan, Devina dan Raka hanya memiliki hubungan transaksi, untuk pertanyaanmu tadi, menurutku jawabannya nggak.""Gimana mungkin?" Jay segera duduk tegak. "Aku bisa lihat Devina benar-benar sangat mencintai Raka."Lambert menatapnya dengan jujur. "Menurut pemahamanku tentang Raka, dia bukan orang yang sembarangan menjalin hubungan dengan rekan transaksi. Terlebih lagi saat itu dia dan Brielle bahkan belum cerai."Jay mengejar dengan cemas. "Jadi, menurutmu yang dikatakan Devina itu benar? Di antara mereka benar-benar nggak pernah terjadi apa-apa?"Ada beberapa hal yang selama ini Lambert sembunyikan dan tidak pernah dia ceritakan. Misalnya pertemuan pertamanya dengan Devina, serta bagaimana setelah itu Devina menco

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1049

    "Cukup merepotkanmu saja. Lagi pula Raka pasti sangat sibuk, jadi nggak perlu merepotkannya." Lambert segera menyambung."Benar juga, Raka memang sangat sibuk. Aku ingin ajak dia ketemu saja dia nggak punya waktu.""Oh? Kamu ada masalah apa? Biar aku lihat, bisa bantu nggak," tanya Lambert."Kamu ada waktu? Kalau ada, keluar minum sebentar. Ada beberapa hal yang kupendam seharian ini. Aku ingin ngobrol denganmu.""Oke, kita ketemu di tempat biasa." Lambert tampaknya juga agak kesal dan ingin keluar untuk menghirup udara.Di sebuah bar di pusat kota, lantai tiga, ruang VIP khusus untuk menjamu tamu penting, Jay datang lebih dulu. Tak lama kemudian, Lambert juga masuk dengan pakaian santai."Katakan saja. Apa yang bisa membuatmu menahan diri seharian?" tanya Lambert yang penasaran.Jay segera mencondong sedikit lebih dekat kepadanya. "Lambert, aku ingin menanyakan satu pertanyaan dengan serius. Jawab aku dengan jujur."Lambert mengangguk dan mengangkat cangkir teh untuk meneguknya. "Menu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1048

    Saat itu, ponsel Brielle berdering. Dia mengambilnya dan melihat bahwa itu adalah nomor tak dikenal, tetapi berasal dari kota yang sama.Brielle mengerutkan kening, lalu berjalan ke balkon untuk menjawabnya."Halo, siapa ini?" tanyanya dengan sopan terlebih dahulu."Brielle, ini aku. Bisa ngobrol sebentar?" Dari ujung telepon terdengar suara Devina yang sedikit bernada provokatif.Brielle sebenarnya tidak menyangka Devina masih punya keberanian untuk meneleponnya. Setiap kali menelepon, dia juga cukup pintar dengan mengganti nomor, karena nomor lamanya sudah masuk daftar blokir Brielle."Nggak ada yang ingin kubicarakan denganmu." Brielle mendengus dingin, tidak ingin membuang waktu berbicara omong kosong dengannya.Namun, Devina tetap berbicara seolah-olah tidak peduli."Brielle, kamu benar-benar percaya aku dan Raka sama sekali nggak punya hubungan apa-apa? Masih ingat hari konserku di dalam negeri? Kalau saja kamu nggak tiba-tiba masuk ke ruang istirahatku dan mengganggu kesenangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1047

    Lambert sesekali mengambilkan makanan untuk Brielle, tetapi dia selalu menggunakan sendok saji yang ada di samping. Saat melihat Brielle dengan senang hati memakan makanan yang dia ambilkan, suasana hatinya juga tanpa sadar menjadi sedikit lebih baik.Mereka selesai makan sekitar pukul 8 malam, lalu keluar setelah membayar. Begitu keluar dari aula restoran, Lambert memperhatikan bahwa meja Raka sudah dibereskan. Raka sudah pergi.Brielle juga melirik sekilas. Keduanya keluar dari restoran, lalu berjalan kaki kembali ke kompleks perumahan.Saat melewati zebra cross di lampu lalu lintas, Brielle baru saja melangkah ketika sebuah sepeda listrik yang melanggar aturan melaju melewati depan mereka. Lambert secara refleks melangkah maju, memegang pergelangan tangan Brielle, dan melindunginya ke sisi yang lebih jauh dari arus kendaraan, sekaligus menuntunnya menyeberangi zebra cross.Brielle tertegun sejenak. Lampu hijau untuk pejalan kaki di seberang hanya tersisa sembilan detik. Dia membiark

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 167

    Brielle hanya bisa memberi penjelasan, "Pak Lambert, aku dan Raka sedang mengurus perceraian. Mulai sekarang Anya akan tinggal bersamaku."Lambert tidak tampak terlalu terkejut. "Aku pernah dengar dari Raline. Sepertinya di pihak Raka masih dilakukan evaluasi aset.""Ya, kami sudah pisah rumah," jaw

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 166

    Mata Brielle sedikit memerah mendengar suara serak Emily yang nyaris menangis. Dia hanya bisa berkata pelan, "Nenek, maafkan aku. Kami memang sedang mengurus perceraian.""Brielle, kalau kamu merasa tertekan atau diperlakukan nggak adil, bilang sama Nenek. Biar Nenek yang menegurnya. Jangan cerai, N

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 168

    Brielle menatap tajam ke arahnya, ingin menyingkap apa lagi yang sedang direncanakan pria ini.Raka hanya menampilkan senyum polos. "Memang benar itu ide Nenek. Kalau nggak percaya, kamu bisa langsung menelponnya."Brielle merasa tidak ada gunanya. Dia tidak ingin peduli apa pun yang direncanakan Ra

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 178

    'Ya ampun! Pak Raka benar-benar minum dari botol air yang sudah diminum Brielle?'Saat Brielle mengangkat kepala, dari ujung matanya dia melihat botol kosong yang baru saja ditaruh Raka. Dia menoleh dan mendapati botol air yang tadi diminumnya ternyata sudah dihabiskan oleh Raka.Raka mengira Briell

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status