Arthur Angkasa Bimajaya didapuk sebagai CEO di perusahaan Angkasafood setelah lulus dari salah satu Universitas terbaik di luar negeri, usianya yang baru 25 tahun namun Abimana Bimajaya yang merupakan pemilik perusahaan Angkasafood sekaligus Ayah dari Arthur, sangat percaya dengan kecerdasan putra satu-satunya itu untuk mengelola Angkasafood menjadi perusahaan yang semakin bersinar lagi.
Jakarta pukul 12.00, asisten pribadi Arthur yang bernama Doni baru saja memasuki ruangan kerja pria yang memiliki sikap sedingin freezer itu! “Siang Pak, ini ada beberapa laporan yang harus ditandatangani,” kata Doni lalu menaruh tumpukan map diatas meja Arthur. Arthur lalu menoleh kearah map-map tersebut, kemudian menutup layar laptop yang semula membuatnya sibuk, dibacanya salah satu berkas didalam map tersebut oleh Arthur, dan seperti biasanya hanya ada ekspresi serius dan datar di wajah Arthur. “Oh ya Pak, model untuk brand ambasador prodak minuman drink orange akan mulai menjalani pemotretan untuk keperluan iklan hari ini!” kata Doni sambil tetap berdiri tegak dihadapan Arthur. “Harusnya tiba pukul 12.00 bukan?” tanya Arthur. “Iya betul Pak,” “Kalau begitu kita ke tempat pemotretan sekarang, aku perlu melihat prosesnya,” kata Arthur sambil menutup berkas yang sedang dia baca. “Baik Pak,” Arthur dan Doni kemudian meninggalkan ruangan tersebut untuk pergi menuju ke tempat pemotretan yang berada disalah satu perusahaan iklan tidak jauh dari perusahaan Angkasafood! Ketika tiba di perusahaan iklan tersebut, Arthur dan Doni disambut dengan sangat ramah oleh salah satu karyawan perusahaan iklan tersebut, kemudian diarahkan menuju lokasi tempat diadakannya pemotretan untuk prodak minuman mereka. Akan tetapi ketika tiba di ruangan tersebut, situasinya diluar dugaan Arthur! Terlihat persiapan alat-alat untuk pemotretan sudah siap dan lengkap akan tetapi para crew yang bertugas terlihat gelisah dan belum mengerjakan pemotretan tersebut. Hal itu jelas memicu perhatian dari Arthur. “Kenapa belum mulai?” tanya Arthur. Kemudian karyawan perusahaan iklan yang tadi mengantar Arthur pun langsung panik dan kebingungan karena memang tidak tau mengapa proses pemotretan ini belum juga dimulai! “Se-sebentar Pak, saya tanyakan dulu!” Secara kebetulan manager perusahaan iklan tersebut pun datang dengan wajah gelisah menemui Arthur. “Siang Pak Arthur, senang bisa berjumpa dengan anda selaku CEO baru di perusahaan Angkasafood!” ujar sang manager perusahaan iklan namun masih dengan wajah yang gelisah. “Bisa dijelaskan kenapa ini belum dimulai?” tanya Arthur dengan wajah datar. “Emm, begini Pak! Sebenarnya begini, saya minta maaf sebelumnya Pak! Tapi dari tim kami semua persiapan sudah ready sebetulnya sejak satu jam yang lalu, hanya saja model untuk iklan prodaknya belum datang!” kata manager tersebut. “Anindita Rosalia?” tanya Arthur. Doni pun mendekat untuk menjelaskan pada Arthur. “Bukan Anindita Rosalia Pak, perusahaan kita sudah tidak memperpanjang lagi kontrak dengan Anindita karena dia terkena skandal, dan menggantinya dengan model yang sedang naik daun di tahun ini yaitu Shakira Megantara!” ujar Doni. “Iya betul itu Pak, Shakira dia masih sangat muda dan sangat cantik tapi ya begitulah anak muda jaman sekarang Pak Arthur tidak bisa tepat waktu!” kata manager sambil tersenyum sedikit. “Alasan dia terlambat?” tanya Arthur. “Em saya sudah menghubungi Shakira sejak satu jam lalu Pak, tapi asistennya bilang Shakira sedang lunch dulu tapi katanya nanti segera datang setelah selesai lunch Pak!” kata manager. Entah apa yang Arthur pikirkan ketika mendengar model yang ditunjuk sebagai brand ambasador prodak minuman terlaris perusahaannya malah tidak profesional seperti ini, wajahnya masih terlihat datar. Pukul 14.00, Arthur dan Doni yang masih menunggu kedatangan model mereka di ruangan tersebut, sedang duduk sambil terus diajak berbincang oleh manager perusahaan iklan tersebut untuk mencairkan suasana. Beberapa saat kemudian terlihat gadis cantik dan memiliki tubuh seksi berjalan tunggang langgang memasuki ruangan pemotretan. Shakira Megantara model yang tengah naik daun tahun ini, berusia 20 tahun memiliki tubuh yang sempurna tinggi, langsing dan seksi, serta memiliki kulit yang putih mulus dan wajah yang mempesona khas mojang Bandung. Putri dari Megantara dan Desi Ananta, Ayahnya merupakan manager di pabrik Angakasafood yang terletak di Bandung. Datang dengan mengenakan dres berwarna merah muda, dan mengenakan kaca mata hitam, dengan tidak tau malunya Shakira melambai-lambaikan tangannya kepada semua orang yang hampir gila sejak tadi akibat menantikan kedatangannya. “Hai semuanya! Maaf ya, aku telat sebentar! Kita mulai sekarang, aku sudah siap!” kata Shakira lalu langsung duduk ditempat duduk depan kamera. Arthur yang tadinya sedang duduk dipojok kanan ruangan tersebut segera berdiri lalu berjalan menuju Shakira, disusul oleh Doni dan manager perusahaan iklan yang mengekor dibelakang! Para crew pun sudah mulai bersiap untuk melakukan pemotretan. Saat ini Arthur tepat berdiri dihadapan Shakira membuat Shakira yang semula tidak melihat keberadaan Arthur, kini memandangi pria berwajah tampan dan bertubuh tegap tersebut. “Kamu siapa?” tanya Shakira sembari berucap dalam hati, oh My God dia tampan dan mempesona sekali. Arthur hanya diam dan hanya menatap Shakira dengan tatapan tajam. “Shakira ini Pak Arthur, dia CEO baru Angkasafood!” kata manager perusahaan iklan tersebut. “Oh CEO baru? Baru magang yah jadi CEO?” tanya Shakira. “Husss, Ra kalau ngomong asal aja, beliau ini juga putera Pak Abimana!” “Oh, anaknya Om Abi rupanya,” kata Shakira lalu kemudian Shakira pun turun dari tempat duduknya dan menghampiri Arthur bermaksud untuk berjabat tangan. Arthur masih terdiam dan Shakira pun akhirnya berdiri tepat dihadapan Arthur, dengan senyuman manisnya Shakira kemudian menyodorkan tangannya kehadapan Arthur. “Aku Shakira, model untuk prodak minuman perusahaanmu dan aku jamin setelah iklannya rilis prodak minuman kamu akan semakin laris manis!” kata Shakira dengan percaya dirinya. Rupanya sikap ramah Shakira dan uluran tangannya tidak disambut baik sama sekali oleh Arthur. “Saya tidak suka seseorang yang tidak profesional dalam bekerja!” kata Arthur. “Uhh waw, ini pertama kalinya ada orang yang menolak bersalaman denganku!” kata Shakira lalu menarik tangannya kembali. “Don, beritahu dia!” kata Arthur pada Doni. “Nona, dalam surat perjanjian kontrak kerja anda dengan perusahaan kami, disana jelas tertulis bahwa anda harus profesional apalagi dalam hal waktu, anda sudah telat selama dua jam dan itu jelas merugikan perusahaan kami dan perusahaan kami sangat bisa menuntut ganti rugi pada anda!” kata Doni. Mendengar hal itu sontak saja Shakira langsung geram. “Apa? Ganti rugi? Berlebihan sekali kamu dan bos CEOmu ini! Aku hanya telat dua jam dan itu pun karena urusan perut, begitu saja marah dan sensi, katakan pada CEO magang mu ini dia sangat lebay!” ucap Shakira sambil melirik sinis kearah Arthur. “Model tidak profesional sepertimu tidak layak bekerjasama dengan perusahaan saya!” kata Arthur. Ucapan Arthur semakin menyulut emosi Shakira yang memang gampang marah, Shakira kemudian langsung memasang wajah kesalnya dihadapan Arthur. “Hei, kamu tidak berhak mengatakan aku tidak layak! Dasar laki-laki menyebalkan, lebay!” umpat Shakira. “Don, batalkan kerjasama ini dan suruh dia ganti rugi sesuai dengan isi didalam kontrak kerja kita!” ucap Arthur lalu melengos begitu saja dari hadapan Shakira. “Baik Pak!” kata Doni. “Dasar gila! Hei, kamu pikir aku peduli Hah? Dengar ya masih banyak perusahaan besar diluar sana yang antri untuk bekerja sama denganku, aku tidak butuh perusahaanmu!” teriak Shakira saking kesalnya. Sementara Arthur terus berjalan pergi meninggalkan ruangan itu, manager perusahaan iklan pun langsung menarik kuping Shakira. “Heh bodoh, apa kamu sudah gila Ra? Seharusnya kamu minta maaf pada Pak Arthur, ini malah memperkeruh suasana dan membuat Pak Arthur menendangmu dari kerjasama ini!” “Aaaa sakit-sakit! Lepaskan! Masa bodo, aku tidak rugi jika kontrak dengan perusahaannya dibatalkan!” kata Shakira sambil menepis tangan manager perusahaan iklan tersebut. Semenatara Doni yang merupakan asisten pribadi Arthur masih berada didalam ruangan tersebut untuk menjelaskan terhadap Shakira tentang konsekuensi apabila kerjasama ini batal. “Heh bodoh! Ra, astaga tidak rugi bagaimana? Kamu itu kan sudah menandatangani surat kontraknya, disana jelas tertulis apabila kerjasama batal akibat salah satu pihak tidak dapat profesional dalam pekerjaannya maka akan ada denda!” kata manager itu. “Itu benar nona Shakira, anda harus membayar denda pada Angkasafood selaku pihak yang dirugikan!” kata Doni. “Oke tenang saja, aku akan transfer dendanya sekarang juga!” kata Shakira dengan nada sombongnya. “Hah? Ra, kamu pas tanda tangan surat kontrak itu dibaca sampai akhir engga?” tanya manager perusahaan iklan itu. “Engga tuh, jadi sebutkan saja berapa aku harus membayar denda, itu urusan mudah bagiku, dan katakan pada CEOmu yang sombong itu, aku Shakira Megantara model paling laris dan terkenal tidak akan pernah mau lagi menerima tawaran apapun kerjasama dengan perusahaannya!” kata Shakira. “Baik akan saya sampaikan!” “Aduh Ra, kamu beneran mau bayar denda 2,7 milyar sekarang juga?” tanya manager. “Hah? 2,7 milyar? I-itu denda? A-aku harus membayar sebanyak itu?” gugup Shakira. Glek… Uang 2,7 milyar bagi Shakira yang baru saja merambah popularitas belum lama ini, dinilai sangat besar dan dirinya pun belum memiliki uang 2,7 milyar itu dikarenakan honor dari pekerjaannya itu selalu dia gunakan untuk foya-foya dan flexing membeli barang-barang mewah agar dikagumi teman-teman sesama modelnya. “Emm, a-aku akan meminta maaf pada CEO-mu itu, di-dimana dia?” tanya Shakira gelagapan. Doni dan manager perusahaan iklan pun hanya bisa geleng-geleng kepala ketika melihat Shakira lari terbirit-birit untuk mengejar Arthur yang telah lebih dulu meninggalkan ruangan tersebut! Sambil mengumpat pada dirinya sendiri, Shakira terus berlarian mencari Arthur. “Shakira bodoh! Kenapa aku bisa tidak tau kalau dendanya sebesar itu, sial!” umpat Shakira sambil berlari. Shakira pun melihat Arthur yang hendak keluar dari pintu utama, dihadangnya Arthur oleh Shakira. “Stop! Pak Arthur, a-aku minta maaf!” kata Shakira dengan nafas terengah-engah. “Untuk?” tanya Arthur. “Untuk keterlambatanku, dan untuk sikap aku tadi yang sebetulnya itu tidak pantas dilakukan! Sekali lagi aku minta maaf Pak, tolong jangan batalkan kerjasama kita, aku berjanji akan datang tepat waktu aku akan bekerja profesional bahkan sangat profesional untuk perusahaanmu!” kata Shakira. “Kamu tau istilah nasi sudah menjadi bubur bukan? Itulah jawaban saya,” Padahal Shakira sudah berusaha meyakinkan Arthur dan merendahkan harga dirinya yang begitu tinggi, tapi ternyata Arthur dengan santainya menolak perdamaian itu dengan Shakira dan langsung beranjak pergi. Saat itu juga Shakira langsung melotot tajam bahkan sampai melemparkan high heelsnya kearah Arthur saking kesalnya. “Dasar CEO sombong, menyebalkan! Kejam! Tidak berperikemanusiaan, aku akan menjadikanmu seperti bubur!” teriak Shakira sambil mengepalkan kedua tangannya. Namun Arthur tidak peduli dengan kemarahan Shakira dan telah memasuki mobil pribadinya, sementara Shakira masih menatap mobil pribadi Arthur dengan tatapan penuh kekesalan. “Laki-laki menyebalkan, dia benar-benar gila! Aku menyesal sempat memuji didalam hatiku jika dia tampan, baiklah aku akan membayar denda itu dan aku harap tidak bertemu pria sepertimu lagi Arthur!” Shakira kemudian memungut kembali high heels miliknya dari lantai sambil terus mengumpat. “Mana ada wanita yang mau menjadi pasangan dari laki-laki gila dan kejam seperti itu! Padahal aku sudah merendahkan harga diriku untuk minta maaf, bisa-bisanya dia masih arogan seperti itu!” umpat Shakira.Arthur hari ini sudah mulai bekerja kembali di perusahaan Angkasafood, begitu juga dengan Pak Abimana! Karena sudah mengambil cuti lumayan lama hari ini pekerjaan Arthur sangat banyak sekali, Doni sang asisten pribadi Arthur pun langsung menyambut kedatangan Arthur di ruangan kerjanya dengan segudang pekerjaan yang perlu ditinjau dan ditandatangani oleh Arthur. “Pak, pukul 10.00 kita ada meeting!” “Oke,” kata Arthur sambil membaca dokumen. “Pak,” panggil Doni. “Apa lagi?” tanya Arthur. “Bagaimana rasanya memiliki isteri?” tanya Doni sambil senyum-senyum. Arthur pun sejenak menghentikan membaca dokumen tersebut kemudian menoleh kearah Doni, melihat reaksi Arthur yang seperti itu Doni pun langsung tertunduk. “Tidak ada rasanya!” jawab Arthur sembari mengingat Shakira. “Bukankah sangat senang, anda jadi ada teman tidur,” kata Doni. “Apa maksudmu?” dengan malu-malu. “Tidak ada maksud apa-apa Pak, saya hanya ikut merasa senang anda sudah ada teman tidur,” kata Doni sambil terseny
Shakira dan beberapa temanya yang belum memulai pemotretan pun mulai berbincang-bincang. “Eh Ra, serius lo akhirnya jatuh cinta sama Arthur?” tanya Jingga. “Hah? Lo jatuh cinta Ra? Ga heran si!” kata Rosi. “Ya gue si engga tau ya gue tuh udah jatuh cinta atau belum, tadinya gue emang kesel banget sama Arthur lo semua tau kan dia yang bikin gue ganti rugi 2,5 M ke perusahaannya, terus juga sikap dia kan kaya freezer sama gue, tapi kok makin hari gue merasa Arthur udah mulai sedikit mencair,” “Wih jangan-jangan efek dikasih kali sama lo, makanya si freezer itu mencair!” kata Jingga. “Sembarangan lo! Belum lah, gue belum berani kali kaya begituan,” “Ih endul tau Ra!” kata Rosi. “Iya Ra cobain deh pasti ketagihan,” kata Jingga. “Pengen si, tapi kayanya hubungan gue sama Arthur tuh belum sampai bisa ngelakuin hal sejauh itu!” kata Shakira. “Sebenarnya bisa, lo goda aja tuh suami lo yang ganteng tapi sikapnya dingin kaya freezer! Gue yakin bakalan jadi!” kata Rosi. “Iya Ra, lagian
Shakira dan Arthur kemudian naik keatas ranjang, keduanya kompak merebahkan diri diatas kasur! Shakira pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, sedangkan Arthur terlihat sudah memejamkan kedua matanya dengan tenang.Jujur saja berada diatas ranjang yang sama seperti ini dengan seorang pria, membuat Shakira tidak dapat memejamkan kedua matanya! Jika saat di Bali itu Shakira bisa tidur, itu karena dia kelelahan dan tidak ada Arthur diatas ranjang saat dirinya tertidur, tapi malam ini Shakira benar-benar secara sadar melihat Arthur berbaring disampingnya. Hal itu membuat Shakira memiliki pikiran kemana-mana. “Arthur,” panggilnya. Arthur pun membuka kembali kedua matanya lalu menoleh kearah Shakira. “Aku sebenarnya tidak bisa tidur karena ada banyak pertanyaan di kepalaku dan membuatku penasaran!” kata Shakira. “Pertanyaan untukku?” tanya Arthur. “Iya aku sangat penasaran dan ingin bertanya padamu!” “Lakukan!” kata Arthur. “Ekhemm,,, jadi begini! Kamu laki-laki dewasa da
Shakira pun langsung mendelik kesamping, melihat Arthur yang tidur berbaring disampingnya tanpa mengenakan baju, Shakira langsung mengambil posisi duduk. “Arthur, engga mau ngalah banget si sama cewek! Ini kamarku, pergi sana!” kata Shakira. Tapi Arthur tidak menggubris ucapan Shakira dan tetap memejamkan kedua matanya, Shakira yang kesabarannya setipis tisu itu pun langsung menggoyang-goyangkan tubuh Arthur agar pria itu merasa terganggu lalu kemudian pergi. “Arthur bangun! Ish, egois banget si jadi cowok!” kata Shakira sambil menarik-narik tangan Arthur agar pria itu menuruti keinginannya. Akan tetapi perkiraan Shakira untuk terus mengganggu Arthur berharap agar Arthur mengalah dan meninggalkan kamar ini ternyata salah besar, bukannya pergi dari kamar ini setelah mendapat gangguan dari Shakira justru Arthur bereaksi diluar prediksi Shakira yang membuat wanita cantik itu terkejut bukan main. Satu tangan berotot Arthur menarik tubuh Shakira sehingga tubuh Shakira pun dapat dengan
Tubuh Shakira dengan entengnya digendong oleh Arthur meninggalkan pantai, Bu Desi yang melihat tubuh tegap dan kekar Arthur yang menggendong puterinya tanpa kesulitan sama sekali, merasa sangat kagum. “Ya Allah Jeng, puteramu itu benar-benar keren, Shakira kaya enteng banget digendong Arthur,” kata Bu Desi. “Loh pasti itu Jeng, tubuh Arthur itu kan kekar dan berotot jadi kalau cuma gendong Shakira dari sini ke Vila itu mah kecil,” kata Bu Tari. “Mereka romantis sekali ya Jeng,” kata Bu Desi. “Iya, jadi ingin kembali muda,” kata Bu Tari. Jarak dari pantai ke vila lumayan jauh sebenarnya, Shakira pun merasa tidak enak hati bila Arthur terus menggendongnya. “Arthur, aku turun saja! Aku bisa jalan sendiri kok, lagipula Mamah dan Papah kita sudah engga ngeliat,” kata Shakira. Kemudian Arthur pun menghentikan langkah kakinya lalu benar-benar menurunkan Shakira sesuai dengan permintaannya! Setelah itu Arthur berjalan lebih dulu meninggalkan Shakira yang masih melihat kearah kakinya ya
Setelah keduanya mandi secara bergantian, Arthur dan Shakira turun ke lantai bawah menuju dapur untuk sarapan bersama-sama dengan kedua orangtua mereka! Baik Pak Abimana maupun Pak Megantara memang sama-sama masih cuti dari pekerjaan mereka masing-masing sama halnya seperti Arthur dan Shakira. Bu Tari yang melihat pasangan pengantin itu baru saja tiba, langsung memasang wajah sumringah karena melihat kedua pasangan pengantin itu sangat segar dan terlihat seperti telah mandi bersama. “Eh pengantin baru, segar banget kelihatannya baru mandi ya?” tanya Bu Tari sembari membantu asisten rumah tangga meletakan piring dimeja makan. “Iya Mah,” kata Shakira. “Mandi bareng?” tanya Bu Tari. “Iya mah,” kata Shakira. “Tidak!” kata Arthur dengan sigap. Arthur melirik kearah Shakira sebagai isyarat bahwa jawabannya mengatakan iya itu salah, sementara Shakira balas melirik kearah Arthur karena merasa maksud dari pertanyaan mandi bareng itu adalah sama-sama telah selesai mandi, jadi tidak ada s