MasukAt the age of 3, Katherine and her mother were kicked out of the house. At the age of 10, her mother was harmed by others, eventually fell ill and jumped to her death. Bringing hatred to adulthood, in order to get revenge, Katherine agrees to marry a man she has only met once. The perfect revenge plan because of the appearance of a person that becomes out of control, when hatred obscures feelings, what will Katherine's marriage be like? Can Laure's love make Katherine let go of past hatred and pain?
Lihat lebih banyakSeorang pria baru terbangun dari tidur setelah begadang belajar semalaman untuk mengasah otak lalu menuruni anak tangga menuju ruang tengah yang telah ada banyak orang, tetapi terhenti saat melihat sosok dirinya yang berbeda dari penampilan sebelumnya di cermin dekat lemari kayu jati yang berada di seberang tangga.
Penampilan pria ini memang atletis, tetapi berkacamata dan rambut berantakan berwarna cokelat dengan belahan tengah. Ia hendak berteriak, tetapi mendengar kalimat teriakan dari seorang pria.
“Kamu memang anak laki-laki yang tidak bisa dibanggakan dan memalukan!” hina seorang pria paruh baya dengan suara bariton yang berat dan serak.
“Kamu juga selalu membuatku yang harus menerima dari teman-teman arisanku tentang kehamilan, kapan punya anak? mau lahiran di mana? sudah isi belum? telingaku panas mendengar semua kalimat itu! Kamu sebenarnya bisa memberiku keturunan atau tidak, sih? Aku butuh keturunan agar ada yang bisa meneruskan bisnis keluarga kita!” pekik seorang wanita yang mengeluh tentang kehamilan tak kunjung datang.
“Kamu dari dulu bukan menantu yang bisa dibanggakan, tetapi karena putriku memilihmu dan merayuku untuk menikah denganmu, aku lakukan secara terpaksa!” hina seorang wanita paruh baya dengan nada tinggi.
“Adik ipar yang tidak bisa memberi keturunan lebih baik ceraikan saja!” lontar seorang pria berbadan besar dengan intonasi penekanan.
Seorang pria bertubuh atletis dengan rambut berantakan berwarna coklat sedang berdiri dan mendengarkan berbagai hinaan yang terlontar dari mulut keluarga besarnya di ruang keluarga karena sering membuat masalah di perusahaan ayahnya bernama Kons Group yang bergerak di bidang gaya hidup dan supermarket dan tidak memberikan keturunan kepada istrinya bernama Anita Yuniar Sari.
Pria bertubuh atletis bernama Anthonius Jantoro Abadi, anak tunggal dari keluarga konglomerat bernama Tio Kusman Abadi. Anthonius tidak memiliki keahlian apapun di bidang apapun sehingga sering mendapatkan kalimat hinaan dari keluarga besar dan mertuanya.
Bahkan, sang istri dulu sering memuji karena kebaikannya, malah berbalik arah ikut keluarganya. Keluarga sang istri tidak menyukainya dari dulu sampai ayah mertua meninggal juga tidak menyukai dan merestui hubungan pernikahannya.
Ibu mertua bernama Dyah Pramusa Sentosa dan Kakak ipar bernama Samuel Antariksa Sentosa. Mereka tidak menyetujui hubungan pernikahannya dengan Anthonius.
Anthonius tidak pernah mendapatkan kalimat baik dari dua keluarga. Apapun yang dilakukan olehnya selalu salah di mata banyak orang.
“Kenapa kamu diam saja? Kamu tidak ada kalimat belaan untuk dirimu sendiri setelah mendapat hinaan seperti ini? Hah?” cecar Tio sambil mendorong tubuhnya dengan keras.
“Kamu memang bodoh! Sudah, Nak, kamu ceraikan pria tidak berguna itu!” sungut Dyah sambil mencolek lengan anaknya.
“Kamu memang bodoh sejak lahir atau bagaimana?” tukas Anita dengan nada tinggi.
“Dia memang bodoh sejak lahir sama seperti ibunya yang tidak tahu apapun dan hanya bisa meminta uang dan melakukan pekerjaan rumah saja!” hina Tio secara gamblang dan terang.
Tangan Anthonius mengepal dengan erat ketika ibu dihina oleh ayahnya. Ibu bukanlah orang seperti itu. Dia memahami banyak hal dan mengerti perasaan banyak orang.
Bahkan, ibu berkorban hati dan perasaannya bertahun-tahun karena sikap ayahnya yang tidak bisa dimaafkan.
“Jadi, dia mirip dengan ibunya? Di mana ibunya sekarang?” tanya Dyah dengan nada merendahkan.
“Dia sudah mati dan tidak akan pernah hidup kembali. Dia mati karena hal bodoh yang merugikan banyak orang sampai kebodohannya menurun kepada anaknya,” jawab Tio dengan intonasi penekanan lalu tertawa terbahak-bahak.
“Ibu yang bodoh sampai harus menurunkan kebodohannya kepada anaknya dan imbasnya kepada anakku sekarang. Dia dihina dan direndahkan sebagai wanita yang tidak bisa melahirkan seorang anak!” hina Dyah dengan nada tinggi.
Tangan Anthonius semakin mengepal erat setelah mendengar kalimat hinaan yang dilontarkan untuk ibunya. Bahkan, mereka tertawa terbahak-bahak setelah menghina dan merendahkan ibunya di pagi hari.
“Ka-kalian tidak boleh bicara seperti itu. Dia ibuku dan ibuku bukanlah wanita bodoh,” balas Anthonius pelan dan terbata-bata.
“Apa? Apa yang kamu katakan tadi?” tanya Tio sembari mendekatkan telinga kepadanya dan tertawa pelan.
“I-ibu bukanlah wanita bodoh. Dia adalah wanita cerdas dan pandai dalam banyak hal. Ayah tidak tahu hal itu,” jawab Anthonius dengan nada pelan sambil menatap lamat kepadanya.
Tio mencengkeram rahangnya dengan keras sambil menatap tajam kepadanya. Tatapan yang ditampakkan oleh ayahnya adalah tatapan yang penuh amarah dan memintanya untuk tidak membuka mulut atas hal yang sebenarnya terjadi.
“Awas saja kamu mengeluarkan kalimat macam-macam di depan mereka! Nyawamu bisa melayang!” ancam Tio dengan intonasi penekanan dan pelan.
Anthonius menatap Tio dengan kelopak mata yang dipenuhi oleh genangan air mata setelah mendengar kalimat ancaman yang keluar dari mulutnya. Ia tidak menyangka telah mendengar kalimat ancaman yang keluar dari mulut ayah kandungnya.
‘Balas semua perkataan orang-orang yang ada di depanmu itu. Jangan diam saja!’ ucap seorang pria yang ada di kepala dan dalam dirinya.
Tio sangat takut akan rahasia keluarga yang dipandang baik oleh banyak orang terbongkar, tetapi ia tidak memiliki kemampuan untuk melawan Tio karena dia adalah ayah kandungnya dan telah berjuang untuk memperbaiki kehidupan keluarga.
Hanya itu yang diketahui olehnya. Ia juga tahu bahwa menjadi pewaris utama di keluarganya, tetapi karena keterbatasan pemikiran dan kekuatan fisik membuatnya harus menyingkir dari warisan yang menjadi pewaris utama.
Namun, Anthonius tidak pernah berhenti untuk mengasah kelemahannya dengan cara mengikuti berbagai pelatihan agar tidak dianggap lemah oleh siapa pun. Ia mengikuti pelatihan cara berbisnis digital dan ilmu dasar perhitungan untuk mengelola bisnis tanpa sepengetahuan siapa pun.
“Coba lihat matanya! Kenapa matanya berlinang air mata seperti itu? Cara dia seperti itu saat menghadapi masalah? Kamu tidak salah memilih pasangan?” hina Samuel yang terus menerus.
“Lihat dia! Bagaimana bisa dia menjadi kepala keluarga kalau dia digitukan tidak bisa menjawab dan membalas hinaan itu? Bagaimana bisa dia melindungimu dari pria jahat?” cecar Dyah dengan intonasi penekanan dan terus menghasut Anita untuk segera berpisah.
Keluarga Anita sangat berisik sampai tangan Anthonius mengepal semakin erat dan urat di kening menonjol. Amarah dalam dirinya sangat membara karena mereka tidak berhenti menghina dan masih membawa ibunya.
‘Balas dia, Tolol!’ ucap seorang pria yang hingga di dalam dirinya.
Keluarga Anita bukanlah apa-apa kalau tidak dinikahi olehnya. Keluarga Anita hanyalah keluarga yang memiliki utang segunung Jaya Wijaya. Bahkan, mereka terancam tidur di pinggir jalan, tetapi karena Anthonius memiliki rasa iba kepada mereka maka menolong dengan cara menikahi Anita.
Bahkan, sikap Anita yang kejam baru diketahui olehnya ketika kehidupan mereka telah membaik dan bisnis ayahnya telah bangkit.
“Apa? Kenapa? Kamu mau memukulku dan ayahmu? Kamu berani melawan ayahmu, aku dan ibu mertuamu?” tanya Samuel dengan nada menantang sambil mendorong tubuhnya berkali-kali.
‘Balas dia, Tolol,’ ucap pria yang ada di dalam dirinya.
Katherine looked at the business card pushed in front of her and her eyes narrowed slightly.The Tatarous family?The Tatarous family is known as a mysterious family in the alliance of great families, not only because of the mystery but also a family with the most powerful ability in the alliance of great families.People who come from the Tatarous family, even if they are a sub-line, are also talented people, let alone the person in front of her right now – Laure Tatarous is the current ruler of the Tatarous family.After a while, Katherine finally answered.“I need time to think.” She said as she raised her hand to look at the clock: "I'll give you an answer in three hours, now I have to ask for permission to go first.""Very pleased, I am waiting for you." Laure didn't intend to stop her, watching Katherine's back disappear, finally, he withdrew his gaze and reached for the bodyguard beside him: "Documents".The bodyguard standing next to him brought another bag of documents, insid
Next morning.Katherine rubbed her sore temples, yesterday she played so much and drank so much that she didn't think that she still had important things to do today.She had promised her best friend Elwyn to buy her a gift of Acqua Di Gio perfume, it took a long time to get there from her place while this evening she had to return home.HaizzAlcohol indeed makes you lose your mind.Katherine hurriedly got out of bed, opened her suitcase, picked out a set of clothes, and then quickly flew into the bathroom, waiting for her to come out almost an hour later.The phone on the table vibrated, the incoming call was from an unknown number. Originally, Katherine didn't want to pick up the phone, but she slipped and pressed the button to listen.“…”"Hello." On the other end came a male voice.Katherine took a deep breath and then slowly answered, "Hello?""May I ask if it's Miss Katherine?""It's me."“Like this, Miss Katherine has an appointment with my boss today. I don't know when the ex
"Someone pay for me?" Katherine also thought that she was drunk, so she misheard, but the cashier smiled and nodded firmly."Yes ma'am.""Who is?" Katherine carefully asked again.The cashier looked at Katherine and thought about how she had helped the bar to earn a lot of money in the drinking contest just now, hesitated a little, and quickly pointed in one direction.Katherine looked in the direction the cashier pointed, only to see a few serious people standing around a table. After thinking about it for a while, she finally decided that it would be better to come and say thank you.“Give me a Sangria cocktail.” Katherine went back to the bar to order a cocktail and then walked over to the table the cashier had pointed to.“Sorry, this table is a private area.” One of the people standing saw Katherine coming and immediately stepped forward to stop it.“Let her in.” Inside the corner came a deep male voice.When the bodyguard heard that, he didn't stop her anymore, but raised his ha
The quiet night covers everything of this ancient city, it seems that time has been busy and lost this place.MidnightAt Bibiane bar, the dimly lit interior is filled with ear-piercing music mixed with the scent of alcohol and perfume. Under the dim lights and ear-piercing music was a crowd of people dancing wildly as if wanting to get rid of all the glitz and haste of this city.Katherine sat at the bar slowly enjoying a Sangria cocktail, her beautiful eyebrows slightly furrowed, the entire scene inside the bar captured in her vision. Perhaps due to the influence of the atmosphere inside the bar, Katherine felt a little dizzy, as soon as she raised the cocktail glass to take a sip, there was a commotion not far away.The bar is always a very chaotic place, any type of people can be found here, so it is very normal for disputes to happen. Katherine is just a tourist in her free time, she can stop by this famous bar to enjoy a bit, so she does not intend to watch the bustle. It's not






CEO's marriage contract: Dear wife, don't run away is a romance novel by Camellia C49 with the themes of revenge and love. When Katherine was only three, she and her mother were unfairly evicted from the house. Then at the age of ten, her mother was mistreated and harmed by others before becoming ill and ending her own life. Now an adult, Katherine plans to get her revenge by marrying a man she barely knows. Will she be able to accept his feelings? Can Laure's love help her forget about the revenge? Read the novel to discover.