Share

Bab 103

Penulis: Caitlyn
"Dia itu gadis baik-baik. Setelah dipermalukan kakekmu seperti itu, siapa tahu dia bisa melakukan hal yang nekat. Kalau sampai terjadi sesuatu padanya, apa kamu sanggup menanggungnya?"

"Ibu." Arvin memotongnya dengan datar, "Tolong diam."

"Kamu ini sedang menghindar. Tapi, apa gunanya menghindar? Kamu bisa menghindar sementara, tapi apa bisa menghindar seumur hidup? Menurutku ...."

"Kalau Ibu tetap memaksa menekanku dengan urusan ini, aku hanya punya satu pilihan. Aku akan membawa Renee dan Renji pergi dari Kota Haidar, membuat Ibu seumur hidup nggak akan pernah bisa bertemu Renji lagi."

"Kamu ...."

Juwita jelas terkejut dan terintimidasi oleh kata-katanya.

Bagaimanapun, putra dan cucu adalah nyawanya, juga jaminan posisinya di keluarga ini.

Arvin tidak berkata apa-apa lagi. Dia bangkit dan meninggalkan ruang makan. Dia naik ke lantai dua. Namun bukannya kembali ke kamarnya sendiri, langkahnya berbelok menuju kamar anak.

Nissa benar-benar sedang menangis. Dia memeluk tubuhnya sendiri d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 120

    Renee tidak menghapusnya. Dia justru dengan tenang menunjukkan layar percakapan ponselnya pada Arvin untuk dilihat."Itu nggak sopan. Selain urusan pekerjaan, pada dasarnya kami nggak pernah membicarakan hal lain.""Kalau begitu, ini apa?" Arvin menggeser layar percakapannya dengan jarinya. Di sana terpampang foto Embul yang sedang dimandikan yang dikirim Nathan kemarin.Renee membalas dengan satu kalimat.[ Terima kasih. ]"Dia membantu merawat Embul.""Aku lihat kalian berdua memanfaatkan alasan merawat anak anjing untuk saling menggoda."Renee menggigit bibir sambil menatapnya. Kalau sebelumnya, dia pasti akan membalas "kamu juga sering bermesraan dengan Nissa". Namun, hari ini dia diam.Demi fakta bahwa Nissa bukan cinta pertama Arvin, demi Arvin yang bersedia menampung Embul dan mengajarkan Renji mengatasi rasa takut. Apa pun yang dia katakan, Renee bisa menahannya."Pak Arvin, aku lagi berpikir. Kalau aku juga berteriak tiga kali ke arahmu, 'aku nggak takut padamu', apa aku juga

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 119

    Saat terbangun, Renee mendengar teriakan Renji dari taman. "Aku nggak takut padamu!"Disusul suara gonggongan anak anjing. "Guk! Guk!"Kenapa ada suara anjing? Renee langsung panik. Dia hampir terjatuh saat bangkit dari sofa dan berlari ke teras.Saat melihat Embul di taman, dia mengira matanya salah lihat. Pemandangan apa ini?Embul mengibaskan ekornya, berdiri di sisi kiri taman. Arvin menggandeng Renji dan berdiri di sisi kanan taman.Renji yang beberapa hari lalu baru saja digigit Embul, kini seperti ayam jantan yang siap bertarung. Matanya membelalak menatap Embul.Arvin menunduk menatap Renji. "Teriak lebih keras, teriak tiga kali lagi."Renji berteriak tiga kali dengan patuh, "Aku nggak takut padamu! Aku nggak takut padamu! Aku nggak takut padamu!"Embul berputar di tempat, lalu menggonggong beberapa kali lagi. Kelihatannya agak tidak terima.Arvin menggandeng Renji maju tiga langkah. "Lanjutkan."Renji berseru, "Aku nggak takut padamu! Aku nggak takut padamu! Aku nggak takut pa

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 118

    Dalam perjalanan pulang, Renee melewati sebuah toko kue buatan sendiri. Melihat waktu masih cukup pagi, dia masuk dan membuatkan Renji sepotong kue kecil rasa cokelat.Kue kecil itu sangat lucu. Di atasnya ada gambar pesawat yang disukai Renji.Renee memegang kue itu, membayangkan Renji akan menerimanya dengan senang, mengambil kue dari tangannya, dan memakannya dengan lahap. Namun, dia tahu itu hanya khayalan dan tidak mungkin terjadi.Saat dia menyerahkan kue itu kepada Renji, si kecil pun memang langsung mengerutkan alis dengan wajah jijik. “Jelek banget.”Renee menatap kue itu, tidak tahu bagian mana yang jelek. Dia merasa itu hanya prasangka buruk Renji. Dengan sabar, dia membujuk, “Renji, ini kue yang Mama buat sendiri. Pesawat kecilnya juga mama gambar sendiri. Mau coba sedikit?”“Nggak mau.” Renji kesal, lalu memalingkan wajahnya. “Buatan Mama Nissa lebih cantik.”Lagi-lagi bicara tentang Nissa. Beberapa hari terakhir, di hati dan pikirannya hanya ada Nissa.Renee penasaran, ap

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 117

    Renee menatap kembali Nissa di depannya.Dengan kemeja berenda yang rapi, rok panjang bermotif bunga, wajah cantik yang tersenyum sopan .... Meskipun dia berusaha keras untuk terlihat polos, aura genit yang melekat sejak lahir tetap tak bisa disembunyikan.Sebuah kalimat muncul di benak Renee, "gagal meniru". Yang ingin dia tiru tentu saja kakaknya, Nessy, 'kan?Nissa tetap berusaha menyenangkan Jerico. Renee menatap dengan sorot mata dingin, hingga Jerico menyerahkan sebungkus sarang burung walet kepadanya."Aku sudah tua, obat-obatan saja sulit kuhabiskan. Nggak usah minum suplemen ini. Renee, lebih baik kamu bawa pulang saja.""Nggak perlu, Kakek." Renee menggeleng sambil menolak, "Aku juga biasanya nggak minum ini. Lagi pula, kalau aku ingin minum, biar Kak Gina saja yang belikan.""Kalau begitu, bagaimana dong?" Jerico lalu menyerahkan sarang burung walet itu kepada Felicia. "Atau kamu saja yang minum? Belakangan wajahmu kurang segar. Kamu perlu menutrisi tubuhmu."Felicia segera

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 116

    Jerico tidak memberi respons untuk waktu lama.Renee berkata, "Kakek, aku selalu mengira Nissa adalah cinta pertama Arvin, makanya dia begitu memujanya dan selalu membelanya. Ternyata aku salah paham."Setelah hening sebentar lagi, Jerico baru mencoba bertanya, "Renee, kenapa tiba-tiba kamu tanya soal ini? Apa Arvin mengatakan sesuatu padamu?""Dia nggak mengatakan apa-apa, aku sendiri yang menemukannya. Aku melihat foto yang diberikan Nessy padanya.""Oh, begitu ya." Jerico mengangguk perlahan, lalu berkata, "Sebenarnya ini bukan rahasia, hanya saja Arvin sendiri nggak ingin membicarakannya, juga nggak membiarkan orang di sekitar menyebut nama Nessy. Makanya, nggak ada yang membahasnya."Meskipun sudah menebaknya sejak awal, hati Renee tetap tak kuasa bergetar. Dia langsung berujar, "Jadi aku nggak salah lihat? Wanita dalam foto itu bukan Nissa dan mereka adalah dua orang yang berbeda?""Nessy adalah kakak tiri Nissa. Mereka memang agak mirip, jadi wajar kalau kamu salah mengenali."R

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 115

    Tidak ada apa pun yang bisa ditemukan di internet.Malam semakin larut. Arvin kembali ke kamar utama setelah keluar dari kamar anak. Renee menatapnya masuk, ragu-ragu ingin berbicara. Dia ingin bertanya siapa Nessy sebenarnya, tetapi kata-kata itu tertahan di tenggorokan. Mengintip privasi orang lain tetaplah sesuatu yang tidak pantas.Arvin meliriknya sekilas lalu melangkah ke ruang ganti.Saat keluar, dia mendapati Renee masih berdiri dengan posisi dan tatapan yang sama.Alisnya terangkat dingin. "Apa maksudmu melihatku seperti itu? Menunggu aku lanjut?"Renee tersadar. "Nggak." Dia berpura-pura tenang. "Aku hanya ingin tahu bagaimana keadaan Renji.""Sudah tidur."Arvin melangkah beberapa langkah ke arah kamar mandi, lalu menoleh lagi. "Urusanmu dengan Nathan belum selesai."Renee terdiam sejenak. Lalu dia bertanya, "Waktu aku bertemu Nathan nggak sampai setengah jam. Dari mana kamu tahu? Apa kamu suruh orang mengikutiku?""Aku nggak sesenggang itu.""Kalau begitu Nissa yang kasih t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status