分享

89

last update publish date: 2026-08-08 21:00:38

"Ariesta ...."

Nama itu meluncur dari celah bibir Pangeran Alexander, sarat akan bisa mematikan yang siap menghanguskan apapun.

Api naga hitam yang sebelumnya sempat meredup kini kembali meledak beringas, membakar udara pengap di dalam ruang bundar tersebut.

Fakta bahwa wanita bersuku ular itu adalah dalang di balik semua kekejian ini sukses menguapkan sisa-sisa ketakutan irasional Sang Jenderal Naga.

Di sebelah Alexander, Jenderal Marcus tak lagi
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (3)
goodnovel comment avatar
rojali102023
langsung aja Tolonginnn jgn byk mikir ini itu duluuu dahh tolong in yg penting
goodnovel comment avatar
gadissial390
gak usah banyak cerita, kasian anak2 itu, sedih banget liat nya. langsung tolongin aja napa sih ...............
goodnovel comment avatar
Marimar Chan
Licik banget Ariesta numbalin anak anak gak berdosa biar gak ada yang bisa nyelamatin Elloist hih
查看全部評論

最新章節

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   90

    Guncangan hebat yang merobek fondasi kuil bawah tanah itu terasa seolah bumi tengah memuntahkan isi perutnya.Rune-rune kuno yang terukir di lantai batu kini menyala dengan warna merah darah yang menyilaukan, memancarkan hawa panas yang membakar oksigen.Di tengah kekacauan tersebut, kantung sutra berisi Bulu Emas Phoenix, kunci satu-satunya untuk menyelamatkan Elloist, kembali terlempar jauh, berguling menembus celah lantai yang retak dan menghilang dari pandangan."TIDAK! BULU ITU!" jerit Tabib Anand histeris, berusaha menerjang maju.Namun, sebelum Anand sanggup mengambil satu langkah pun, sebuah ledakan miasma yang luar biasa pekat meledak tepat dari pusat ruangan.Asap hitam pekat itu berputar layaknya angin tornado, menelan arwah Rion yang tengah menjerit kesakitan akibat rantai kutukan yang menarik dadanya ke udara.Suhu di dalam ruang bundar itu anjlok drastis hingga melampaui titik beku. Pangeran Alexander dan

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   89

    "Ariesta ...."Nama itu meluncur dari celah bibir Pangeran Alexander, sarat akan bisa mematikan yang siap menghanguskan apapun.Api naga hitam yang sebelumnya sempat meredup kini kembali meledak beringas, membakar udara pengap di dalam ruang bundar tersebut.Fakta bahwa wanita bersuku ular itu adalah dalang di balik semua kekejian ini sukses menguapkan sisa-sisa ketakutan irasional Sang Jenderal Naga.Di sebelah Alexander, Jenderal Marcus tak lagi bersembunyi.Sang Leopard Buas melangkah maju dengan dada membusung.Taringnya terekspos dalam geraman rendah yang menggetarkan lantai batu.Urat-urat hijau di pelipisnya menonjol, memancarkan kemurkaannya."Ular betina keparat!" raung Marcus, mengepalkan kedua tangannya hingga terdengar bunyi gemeretak tulang."Dia tidak hanya memfitnah Elloist di pengadilan, tapi dia juga menciptakan labirin neraka ini dengan menumbalkan nyawa anak-anak tak berdosa

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   88

    Kenyataan mematikan yang baru saja dilontarkan oleh Tabib Anand sukses membekukan udara. Hawa dingin yang berembus dari lorong-lorong labirin kini terasa seribu kali lebih menusuk tulang, membawa aroma kematian yang begitu pekat dan menyesakkan.Pangeran Alexander dan Jenderal Marcus berdiri mematung. Otak kedua panglima perang terkuat di Kerajaan Moon itu seakan dipaksa berhenti beroperasi. Jika mereka memaksakan diri membuka portal teleportasi menggunakan Bulu Emas Phoenix di tempat ini, jiwa Elloist akan terseret keluar dari dasar jurang, hanya untuk dikurung selamanya di dalam labirin kutukan ini.Mereka baru saja nyaris mengeksekusi istri mereka sendiri.Keheningan yang luar biasa mencekam itu hanya diisi oleh suara isak tangis arwah anak kecil bersuku kucing liar yang masih berlutut di atas lantai batu hitam.Pendaran biru pucat dari tubuh transparannya berkedip-kedip redup, sementara rantai astral berwarna ungu kehitaman

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   87

    Tangan Pangeran Alexander yang menembus dada transparan anak kecil itu masih menggantung kaku di udara.Udara di ruang bundar yang menjadi pusat labirin tersebut mendadak terasa seribu kali lebih membekukan daripada badai salju di puncak pegunungan tertinggi.Suara rintihan pilu sang arwah cilik yang bergema memantul di dinding-dinding batu hitam menciptakan melodi kematian yang membuat bulu kuduk berdiri serentak.Selama pengejaran gila-gilaan menembus desa kumuh dan lorong labirin yang dipenuhi jebakan maut, ketiga panglima perang itu benar-benar mengira mereka sedang memburu seorang pencuri kecil yang lincah.Fakta bahwa wujud anak bersuku kucing liar itu kini memudar, memancarkan pendaran biru pucat yang tembus pandang, menghantam akal sehat mereka dengan telak."A-apa-apaan ini?!" raung Jenderal Marcus, memecah keheningan mencekam dengan suara baritonnya yang menggelegar.Sang Leopard Buas mundur satu langkah, mata

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   86

    Hidung Jenderal Marcus mengendus udara yang pengap dan berbau busuk.Sang Leopard Buas memimpin di garis depan, melangkah dengan kecepatan dan presisi yang mematikan melewati gang-gang sempit di desa kumuh tersebut.Di belakangnya, Pangeran Alexander menyusul dengan aura membunuh yang semakin pekat, sementara Tabib Anand terus berlari mengimbangi langkah mereka dengan napas tersengal dan wajah yang masih menyisakan jejak air mata."Aromanya mengarah ke gundukan bukit sampah di ujung desa!" geram Marcus, taringnya terekspos."Bocah tikus itu berlari sangat cepat untuk ukuran anak manusia yang kurang gizi.""Aku tidak peduli seberapa cepat dia berlari. Jika dia membuat Bulu Emas itu lecet sedikit saja, aku akan membakar seluruh desa ini menjadi abu," desis Alexander dingin, tangannya tak lepas dari gagang pedang obsidiannya.Setiap detik yang terbuang terasa seperti sayatan belati di ulu hatinya, membayangkan Elloist yang teng

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   85

    Api naga hitam yang berkobar dari tubuh Pangeran Alexander tidak lagi sekadar ancaman kosong. Suhu di gang sempit dan kumuh itu melonjak drastis, mengeringkan genangan lumpur seketika dan membuat udara bergetar karena panas yang tak masuk akal.Sepasang netra keemasan Sang Jenderal Tertinggi Kerajaan Moon itu menyipit hingga membentuk celah vertikal yang mematikan.Sisik-sisik naga berwarna obsidian mulai menembus kulit di sekitar rahang dan lehernya.Taringnya memanjang, mencerminkan insting predator yang benar-benar siap untuk mengunyah mangsanya hidup-hidup."Aku akan merobek lehermu," geram Alexander, suaranya terdistorsi menjadi perpaduan antara suara manusia dan auman naga yang menggetarkan bumi.Tangan kanannya yang berlapis zirah mencengkeram leher jubah Tabib Anand, mengangkat pria bersuku rusa itu lebih tinggi hingga ujung kakinya meronta-ronta di udara."Aku akan memanggangmu dengan api neraka, mengulitimu, d

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   6

    'Apa aku benar-benar tidak bisa menyelamatkan suamiku sendiri?' Elloist semakin frustrasi. Ia tanpa ssadar mengacak-acak rambutnya. Sementara itu, Nyonya Celeste justru berjalan ke arah Tabib Anand, meraih ujung rantai yang terhubung pada lehernya, lalu menariknya sedikit kuat hingga pria itu t

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   5

    Nyonya Celeste terpana sebentar, sebelum menyunggingkan senyum culas. "Well! Well! Well! Aku pikir siapa yang datang mengganggu—" Ia perlahan menoleh ke samping, membuat seorang pelayan wanita mendekat dan memberikan sebuah sapu tangan. "Ternyata sang putri buangan," hinanya pedas. Nyonya

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   4

    "Apa?!" pekik Elloist keras. "Benar, Yang Mulia," sahut pengawal itu terbata-bata sambil menatap ke arah Elloist dengan sorot takut. Ia bahkan berusaha keras menahan tangis. Bagaimanapun juga ia merasa berhutang budi pada sang tabib yang telah menyelamatkan nyawa putrinya di masa lalu. "Kok

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   3

    Elloist menangis tersedu-sedu. Penampakan yang ia pikir sebelumnya adalah hantu, ternyata wajahnya sendiri. Bertepatan dengan itu, Momo kembali muncul, terbang berputar-putar mengelilingi kepala Elloist hingga debu perak sekilas terlihat berterbangan mengikutinya. [Tuan rumah jangan bersedih!

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status