Share

Bab 374

Author: Caitlyn
Arvin berpikir sejenak, lalu menjawab, "Sejak aku memutuskan untuk mengejarmu kembali."

"Lalu kenapa kamu ingin mengejarku kembali?"

Setelah bertanya, Renee baru menyadari bahwa pertanyaannya itu tidak penting.

Bukankah Arvin sudah mengatakannya hari itu? Dia menyukai Renee, tapi perasaan itu bukan cinta. Arvin membawanya pulang juga karena dia menyukai Renee dan karena Renee adalah ibu Renji dan tidak ingin membuat Renji kesulitan.

Renee segera berkata, "Sebenarnya aku tahu. Anggap saja aku ngg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 392

    "Aku nggak mau!" tolak Renee dengan tegas."Kenapa nggak mau?""Aku cari saja sendiri pabrik rekanan yang bisa dipercaya, kamu nggak perlu buka bidang baru cuma demi aku.""Lagi pula, bukankah waktu itu kamu bilang ibumu lagi kesal sama kamu belakangan ini, sewaktu-waktu bisa mengusirmu dari Grup Suryana?""Kekesalannya itu bukan sesuatu yang akan berubah di masa depan, kecuali aku cerai denganmu." Arvin tersenyum tipis. "Yang itu, aku nggak bisa melakukannya."Renee sedikit terkejut. Demi mempertahankannya, dia bahkan tidak peduli pada masa depannya sendiri? Tiba-tiba, dia merasa sedikit tersentuh."Kalau soal buka bidang baru, selama bisa menghasilkan uang, orang lain nggak akan menentang.""Kamu ingin menghasilkan uang dariku?""Memangnya kenapa? Kamu kira aku akan memproduksi untukmu secara gratis?"Renee menunjukkan ekspresi baru sadar, lalu mengangguk. "Aku sudah bilang, presdir besar sepertimu yang bahkan lebih licik dari hantu, mana mungkin langsung bilang mau buka pabrik untuk

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 391

    "Kalau kamu bicara seperti itu, aku juga bisa nggak mau kamu lagi.""Apa katamu?""Memangnya kamu belum pernah dicium perempuan lain atau mencium perempuan lain?"Arvin terdiam sesaat. "Baiklah, aku akan melindungi diri dengan baik. Kamu juga jangan tiba-tiba marah-marah begitu.""Kamu malah merasa dirugikan?""Memangnya nggak seharusnya?"Renee menatapnya. "Yang hampir dilecehkan itu aku, tapi malah aku yang dimarahi dan dihukum. Aku harus mengadu ke siapa?""Ke aku." Arvin menariknya kembali. "Renee, kalau ada masalah, kenapa kamu nggak mencariku?""Maksudmu?""Kamu kirim pesan minta tolong ke Michela, tapi nggak ke aku, itu artinya apa? Dia bisa bantu kamu apa?"Akhirnya Renee mengerti. Arvin marah bukan karena dia keluar menemui klien, juga bukan karena kliennya laki-laki, melainkan karena saat menghadapi masalah, dia tidak langsung mencarinya.Baiklah, untuk yang ini memang dia salah. Memang dia belum terbiasa mencari bantuan Arvin saat ada masalah.Selama ini, Arvin sibuk bekerja

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 390

    Tanpa basa-basi, Andre menendang perut bagian bawah Ricky, lalu berkata dengan dingin, "Berani-beraninya mengincar istri Pak Arvin! Sepertinya kamu memang sudah bosan hidup!""Pak ... Pak Arvin?" Ricky membuka satu matanya. Saat melihat sosok Arvin yang berdiri tegap dengan wajah penuh amarah, dia langsung tercengang.Mereka sama-sama berkecimpung di dunia bisnis. Dia mungkin tidak mengenal istri Arvin, tetapi mana mungkin tidak mengenal Arvin?Begitu menyadarinya, dia ketakutan dan langsung berlutut lagi, berkali-kali membenturkan kepala ke lantai. "Maaf, Pak Arvin! Aku memang bodoh! Aku nggak tahu Bu Renee adalah istrimu! Aku ...."Arvin mana punya kesabaran mendengar omong kosongnya. Hanya dengan satu tatapan, Ricky langsung diseret keluar.Di dalam ruang privat itu kini hanya tersisa Arvin dan Renee yang masih meringkuk di sofa. Renee tadi benar-benar ketakutan, tetapi karena Arvin datang, hatinya jauh lebih tenang.Saat melihat Arvin menatapnya, dia buru-buru melepaskan kedua tang

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 389

    Renee terdiam. Dia tidak ingin menelepon suaminya. Kalau sampai Arvin melihatnya selemah ini, pasti dalam hati dia akan mengejeknya lagi.Renee meletakkan ponselnya. Menatap Ricky yang sudah mulai tampak mabuk setelah minum beberapa gelas, dia berkata, "Pak Ricky, kalau memang nggak berniat membicarakan kerja sama, lebih baik kita sudahi sampai di sini."Begitu mendengar dia hendak pergi, Ricky segera mengangkat tangan memberi isyarat. "Bu Renee, jangan buru-buru. Bisnis tentu saja tetap bisa dibicarakan."Dia mencondong ke depan. Tatapan mesumnya menyapu tubuh Renee. "Tentu saja, kalau kamu cukup patuh, kita bisa langsung tanda tangan kontrak sekarang juga. Aku bahkan bisa beri harga yang sangat rendah."Harga yang sangat rendah? Renee sama sekali tidak percaya dia punya wewenang sebesar itu.Melihat sikapnya yang sembrono dan tak memikirkan akibat seperti ini, paling banter juga cuma manajer kecil.Renee mengangkat sudut bibirnya. "Menurut Pak Ricky, sikap seperti apa yang disebut pa

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 388

    Arvin terdiam sejenak, lalu mengangkat mata menatap Juwita."Ibu pasti sedang merencanakan sesuatu lagi, kan? Lebih baik bicara terus terang saja.""Apa rencana buruk yang bisa kulakukan?""Bagaimanapun, terakhir kali Ibu sendiri yang bilang, pewaris Keluarga Suryana bukan hanya aku."Juwita mengangkat cangkir air dan meneguknya perlahan. "Kamu kubesarkan dengan tanganku sendiri. Kamu adalah jerih payahku selama puluhan tahun. Aku nggak mungkin membuangmu begitu saja.""Lagi pula, kalau bukan karena Renee, kamu juga nggak akan jadi seperti sekarang.""Tapi ke depannya akan selalu ada Renee."Kilatan kesal melintas di mata Arvin, tetapi wajahnya tetap tenang."Aku percaya, suatu hari nanti kamu akan menyerah padanya dengan sendirinya.""Aku nggak akan.""Jangan bicara terlalu penuh keyakinan, nanti malah menampar diri sendiri." Juwita berdiri dari kursinya. "Bekerjalah yang baik, aku pergi dulu."Setelah Juwita pergi, Arvin bangkit dan berjalan ke depan jendela kaca besar, memandangi la

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 387

    Arvin suka melihatnya tersenyum. Saking sukanya, dia tak tahan untuk tidak menciumnya.Renee mengangkat tangan menghentikannya, lalu menyodorkan susu ke tangannya. "Hari ini kamu pasti capek, 'kan? Cepat minum susunya. Habis itu mandi dan tidur."Pagi tadi masih di ibu kota, malamnya sudah kembali ke rumah lama. Memang semua orang sudah lelah seharian. Arvin pun terpaksa melepaskannya.....Setelah tinggal dua bulan di ibu kota, hari kedua kembali ke Kota Haidar, Renee pergi menjenguk Lia, lalu pergi ke studio kerja.Sejak dia memenangkan penghargaan, bisnis toko utama semakin ramai. Pesanan mereka bahkan sudah penuh sampai dua bulan ke depan.Michela sampai panik. Begitu melihat Renee akhirnya masuk kerja, dia langsung memeluknya sambil berseru, "Nyonya Besar, akhirnya kamu kembali! Kalau nggak balik-balik, aku bisa gila."Sambil berbicara, dia menyerahkan setumpuk formulir pesanan. "Lihat ini. Dulu stres karena nggak dapat pesanan, sekarang pesanan kebanyakan juga bikin stres."Renee

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status