Share

Bab 104

Author: Caitlyn
"Nggak. Karena aku menebak kamu pasti akan berbohong."

Renee merapikan selimut Renji dengan lembut. Dia berdiri dari tepi tempat tidur, lalu menatap wanita di hadapannya yang tampak murka dan kehilangan kendali.

"Bu Nissa, biar aku beri tahu. Orang yang benar-benar yakin menang nggak perlu bersikap seperti kamu, garang dan panik."

"Apa yang bisa Arvin lakukan padamu? Apa yang bisa dia katakan padamu? Nggak mungkin juga dia menyuruhmu memakai stoking hitam sambil menidurimu di depan Renji lalu berjanji akan menikahimu, 'kan?"

Ekspresi Nissa sedikit berubah.

Renee melanjutkan, "Hemat tenagamu. Jangan terus-menerus memakai trik rendahanmu itu untuk menguji kecerdasanku."

"Renee, kamu ini hanya berani karena dibela Pak Jerico, 'kan? Buah yang dipetik paksa nggak akan terasa manis. Memangnya yang kamu lakukan ini ada gunanya?"

"Nggak manis pun aku tetap akan memetiknya." Renee tersenyum tipis ke arahnya. "Bu Nissa, sebelumnya aku masih berpikir, meskipun kamu terus menghasut Renji agar meno
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 112

    Renee refleks menarik pergelangan tangannya. "Nggak apa-apa. Tadi pagi nggak sengaja tersiram mi panas.""Kenapa ceroboh sekali."Nathan menggenggam tangannya sedikit lebih erat dan menatap perban di sana. "Sudah periksa ke dokter? Sudah diobati? Perlu aku temani ke rumah sakit?""Nggak perlu, sudah diobati."Renee menarik kembali pergelangan tangannya dari genggaman Nathan dengan canggung, lalu melanjutkan mengukur ukuran tubuhnya dengan tangan kiri."Nggak pakai meteran?" Nathan memecah keheningan."Nggak perlu. Dengan tangan juga bisa mengukur dengan cukup akurat." Renee bukan hanya mengukur dengan kedua tangannya, dia juga menghafalkan ukurannya di kepala."Sudah. Kamu pulang saja.""Hati-hati di jalan."Nathan menatapnya, di matanya tersimpan keengganan. "Renee, masih ingat yang pernah kukatakan? Kalau ada kesulitan, bilang saja padaku. Aku akan berusaha semampuku membantumu.""Baik. Terima kasih sudah menjaga Embul.""Kalau urusannya tentang kamu, itu nggak merepotkan." Nathan se

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 111

    "Dia belum bisa pulang?""Dokter bilang sudah bisa, tapi dia nggak punya tempat pergi. Aku sedang bingung harus gimana.""Nggak punya tempat tinggal? Bukannya dia anjingmu?"Renee menggeleng pelan dengan wajah tak berdaya. "Arvin nggak suka anjing. Anakku juga nggak suka.""Pantas saja."Nathan kembali mengusap kepala Embul. "Kalau begitu, gimana kalau kamu titipkan dia padaku saja. Aku bantu pelihara dulu.""Kamu mau bantu aku pelihara? Nggak merepotkan?""Tentu nggak. Rumahku halamannya luas, memelihara seekor anjing sama sekali bukan masalah.""Benarkah? Kamu nggak keberatan?" Mata Renee yang tadinya redup seketika berbinar. Embul akhirnya punya tempat tinggal."Nggak keberatan. Embul selucu ini, mana mungkin aku keberatan." Nathan sama sekali tidak terlihat bercanda."Minta Dokter mengurus proses kepulangannya. Nanti aku langsung bawa dia pulang.""Oke." Renee pun mengurus administrasi kepulangan Embul.Mereka berjalan keluar dari klinik hewan bersama. Lalu, bersama-sama menempatka

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 110

    "Ada lagi yang ingin Pak Arvin sampaikan?""Jangan sok kuat. Tanganmu penuh salep, mau gimana masak mi untuk Renji?""Aku ....""Makanan Renji sudah aku atur, ahli gizi akan datang ke rumah. Kamu nggak perlu mengkhawatirkan hal itu. Daripada membuang waktu di sini, lebih baik pikirkan bagaimana caranya supaya dia mau menyukaimu."Anak siapa yang tidak boleh dimasakkan makanan sendiri oleh ibunya?"Pak Arvin, sejak melahirkan Renji, aku terus mempelajari menu makanan bayi. Aku selalu berharap suatu hari bisa menyuapinya sendiri.""Nanti saja."Arvin jelas tidak memercayainya dan juga tidak berniat memperpanjang pembicaraan ini. Dia berdiri dari sofa dan melirik ke arah Renji."Ada banyak hal yang nggak boleh diburu-buru. Untuk sementara, jaga jarak dari Renji. Jangan sampai membuatnya takut.""Baik."Renee ikut berdiri, lalu dia kembali menundukkan kepala dengan perasaan kalah. Selama ini dia tidak pernah tahu, ternyata mengurus anak itu sesulit ini.Arvin melarang Renee mengganggu Renj

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 109

    Renji menunjuk mi sambil merengek, "Mi, Renji mau makan ....""Berdiri."Arvin menempatkannya di sudut dinding dengan wajah yang muram. Tubuh kecil Renji langsung mengerut ketakutan. Detik berikutnya, dia menangis keras, "Benci Papa. Renji mau Mama Nissa ... huhu ....""Renji."Arvin menyilangkan tangan di dada, menatapnya dari atas ke bawah. "Kalau kamu menangis sekali lagi, aku akan melemparmu keluar untuk memberi makan anak anjing."Tangisan Renji langsung berhenti. Dengan mata penuh air mata, dia menatap papanya dengan wajah sangat menyedihkan. Setelah benar-benar tidak berani menangis lagi, Arvin kembali berbicara."Renji, dengarkan baik-baik. Aku beri kamu waktu tiga hari untuk menata emosimu. Kalau nggak bisa, kamu keluar dari sini. Mengerti?"Renji sebenarnya tidak sepenuhnya mengerti maksud papanya. Namun dari ekspresi papanya yang serius, dia tahu ini bukan main-main. Dia menggigit bibir dan mengangguk pelan."Sekarang, hadap dinding dan renungkan kesalahanmu."Dengan mata be

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 108

    Dia hanya bisa melihat mulut Renji membuka dan menutup. Dari gerak bibirnya, jelas anak itu sedang berteriak, "Nggak mau Mama."Renee meraba telinganya yang kini kosong dengan canggung, lalu semakin panik merangkak mencari alat bantu dengarnya di lantai. Alat itu ternyata terjatuh ke bawah sofa. Dia meraba cukup lama sebelum akhirnya berhasil menemukannya, lalu segera memasangnya kembali ke telinga.Tangisan Renji pun kembali terdengar.Pada detik ketika dunia benar-benar hening, Renee merasa sangat putus asa. Dia teringat ucapan Renji yang menyebutnya tuli. Untuk sesaat tadi, dia benar-benar hampir menjadi tuli seperti yang dikatakan Renji.Perasaan itu sangat tidak menyenangkan. Ini juga pertama kalinya dia begitu peduli pada fakta bahwa dirinya adalah seorang tuli.Renji masih terus menangis.Saat Renee benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, dari arah tangga tiba-tiba terdengar suara Arvin yang dingin. "Renee, kamu nggak pernah digigit anjing, ya?"Renee mendongak ke arah lantai

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 107

    Arvin berbalik. Dengan langkah yang besar, dia menahan Renee di sandaran sofa di belakangnya. Pandangannya menunduk dan sorot matanya gelap. "Renee, kamu sekarang makin berani."Tubuhnya sangat panas. Hawa panas itu menekan Renee, bagaikan api yang memicu gelombang aneh di sekujur tubuhnya. Renee memaksakan diri tetap tenang dan sedikit menyandarkan tubuh ke belakang."Pak Arvin, aku hanya sedang memperjuangkan hak yang seharusnya menjadi milikku.""Aku tahu, kamu pasti akan bilang dulu aku sendiri yang memilih menikah. Tapi, kita sudah terlanjur menikah dan sudah terlanjur melahirkan. Setidaknya aku harus bertanggung jawab pada diriku sendiri dan Renji.""Aku tetap memegang kata-kataku. Kalau kamu memang nggak bisa melupakan Nona Saswita, silakan nikahi saja dia, atau pelihara di luar. Aku nggak keberatan."Alis Arvin langsung berkerut. "Kamu menguping pembicaraanku dengan Kakek?""Nggak. Aku cuma nggak sengaja mendengar beberapa kalimat."Renee tak bisa menahan diri untuk membela dir

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status