Share

Bab 510

Author: Ayesha
Devina berjalan mendekat ke arah Jay. Dia melihat pria itu baru saja menutup ponselnya, tetapi pandangannya masih tertuju ke arah ruang VIP. Melalui kaca besar, tampak Brielle sedang berbincang dengan manajer penjualan.

"Jay, lagi lihat apa?" tanya Devina sambil mengikuti arah pandangannya. Kekesalan melintas di matanya. Dia sengaja bertanya dengan nada menggoda, "Jangan-jangan kamu juga terpikat pesona Brielle?"

Jay segera menarik kembali pandangannya, mengerutkan alis sambil menegur pelan, "Ja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
kagum dgn Lambert...mencintai tp tdk menggebu2 dan memaksa....bnr2 gentelment...bahkan siap mundur kalau Raka msh mau kembali ke brielle....semoga aja berjodoh dgn brielle....mana ganteng..mana kaya jg...baik hati dan pengertian..
goodnovel comment avatar
Suryat
diih Anya ngapain pake nyapa valakor,bisa besar kepala dia..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1108

    Setelah hening beberapa detik di seberang, terdengar suara rendah Raka. "Ngapain sungkan-sungkan sama aku?""Sudah ya." Brielle langsung menutup telepon.Saat itu, Zakie juga sudah berjalan sampai ke jendela mobilnya. Brielle menurunkan kaca. Zakie berkata dengan wajah penuh rasa bersalah, "Bu Brielle, maaf ya, apa kami tadi bikin kaget?""Lumayan." Brielle mengangguk jujur."Pak Raka khawatir dengan keselamatanmu, jadi kami diminta melindungimu secara diam-diam selama sebulan. Karena takut kamu kepikiran, beliau nggak memberi tahu dari awal," lanjut Zakie. "Pak Raka juga nggak ingin kejadian dua tahun lalu terulang lagi."Brielle tertegun. "Dua tahun lalu ... kalian juga yang melindungiku?"Zakie mengangguk. "Ya. Waktu itu kami dengar Bu Brielle diadang orang suruhan Rinald dari pabrik kimia. Pak Raka langsung menugaskan kami melindungi secara diam-diam sampai Rinald dipenjara dan dipastikan nggak ada ancaman lagi."Brielle benar-benar terkejut. Dia ingat setelah kejadian menegangkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1107

    Dengan kelicikan dan cara bermain yang dimiliki Brielle saat masih berusia 20-an, jelas dia bukan tandingan Devina. Bahkan bisa jadi dia akan dihancurkan habis-habisan oleh berbagai tipu daya Devina."Terima kasih sudah memberitahuku semua ini," kata Raline sambil mengangguk pada Shindy, lalu dia menambahkan, "Lihat tas ini, kamu suka nggak?"Shindy mengambil tas itu dan langsung terkejut. Matanya berbinar. "Ini nggak bisa dibeli di dalam negeri.""Harus punya koneksi untuk mendapatkannya," jawab Raline.Shindy berpikir, hanya orang dengan status seperti Raline yang bisa mendapatkan barang edisi terbatas yang asli.Setelah Shindy pergi membawa tas itu, Raline duduk sendiri di kafe, menenangkan perasaannya sebelum akhirnya bangkit dan pergi.Meskipun tahu menggali masa lalu Devina hanya akan membuatnya semakin marah dan tersiksa, Raline tetap bersikeras. Dia ingin mengungkap semuanya, ingin tahu seberapa rendah Devina sebenarnya bisa bertindak.Pukul 4.30 sore, mobil Brielle keluar dari

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1106

    Di dalam foto itu, Devina yang masih berusia 20-an berdiri di depan sebuah restoran mewah. Kakaknya yang berada di belakang sedang menelepon, sementara Devina berjalan di depan dengan pose genit. Dia menopang dagu, menampilkan gaya polos dan imut, tersenyum manis penuh kebahagiaan. Keterangan fotonya berbunyi, "malam yang indah".Raline melihatnya sampai menggertakkan gigi. Kalau saja dia tidak mendengar sumber asli foto itu dari Shindy, bahkan dia sendiri mungkin akan mengira itu adalah foto candid setelah kakaknya makan malam bersama Devina yang tanpa sengaja tertangkap kamera wartawan."Luar biasa licik," gumam Raline dengan geram."Yang paling bikin aku muak adalah setelah dia mulai dekat dengan anak kakakmu, dia malah pergi belajar psikologi anak. Aku juga pernah dengar dia sengaja bilang hal-hal buruk tentang istri kakakmu di depan keponakanmu, seperti kenapa ibumu nggak ikut ke luar negeri, apa dia nggak menginginkanmu lagi, dan semacamnya ...."Mata Raline langsung memerah kare

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1105

    Di sebuah kafe.Raline sedang menunggu seseorang. Biasanya kesabarannya sangat terbatas, tetapi kali ini dia tampak tenang dan sabar. Di sampingnya ada sebuah kantong belanja, di dalamnya terdapat tas model terbaru.Tak lama kemudian, seorang wanita paruh baya masuk. Penampilannya biasa saja, tetapi matanya memancarkan kecerdikan dan ketegasan. Begitu melihat Raline, dia langsung tersenyum hangat dan mendekat, "Bu Raline sudah lama nunggu ya?"Raline tersenyum tipis, "Nggak, silakan duduk, Shindy."Shindy adalah asisten pertama Devina di Negara Danmark. Namun, kemudian dia mengundurkan diri dan memilih untuk berkembang sendiri. Sekarang, dia juga sudah menjadi manajer beberapa artis di dalam negeri.Setelah duduk, Raline mendorong kantong belanja ke arahnya, "Ini hadiah untukmu, terima kasih sudah mau bertemu denganku."Shindy tampak tersanjung dan menutup mulutnya sejenak, tetapi tetap menerima hadiah itu. "Bu Raline terlalu baik. Apa pun yang ingin Ibu ketahui, aku pasti akan menjawa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1104

    Suara Meira tersendat, "Raka sudah berkali-kali mengingatkanku untuk tidak terlalu dekat dengannya, tapi aku malah mengagumi Devina. Aku bersikeras mengundangnya makan ke rumah, bahkan membiarkannya dekat dengan Anya.""Itu yang menyebabkan kesalahpahaman di antara kalian. Setelah mengetahui kebenarannya, aku baru sadar Devina membencimu karena dulu kamu merebut Raka darinya. Dia selalu mencari kesempatan untuk memisahkan kalian, bahkan memanfaatkan Anya untuk memancing reaksimu. Aku benar-benar pantas disalahkan."Suara Meira semakin bergetar, "Aku tahu sekarang aku ngomong ini sudah terlambat. Kamu dan Raka sama-sama anak yang baik. Aku nggak pantas jadi ibunya, nggak pantas menjadi mertuamu, bahkan nggak pantas jadi nenek Anya. Kalau saja dulu kamu nggak segera bawa Anya pergi, dia pasti sudah dimanfaatkan sama Devina. Aku bahkan nggak tahu hal buruk apa lagi yang bisa terjadi."Mata Meira dipenuhi rasa takut. Belakangan ini, semakin dia memikirkannya, dia merasa semakin ngeri. Dia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1103

    Brielle menutup mulutnya dengan terkejut dan senang, lalu segera membalas.[ Melahirkan juga nggak bilang-bilang, masih sahabat nggak, sih? ][ Syahira: Aku tahu kamu orang sibuk! Jadi setelah lahiran baru kasih tahu kamu, biar jadi kejutan. ][ Brielle: Oke, besok aku datang untuk jenguk anak angkatku. ]Brielle tersenyum sambil membalas pesan itu. Dia kembali melihat foto bayi itu dengan teliti dan ikut merasa bahagia untuk sahabatnya.[ Syahira: Nggak usah buru-buru, kami masih observasi di rumah sakit, minggu depan juga masih belum terlambat. ][ Brielle: Oke, kamu harus istirahat yang cukup. Minggu depan aku bawa Anya sekalian menjengukmu. ]Setelah berbincang beberapa kalimat lagi dengan Syahira, Brielle tanpa sadar teringat momen saat putrinya lahir. Meskipun berat badan Anya saat lahir hanya sekitar tiga kilogram, karena itu adalah anak pertama, dia tetap harus berjuang selama tiga jam di ruang bersalin.Setelah melahirkan, kesibukan mengurus bayi membuat rasa sakit saat melahi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 387

    Setibanya di restoran, Faye sudah mengganti setelan profesionalnya dari siang tadi dengan gaun bertali bahu yang penuh pesona. Sementara itu, Brielle masih mengenakan kemeja putih dan celana jeans gelap. Penampilannya sederhana, tetapi segar.Di dalam ruang VIP, semua orang sedang asyik membicarakan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 385

    Setibanya di restoran, meja jamuan sudah disiapkan dua baris penuh.Saat semua mulai duduk, Frans berjalan mendekati Brielle dengan senyum ramah. "Senang akhirnya bisa bertemu langsung, Bu Brielle. Niro sering sekali menyebut namamu di depanku."Wajah Brielle sedikit memanas. "Oh begitu? Jadi Pak Fr

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 389

    "Aku sudah meninjau ulang datamu semalam," kata Frans, menyerahkan sebuah flashdisk. "Beberapa data perlu disesuaikan dan aku sudah memperbaikinya.""Terima kasih, nanti aku lihat," jawab Brielle dengan nada tulus.Di luar restoran, Raka baru saja menyelesaikan panggilannya. Tepat pada saat itu, mat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 392

    Seluruh ruang rapat mendadak hening, semua orang menahan napas.Pulpen di tangan Faye jatuh ke meja, menimbulkan suara yang jelas. Dia menatap layar dengan mata membelalak. Itu adalah teori yang dulu pernah dia ragukan, teori yang dia anggap terlalu mustahil untuk bisa diwujudkan.Namun, kini teori

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status