Share

(Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa
(Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa
Author: Fatmah Azzahra

1

last update publish date: 2026-06-02 21:48:29

"Ugh ... sakit sekali kepalaku."

Sambil memegangi kepalanya yang terus berdenyut, Ellyn membuka matanya perlahan. Tadi, karena terlalu kesal melihat Putri Elloist, tokoh protagonis di drama yang ia tonton, mati begitu saja di tangan pangeran Ivander karena kebodohannya sendiri, Ellyn melempar gelas hingga pecah. Sialnya, sisa air dalam gelas itu justru membuatnya terpeleset hingga kepalanya terbentur lantai.

Ellyn perlahan bangkit meskipun pandangannya masih sedikit kabur. Namun, meski begitu ia masih bisa mengetahui bahwa ini bukan tempat kost nya.

"Hah ... di mana ini?!" Ellyn mengedarkan pandangannya dengan panik.

Namun, alangkah terkejutnya ketika ia menyadari bahwa tangannya pun telah berlumuran darah. Ia menatap sekujur tubuhnya yang benar-benar penuh darah.

"Eh ... ini?" Menyadari ada yang tidak beres, Ellyn samar-samar mengingat setiap detail yang ia lihat. "Bukannya ini kamar Putri Elloist? Bajunya juga!"

Ellyn langsung bangkit dan berdiri di depan lemari kaca yang ada di sebelah ranjang. Saat itu juga, matanya terbelalak lebar.

"Aku ..."

"P--Putri Elloist ... Putri b--bangun?"

Suara itu langsung membuat Ellyn menoleh cepat. Matanya langsung menangkap sosok pria dengan telinga kelinci yang menatapnya dengan terkejut.

"Nggak mungkin ... nggak mungkin aku masuk ke film itu, kan?" gumam Ellyn sambil memegangi wajahnya.

Sekali lagi, ia menatap sekeliling dengan bingung dan panik.

"Ini mustahil!" gumamnya lagi sambil menggelengkan kepala, menolak tegas semua yang ia lihat.

"Tapi—" Ellyn kembali mengulurkan kedua tangan hanya untuk memastikan penglihatan sebelumnya.

Mata Ellyn semakin terbelalak lebar. Wajahnya seketika pucat pasi.

'Tapi, kenapa aku harus jadi tokoh paling bodoh di Drama Putri Yang Terbuang?!'

"P—Putri ... Anda—"

Pria kelinci itu, Ivander, kini justru memasang raut sedih, bahkan meneteskan air mata sambil beringsut merangkak, mendekat.

Ellyn jelas tahu kejadian ini, kejadian di episode ke-30 saat Ivander membunuh Putri Elloist demi memuluskan rencana Putri Ariesta, Sang Kakak Sepupu yang berniat merebut tahta dan berkat kejadian itu pulalah, Kerajaan Ellianor runtuh digantikan oleh Kerajaan Ular hitam, dibawah tampuk kepemimpinan Ariesta.

Sementara itu, para suami binatang milik Elloist dieksekusi mati karena menolak membuat ikatan dengan Ariesta.

'Gara-gara kebodohan sang putri, semua kena imbasnya!' batinnya kesal. Matanya bahkan terbelalak lebar, 'dan sekarang... Aku justru menjadi sang putri! Bukankah ini berarti aku akan berakhir mengenaskan?!'

Namun, belum sempat dirinya bersuara, tiba-tiba telinganya berdengung nyaring.

Ngiing!

Ellyn bergegas menutup kedua telinganya dengan kedua tangan.

[Ding!]

Tiba-tiba saja sebuah layar proyektor tembus pandang berwarna ungu, muncul di depan mata dan suara tanpa wujud terdengar, [Terdeteksi amarah Tuan rumah meluap hingga 100%. Selamat Tuan rumah! Anda mendapatkan sistem pembuka awal, Teknik bertahan hidup! Boleh ditukarkan sekarang juga! Gratis!]

"Ap-apa?! Teknik bertahan hidup?" Ellyn kembali bergumam. Kebingungan seketika melanda. Ia bahkan memindai ke sekeliling ruangan, berharap menemukan sesuatu yang menjadi jawaban atas kebingungan nya.

Beruntung secara tiba-tiba muncul seekor peri kecil dengan sayap berwarna ungu layaknya kupu-kupu, mengenakan gaun sedada berwarna senada yang terlihat ber kelap-kelip seperti bintang di langit, juga tongkat dengan ujung berbentuk bintang berwarna emas, balas menatapnya dengan sorot menggemaskan.

Ellyn terkejut. Matanya semakin membeliak lebar. Tanpa sadar ia mengacungkan jari telunjuk. "S-siapa kamu?!"

Ivander yang melihat sang putri terlihat syok, justru merasa heran. Ia lantas berdiri perlahan, lalu berjalan mendekat. "Putri lupa pada hamba?" Suaranya terdengar menghiba.

Bersamaan dengan itu, sosok peri kecil juga ikut berujar, [Perkenalkan, Tuan rumah. Nama saya adalah Momo! Saya adalah sistem yang akan menemani Tuan rumah menyelesaikan misi di Negeri Lima Bintang ini!]

Ellyn mengernyitkan dahinya bingung. Namun, peri kecil itu terus bersuara.

[Tugas Tuan rumah adalah menaklukkan 4 suami Tuan rumah dan mengubah level kebencian mereka menjadi rasa cinta dan kontrak loyalitas sehidup semati.]

"Rasa cinta dan kontrak loyalitas sehidup semati?" Ellyn semakin kebingungan.

Momo bergegas mengangguk. Kembali terbang berputar-putar sebentar, terlihat senang, membuat kepala Ellyn tanpa sadar bergerak mengikuti ke mana Momo bergerak.

"Apa maksud dari kontrak loyalitas sehidup semati?" tanya Ellyn dengan kening berkerut, menuntut penjelasan.

[Maksudnya adalah, jika sesuatu terjadi pada Tuan Rumah. Maka, ke empat suami Tuan Rumah akan merasakan hal yang sama, begitu pula sebaliknya.]

Lalu, Momo segera terbang mendekat ke arah Ellyn, membuat Ellyn sedikit memundurkan kepala.

"Kenapa harus aku?!"

[Itu karena—] Momo terdiam, lalu tiba-tiba menyeringai lebar, membuat Ellyn merasakan firasat buruk.

"A-apa maksud seringaiannya mu itu?"

[Tidak ada!]

Ellyn mendelik sebal. "Mencurigakan?!"

Sayangnya Momo justru balas menatap dengan raut polos, membuat Ellyn mendengkus keras.

Sadar jika dirinya sudah terlanjur menjadi Putri Elloist, Ellyn lantas menghela napas berat. "Baiklah. Jika aku berhasil melakukannya, apa hadiah yang akan aku terima?"

[Hadiahnya jika berhasil menyelesaikan misi adalah Tuan rumah bisa kembali ke dunia asal Tuan rumah dengan selamat dan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 100 miliar, rumah mewah di tepi pantai, dan juga sebuah mobil lamborghini.]

Mendengar semua hadiah itu, mata Ellyn seketika berbinar, tampak bintang-bintang berpendar di sekeliling tubuhnya.

'Uang, rumah, mobil. Arghhh! Aku kaya! Aku kaya!' batin Ellyn bahagia. Senyumnya bahkan terlihat sangat lebar.

Sayangnya euforia itu tidak bertahan lama. Karena begitu Momo melanjutkan ucapannya, [Namun, bila gagal menjalankan misi?]

Ellyn mulai merasa gugup. "J-jika gagal, apa yang akan terjadi?"

Wajah Momo seketika berubah. Aura jahat tampak menyelubungi sekitar tubuhnya, membuat Ellyn sedikit merinding.

[Bersiap-siap mati mengenaskan untuk yang kedua kalinya!]

Tawa jahat menggelegar keluar dari mulut Momo, tampak merasa senang dengan apa yang ia katakan.

"Apa?!"

Ellyn hanya bisa memasang ekspresi syok berat. Ia bahkan tidak mendengarkan ucapan Ivander sedikitpun.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (18)
goodnovel comment avatar
Muji Lestari
semangat Ellyn hadiahnya bikin kamu kaya raya diusia muda xixixi
goodnovel comment avatar
Muji Lestari
ceritanya menarik...tantangan buat Ellyn ini kira2 dia berhasil gak ya
goodnovel comment avatar
bian cilla
semangat Ellyn kamu bisa hadiahnya bikin semangat xixixi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   92

    Lorong batu yang gelap dan sempit itu seolah menelan Tabib Anand hidup-hidup. Bau anyir darah, lumut busuk, dan miasma ketiadaan menyumbat paru-parunya pada setiap tarikan napas.Di belakangnya, gema ledakan api hitam Pangeran Alexander dan raungan beringas Jenderal Marcus terdengar semakin samar, teredam oleh ketebalan dinding labirin yang terus bergeser secara mekanis.Rasa bersalah yang luar biasa masif mencengkeram dada Anand. Meninggalkan dua panglima perang yang tengah mempertaruhkan nyawa untuk menjadi perisai daging baginya adalah sebuah pengkhianatan terhadap solidaritas mereka.Logikanya berteriak menyuruhnya kembali, merapal perisai, dan bertarung hingga tetes darah terakhir. Namun, langkah kakinya justru terus bergerak maju, mengikuti pendaran cahaya biru pucat dari arwah Rion yang melayang beberapa jengkal di depannya.Anand sendiri tidak mengerti mengapa ia bersedia mengikuti roh anak kecil ini. Mungkin karena instingnya se

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   91

    Hembusan angin beracun yang menyapu ruang bundar di pusat labirin itu seketika menjelma menjadi arena pembantaian yang memekakkan telinga.Deklarasi perang dari Pangeran Alexander dan Jenderal Marcus tidak sekadar menjadi ancaman kosong.Kedua panglima perang terkuat Kerajaan Moon itu melesat maju secara bersamaan, membelah udara mematikan dengan kecepatan yang melampaui kedipan mata."Mati kau, Tulang Rongsokan!" raung Marcus beringas. Sang Leopard Buas melompat tinggi ke udara, menukik tajam dengan ayunan cakar zamrud yang memancarkan aura pemotong baja.Di saat yang sama, Alexander meluncur dari arah bawah. Pedang obsidiannya yang berkobar oleh api naga hitam pekat menyapu lantai, menciptakan gelombang sabit api yang siap membelah wujud arwah raksasa itu menjadi dua bagian.Serangan kombinasi dari udara dan darat itu sangat sempurna, sebuah manuver mematikan yang biasanya sanggup meruntuhkan satu batalion pasukan elit hanya d

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   90

    Guncangan hebat yang merobek fondasi kuil bawah tanah itu terasa seolah bumi tengah memuntahkan isi perutnya.Rune-rune kuno yang terukir di lantai batu kini menyala dengan warna merah darah yang menyilaukan, memancarkan hawa panas yang membakar oksigen.Di tengah kekacauan tersebut, kantung sutra berisi Bulu Emas Phoenix, kunci satu-satunya untuk menyelamatkan Elloist, kembali terlempar jauh, berguling menembus celah lantai yang retak dan menghilang dari pandangan."TIDAK! BULU ITU!" jerit Tabib Anand histeris, berusaha menerjang maju.Namun, sebelum Anand sanggup mengambil satu langkah pun, sebuah ledakan miasma yang luar biasa pekat meledak tepat dari pusat ruangan.Asap hitam pekat itu berputar layaknya angin tornado, menelan arwah Rion yang tengah menjerit kesakitan akibat rantai kutukan yang menarik dadanya ke udara.Suhu di dalam ruang bundar itu anjlok drastis hingga melampaui titik beku. Pangeran Alexander dan

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   89

    "Ariesta ...."Nama itu meluncur dari celah bibir Pangeran Alexander, sarat akan bisa mematikan yang siap menghanguskan apapun.Api naga hitam yang sebelumnya sempat meredup kini kembali meledak beringas, membakar udara pengap di dalam ruang bundar tersebut.Fakta bahwa wanita bersuku ular itu adalah dalang di balik semua kekejian ini sukses menguapkan sisa-sisa ketakutan irasional Sang Jenderal Naga.Di sebelah Alexander, Jenderal Marcus tak lagi bersembunyi.Sang Leopard Buas melangkah maju dengan dada membusung.Taringnya terekspos dalam geraman rendah yang menggetarkan lantai batu.Urat-urat hijau di pelipisnya menonjol, memancarkan kemurkaannya."Ular betina keparat!" raung Marcus, mengepalkan kedua tangannya hingga terdengar bunyi gemeretak tulang."Dia tidak hanya memfitnah Elloist di pengadilan, tapi dia juga menciptakan labirin neraka ini dengan menumbalkan nyawa anak-anak tak berdosa

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   88

    Kenyataan mematikan yang baru saja dilontarkan oleh Tabib Anand sukses membekukan udara. Hawa dingin yang berembus dari lorong-lorong labirin kini terasa seribu kali lebih menusuk tulang, membawa aroma kematian yang begitu pekat dan menyesakkan.Pangeran Alexander dan Jenderal Marcus berdiri mematung. Otak kedua panglima perang terkuat di Kerajaan Moon itu seakan dipaksa berhenti beroperasi. Jika mereka memaksakan diri membuka portal teleportasi menggunakan Bulu Emas Phoenix di tempat ini, jiwa Elloist akan terseret keluar dari dasar jurang, hanya untuk dikurung selamanya di dalam labirin kutukan ini.Mereka baru saja nyaris mengeksekusi istri mereka sendiri.Keheningan yang luar biasa mencekam itu hanya diisi oleh suara isak tangis arwah anak kecil bersuku kucing liar yang masih berlutut di atas lantai batu hitam.Pendaran biru pucat dari tubuh transparannya berkedip-kedip redup, sementara rantai astral berwarna ungu kehitaman

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   87

    Tangan Pangeran Alexander yang menembus dada transparan anak kecil itu masih menggantung kaku di udara.Udara di ruang bundar yang menjadi pusat labirin tersebut mendadak terasa seribu kali lebih membekukan daripada badai salju di puncak pegunungan tertinggi.Suara rintihan pilu sang arwah cilik yang bergema memantul di dinding-dinding batu hitam menciptakan melodi kematian yang membuat bulu kuduk berdiri serentak.Selama pengejaran gila-gilaan menembus desa kumuh dan lorong labirin yang dipenuhi jebakan maut, ketiga panglima perang itu benar-benar mengira mereka sedang memburu seorang pencuri kecil yang lincah.Fakta bahwa wujud anak bersuku kucing liar itu kini memudar, memancarkan pendaran biru pucat yang tembus pandang, menghantam akal sehat mereka dengan telak."A-apa-apaan ini?!" raung Jenderal Marcus, memecah keheningan mencekam dengan suara baritonnya yang menggelegar.Sang Leopard Buas mundur satu langkah, mata

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   5

    Nyonya Celeste terpana sebentar, sebelum menyunggingkan senyum culas. "Well! Well! Well! Aku pikir siapa yang datang mengganggu—" Ia perlahan menoleh ke samping, membuat seorang pelayan wanita mendekat dan memberikan sebuah sapu tangan. "Ternyata sang putri buangan," hinanya pedas. Nyonya

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   4

    "Apa?!" pekik Elloist keras. "Benar, Yang Mulia," sahut pengawal itu terbata-bata sambil menatap ke arah Elloist dengan sorot takut. Ia bahkan berusaha keras menahan tangis. Bagaimanapun juga ia merasa berhutang budi pada sang tabib yang telah menyelamatkan nyawa putrinya di masa lalu. "Kok

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   3

    Elloist menangis tersedu-sedu. Penampakan yang ia pikir sebelumnya adalah hantu, ternyata wajahnya sendiri. Bertepatan dengan itu, Momo kembali muncul, terbang berputar-putar mengelilingi kepala Elloist hingga debu perak sekilas terlihat berterbangan mengikutinya. [Tuan rumah jangan bersedih!

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   6

    'Apa aku benar-benar tidak bisa menyelamatkan suamiku sendiri?' Elloist semakin frustrasi. Ia tanpa ssadar mengacak-acak rambutnya. Sementara itu, Nyonya Celeste justru berjalan ke arah Tabib Anand, meraih ujung rantai yang terhubung pada lehernya, lalu menariknya sedikit kuat hingga pria itu t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status