Share

Bab 111

Penulis: Fatmah Azzahra
last update Tanggal publikasi: 2026-08-16 21:00:53

Kubah perisai raksasa berwarna ungu kehitaman itu berdiri angkuh membelah lanskap Hutan Kabut Asap, memisahkan dunia luar dari neraka pembantaian yang tengah terjadi di dalamnya.

Rune-rune kuno berwarna merah darah mengalir di permukaan perisai tersebut, berdenyut seirama dengan tawa mengerikan dari iblis fusi Malakor dan Malazir yang terus menghujani tiga panglima perang Kerajaan Moon dengan serangan mematikan.

Di luar dinding transparan yang mematikan itu, Putri Elloi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Zaza Sahiba
Horeee , horee akhirnya mereka bisa bersama
goodnovel comment avatar
Sri Indah
terinspirasi dengan pasangan ini, ikut lega , akhirya dengan kebersamaan kalian bisa meleawati keadaan.
goodnovel comment avatar
gadissial390
akhirnya selamat juga ya mereka horeeeeeee
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   Bab 118

    Mata memanjang Putri Ariesta membelalak lebar hingga nyaris robek. Tangan wanita bersuku ular itu bergetar hebat, menunjuk ke arah Elloist dengan kuku-kuku runcingnya yang memucat. "B-Bagaimana mungkin..." desis Ariesta, suaranya pecah oleh ketidakpercayaan. "Kau seharusnya sudah mati membusuk di dasar Jurang Dunia Hampa! Tidak ada yang bisa selamat dari sana! Ini pasti ilusi! Kalian semua hanyalah bayangan kosong!" Elloist melangkah maju satu langkah. Ketukan hak sepatunya di atas lantai pualam terdengar seperti detakan jam kematian yang menggema di seluruh ruangan. Pedang Biru Ilusi di tangannya berderak nyaring oleh perpaduan api hitam dan petir zamrud. "Ilusi?" Elloist menyunggingkan senyum miring yang luar biasa dingin, sebuah ekspresi yang seolah meniru kelicikan Thomas namun dipadukan dengan keanggunan seorang ratu. "Mengapa kau tidak turun dari tahtaku yang kau kotori itu, merangkak kemari, dan menyentuh pedangku untuk memastikan apak

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   Bab 117

    Gema guntur yang menyambar di langit ibu kota seolah menjadi genderang kematian yang mengiringi kegilaan di dalam Istana Kerajaan Moon. Hujan badai memecut kaca-kaca patri raksasa, sementara di dalam Aula Tahta, aroma anyir darah segar dari mayat-mayat ksatria loyalis yang berserakan masih menguar pekat, menciptakan atmosfer yang jauh lebih mirip dengan rumah jagal daripada pusat pemerintahan sebuah kerajaan. Di tengah kekacauan dan teror yang mencekik itu, Putri Ariesta berdiri di depan singgasana emas dengan napas memburu. Payudara wanita bersuku ular itu naik-turun menahan kombinasi antara amarah, rasa iri, dan ketakutan yang nyaris mengoyak akal sehatnya. Kabar bahwa Elloist tidak hanya selamat, tetapi juga telah berevolusi menjadi entitas dewi dengan kekuatan empat panglima perang, benar-benar menghancurkan seluruh kalkulasi liciknya. Namun, alih-alih melarikan diri untuk menyelamatkan nyawany

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   Bab 116

    Sinar matahari akhirnya berhasil merobek sisa-sisa awan kelam di langit utara, memancarkan cahaya keemasan yang menghangatkan bumi.Di atas kawah reruntuhan labirin yang kini sunyi senyap, keheningan terasa begitu magis.Sang Raja Ketiadaan Abadi telah hancur menjadi debu, dan Jurang Dunia Hampa yang menelan jutaan nyawa selama ribuan tahun telah musnah tak bersisa.Di udara, Putri Elloist yang baru saja menampilkan wujud dewi kematian perlahan mulai memejamkan kedua matanya.Pendaran galaksi pelangi dan biru kristal di sudut matanya berkedip redup, lalu menghilang sepenuhnya seiring dengan terkurasnya tetes terakhir mana di dalam intisari jiwanya.Sayap naga api hitam yang membentang gagah di punggungnya hancur menjadi serpihan bara yang menguap ditiup angin.Tanduk rusa emas di dahinya memudar menjadi partikel cahaya suci.Cakar zamrud yang mematikan kembali menjadi jemari lentik yang pucat pasi, dan kesembilan ek

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   Bab 115

    Bola energi kehancuran absolut yang dilontarkan oleh Sang Raja Ketiadaan Abadi semakin membesar, menutupi langit fajar Hutan Kabut Asap dengan kegelapan pekat.Daya hisapnya merobek pepohonan dan menghancurkan tanah berbatu menjadi serpihan kerikil yang melayang di udara.Kematian hanya berjarak beberapa detik dari ubun-ubun kelima pahlawan Benua Moon tersebut. Di tengah gemuruh kiamat yang memekakkan telinga, Elloist menjerit memanggil sistemnya dengan keputusasaan yang membakar.[Ding! Merespons panggilan darurat Tuan Rumah!]Layar proyektor ungu tiba-tiba meledak tepat di depan wajah Elloist.Momo muncul dari balik layar, bukan dengan wajah panik yang menangis seperti sebelumnya, melainkan dengan senyum kikuk sambil memegang sebuah papan hologram emas raksasa yang berkedip-kedip menyilaukan mata.Di tengah layar itu, terdapat tombol besar bertuliskan [YES] dan [NO].[Tuan Rumah tidak perlu membeli senjata ap

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   Bab 114

    Bola energi kehancuran absolut yang berpusar di wajah lubang hitam Sang Raja Ketiadaan Abadi terus membesar dengan rakus.Ukurannya kini menutupi separuh langit fajar, menyedot cahaya, suara, dan bahkan gravitasi di sekitarnya.Udara di Hutan Kabut Asap terasa seperti ditarik ke dalam ruang hampa yang mematikan, membuat pepohonan raksasa yang telah mati tercabut dari akarnya dan melayang tersedot ke dalam pusaran kelam tersebut.Di bawah bayang-bayang kiamat yang kian mendekat itu, Pangeran Alexander, Jenderal Marcus, Thomas, dan Tabib Anand berdiri dengan napas yang putus-putus.Baju zirah kebanggaan mereka telah hancur berantakan, darah segar mengalir dari luka-luka menganga di sekujur tubuh, dan batas mana spiritual mereka telah menyentuh angka kritis terbawah."Perisai emasku ... tidak akan sanggup menahan radiasi dari ledakan itu," rintih Anand.Tangan pria bersuku rusa itu bergetar hebat saat memaksakan sisa-sisa energ

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   Bab 113

    Pilar miasma berwarna ungu kehitaman yang meledak di ufuk utara Benua Moon benar-benar menyerupai gerbang neraka yang dikoyak paksa.Langit fajar yang baru saja memancarkan rona kehidupan kini tertelan sepenuhnya oleh awan hitam legam yang berpusar layaknya badai kosmik.Suara dengungan miliaran entitas Orb yang terbebas dari dasar Jurang Dunia Hampa menggema memekakkan telinga, menciptakan frekuensi kematian yang membuat daun-daun di Hutan Kabut Asap mengering dan layu seketika."Dewa Kematian …," gumam Pangeran Alexander, mencengkeram erat gagang pedang obsidiannya.Matanya yang keemasan memancarkan kengerian.Marcus mengaum rendah, menggeser tubuh besarnya untuk melindungi Elloist."Tsunami ketiadaan ini akan melahap semua makhluk hidup di permukaan benua! Kita harus memukul mundur mereka sebelum mereka mencapai ibu kota!"Namun, sebelum Alexander atau Marcus sempat memacu langkah mereka menyongsong lautan Orb ya

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   4

    "Apa?!" pekik Elloist keras. "Benar, Yang Mulia," sahut pengawal itu terbata-bata sambil menatap ke arah Elloist dengan sorot takut. Ia bahkan berusaha keras menahan tangis. Bagaimanapun juga ia merasa berhutang budi pada sang tabib yang telah menyelamatkan nyawa putrinya di masa lalu. "Kok

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   3

    Elloist menangis tersedu-sedu. Penampakan yang ia pikir sebelumnya adalah hantu, ternyata wajahnya sendiri. Bertepatan dengan itu, Momo kembali muncul, terbang berputar-putar mengelilingi kepala Elloist hingga debu perak sekilas terlihat berterbangan mengikutinya. [Tuan rumah jangan bersedih!

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   2

    Elloist Ellianore, putri tunggal dari Raja Edward Ellianore, adalah sosok betina bangsawan di kerajaan antar binatang di planet Moon. Planet Moon adalah sebuah planet binatang, di mana semua wanita memiliki kedudukan yang tinggi karena dianggap sebagai jelmaan para Dewi karena memiliki kekuatan me

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   1

    "Ugh ... sakit sekali kepalaku." Sambil memegangi kepalanya yang terus berdenyut, Ellyn membuka matanya perlahan. Tadi, karena terlalu kesal melihat Putri Elloist, tokoh protagonis di drama yang ia tonton, mati begitu saja di tangan pangeran Ivander karena kebodohannya sendiri, Ellyn melempar gel

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status