共有

6

last update 公開日: 2026-06-23 20:52:41

'Apa aku benar-benar tidak bisa menyelamatkan suamiku sendiri?'

Elloist semakin frustrasi. Ia tanpa ssadar mengacak-acak rambutnya.

Sementara itu, Nyonya Celeste justru berjalan ke arah Tabib Anand, meraih ujung rantai yang terhubung pada lehernya, lalu menariknya sedikit kuat hingga pria itu terdorong ke depan, menimbulkan bunyi gedebuk nyaring.

Hal itu membuat Elloist terkejut dan bergegas mengalihkan perhatiannya.

"Jangan sakiti Dia!" pekik Elloist marah. Telunjuk kanannya teracung ke depan, memperingati.

Akan tetapi, bukannya takut, Nyonya Celeste justru tertawa terbahak-bahak hingga kepalanya mendongak ke atas memperlihatkan dagu runcing miliknya.

Lalu, kembali menatap ke arah Elloist sambil mengubah mimik wajah menjadi datar. "Bagaimana jika Hamba menolak, Yang Mulia?" ejeknya sambil menarik rantai hingga membuat Tabib Anand mengerang kesakitan.

Sayangnya, suara yang keluar justru seperti suara seseorang tengah dicekik hingga membuat Elloist semakin menggeram marah.

Dada Elloist terlihat naik turun seiring kemarahan semakin berkobar. "Berani-beraninya kamu!"

Ia bahkan mengulurkan kedua tangan, bersiap-siap dan mengambil ancang-ancang hendak mengeluarkan kekuatan.

"Arghhh!" teriak Elloist dengan keras, fokus mengeluarkan kekuatan yang ia miliki.

Tampak cahaya kuning keemasan mengelilingi tubuh Elloist, hingga membuat mata Nyonya Celeste terbelalak dan tanpa sadar melepaskan pegangan pada rantai.

"A-apa?! T-tidak mungkin?" Ia bahkan tergerak mundur selangkah.

Tepat ketika Elloist kembali berteriak, Nyonya Celeste bergegas memekik keras sambil memalingkan badan dan memejamkan mata juga lengan kanan terangkat berusaha menutupi wajah. "Arghhh!"

'Aku tidak mau mati!'

Akan tetapi, sesuatu hal mengerikan yang sudah terbayang di benak Nyonya Celeste justru tidak terjadi.

Ia lantas berbalik, bersamaan dengan suara derap langkah kaki menjauh.

Matanya terbelalak lebar, kala melihat Elloist tengah berlari sambil menggendong Tabib Anand yang tampak tidak sadarkan diri di punggungnya.

Ia benar-benar terkejut dan begitu rasa terkejutnya hilang, wanita itu lantas berteriak kencang, penuh amarah karena merasa dipermainkan, "Kurang ajar! Pengawal, tangkap kedua orang itu dan bawa ke hadapanku sekarang juga!"

"Baik, Nyonya!" sahut semua pengawal miliknya serentak sambil mengangguk hormat. Lalu, bergegas berlari mengejar sang buronan yang hampir mencapai pintu keluar.

Sadar jika dirinya dikejar, di tengah napas yang terengah-engah dan keringat mengucur deras, Elloist yang kelelahan akibat berlari menaiki tangga sambil membawa beban berat. Namun, masih mempunyai tekad kuat, lantas berujar, "Sistem, tukar paket bertahan hidup milikku sekarang juga!"

Ting!

Momo pun muncul sambil terbang menyusul sang majikan. [Baik, Tuan Tumah! Paket pemula bertahan hidup, ditukar!]

Tepat setelah Momo berujar, sebuah portal tiba-tiba muncul di depan Elloist, terbuka lebar bak lubang hitam.

[Berhasil! Silakan Tuan Rumah menggunakannya!]

Elloist yakin inilah yang dimaksud, lantas mengangguk kuat dan bergegas meningkatkan kekuatan larinya sembari berteriak kencang penuh semangat memasuki portal tersebut.

Bertepatan dengan itu, para pengawal yang kini sudah mencapai anak tangga teratas, ikut berteriak kencang, berniat mencegah, "Hey! Berhenti! Jangan lari!"

Tangan salah satu pengawal yang berada di posisi paling depan, bahkan berusaha meraih rambut panjang Tabib Anand. Namun, hampir saja ia berhasil meraihnya, Elloist sudah berhasil masuk ke dalam portal, bertepatan dengan portal tersebut lenyap tak berbekas.

Para pengawal yang mengejar, bahkan tidak mampu menahan laju kaki, sehingga mereka pun menubruk tembok, membuat mereka semua jatuh bertumpuk tumpuk, diikuti erang kesakitan yang saling bersahut-sahutan.

"Hah! Ke mana mereka pergi?" Nyonya Celeste yang baru tiba terkejut. Ia lantas mengedarkan pandangan. Namun, tidak ditemukan jejak Elloist dan juga Tabib Anand.

Wanita itu perlahan menaiki tangga sambil mengangkat sedikit roknya agar tidak terinjak.

Tepat ketika dirinya tiba di undakan teratas justru dibuat semakin terkejut kala mendapati semua pengawalnya dalam posisi mengerikan.

"Apa yang kalian lakukan?! Di mana mereka berdua?! Kenapa kalian malah seperti itu?!" Suaranya terdengar menggelegar.

Salah satu pengawal perlahan mengangkat tangan kanan ke atas. Sekujur tubuhnya terlihat bergetar dan ia bahkan tidak mampu bergerak keluar dari tumpukan tubuh teman-temannya.

Namun, meskipun demikian, pria itu tetap berusaha menjawab, "A-ampun, Nyonya. M-mereka berhasil melarikan diri." Tepat ketika dirinya selesai berujar, ia kembali jatuh lunglai, tidak sadarkan diri.

Mendengar hal itu, mata Nyonya Celeste membeliak lebar. Sebuah teriakan murka bahkan lolos dari mulutnya, "Putri Elloist! Awas Kamu, ya! Hal ini pasti akan aku adukan pada Putri Ariesta!"

Sementara itu, di balik salah satu pilar, seorang pria yang sejak tadi menyaksikan, justru menarik sudut bibir kanannya sedikit ke atas.

"Tuan Putri, sepertinya kamu sudah benar-benar berubah," gumamnya kecil.

Kemudian berbalik sembari bersiul, membuat Black mengikik keras, menyadari itu adalah kode milik sang majikan, dan tepat ketika Pangeran Alexander menghilang, kuda itu pun ikut berlari menjauh, menyusulnya.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
コメント (16)
goodnovel comment avatar
Muji Lestari
elloist berhasil menyelamatkan tabib anand
goodnovel comment avatar
Muji Lestari
wuah kayaknya ada dua suami yg langsung jatuh hati sama putri nih xixixi
goodnovel comment avatar
eany ajjach
cieelah nguntitt ya
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   92

    Lorong batu yang gelap dan sempit itu seolah menelan Tabib Anand hidup-hidup. Bau anyir darah, lumut busuk, dan miasma ketiadaan menyumbat paru-parunya pada setiap tarikan napas.Di belakangnya, gema ledakan api hitam Pangeran Alexander dan raungan beringas Jenderal Marcus terdengar semakin samar, teredam oleh ketebalan dinding labirin yang terus bergeser secara mekanis.Rasa bersalah yang luar biasa masif mencengkeram dada Anand. Meninggalkan dua panglima perang yang tengah mempertaruhkan nyawa untuk menjadi perisai daging baginya adalah sebuah pengkhianatan terhadap solidaritas mereka.Logikanya berteriak menyuruhnya kembali, merapal perisai, dan bertarung hingga tetes darah terakhir. Namun, langkah kakinya justru terus bergerak maju, mengikuti pendaran cahaya biru pucat dari arwah Rion yang melayang beberapa jengkal di depannya.Anand sendiri tidak mengerti mengapa ia bersedia mengikuti roh anak kecil ini. Mungkin karena instingnya se

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   91

    Hembusan angin beracun yang menyapu ruang bundar di pusat labirin itu seketika menjelma menjadi arena pembantaian yang memekakkan telinga.Deklarasi perang dari Pangeran Alexander dan Jenderal Marcus tidak sekadar menjadi ancaman kosong.Kedua panglima perang terkuat Kerajaan Moon itu melesat maju secara bersamaan, membelah udara mematikan dengan kecepatan yang melampaui kedipan mata."Mati kau, Tulang Rongsokan!" raung Marcus beringas. Sang Leopard Buas melompat tinggi ke udara, menukik tajam dengan ayunan cakar zamrud yang memancarkan aura pemotong baja.Di saat yang sama, Alexander meluncur dari arah bawah. Pedang obsidiannya yang berkobar oleh api naga hitam pekat menyapu lantai, menciptakan gelombang sabit api yang siap membelah wujud arwah raksasa itu menjadi dua bagian.Serangan kombinasi dari udara dan darat itu sangat sempurna, sebuah manuver mematikan yang biasanya sanggup meruntuhkan satu batalion pasukan elit hanya d

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   90

    Guncangan hebat yang merobek fondasi kuil bawah tanah itu terasa seolah bumi tengah memuntahkan isi perutnya.Rune-rune kuno yang terukir di lantai batu kini menyala dengan warna merah darah yang menyilaukan, memancarkan hawa panas yang membakar oksigen.Di tengah kekacauan tersebut, kantung sutra berisi Bulu Emas Phoenix, kunci satu-satunya untuk menyelamatkan Elloist, kembali terlempar jauh, berguling menembus celah lantai yang retak dan menghilang dari pandangan."TIDAK! BULU ITU!" jerit Tabib Anand histeris, berusaha menerjang maju.Namun, sebelum Anand sanggup mengambil satu langkah pun, sebuah ledakan miasma yang luar biasa pekat meledak tepat dari pusat ruangan.Asap hitam pekat itu berputar layaknya angin tornado, menelan arwah Rion yang tengah menjerit kesakitan akibat rantai kutukan yang menarik dadanya ke udara.Suhu di dalam ruang bundar itu anjlok drastis hingga melampaui titik beku. Pangeran Alexander dan

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   89

    "Ariesta ...."Nama itu meluncur dari celah bibir Pangeran Alexander, sarat akan bisa mematikan yang siap menghanguskan apapun.Api naga hitam yang sebelumnya sempat meredup kini kembali meledak beringas, membakar udara pengap di dalam ruang bundar tersebut.Fakta bahwa wanita bersuku ular itu adalah dalang di balik semua kekejian ini sukses menguapkan sisa-sisa ketakutan irasional Sang Jenderal Naga.Di sebelah Alexander, Jenderal Marcus tak lagi bersembunyi.Sang Leopard Buas melangkah maju dengan dada membusung.Taringnya terekspos dalam geraman rendah yang menggetarkan lantai batu.Urat-urat hijau di pelipisnya menonjol, memancarkan kemurkaannya."Ular betina keparat!" raung Marcus, mengepalkan kedua tangannya hingga terdengar bunyi gemeretak tulang."Dia tidak hanya memfitnah Elloist di pengadilan, tapi dia juga menciptakan labirin neraka ini dengan menumbalkan nyawa anak-anak tak berdosa

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   88

    Kenyataan mematikan yang baru saja dilontarkan oleh Tabib Anand sukses membekukan udara. Hawa dingin yang berembus dari lorong-lorong labirin kini terasa seribu kali lebih menusuk tulang, membawa aroma kematian yang begitu pekat dan menyesakkan.Pangeran Alexander dan Jenderal Marcus berdiri mematung. Otak kedua panglima perang terkuat di Kerajaan Moon itu seakan dipaksa berhenti beroperasi. Jika mereka memaksakan diri membuka portal teleportasi menggunakan Bulu Emas Phoenix di tempat ini, jiwa Elloist akan terseret keluar dari dasar jurang, hanya untuk dikurung selamanya di dalam labirin kutukan ini.Mereka baru saja nyaris mengeksekusi istri mereka sendiri.Keheningan yang luar biasa mencekam itu hanya diisi oleh suara isak tangis arwah anak kecil bersuku kucing liar yang masih berlutut di atas lantai batu hitam.Pendaran biru pucat dari tubuh transparannya berkedip-kedip redup, sementara rantai astral berwarna ungu kehitaman

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   87

    Tangan Pangeran Alexander yang menembus dada transparan anak kecil itu masih menggantung kaku di udara.Udara di ruang bundar yang menjadi pusat labirin tersebut mendadak terasa seribu kali lebih membekukan daripada badai salju di puncak pegunungan tertinggi.Suara rintihan pilu sang arwah cilik yang bergema memantul di dinding-dinding batu hitam menciptakan melodi kematian yang membuat bulu kuduk berdiri serentak.Selama pengejaran gila-gilaan menembus desa kumuh dan lorong labirin yang dipenuhi jebakan maut, ketiga panglima perang itu benar-benar mengira mereka sedang memburu seorang pencuri kecil yang lincah.Fakta bahwa wujud anak bersuku kucing liar itu kini memudar, memancarkan pendaran biru pucat yang tembus pandang, menghantam akal sehat mereka dengan telak."A-apa-apaan ini?!" raung Jenderal Marcus, memecah keheningan mencekam dengan suara baritonnya yang menggelegar.Sang Leopard Buas mundur satu langkah, mata

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   5

    Nyonya Celeste terpana sebentar, sebelum menyunggingkan senyum culas. "Well! Well! Well! Aku pikir siapa yang datang mengganggu—" Ia perlahan menoleh ke samping, membuat seorang pelayan wanita mendekat dan memberikan sebuah sapu tangan. "Ternyata sang putri buangan," hinanya pedas. Nyonya

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   4

    "Apa?!" pekik Elloist keras. "Benar, Yang Mulia," sahut pengawal itu terbata-bata sambil menatap ke arah Elloist dengan sorot takut. Ia bahkan berusaha keras menahan tangis. Bagaimanapun juga ia merasa berhutang budi pada sang tabib yang telah menyelamatkan nyawa putrinya di masa lalu. "Kok

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   3

    Elloist menangis tersedu-sedu. Penampakan yang ia pikir sebelumnya adalah hantu, ternyata wajahnya sendiri. Bertepatan dengan itu, Momo kembali muncul, terbang berputar-putar mengelilingi kepala Elloist hingga debu perak sekilas terlihat berterbangan mengikutinya. [Tuan rumah jangan bersedih!

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   2

    Elloist Ellianore, putri tunggal dari Raja Edward Ellianore, adalah sosok betina bangsawan di kerajaan antar binatang di planet Moon. Planet Moon adalah sebuah planet binatang, di mana semua wanita memiliki kedudukan yang tinggi karena dianggap sebagai jelmaan para Dewi karena memiliki kekuatan me

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status