Home / Romansa / CEO DINGIN ITU JODOHKU / Bab 2 Dalam perjodohan

Share

Bab 2 Dalam perjodohan

Author: Sopi_sopiah
last update Last Updated: 2025-07-26 09:09:33

Usai kejadian hari dimana Shakira dan Arthur pertama kali dipertemukan dan berakhir dengan kericuhan yang terjadi di anatara keduanya, Shakira mengalami penurunan job kerja secara drastis karena berita tentang dirinya yang tidak profesional menjadi viral, uang tabungannya pun terkuras habis akibat harus membayar denda pada perusahaan Arthur, hal itu membuat Shakira cukup terpuruk dan menghindari kumpul-kumpul dengan teman-teman modelnya.

“Ini gara-gara CEO sialan itu! Aku tidak sudi lagi bertemu dengan pria seperti itu,” umpat Shakira sambil tiduran diatas ranjangnya.

Begitu juga dengan Arthur, sejak hari dimana dirinya bertemu dengan Shakira, selama beberapa hari ini Arthur terpuruk dan selalu mabuk setiap malam! Bukan karena kesal terhadap Shakira, melainkan karena Arthur membaca berita dari media sosial jika mantan kekasihnya Rania Kusuma menikah dan menjadi isteri dari salah satu sutradara terkenal.

Kisah cinta Arthur dengan Rania terjalin sejak keduanya masih sama-sama duduk dibangku sekolah menengah atas, bahkan hingga Arthur lulus kuliah Rania tetap setia pada Arthur meskipun harus menjalani hubungan jarak jauh, tapi akhir tahun lalu ketika Arthur menyampaikan keinginannya pada kedua orangtuanya untuk melamar Rania, kedua orangtuanya menolak mentah-mentah keinginan Arthur.

Hal itu membuat Rania marah sehingga memutuskan hubungan cinta mereka, hingga akhirnya terdengar kabar bahwa Rania menikah beberapa hari lalu dengan sutradara terkenal, hal itu tentu saja membuat Arthur terluka karena hatinya memang masih untuk Rania.

Malam harinya Abimana dan Tari Ibunya Arthur datang berkunjung setelah mengetahui keadaan anak mereka yang katanya sangat kacau! Keduanya masuk kedalam rumah pribadi milik Arthur setelah Doni membukakan pintu rumah.

“Don, kenapa sih kamu selalu saja telat memberi informasi?” tanya Bu Tari.

“Maafkan saya Bu,”

“Sudah berapa hari dia seperti itu?” tanya Abimana.

“Lima hari Pak,” jawab Doni.

Ketiganya sampai didepan pintu kamar Arthur, Bu Tari pun langsung membuka pintu kamar putera satu-satunya itu.

“Astagfirullah!” ucapnya.

“Arthur!” panggil Pak Abimana.

Terlihat Arthur duduk dilantai sambil bersandar pada ranjang dibelakangnya akan tetapi satu tangannya masih memegangi gelas yang berisi wine! Bu Tari dan Pak Abimana langsung buru-buru menghampiri Arthur.

“Heh bangun! Arthur bangun!” kata Pk Abimana sambil menggoyangkan bahu Arthur.

“Hmm,” Arthur terusik lalu membuka kedua matanya.

“Ya Allah nak, kenapa kamu bisa jadi begini? Mamah tidak habis pikir Arthur,” ungkap Bu Tari dengan sedihnya.

“Mah, Pah, kalian kenapa kesini?” tanya Arthur yang masih dalam pengaruh wine namun tidak terlalu mabuk.

“Cuci muka sekarang, Papah dan Mamah tunggu dibawah, kita perlu bicara serius Arthur!” kata Pak Abimana dengan nada serius.

Doni pun langsung membantu Arthur untuk berdiri dan menuju kamar mandi, sedangkan Bu Tari pergi bersama Pak Abimana untuk menunggu di ruangan tamu, tidak ada henti-hentinya Bu Tari mengelus dada saking sedihnya melihat Arthur yang mabuk-mabukan.

“Pah, Mamah yakin ini pasti karena wanita matre itu, Mamah semakin kesal saja padanya!”

“Itu pasti Mah, beritanya kan tersebar dimana-mana karena dia menikah dengan sutradara terkenal, setelah usahanya menjadi artis populer gagal jalan satu-satunya ya begitu menikahi sutradara terkenal,”

“Terus gimana ini Pah, Mamah tidak mau anak kita hancur hanya gara-gara wanita macam itu!”

“Kan Papah sudah bilang, hanya ada satu cara agar Arthur bisa secepatnya melupakan si Rania itu,”

Saat kedua orangtuanya sedang berbincang, Arthur yang sudah mencuci muka sehingga kesadarannya perlahan pulih, menghampiri kedua orangtuanya lalu duduk disofa begitu juga dengan Doni sang asisten pribadinya.

“Mah Pah, ada apa?”

“Ada apa? Ada apa? Kamu pikir Papah dan Mamah tidak tau kamu mabuk-mabukan tidak jelas demi wanita macam itu Arthur, heran Papah sama kamu bisa kamu ya seperti ini hanya gara-gara wanita macam itu!”

“Pah sudah dong, kita kan kesini bukan untuk memarahi anak kita tapi kita kesini untuk menyelamatkan anak kita dari kehancuran,” kata Bu Tari.

“Menyelamatkan dari kehancuran?” tanya Arthur.

“Iya Arthur, Mamah dan Papah sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan wanita pilihan kami dengan begitu kamu akan cepat melupakan wanita itu,”

Arthur dan Doni pun sama-sama terkejut dengan perkataan Bu Tari, apalagi Arthur sampai kepalanya merasa sangat berat saat ini mendengar akan dijodohkan.

“Itu benar, Papah jamin kamu tidak akan kecewa dengan jodoh pilihan kami, dia cantik, mandiri, baik hati dan hormat terhadap orangtua,” ucap Pak Abimana.

Arthur masih terdiam, dia bingung harus menjawab apa karena ini benar-benar mendadak dan bukan keputusan yang mudah bagi Arthur!

“Iya nak, Mamah dan Papah yakin kamu akan bahagia jika menikah dengan wanita pilihan kami, Mamah juga sudah tidak sabar ingin memiliki cucu,” kata Bu Tari.

“Pernikahan itu untuk seumur hidup Mah, aku perlu berpikir!” kata Arthur.

“Halah sudahlah, kamu itu perlu berpikir atau memang kamu mau menunggu si Rania itu jadi janda?”

“Papah ih amit-amit jangan bicara begitu dong Pah, masa anak bujang Mamah menunggu janda orang gadis juga masih banyak,” kata Bu Tari.

Arthur masih belum mengatakan setuju atau tidak setuju, dia hanya tertunduk diam dihadapan kedua orangtuanya.

“Begini saja, besok kamu pulang dulu ke rumah karena Papah sudah mengundang calonmu beserta kedua orangtuanya itu untuk makan malam bersama,” kata Pak Abimana.

“Iya nak, kamu bisa kenalan dulu saja percaya sama Mamah kamu akan menyukainya!” kata Bu Tari.

Berbeda dengan reaksi Arthur yang terkejut mendengar berita perjodohan ini namun tetap bisa santai, Shakira langsung menyemburkan air minumnya ketika kedua orangtuanya menyampaikan dirinya hendak dijodohkan.

“Engga!” teriak Shakira dengan kencang.

“Ra, secara usia kamu sudah baligh dan dalam agama kita pun dianjurkan untuk menikah bukan pacaran,” kata Pak Megantara.

“Papah apaan si Pah, memangnya ini zaman Siti Nurbaya jodoh-jodohan, katro tau Pah,” kata Shakira.

“Loh kok katro, setiap orangtua pasti menginginkan jodoh dan imam yang baik untuk anak perempuan mereka, begitu juga Papah dan Mamahmu Ra, wong sudah ada keluarga laki-laki dari keluarga baik-baik berniat baik untuk melamarmu masa kami tolak!” kata Pak Megantara.

“Iya Ra, lagipula Mamah dan Papahmu ini takut sekali dengan pergaulan anak muda zaman sekarang, banyak loh yang hamil diluar nikah dan gaya pacaran yang tidak sehat, Mamah tidak mau itu terjadi sama kamu,” kata Bu Desi.

“Engga Mah, aku engga akan kaya gitu kok tapi please banget aku baru dua puluh tahun, aku belum siap untuk menikah,” kata Shakira.

“Ra tidak boleh menolak permintaan orangtua kalau itu untuk kebaikan,” kata Pak Megantara.

“Iya Ra, lagipula pamali tau kalau perempuan menolak lamaran dari seorang pria!” kata Bu Desi.

Shakira pun langsung memasang wajah cemberut, tapi sekeras apapun Shakira berusaha untuk menolak perjodohan ini, namun Shakira tetap saja tidak bisa melawan kehendak orangtuanya karena sejatinya Shakira adalah seorang anak yang penurut.

Keesokan harinya, setelah selesai fotoshoot di beberapa tempat, Shakira yang biasanya nongkrong-nongkrong dulu bersama dengan teman-temannya kini bergegas pulang karena harus bersiap-siap untuk mendatangi undangan makan malam di rumah keluarga laki-laki yang hendak melamarnya.

Tampil dengan dress berwarna broken white dan rambut yang dibiarkan terurai indah namun memakai bando di rambutnya, Shakira dan kedua orangtuanya tiba di kediaman Pak Abimana.

Kedatangan Shakira dan kedua orangtuanya itu disambut hangat oleh Pak Abimana dan Bu Tari, apalagi Shakira pun sudah mengenal Pak Abimana dan Bu Tari karena beberapa kali pernah mengikuti acara yang diselenggarakan oleh perusahaan Angkasafood.

“Selamat malam Pak Megan Bu Desi, mari-mari masuk!” kata Pak Abimana.

“Waduh kita pertama kalinya ini ya Pak Abi melakukan pertemuan tapi bukan untuk urusan pekerjaan,” kata Pak Megantara.

“Betul itu,” kata Pak Abimana.

Mereka semua pun masuk dan berkumpul dimeja makan, terlihat sajian makanan yang begitu lengkap dan mewah sudah tersedia diatas meja makan, Bu Desi dan Bu Tari pun nampak akrab berbincang-bincang.

“Mah, katanya kita mau makan malam dengan laki-laki yang dijodohkan denganku tapi kok kita ke rumah Om Abi?” tanya Shakira yang masih belum menyadari siapa laki-laki yang akan dijodohkan dengannya itu.

“Kan kamu memang mau dijodohkan dengan putera satu-satunya Om Abi dan Tanye Tari Ra, namanya Arthur Angkasa Abimana iya kan Jeng?” tanya Bu Desi pada Bu Tari.

“Iya Ra, kamu belum pernah bertemu ya sama Arthur anak Tante?” tanya Bu Tari.

Shakira kemudian menggelengkan kepalanya, namun setelah berpikir beberapa saat Shakira tersadar akan beberapa hal! Momen dimana dirinya bertemu dengan CEO yang membuatnya harus membayar denda, dan CEO itu bernama Arthur putera satu-satunya Pak Abimana dan Bu Tari. Kedua bola mata Shakira langsung melotot, seketika wajah Shakira pucat pasih dan dunia seperti akan runtuh.

“Arthur Angkasa Abimana? Di-dia yang akan dijodohkan denganku?” tanya Shakira bertanya untuk meyakinkan.

“Iya,” kata Bu Desi.

“Nah itu dia, Arthur sini nak! Aduh gimana si ini sudah pada kumpul, kamu darimana?” tanya Bu Tari.

Arthur kemudian berjalan kearah meja makan lalu duduk berseberangan dengan Shakira yang saat ini menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

“Maaf Mah tadi aku ke toilet,”

“Loh kok langsung duduk, salam dulu dong nih sama calon Papah dan Mamah mertuamu dan calon isterimu yang cantik itu!” kata Bu Tari sambil melirik kearah Shakira.

Arthur kemudian menoleh kearah Shakira, namun wajah gadis itu terhalang oleh kedua tangannya, Arthur sedikit bingung mengapa gadis yang dijodohkan dengannya malah menutupi wajahnya seperti itu. Arthur kemudian berdiri dan menyalami Bu Desi dan Pak Megantara terlebih dahulu.

“Ra, itu salaman dong sama Mas Arthurnya,” kata Bu Desi.

Satu tangan Shakira memang mengulurkan kearah Arthur namun satu tangannya masih saja menutupi wajahnya, Bu Desi pun menurunkan tangan Shakira dari wajahnya agar Arthur dapat melihat wajah Shakira dengan jelas.

“Mamah ih,”

“Ya ngapain kamu tutupan wajahmu begitu Ra, engga sopan tau!” kata Bu Desi.

Setelah melihat wajah Shakira dengan jelas, kini Arthur mengerti kenapa gadis itu sampai menutupi wajahnya.

“Arthur,” ucapnya sambil bersalaman dengan Shakira.

“Shakira,” ucap Shakira pelan.

Arthur dan Shakira pun selesai bersalaman kemudian Arthur kembali duduk.

“Arthur, beruntung kamu bisa berjodoh dengan Shakira! Dia itu model terkenal, Apa kalian belum pernah bertemu?” tanya Pak Abimana.

“Belum Pah,” jawab Arthur.

Dalam hati Shakira pun berucap “dasar pembohong”.

“Arthur kamu harus tau, Shakira ini loh anaknya cantik, anggun, manis, lucu dan yang terpenting dia itu sopan sekali loh, Mamah aja pertama kali waktu dulu bertemu dengan Shakira langsung jatuh hati dan Mamah tandain untuk menjadi menantu Mamah,” kata Bu Tari.

“Aduh Jeng, itu terlalu memuji,” kata Bu Desi.

Arthur kemudian tersenyum menyeringai sambil melirik kearah Shakira dengan tatapan penuh makna! Cantik, anggun, manis, lucu, sopan, batin Arthur?

Mereka kemudian menghabiskan makan malam yang sudah disediakan, setelah selesai dengan makan malam itu mereka pun langsung membicarakan topik utama di pertemuan ini, yakni perjodohan Arthur dan Shakira.

“Jadi bagaimana Pak Megan, kita sudah sama-sama mengenal baik dan saya percaya Shakira bisa menjadi isteri yang baik untuk Arthur,” kata Pak Abimana.

“Kami berharap niat kami untuk melamar Shakira diterima ya Jeng Desi Pak Megan,” kata Bu Tari.

“Kalau kami selaku orangtua tentu saja ingin yang terbaik untuk puteri kami ini Pak Abi Bu Tari, dan kami percaya kalau Mas Arthur ini insya Allah bisa menjadi imam yang baik untuk Shakira,”

“Nah, jadi bagaimana Arthur, Shakira? Apa kalian setuju untuk menikah?” tanya Bu Tari pada Arthur dan Shakira.

Merasa tidak mungkin membangkang keinginan baik dari kedua orangtuanya itu, Arthur pun berusaha ikhlas dan legowo untuk bisa menerima perjodohan ini.

“Arthur ikut keputusan Mamah dan Papah!” kata Arthur.

Shakira pun menatap kearah Arthur, kemudian semua orang menatap kearah Shakira untuk mendengar jawaban dari Shakira.

“Ra bagaimana, diterima tidak mas Arthurnya?” tanya Bu Desi.

“Shakira juga nurut saja apa kata Mamah dan Papah!” kata Shakira dengan berat hati.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • CEO DINGIN ITU JODOHKU   Bab 10 Diatas pangkuan Arthur

    Arthur hari ini sudah mulai bekerja kembali di perusahaan Angkasafood, begitu juga dengan Pak Abimana! Karena sudah mengambil cuti lumayan lama hari ini pekerjaan Arthur sangat banyak sekali, Doni sang asisten pribadi Arthur pun langsung menyambut kedatangan Arthur di ruangan kerjanya dengan segudang pekerjaan yang perlu ditinjau dan ditandatangani oleh Arthur. “Pak, pukul 10.00 kita ada meeting!” “Oke,” kata Arthur sambil membaca dokumen. “Pak,” panggil Doni. “Apa lagi?” tanya Arthur. “Bagaimana rasanya memiliki isteri?” tanya Doni sambil senyum-senyum. Arthur pun sejenak menghentikan membaca dokumen tersebut kemudian menoleh kearah Doni, melihat reaksi Arthur yang seperti itu Doni pun langsung tertunduk. “Tidak ada rasanya!” jawab Arthur sembari mengingat Shakira. “Bukankah sangat senang, anda jadi ada teman tidur,” kata Doni. “Apa maksudmu?” dengan malu-malu. “Tidak ada maksud apa-apa Pak, saya hanya ikut merasa senang anda sudah ada teman tidur,” kata Doni sambil terseny

  • CEO DINGIN ITU JODOHKU   Bab 9 Apakah aku jatuh cinta?

    Shakira dan beberapa temanya yang belum memulai pemotretan pun mulai berbincang-bincang. “Eh Ra, serius lo akhirnya jatuh cinta sama Arthur?” tanya Jingga. “Hah? Lo jatuh cinta Ra? Ga heran si!” kata Rosi. “Ya gue si engga tau ya gue tuh udah jatuh cinta atau belum, tadinya gue emang kesel banget sama Arthur lo semua tau kan dia yang bikin gue ganti rugi 2,5 M ke perusahaannya, terus juga sikap dia kan kaya freezer sama gue, tapi kok makin hari gue merasa Arthur udah mulai sedikit mencair,” “Wih jangan-jangan efek dikasih kali sama lo, makanya si freezer itu mencair!” kata Jingga. “Sembarangan lo! Belum lah, gue belum berani kali kaya begituan,” “Ih endul tau Ra!” kata Rosi. “Iya Ra cobain deh pasti ketagihan,” kata Jingga. “Pengen si, tapi kayanya hubungan gue sama Arthur tuh belum sampai bisa ngelakuin hal sejauh itu!” kata Shakira. “Sebenarnya bisa, lo goda aja tuh suami lo yang ganteng tapi sikapnya dingin kaya freezer! Gue yakin bakalan jadi!” kata Rosi. “Iya Ra, lagian

  • CEO DINGIN ITU JODOHKU   Bab 8 Apakah akan sekarang?

    Shakira dan Arthur kemudian naik keatas ranjang, keduanya kompak merebahkan diri diatas kasur! Shakira pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, sedangkan Arthur terlihat sudah memejamkan kedua matanya dengan tenang.Jujur saja berada diatas ranjang yang sama seperti ini dengan seorang pria, membuat Shakira tidak dapat memejamkan kedua matanya! Jika saat di Bali itu Shakira bisa tidur, itu karena dia kelelahan dan tidak ada Arthur diatas ranjang saat dirinya tertidur, tapi malam ini Shakira benar-benar secara sadar melihat Arthur berbaring disampingnya. Hal itu membuat Shakira memiliki pikiran kemana-mana. “Arthur,” panggilnya. Arthur pun membuka kembali kedua matanya lalu menoleh kearah Shakira. “Aku sebenarnya tidak bisa tidur karena ada banyak pertanyaan di kepalaku dan membuatku penasaran!” kata Shakira. “Pertanyaan untukku?” tanya Arthur. “Iya aku sangat penasaran dan ingin bertanya padamu!” “Lakukan!” kata Arthur. “Ekhemm,,, jadi begini! Kamu laki-laki dewasa da

  • CEO DINGIN ITU JODOHKU   Bab 7 Merangkul pinggul Shakira

    Shakira pun langsung mendelik kesamping, melihat Arthur yang tidur berbaring disampingnya tanpa mengenakan baju, Shakira langsung mengambil posisi duduk. “Arthur, engga mau ngalah banget si sama cewek! Ini kamarku, pergi sana!” kata Shakira. Tapi Arthur tidak menggubris ucapan Shakira dan tetap memejamkan kedua matanya, Shakira yang kesabarannya setipis tisu itu pun langsung menggoyang-goyangkan tubuh Arthur agar pria itu merasa terganggu lalu kemudian pergi. “Arthur bangun! Ish, egois banget si jadi cowok!” kata Shakira sambil menarik-narik tangan Arthur agar pria itu menuruti keinginannya. Akan tetapi perkiraan Shakira untuk terus mengganggu Arthur berharap agar Arthur mengalah dan meninggalkan kamar ini ternyata salah besar, bukannya pergi dari kamar ini setelah mendapat gangguan dari Shakira justru Arthur bereaksi diluar prediksi Shakira yang membuat wanita cantik itu terkejut bukan main. Satu tangan berotot Arthur menarik tubuh Shakira sehingga tubuh Shakira pun dapat dengan

  • CEO DINGIN ITU JODOHKU   Bab 6 Tinggal satu rumah

    Tubuh Shakira dengan entengnya digendong oleh Arthur meninggalkan pantai, Bu Desi yang melihat tubuh tegap dan kekar Arthur yang menggendong puterinya tanpa kesulitan sama sekali, merasa sangat kagum. “Ya Allah Jeng, puteramu itu benar-benar keren, Shakira kaya enteng banget digendong Arthur,” kata Bu Desi. “Loh pasti itu Jeng, tubuh Arthur itu kan kekar dan berotot jadi kalau cuma gendong Shakira dari sini ke Vila itu mah kecil,” kata Bu Tari. “Mereka romantis sekali ya Jeng,” kata Bu Desi. “Iya, jadi ingin kembali muda,” kata Bu Tari. Jarak dari pantai ke vila lumayan jauh sebenarnya, Shakira pun merasa tidak enak hati bila Arthur terus menggendongnya. “Arthur, aku turun saja! Aku bisa jalan sendiri kok, lagipula Mamah dan Papah kita sudah engga ngeliat,” kata Shakira. Kemudian Arthur pun menghentikan langkah kakinya lalu benar-benar menurunkan Shakira sesuai dengan permintaannya! Setelah itu Arthur berjalan lebih dulu meninggalkan Shakira yang masih melihat kearah kakinya ya

  • CEO DINGIN ITU JODOHKU   Bab 5 Digendong Arthur

    Setelah keduanya mandi secara bergantian, Arthur dan Shakira turun ke lantai bawah menuju dapur untuk sarapan bersama-sama dengan kedua orangtua mereka! Baik Pak Abimana maupun Pak Megantara memang sama-sama masih cuti dari pekerjaan mereka masing-masing sama halnya seperti Arthur dan Shakira. Bu Tari yang melihat pasangan pengantin itu baru saja tiba, langsung memasang wajah sumringah karena melihat kedua pasangan pengantin itu sangat segar dan terlihat seperti telah mandi bersama. “Eh pengantin baru, segar banget kelihatannya baru mandi ya?” tanya Bu Tari sembari membantu asisten rumah tangga meletakan piring dimeja makan. “Iya Mah,” kata Shakira. “Mandi bareng?” tanya Bu Tari. “Iya mah,” kata Shakira. “Tidak!” kata Arthur dengan sigap. Arthur melirik kearah Shakira sebagai isyarat bahwa jawabannya mengatakan iya itu salah, sementara Shakira balas melirik kearah Arthur karena merasa maksud dari pertanyaan mandi bareng itu adalah sama-sama telah selesai mandi, jadi tidak ada s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status