Share

Bab 700

Author: Ayesha
"Bukannya aku bilang jangan bawa hadiah?" Brielle tersenyum tak berdaya.

"Hadiah tentu harus diberikan." Setelah berkata demikian, Niro berjalan pergi dengan langkah besar.

Setelah menutup pintu, Brielle teringat pada buket bunga dari Niro. Dia merogoh ke dalamnya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil. Saat dibuka, di bawah cahaya lampu, dua butir berlian berkilauan terang.

Napas Brielle seketika tertahan. Orang ini lagi-lagi memberinya hadiah semahal itu?

Meskipun Niro kaya raya, Brielle
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Siti Aminah
kasian deh
goodnovel comment avatar
Eka Sari
Bacanya dr awal mba, jadi tau bagaimana sakitnya Brielli di buat Raka. Sdh cerai jg dalam tenggat waktu tertentu Brielli gk boleh menikah ada di surat perjanjian bagi harta.
goodnovel comment avatar
Renadwijo
lama2 kasian jg ma Raka..tapi kalo ingat kelakuan Raka dulu, emang nyebelin bgt sih..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1276

    Dia mulai memikirkan cara supaya bisa menolak datang ke pesta pernikahan itu. Semua orang di lingkaran pergaulan Jay adalah orang-orang yang dikenalnya.Devina bisa membayangkan bagaimana tatapan meremehkan yang akan diterimanya saat muncul sambil menggandeng Ignas. Citra dirinya sebagai dewi piano yang dulu dibangunnya, akan langsung hancur seketika. Baginya, itu sama seperti disiksa hidup-hidup.Namun kalau tidak pergi, Ignas pasti akan merasa tidak senang. Untuk saat ini, dia masih belum bisa kehilangan penopang seperti Ignas. Jadi, dia hanya bisa menunggu sampai hari ketiga, lalu mencari alasan untuk membatalkannya.Apa pun yang terjadi, dia harus menemukan cara untuk menghindari penghinaan secara terang-terangan itu.Malam hari.Brielle pulang ke rumah pukul delapan lewat tiga puluh malam. Dia mendapati putrinya tidak ada di rumah. Lastri memberitahunya bahwa Raka membawa Anya bermain ke taman di bawah kompleks.Brielle pun mengirim pesan kepada Raka, menanyakan kapan dia akan mem

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1275

    "Iya nggak, sih? Raka itu memang gerakannya cepat sekali." Jay berdecak di telepon, lalu dengan nada seperti sedang mencoba membaca reaksinya, dia berkata, "Tapi jujur saja, kalau mereka berdua benar-benar bisa mulai lagi dari awal, itu hal yang baik buat Anya.""Mm," jawab Lambert pelan. Tatapannya mengarah ke pemandangan di luar jendela yang terus mundur, sorot matanya tampak rumit. Dia tumbuh besar bersama Raka sejak kecil. Perubahan Raka terlihat sangat jelas dan Lambert juga paham apa arti di balik perubahan itu.Lagi pula, Brielle memang layak diperlakukan dengan baik. Baik sebagai teman maupun sebagai salah satu pria yang menyukainya, Lambert berharap Brielle bisa bahagia. Kalau kebahagiaan itu memang bisa diberikan oleh Raka dan Brielle juga bersedia menerimanya, Lambert juga tidak bisa berkomentar apa pun lagi selain memberikan restu.Hanya saja, tetap ada sedikit rasa hampa di dalam hatinya."Sudahlah, aku mengerti. Untuk pernikahanmu, aku akan datang lebih awal bantu nyambut

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1274

    Sekarang, dia akan menikahi wanita lain.Devina sendiri yang telah membina pria setia seperti Jay. Sekarang, hasil didikannya malah menjadi milik orang lain. Dia benar-benar tidak rela.Harus diketahui, Jay dulu hanyalah seorang anak orang kaya yang hidup seenaknya. Devinalah yang membuat Jay menjadi pria yang setia dan penuh ketulusan. Dia juga yang membentuk Jay menjadi sosok pangeran hangat dan perhatian.Namun sekarang, semua itu malah menguntungkan Siria.Kalau dulu dia tidak terlalu terobsesi dengan posisi sebagai Nyonya Pramudita, seharusnya posisi Nyonya Holden sudah lama menjadi miliknya.Semua ini salah Raka.Pria itu seperti gunung es yang tidak bisa dijangkau, selalu memberinya harapan tanpa pernah benar-benar mendekat. Dia membuat Devina terus mengejarnya tanpa pernah bisa memilikinya. Seolah memberi kesempatan, tetapi selamanya hanya bisa dilihat tanpa bisa didapatkan.Demi dirinya, Devina mati-matian masuk ke lingkaran kelas atas, belajar bersikap anggun, belajar menjadi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1273

    Ucapan Devina barusan benar-benar tepat mengenai ketidakpuasan Ignas terhadap Raka. Ini mungkin sebuah kesempatan. Kesempatan untuk mengacaukan dewan direksi Grup Pramudita, membuat para pemegang saham bersama-sama menentang keputusan Raka berikutnya dan memengaruhi seluruh rencananya. Ini jelas bisa menjadi cara yang efektif untuk menghambat perkembangan Raka ke depannya.Ignas mengulurkan tangan lalu menepuk Devina. "Devina, pengingatmu sangat tepat. Aku akan perhatikan soal ini."Devina menundukkan kepala. Kilatan puas melintas di matanya. Dia tahu Ignas pasti akan membantunya menimbulkan masalah bagi Raka dan Brielle.Saat nanti Raka terjebak di bawah tekanan dan keraguan para direktur serta pemegang saham, apakah dia akan tetap melindungi penelitian Brielle, atau memilih menyenangkan dewan direksi demi mempertahankan wibawanya di perusahaan?Beberapa saat kemudian, Ignas kembali pergi karena urusan lain. Devina duduk di sofa sambil membaca berita di ponselnya. Tiba-tiba di halaman

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1272

    Runtuhnya kepercayaan sering kali dimulai dari retakan-retakan kecil. Diamnya Raka dan keengganannya untuk menjelaskan, sama saja seperti pengakuan dan perlakuan dingin di mata Brielle. Dia mulai curiga, gelisah, dan meninjau kembali segala hal di antara mereka. Semua kemanisan dan keyakinan yang dulu dimilikinya, perlahan-lahan terkikis habis oleh rasa curiga dan kecewa.Dalam hal memahami hati manusia, Devina memang sangat tepat sasaran. Dia memanfaatkan sikap Raka yang tidak pernah menjelaskan dan rasa terlalu pedulinya Brielle, lalu merangkai kebohongan dan kesalahpahaman dengan sabar, hingga akhirnya membunuh cinta Brielle terhadap Raka."Devina, lagi mikirin apa?" panggil Freyna yang berada di sampingnya karena penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan wanita ini lagi.Devina tersadar, lalu memandang ke luar jendela. Tatapan matanya semakin dingin. Anya, yang dulu pernah dia manfaatkan sebagai alat, kini sudah tumbuh besar. Semua senjata yang dulu digunakan Devina juga kini tel

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1271

    Perkataan Freyna memang cukup menghibur Devina, tetapi hatinya tetap terasa sesak. Dia terlalu mengenal Raka. Lelaki seangkuh itu, kalau tidak benar-benar peduli, mana mungkin mau merendahkan diri melakukan hal kecil seperti menjemput di bandara atau membawakan tas?Selama sepuluh tahun ini, Devina hanya pernah sekali meminta Raka membawakan tasnya. Waktu itu, Jay mengundangnya ke sebuah jamuan para konglomerat. Di ruang VIP ada dua pasangan keluarga kaya.Devina ingin berbaur dengan kelompok para nyonya kaya itu, jadi setelah sengaja menciptakan pertemuan "kebetulan" dengan Raka di parkiran, sebelum masuk ke ruang VIP, dia meminta Raka membawakan tasnya karena dia ingin merapikan rambut.Setelah Raka menerima tasnya, Devina pura-pura sibuk merapikan rambut dan sengaja tidak mengambil kembali tas itu, sampai mereka masuk ke ruang VIP dan kedua nyonya kaya tersebut melihat Raka membawakan tasnya masuk.Benar saja, malam itu kedua nyonya kaya tersebut langsung mendekatinya dengan ramah d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 967

    Brielle berdiri agak di belakang, membolak-balik map rekam medis di tangannya sambil mencatat data.Setelah Meira selesai menjawab pertanyaan Smith, pandangannya beralih pada Brielle. Di matanya bercampur dua emosi. Rasa terima kasih dan penyesalan yang mendalam.Setelah Smith memberi beberapa pesan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 964

    Raka melihat ketakutan di mata adiknya dan menghibur, "Jangan takut, rencana pengobatan baru sudah mendapat terobosan. Kamu akan baik-baik saja."Raline mengangguk. Dia memilih percaya pada kakaknya.Raka berjalan ke sisi tempat tidur ibunya. Meira sudah tertidur. Pada lengan yang terulur di luar se

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 965

    Setelah mengatakan itu, Raka membuka pintu kursi penumpang depan mobil Brielle dengan sangat alami dan berkata kepadanya, "Ayo, kita pergi."Brielle berkata kepada Lambert, "Kalau begitu, kami pergi dulu." Setelah itu, dia membungkuk dan masuk ke kursi pengemudi.Lambert melihat mobil Brielle melaju

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 59

    Brielle menggigit bibir, merasa dirinya benar-benar bodoh. Raka adalah tipe pria yang bertindak langsung. Asalkan Devina merindukannya, satu panggilan telepon bisa membuatnya langsung pergi menemaninya. Apa mereka masih perlu obrolan romantis di WhatsApp?Kalimat-kalimat cinta itu bisa dia ucapkan l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status