CEO's marriage contract: Dear wife, don't run away!

CEO's marriage contract: Dear wife, don't run away!

last updateTerakhir Diperbarui : 2022-06-28
Oleh:  Camellia C49Ongoing
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
4Bab
2.8KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sinopsis

At the age of 3, Katherine and her mother were kicked out of the house. At the age of 10, her mother was harmed by others, eventually fell ill and jumped to her death. Bringing hatred to adulthood, in order to get revenge, Katherine agrees to marry a man she has only met once. The perfect revenge plan because of the appearance of a person that becomes out of control, when hatred obscures feelings, what will Katherine's marriage be like? Can Laure's love make Katherine let go of past hatred and pain?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter 1: Meeting in Bibiane

Seorang pria baru terbangun dari tidur setelah begadang belajar semalaman untuk mengasah otak lalu menuruni anak tangga menuju ruang tengah yang telah ada banyak orang, tetapi terhenti saat melihat sosok dirinya yang berbeda dari penampilan sebelumnya di cermin dekat lemari kayu jati yang berada di seberang tangga.

Penampilan pria ini memang atletis, tetapi berkacamata dan rambut berantakan berwarna cokelat dengan belahan tengah. Ia hendak berteriak, tetapi mendengar kalimat teriakan dari seorang pria.

“Kamu memang anak laki-laki yang tidak bisa dibanggakan dan memalukan!” hina seorang pria paruh baya dengan suara bariton yang berat dan serak.

“Kamu juga selalu membuatku yang harus menerima dari teman-teman arisanku tentang kehamilan, kapan punya anak? mau lahiran di mana? sudah isi belum? telingaku panas mendengar semua kalimat itu! Kamu sebenarnya bisa memberiku keturunan atau tidak, sih? Aku butuh keturunan agar ada yang bisa meneruskan bisnis keluarga kita!” pekik seorang wanita yang mengeluh tentang kehamilan tak kunjung datang.

“Kamu dari dulu bukan menantu yang bisa dibanggakan, tetapi karena putriku memilihmu dan merayuku untuk menikah denganmu, aku lakukan secara terpaksa!” hina seorang wanita paruh baya dengan nada tinggi.

“Adik ipar yang tidak bisa memberi keturunan lebih baik ceraikan saja!” lontar seorang pria berbadan besar dengan intonasi penekanan.

Seorang pria bertubuh atletis dengan rambut berantakan berwarna coklat sedang berdiri dan mendengarkan berbagai hinaan yang terlontar dari mulut keluarga besarnya di ruang keluarga karena sering membuat masalah di perusahaan ayahnya bernama Kons Group yang bergerak di bidang gaya hidup dan supermarket dan tidak memberikan keturunan kepada istrinya bernama Anita Yuniar Sari.

Pria bertubuh atletis bernama Anthonius Jantoro Abadi, anak tunggal dari keluarga konglomerat bernama Tio Kusman Abadi. Anthonius tidak memiliki keahlian apapun di bidang apapun sehingga sering mendapatkan kalimat hinaan dari keluarga besar dan mertuanya.

Bahkan, sang istri dulu sering memuji karena kebaikannya, malah berbalik arah ikut keluarganya. Keluarga sang istri tidak menyukainya dari dulu sampai ayah mertua meninggal juga tidak menyukai dan merestui hubungan pernikahannya.

Ibu mertua bernama Dyah Pramusa Sentosa dan Kakak ipar bernama Samuel Antariksa Sentosa. Mereka tidak menyetujui hubungan pernikahannya dengan Anthonius.

Anthonius tidak pernah mendapatkan kalimat baik dari dua keluarga. Apapun yang dilakukan olehnya selalu salah di mata banyak orang.

“Kenapa kamu diam saja? Kamu tidak ada kalimat belaan untuk dirimu sendiri setelah mendapat hinaan seperti ini? Hah?” cecar Tio sambil mendorong tubuhnya dengan keras.

“Kamu memang bodoh! Sudah, Nak, kamu ceraikan pria tidak berguna itu!” sungut Dyah sambil mencolek lengan anaknya.

“Kamu memang bodoh sejak lahir atau bagaimana?” tukas Anita dengan nada tinggi.

“Dia memang bodoh sejak lahir sama seperti ibunya yang tidak tahu apapun dan hanya bisa meminta uang dan melakukan pekerjaan rumah saja!” hina Tio secara gamblang dan terang.

Tangan Anthonius mengepal dengan erat ketika ibu dihina oleh ayahnya. Ibu bukanlah orang seperti itu. Dia memahami banyak hal dan mengerti perasaan banyak orang.

Bahkan, ibu berkorban hati dan perasaannya bertahun-tahun karena sikap ayahnya yang tidak bisa dimaafkan.

“Jadi, dia mirip dengan ibunya? Di mana ibunya sekarang?” tanya Dyah dengan nada merendahkan.

“Dia sudah mati dan tidak akan pernah hidup kembali. Dia mati karena hal bodoh yang merugikan banyak orang sampai kebodohannya menurun kepada anaknya,” jawab Tio dengan intonasi penekanan lalu tertawa terbahak-bahak.

“Ibu yang bodoh sampai harus menurunkan kebodohannya kepada anaknya dan imbasnya kepada anakku sekarang. Dia dihina dan direndahkan sebagai wanita yang tidak bisa melahirkan seorang anak!” hina Dyah dengan nada tinggi.

Tangan Anthonius semakin mengepal erat setelah mendengar kalimat hinaan yang dilontarkan untuk ibunya. Bahkan, mereka tertawa terbahak-bahak setelah menghina dan merendahkan ibunya di pagi hari.

“Ka-kalian tidak boleh bicara seperti itu. Dia ibuku dan ibuku bukanlah wanita bodoh,” balas Anthonius pelan dan terbata-bata.

“Apa? Apa yang kamu katakan tadi?” tanya Tio sembari mendekatkan telinga kepadanya dan tertawa pelan.

“I-ibu bukanlah wanita bodoh. Dia adalah wanita cerdas dan pandai dalam banyak hal. Ayah tidak tahu hal itu,” jawab Anthonius dengan nada pelan sambil menatap lamat kepadanya.

Tio mencengkeram rahangnya dengan keras sambil menatap tajam kepadanya. Tatapan yang ditampakkan oleh ayahnya adalah tatapan yang penuh amarah dan memintanya untuk tidak membuka mulut atas hal yang sebenarnya terjadi.

“Awas saja kamu mengeluarkan kalimat macam-macam di depan mereka! Nyawamu bisa melayang!” ancam Tio dengan intonasi penekanan dan pelan.

Anthonius menatap Tio dengan kelopak mata yang dipenuhi oleh genangan air mata setelah mendengar kalimat ancaman yang keluar dari mulutnya. Ia tidak menyangka telah mendengar kalimat ancaman yang keluar dari mulut ayah kandungnya.

‘Balas semua perkataan orang-orang yang ada di depanmu itu. Jangan diam saja!’ ucap seorang pria yang ada di kepala dan dalam dirinya.

Tio sangat takut akan rahasia keluarga yang dipandang baik oleh banyak orang terbongkar, tetapi ia tidak memiliki kemampuan untuk melawan Tio karena dia adalah ayah kandungnya dan telah berjuang untuk memperbaiki kehidupan keluarga.

Hanya itu yang diketahui olehnya. Ia juga tahu bahwa menjadi pewaris utama di keluarganya, tetapi karena keterbatasan pemikiran dan kekuatan fisik membuatnya harus menyingkir dari warisan yang menjadi pewaris utama.

Namun, Anthonius tidak pernah berhenti untuk mengasah kelemahannya dengan cara mengikuti berbagai pelatihan agar tidak dianggap lemah oleh siapa pun. Ia mengikuti pelatihan cara berbisnis digital dan ilmu dasar perhitungan untuk mengelola bisnis tanpa sepengetahuan siapa pun.

“Coba lihat matanya! Kenapa matanya berlinang air mata seperti itu? Cara dia seperti itu saat menghadapi masalah? Kamu tidak salah memilih pasangan?” hina Samuel yang terus menerus.

“Lihat dia! Bagaimana bisa dia menjadi kepala keluarga kalau dia digitukan tidak bisa menjawab dan membalas hinaan itu? Bagaimana bisa dia melindungimu dari pria jahat?” cecar Dyah dengan intonasi penekanan dan terus menghasut Anita untuk segera berpisah.

Keluarga Anita sangat berisik sampai tangan Anthonius mengepal semakin erat dan urat di kening menonjol. Amarah dalam dirinya sangat membara karena mereka tidak berhenti menghina dan masih membawa ibunya.

‘Balas dia, Tolol!’ ucap seorang pria yang hingga di dalam dirinya.

Keluarga Anita bukanlah apa-apa kalau tidak dinikahi olehnya. Keluarga Anita hanyalah keluarga yang memiliki utang segunung Jaya Wijaya. Bahkan, mereka terancam tidur di pinggir jalan, tetapi karena Anthonius memiliki rasa iba kepada mereka maka menolong dengan cara menikahi Anita.

Bahkan, sikap Anita yang kejam baru diketahui olehnya ketika kehidupan mereka telah membaik dan bisnis ayahnya telah bangkit.

“Apa? Kenapa? Kamu mau memukulku dan ayahmu? Kamu berani melawan ayahmu, aku dan ibu mertuamu?” tanya Samuel dengan nada menantang sambil mendorong tubuhnya berkali-kali.

‘Balas dia, Tolol,’ ucap pria yang ada di dalam dirinya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

CEO's marriage contract: Dear wife, don't run away is a romance novel by Camellia C49 with the themes of revenge and love. When Katherine was only three, she and her mother were unfairly evicted from the house. Then at the age of ten, her mother was mistreated and harmed by others before becoming ill and ending her own life. Now an adult, Katherine plans to get her revenge by marrying a man she barely knows. Will she be able to accept his feelings? Can Laure's love help her forget about the revenge? Read the novel to discover. 

Tidak ada komentar
4 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status