แชร์

Bab 120

ผู้เขียน: Caitlyn
Renee tidak menghapusnya. Dia justru dengan tenang menunjukkan layar percakapan ponselnya pada Arvin untuk dilihat.

"Itu nggak sopan. Selain urusan pekerjaan, pada dasarnya kami nggak pernah membicarakan hal lain."

"Kalau begitu, ini apa?" Arvin menggeser layar percakapannya dengan jarinya. Di sana terpampang foto Embul yang sedang dimandikan yang dikirim Nathan kemarin.

Renee membalas dengan satu kalimat.

[ Terima kasih. ]

"Dia membantu merawat Embul."

"Aku lihat kalian berdua memanfaatkan alasan merawat anak anjing untuk saling menggoda."

Renee menggigit bibir sambil menatapnya. Kalau sebelumnya, dia pasti akan membalas "kamu juga sering bermesraan dengan Nissa". Namun, hari ini dia diam.

Demi fakta bahwa Nissa bukan cinta pertama Arvin, demi Arvin yang bersedia menampung Embul dan mengajarkan Renji mengatasi rasa takut. Apa pun yang dia katakan, Renee bisa menahannya.

"Pak Arvin, aku lagi berpikir. Kalau aku juga berteriak tiga kali ke arahmu, 'aku nggak takut padamu', apa aku juga
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 124

    "Aku rasa kamu cuma ingin menggendong Renji." Arvin berbicara tanpa mengangkat kepala.Renee terdiam. Dia memang sangat ingin terus menggendong putranya, tetapi belum sampai pada tingkat kecanduan seperti itu."Tenang saja, aku nggak akan menggendongnya lagi.""Aku nggak tenang."Melihat Arvin bersikeras ingin menemani Renji, Renee berpikir sejenak lalu bertanya, "Gimana kalau kamu jaga Renji di sini, terus aku pergi beli bahan untuk masak bubur buat kalian?"Ruang VIP rumah sakit menyediakan segalanya. Dapur dan peralatan masak pun disiapkan. Saat makan malam, Renji makan sangat sedikit. Arvin sendiri juga hampir tidak makan karena tidak terbiasa dengan makanan yang dibungkus."Tanganmu bisa masak?" Arvin melirik telapak tangannya yang masih dibalut perban.Renee juga menunduk melihat jarinya. Dia masih bisa menggambar, memasak bubur tentu bukan masalah. Apalagi untuk Renji."Aku bisa." Renee pun pergi dengan riang.Masakan Renee sudah sering dicicipi Arvin dan juga yang paling dia pe

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 123

    Rosa bertepuk tangan di samping. "Tuan Muda hebat sekali!""Aku sudah bilang Renji paling hebat. Kita lanjut minum satu butir lagi ya?"Renee setengah membujuk setengah menipu, berhasil membuat Renji meminum obatnya. Hatinya pun dipenuhi rasa pencapaian.Setelah menitipkan Renji kepada Rosa, Renee sendiri mencari toilet, berniat memuntahkan obat yang barusan dia telan. Namun, sekeras apa pun dia berusaha, tetap tidak berhasil. Dia hanya bisa membiarkan pil itu tetap berada di dalam tubuhnya.Saat kembali ke ruang rawat, Renji sudah tertidur.Dokter penanggung jawab menyerahkan kepadanya satu lembar laporan pemeriksaan. Laporan itu menunjukkan bahwa Renji mengalami gastroenteritis akut karena mengonsumsi dua jenis makanan yang saling bertentangan.Renee menatap dua jenis makanan tersebut. Sulit baginya untuk memahami bagaimana ahli gizi bisa membuat kesalahan serendah itu.Jika Nissa berada di Vila Panorama, Renee pasti akan mencurigainya. Namun, Nissa tidak ada di sini. Kemungkinannya

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 122

    Dengan gaun panjang bermotif bunga kecil, rambut ikal tergerai di bahu, dan tubuh rampingnya, dia menunduk sambil menyeka air mata. Penampilannya benar-benar menimbulkan rasa iba bagi siapa pun yang melihatnya. Entah Arvin mengatakan apa, dia justru menangis semakin sedih.Sepertinya dia ingin naik untuk menjenguk Renji, tetapi dihentikan oleh Arvin. Arvin tidak banyak bicara, langsung melangkahkan kaki panjangnya dan berjalan melewatinya begitu saja.Sejak tahu bahwa Nissa bukan cinta pertama Arvin, Renee baru menyadari bahwa sikap Arvin terhadap Nissa sebenarnya sangat rumit. Ada keakraban, tetapi juga berjarak.Dibilang cinta, tidak sepenuhnya. Dibilang tidak cinta, juga tidak sepenuhnya. Arvin bisa membiarkannya tetap tinggal di rumah Keluarga Suryana, tetapi juga bisa mengusirnya.Tak heran setelah Renee mengusir Nissa, Arvin hanya menyindir seadanya beberapa kali, tidak seperti dulu yang langsung membalas dengan kejam.Kalau dipikir dengan saksama, apa bedanya posisi Nissa di hat

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 121

    "Sekalipun dia didukung kakekmu, kamu nggak perlu melindunginya sampai seperti itu, 'kan?""Akhir-akhir ini aku yang mengurus Renji. Kalau memang aku nggak mengurusnya dengan baik, silakan salahkan aku."Arvin melangkah ke depan Renee dan berhenti di hadapannya. Telapak tangannya yang besar mencengkeram bahu Renee, lalu menariknya dengan kasar dari tangan para pengawal.Renee tersandung, lalu menabrak dadanya. Dada kokoh itu untuk pertama kali memberinya rasa aman."Arvin ...." Juwita tersedak amarahnya. Apa anaknya yang tak berguna ini sudah kena guna-guna gadis tuli itu?Tatapan dingin Arvin menyapu para pengawal. "Antar ibuku pulang untuk istirahat."Para pengawal bertatapan, lalu menatap Juwita dan Arvin bergantian. Mereka kembali bimbang harus mendengarkan siapa. Suasana pun seketika membeku.Pada akhirnya, Juwita sendiri merasa kehilangan muka. Dia pergi dengan marah.Arvin tidak memedulikan kemarahannya, langsung melangkah menuju ruang rawat. Dokter memberitahunya bahwa Renji ha

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 120

    Renee tidak menghapusnya. Dia justru dengan tenang menunjukkan layar percakapan ponselnya pada Arvin untuk dilihat."Itu nggak sopan. Selain urusan pekerjaan, pada dasarnya kami nggak pernah membicarakan hal lain.""Kalau begitu, ini apa?" Arvin menggeser layar percakapannya dengan jarinya. Di sana terpampang foto Embul yang sedang dimandikan yang dikirim Nathan kemarin.Renee membalas dengan satu kalimat.[ Terima kasih. ]"Dia membantu merawat Embul.""Aku lihat kalian berdua memanfaatkan alasan merawat anak anjing untuk saling menggoda."Renee menggigit bibir sambil menatapnya. Kalau sebelumnya, dia pasti akan membalas "kamu juga sering bermesraan dengan Nissa". Namun, hari ini dia diam.Demi fakta bahwa Nissa bukan cinta pertama Arvin, demi Arvin yang bersedia menampung Embul dan mengajarkan Renji mengatasi rasa takut. Apa pun yang dia katakan, Renee bisa menahannya."Pak Arvin, aku lagi berpikir. Kalau aku juga berteriak tiga kali ke arahmu, 'aku nggak takut padamu', apa aku juga

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 119

    Saat terbangun, Renee mendengar teriakan Renji dari taman. "Aku nggak takut padamu!"Disusul suara gonggongan anak anjing. "Guk! Guk!"Kenapa ada suara anjing? Renee langsung panik. Dia hampir terjatuh saat bangkit dari sofa dan berlari ke teras.Saat melihat Embul di taman, dia mengira matanya salah lihat. Pemandangan apa ini?Embul mengibaskan ekornya, berdiri di sisi kiri taman. Arvin menggandeng Renji dan berdiri di sisi kanan taman.Renji yang beberapa hari lalu baru saja digigit Embul, kini seperti ayam jantan yang siap bertarung. Matanya membelalak menatap Embul.Arvin menunduk menatap Renji. "Teriak lebih keras, teriak tiga kali lagi."Renji berteriak tiga kali dengan patuh, "Aku nggak takut padamu! Aku nggak takut padamu! Aku nggak takut padamu!"Embul berputar di tempat, lalu menggonggong beberapa kali lagi. Kelihatannya agak tidak terima.Arvin menggandeng Renji maju tiga langkah. "Lanjutkan."Renji berseru, "Aku nggak takut padamu! Aku nggak takut padamu! Aku nggak takut pa

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status