Share

Bab 430

Author: Ayesha
Brielle mengerutkan kening. "Aku nggak tahu apa yang kamu bicarakan."

"Kamu tahu aku bakal mempermalukan diri sendiri, 'kan? Kamu sengaja bikin aku malu!" Faye tiba-tiba berteriak histeris.

Para tamu di restoran menoleh kaget ke arah mereka. Devina dan Raline segera melangkah cepat, menarik Faye untuk menjauh.

"Sudah, Faye, jangan begini. Kita pulang dulu ya." Devina merangkul pinggang Faye, berusaha menenangkannya dan membawanya pergi.

Wajah Raline pun memerah. Apalagi karena Lambert sedang mel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (16)
goodnovel comment avatar
Oliva Loda
Raka cemburu ni yee??siapa suruh cerai??
goodnovel comment avatar
Heryani Yeni
tpi bisa brile balikin bukan yg merusak citra nama baik klurga raka sndri krna selingkuh sma dvuna di masa mreka msih rumah tangga, aplgi klo mmng bner dvna itu hamil di luar nikah bkn itu bkin malu
goodnovel comment avatar
Heryani Yeni
raka mau nya brile kga boleh menjalin hbungan, krna msih kga rela, tpi dia sndri boleh berhbungn dan bermesraan sma si devna
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1092

    Brielle melepas masker oksigen. Raka segera memeriksa kondisinya. Selain wajahnya sedikit pucat dan rambutnya agak berantakan, tidak ada ketidaknyamanan lain pada Brielle.Melihat rambut panjang Brielle yang berantakan menutupi wajahnya, Raka tanpa sadar mengulurkan tangan ingin merapikannya. Namun, Brielle mengira Raka akan melakukan sesuatu sehingga dia langsung menoleh dan menatapnya tajam. Tangan Raka terhenti di udara, lalu dia mengepalkannya dan menarik kembali.Brielle melepas ikat rambutnya. Rambut panjangnya yang mencapai pinggang terurai dengan halus. Dengan cekatan, dia mengikatnya kembali menjadi kuncir rendah di belakang kepala. Gayanya terlihat santai tetapi memikat."Kamu benar," kata Raka sambil menatapnya dengan dalam, "Kita memang nggak seharusnya mengambil risiko ini."Brielle menoleh sekilas ke arahnya, lalu kembali memandang lautan awan berlapis-lapis di luar jendela, "Ini adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua."Raka mengangguk dan tidak berkata apa-apa lagi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1091

    Tiga hari kemudian, Brielle bersiap berangkat ke Kyoza untuk menghadiri upacara penghargaan. Karena perjalanan itu memakan waktu dua hari, dia terpaksa menghubungi Raka untuk membicarakan soal menjaga anak mereka.Selama dua hari ini Raka tidak berada di laboratorium, jadi dia hanya bisa menghubunginya lewat telepon."Besok pagi aku ke Kyoza naik pesawat jam sepuluh. Anya perlu kamu jaga selama dua hari," kata Brielle di telepon."Oke, aku akan jaga Anya dengan baik," jawab Raka dengan sangat tegas.Melihat dia sudah setuju, Brielle pun tidak punya hal lain untuk dibicarakan dan langsung menutup telepon.Hari Jumat pagi, Brielle mengantar Anya ke sekolah. Anya juga tahu ibunya akan pergi menerima penghargaan. Dia sangat bangga dan berjanji akan bersikap baik sambil menunggu ibunya pulang.Setelah mengantar anaknya, Brielle naik taksi menuju bandara. Upacara penghargaan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional dijadwalkan pukul dua siang dan dia masih sempat mengejarnya.Sesampainya di ba

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1090

    Akhir pekan, Brielle menemani putrinya pergi piknik bersama Lastri. Anya sempat ingin mengajak ayahnya, tetapi Brielle membujuknya untuk tidak. Raka sekarang harus bolak-balik antara laboratorium dan perusahaan, Brielle tidak ingin menghabiskan waktunya.Di taman, Anya bermain bersama anjingnya di atas rumput. Sinar matahari musim semi terasa hangat, udara juga sangat segar. Sudah lama Brielle tidak merasa sesantai ini.Setelah akhir pekan berlalu, hari Senin Brielle datang ke laboratorium dan langsung fokus pada rencana perawatan Meira. Smith terus menyesuaikan dosis obat berdasarkan kondisi Meira untuk mencapai hasil terbaik.Dalam hal kondisi fisik Meira, Smith memang yang paling ahli.Brielle kembali ke kantor, membuka database internal laboratorium, ingin mengambil arsip lama tentang Meira.Saat membuka folder-folder, dia memperhatikan sebuah dokumen terenkripsi yang hanya diberi nama berupa waktu.Itu adalah dokumen terenkripsi dari 12 tahun lalu. Detak jantungnya tiba-tiba menin

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1089

    Brielle bersandar di kursinya, menghela napas panjang. Sinar matahari dari luar jendela menembus tirai dan jatuh di atas meja kerjanya. Gadis muda yang dulu nekat meninggalkan studinya demi cinta, kini berulang kali mendapat pengakuan di bidang penelitian.Tak lama, ponselnya berbunyi. Brielle melirik. Itu pesan dari Raka.[ Aku sudah lihat daftar penerima penghargaan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional. Selamat. ]Brielle meletakkan ponselnya. Segera, masuk lagi satu pesan. Dia sempat mengira itu dari Raka, tetapi ternyata dari Niro.[ Setelah acara penghargaan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional, kita makan bareng yuk? ]Brielle tertegun. Apa dia sudah pulang ke dalam negeri? Padahal acara penghargaan masih minggu depan. Dia membalas.[ Kamu sudah pulang? ][ Belum, tapi aku akan pulang sebelum atau sesudah acara penghargaanmu. Pokoknya kita pasti bisa ketemu di Kyoza. ]Niro membalas dengan cepat.Saat itu, Brielle tidak menyadari bahwa di depan pintu kantornya berdiri sosok tinggi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1088

    Dari cucunya berusia dua sampai empat tahun, Devina sangat sering terlibat dalam kehidupannya. Sekarang jika dipikirkan, Meira hanya merasa penuh penyesalan.Dia telah menyerahkan cucunya pada wanita yang begitu penuh tipu daya. Jika sampai Devina ingin menikah dengan putranya dan berniat mencelakai cucunya, meskipun mati berkali-kali pun dia tidak akan bisa menebus kesalahannya.Saat itu, hubungannya dengan Devina sudah begitu dekat, seperti ibu dan anak. Bahkan putrinya juga sangat akrab dengan Devina. Devina sudah seperti setengah anggota Keluarga Pramudita.Sementara itu, Brielle selalu berada di dalam negeri. Setiap setengah tahun, putranya menemani Meira. Dia tentu melihat betapa lelah dan beratnya kehidupan putranya. Setiap pulang, putranya selalu bekerja sampai larut malam.Namun sebagai istri, Brielle justru berada di dalam negeri menikmati hidup sebagai istri kaya, tidak mengurus anak, tidak mengurus suami, membuat Meira sebagai mertua merasa tidak nyaman.Prasangka buruknya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1087

    "Demi Ibu dan juga karena sifat turunan penyakit ini, Kakak terpaksa menyetujui semua syarat Devina. Selama sepuluh tahun ini, dia begitu menderita, begitu tertekan, tapi nggak pernah mengatakan pada siapa pun. Dia menanggung semuanya sendirian," kata Raline sambil mengusap air mata.Meira duduk kaku, seolah-olah tidak percaya Devina bisa melakukan hal-hal seperti itu pada putranya.Setelah sadar kembali, Meira semakin merasa bersalah pada Brielle. Matanya memerah. "Brielle, aku ... aku benar-benar sudah pikun!"Suaranya penuh penyesalan dan rasa bersalah. "Dulu aku selalu merasa Devina sukses, berasal dari keluarga baik, pantas untuk Raka. Sebaliknya aku merasa kamu ... kamu berhenti kuliah demi nikah, nggak pantas untuk Raka. Aku bahkan meremehkanmu ...."Meira terisak-isak, air matanya terus mengalir. Semua yang dia katakan sekarang adalah hal-hal yang dulu pernah dia lakukan dan satu per satu menjadi luka bagi Brielle. Bahkan jika dia mati, dia merasa tidak akan bisa menebus rasa b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 397

    Tatapan Raka mengikuti mobil Porsche Cayenne putih itu sampai benar-benar lenyap di balik hujan. Alisnya berkerut samar.Saat Devina berjalan mendekat, dia mencium samar aroma asap rokok yang belum sepenuhnya hilang dari tubuh Raka. Matanya menyipit sedikit.Raka hanya akan merokok dalam satu situas

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 367

    Raka menatap mata Brielle yang keras kepala, terdiam sejenak. Udara di antara mereka seolah-olah membeku. Setelah beberapa saat, Raka baru berkata, "Baiklah. Kalau kamu merasa nggak masalah, terserah kamu."Langkah Raka menuju pintu tak berhenti. Hanya saja, dia kembali menambahkan tanpa menoleh, "S

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 423

    Tatapan Brielle menjadi dingin. "Aku sangat sibuk, nggak ada waktu buat berdebat sama kamu. Minggir."Faye menyeringai sinis. "Kamu serius mau menyerahkan kesempatan itu padaku atau sebenarnya kamu sendiri nggak yakin bisa melakukannya? Kamu tahu, yang akan datang nanti itu semua tokoh besar dunia r

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 416

    "Kamu mau benar-benar memutus semua hubungan antara aku dan putriku?" Raka menatap dengan tatapan tajam. Dia berjarak tiga langkah dari Brielle, pandangannya terkunci pada Brielle.Memang itulah tujuan akhir yang ingin dicapai Brielle. Membuat putrinya terlepas dari Raka dan berhenti bergantung pada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status