Share

3

last update publish date: 2026-06-03 18:38:29

Elloist menangis tersedu-sedu. Penampakan yang ia pikir sebelumnya adalah hantu, ternyata wajahnya sendiri.

Bertepatan dengan itu, Momo kembali muncul, terbang berputar-putar mengelilingi kepala Elloist hingga debu perak sekilas terlihat berterbangan mengikutinya.

[Tuan rumah jangan bersedih! Ini semua efek dari racun yang selama ini Tuan rumah minum.]

Elloist pun menghentikan tangisnya, terkejut mendengar info barusan. Meskipun penampakannya kini terlihat begitu mengenaskan dengan lelehan ingus di hidungnya yang memerah, juga mata yang sembab.

"Apa maksudmu?"

Momo bergegas terbang ke arah depan, berhenti dan berbalik cepat dengan jarak sejengkal tangan.

[Tuan rumah diracuni oleh Ivander melalui semua makanan dan minuman yang Tuan rumah konsumsi setiap hari dan itu atas suruhan Putri Ariesta.]

Elloist terperanjat. Ia lantas teringat kembali akhir kisah dari drama KARMA SANG PUTRI JAHAT, yang bakal mati di tangan pria yang ia cinta karena membuang para suaminya yang setia, hingga akhirnya mereka juga ikut tewas mengenaskan.

Dan kini, Ellyn justru berada di tubuh sang putri buruk rupa, yang berarti nasibnya akan berakhir secara tragis juga.

Elloist menggeleng kuat. Enggan bernasib naas. Bahkan kini perutnya bergejolak hebat saat keringat dingin keluar dari pori-pori kulit, membuat aroma busuk semakin menguar memenuhi ruangan.

Sebuah tekad lantas hadir di pikiran Elloist. Ia pun menatap ke arah Momo.

"Kamu bilang aku mendapatkan paket pembuka awal, bukan? Apa fungsinya?"

[Benar sekali, Tuan rumah. Sistem bertahan hidup fungsinya untuk mengurangi kadar racun yang terdapat di dalam tubuh Tuan rumah. Apakah Tuan rumah berniat menukarnya sekarang?]

"Berapa kadar racun di tubuhku?" tanya Elloist penuh harap.

[Sekitar 98%, Tuan rumah!]

Elloist terbelalak. Ia terkejut setengah mati. Bahkan ludah yang ia telan kini terasa seperti batu yang mengganjal.

"98%?" Ia mengulangi ucapan Momo dengan suara bergetar, berharap salah mendengar, yang justru dibalas anggukan oleh sang sistem.

Bahu Elloist seketika merosot. Namun, kala teringat akan hadiah pembuka, semangatnya seketika bangkit.

"Jika aku menukarkan hadiah pembuka, berapa sisa kadar racun di dalam tubuhku?" Matanya berbinar penuh harap.

[Racun yang ada di dalam tubuh Tuan rumah akan berkurang 10%. Apakah Tuan rumah ingin menukarnya sekarang?] Momo balas menatap dengan sorot polos.

"Se—sepuluh persen?" Bahu Elloist kembali merosot bersama tubuhnya hingga jatuh terduduk di kursi rias.

Momo mengangguk ringan sebagai jawaban.

"Tapi—"

Elloist terdiam sejenak sebelum melanjutkan ucapan, "Tukar! 10% pun lumayan buat memperpanjang umurku."

[Baik, Tuan rumah!] Momo menyahut ceria.

Kembali terbang berputar-putar sebentar, sebelum memutar tongkat sakti miliknya hingga muncul sebuah botol kecil transparan penuh ukiran rumit berisi cairan berwarna pink di dalamnya.

[Hadiah pembuka untuk pemula diaktifkan. Silakan digunakan, Tuan rumah!]

Botol itu mengambang sesaat di udara sebelum mendarat dengan sempurna di tangan kanan Elloist.

Gadis itu perlahan membuka tutupnya lalu meminum isinya.

Ajaib!

Aroma busuk yang menguar seketika berkurang, membuat Elloist merasa sedikit senang.

Begitu isinya habis, botol tersebut lenyap bagaikan angin.

Elloist lantas menatap ke arah Momo berada.

"Untuk menghilangkan semua racun ini, bagaimana caranya?"

[Oh, itu sangat mudah, Tuan rumah!]

Elloist merasa senang mendengarnya. Ia lantas bertanya penuh harap, "Baik. Kalau begitu, beritahu aku caranya?"

[Tuan rumah cukup menaklukkan salah satu suami Tuan rumah! Dengan begitu, semua racun yang ada di tubuh Tuan rumah akan lenyap tak bersisa!]

Elloist mengangguk paham. Ia lantas mengetuk dagu sambil berjalan ke arah tengah ruangan diikuti Momo yang terbang mengikuti.

Elloist tiba-tiba berbalik, menatap Momo penuh harap, hingga membuat sang sistem sedikit terperanjat dan merasakan firasat tidak enak.

[Ke-kenapa, Tuan rumah?]

"Berapa level kebencian mereka? Dan, siapa yang paling mudah aku taklukan saat ini?" Mata Elloist berkilat tajam.

Momo lantas mengeluarkan proyektor ungu yang sebelumnya Elloist lihat, hingga terpampang jelas semua data para suami binatang Elloist lengkap dengan tingkat kebencian mereka.

[Siapa yang mau Tuan rumah pilih?] tanya Momo sambil terbang mendekat.

Sementara itu, Elloist justru tidak menjawab pertanyaan. Ia malah asyik membaca semua data di layar sambil berusaha memilih siapa yang akan ia taklukkan.

"Alexander, Pangeran Naga Hitam. Tingkat kebencian 99,999%."

Elloist menelan ludah gugup kala kembali teringat apa penyebab pria itu membencinya setengah mati. Ia berusaha memperkosa pejantan itu dengan cara merantainya serta memberikannya obat perangsang. Meskipun pada akhirnya gagal karena Alexander memilih melukai dirinya sendiri hingga membuat Elloist tidak tega meneruskan aksinya dan justru memerintahkan para pengawalnya membawa pria itu untuk diobati.

Itu artinya, jika ia memilih Alexander, maka jawabannya adalah kematian. Elloist seketika bergidik ngeri.

"Marcus, Jenderal Leopard. Tingkat kebencian 99,999%."

Elloist seketika memucat. Kepalanya mendadak kusut. Ia kembali teringat jika sudah membuat Marcus kehilangan adik perempuannya yang terjatuh dari atas tebing kematian, beberapa hari yang lalu.

"Thomas, Rubah ekor sembilan. Tingkat kebencian 98,90%."

Darah semakin surut di wajah gadis itu, tatkala teringat jika sudah meledakkan perkampungan tempat Thomas berasal sekaligus menculiknya untuk dijadikan suami di masa lalu.

Ia bahkan mengacak-acak rambutnya hingga berantakan, membuat penampilannya semakin terlihat mengerikan.

"Arghhh! Apa tidak ada yang tingkat kebenciannya lebih rendah, gitu? Biar mudah aku taklukkan," tanyanya frustrasi sambil menatap Momo penuh permohonan.

Momo berjengit. Namun, melihat sorot memelas yang Elloist berikan, membuatnya sedikit iba.

[Baiklah! Mungkin Tuan rumah bisa mencoba menaklukkan Tabib Anand. Dia berasal dari Suku Rusa. Hanya Dia yang level kebenciannya paling rendah di antara yang lainnya]

Mata Elloist berbinar. Ia merasa harapan kini muncul.

"Berapa level kebenciannya?"

[87%]

Elloist seketika merasa peredaran darahnya kembali lancar, membuat wajahnya menjadi cerah kembali. Ia lantas menatap Momo penuh tekad.

"Baiklah! Aku putuskan jika Tabib Anand yang akan menjadi targetku sekarang!"

Elloist tersenyum puas dengan pemikirannya barusan.

"Kalau begitu, aku mau mandi dulu agar acara penaklukan ini berhasil."

Elloist lantas berbalik, berniat meninggalkan tempat itu. Namun, dari arah luar justru terdengar suara derap langkah seseorang mendekat, membuat langkahnya terhenti seketika.

Disusul pintu depan terbuka lebar dan menampilkan sesosok prajurit datang dengan raut cemas yang tidak bisa ia sembunyikan dari balik topeng zirah yang ia kenakan.

"Ada apa?!" tanya Elloist heran sekaligus merasa penasaran.

Bukannya menjawab, prajurit itu justru bersujud. "Gawat, Yang Mulia!" serunya lantang. Namun, tubuhnya gemetar hebat.

"Gawat kenapa?!"

Perlahan sang prajurit mendongak, balas menatap Elloist ketakutan bercampur rasa cemas yang berlebihan. "Tuan Tabib —" suaranya bahkan bergetar.

Sadar jika mungkin ini ada hubungannya dengan Anand, dan itu artinya pertanda buruk, Elloist lantas bersuara dengan lantang, "Kenapa dengan Dia?!"

"Tuan Tabib hampir mati terbunuh di Tempat Lelang Andromeda, Yang Mulia. Karena Beliau menolak melayani Nyonya Celeste."

"Apa?!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (9)
goodnovel comment avatar
Sri Indah
Makin tegang dan penasaran nich. Apakah akan berhasil , perjalanan itu pasti sulit.
goodnovel comment avatar
Ronny Schebss
Selamatkan Tuan Tabib..
goodnovel comment avatar
Liliaaaaa
Tuan Tabib, dia yg peresntase kebenciannya lebih rendah dari 3 suami lainnya Putri Elloist dan dia juga termasuk suami yang setia
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   9

    'Benar! Kenapa Dia harus membantuku?' batin Elloist ikut mengiyakan. Gadis itu lantas menatap ke kiri dan ke kanan, berpikir keras, dan saat sebuah ide tiba-tiba muncul di permukaan, membuat wajah Elloist sumringah dengan mata berbinar-binar. "Aku akan memutuskan kontrak denganmu, asalkan kamu bersedia memberikan Bunga Mawar Berapi padaku!" Mata Elloist kini menatap Pangeran Alexander penuh tekad, membuat pria itu menarik ujung bibir kanannya sedikit. Sangat tipis, nyaris tak terlihat. "Bukankah itu yang selama ini kamu inginkan?!" ujarnya lagi dengan dagu sedikit terangkat, berusaha memanipulasi dan mengintimidasi. Pangeran Alexander terdiam. Namun, sorot matanya justru mengatakan sebaliknya. 'Tidak biasanya Dia menawarkan pemutusan hubungan kontrak?' batin Pangeran Alexander heran, keningnya s

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   8

    Sementara itu, di koridor. Ting! Momo tiba-tiba muncul, membuat Elloist menoleh, menatapnya heran karena tidak merasa memanggil. Namun, belum sempat gadis itu bertanya, Momo telah lebih dulu bersuara, [Selamat Tuan Rumah! Tingkat kebencian Tabib Anand telah menurun drastis, dari -50% menjadi -0% dan tingkat rasa sukanya sekarang 5%!] "Hah! Kok bisa? Aku 'kan belum melakukan apa-apa?" tanya Elloist heran, kembali menatap ke arah depan dan meneruskan perjalanan. Momo melayang mendekat, melewati Elloist, lalu berhenti tepat di depan gadis itu, membuatnya ikut berhenti dan menatap sang peri sistem dengan kening berkerut. [Oh, soal itu, Tuan Rumah tidak perlu risau!] "Maksudnya? Aku tidak mengerti!" Elloist menuntut jawaban. [Bukan apa-apa, Tuan Rumah!] sahut Momo sambil mengeluarkan cengiran lebar. "Dasar sistem aneh!" gerutu Elloist, kembali meneruskan langkah. Wajahnya sedikit cemberu

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   7

    "Bagaimana keadaannya?" tanya Elloist sambil menatap cemas pada Tabib Anand yang kini tengah berbaring di ranjang, sedang diobati seorang Tetua kepercayaannya. Mereka sedang berada di dalam kamar Elloist. Gadis itu terus meremas kedua tangannya bergantian guna menyalurkan semua rasa cemas yang ada. Ia bahkan tidak memperdulikan penampilannya yang masih mengenakan pakaian yang sama. Sementara itu, Sang Tetua yang baru saja selesai menyalurkan energi penyembuhan pada sang tabib, lantas menurunkan kedua tangannya, lalu bangkit berdiri, dan bergerak menghadap ke arah Elloist. Ia sedikit membungkuk hormat sebelum menjawab, "Yang Mulia, luka Tabib Anand sangatlah parah. Hanya kekuatan spritual tingkat SSS yang bisa menyembuhkannya seutuhnya. Sementara Hamba—" Sang Tetua menggeleng lemah sembari menundukkan kepala, merasa tidak berguna dan tidak berdaya. Wajahnya terlihat sedih, terlebih Tabib Anand adalah salah satu dari Serikat Tetua Penyembuh sekaligus Murid kesayangannya.

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   6

    'Apa aku benar-benar tidak bisa menyelamatkan suamiku sendiri?' Elloist semakin frustrasi. Ia tanpa ssadar mengacak-acak rambutnya. Sementara itu, Nyonya Celeste justru berjalan ke arah Tabib Anand, meraih ujung rantai yang terhubung pada lehernya, lalu menariknya sedikit kuat hingga pria itu terdorong ke depan, menimbulkan bunyi gedebuk nyaring. Hal itu membuat Elloist terkejut dan bergegas mengalihkan perhatiannya. "Jangan sakiti Dia!" pekik Elloist marah. Telunjuk kanannya teracung ke depan, memperingati. Akan tetapi, bukannya takut, Nyonya Celeste justru tertawa terbahak-bahak hingga kepalanya mendongak ke atas memperlihatkan dagu runcing miliknya. Lalu, kembali menatap ke arah Elloist sambil mengubah mimik wajah menjadi datar. "Bagaimana jika Hamba menolak, Yang Mulia?" ejeknya sambil menarik rantai hingga membuat Tabib Anand mengerang kesakitan. Sayangnya, suara yang keluar justru seperti suara seseorang tengah dicekik hingga membuat Elloist semakin menggeram

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   5

    Nyonya Celeste terpana sebentar, sebelum menyunggingkan senyum culas. "Well! Well! Well! Aku pikir siapa yang datang mengganggu—" Ia perlahan menoleh ke samping, membuat seorang pelayan wanita mendekat dan memberikan sebuah sapu tangan. "Ternyata sang putri buangan," hinanya pedas. Nyonya Celeste menerima benda tersebut dan melilitkan nya pada tangannya yang terluka. Darah seketika berhenti. Elloist merasa geram, harga dirinya kini dipertaruhkan. "Tutup mulutmu!" Bukannya gentar, Nyonya Celeste justru menyeringai. "Benar, bukan, yang Hamba katakan, Yang Mulia?" ujarnya berpura-pura hormat. Namun, sebenarnya memberikan hinaan terselubung. Ia lantas menoleh ke arah sang pelayan yang bergegas memberikan kipas tangan miliknya. Nyonya Celeste menerimanya, membuka benda tersebut hingga seluruh bagian terlihat, memperlihatkan kain putih bermotif bunga plum merah, lalu mengipasi wajahnya seolah-olah tengah mengusir sesuatu atau menghina seseorang. Elloist mengeratka

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   4

    "Apa?!" pekik Elloist keras. "Benar, Yang Mulia," sahut pengawal itu terbata-bata sambil menatap ke arah Elloist dengan sorot takut. Ia bahkan berusaha keras menahan tangis. Bagaimanapun juga ia merasa berhutang budi pada sang tabib yang telah menyelamatkan nyawa putrinya di masa lalu. "Kok bisa?" tanya Elloist dengan bibir bergetar, tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Matanya bergerak liar, berusaha mengingat alasan kenapa hal ini bisa terjadi, dan tatkala ia teringat penyebab kenapa sang suami berada di sana, yang tak lain dan tak bukan adalah ulah sang pemilik tubuh asli yang menjual pria itu berkat hasutan dari Ivander, dirinya tercekat dengan mata terbelalak lebar. Elloist bergegas kembali menatap sang pengawal dengan sorot tajam, membuat pria itu semakin gemetar. Elloist memang betina level terendah, tapi kekuatan yang mendukung semua tingkahnya adalah level tertinggi sehingga tidak ada yang berani melawannya. "Pengawal! Segera siapkan kereta kuda milikku! E

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   2

    Elloist Ellianore, putri tunggal dari Raja Edward Ellianore, adalah sosok betina bangsawan di kerajaan antar binatang di planet Moon. Planet Moon adalah sebuah planet binatang, di mana semua wanita memiliki kedudukan yang tinggi karena dianggap sebagai jelmaan para Dewi karena memiliki kekuatan me

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   1

    "Ugh ... sakit sekali kepalaku." Sambil memegangi kepalanya yang terus berdenyut, Ellyn membuka matanya perlahan. Tadi, karena terlalu kesal melihat Putri Elloist, tokoh protagonis di drama yang ia tonton, mati begitu saja di tangan pangeran Ivander karena kebodohannya sendiri, Ellyn melempar gel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status