แชร์

CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR
CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR
ผู้แต่ง: Fredelina Putri

Jadilah Wanitaku!

ผู้เขียน: Fredelina Putri
last update วันที่เผยแพร่: 2024-11-17 22:24:41

Kedua matanya terbuka perlahan. Thalita menggeliat malas.

“Ini di mana?” Thalita merubah posisi lalu mengedarkan pandangannya ke segala arah di tempat yang tampak asing baginya.

Wanita muda itu berusaha menyingkap selimut tebal yang sebelumnya membungkus tubuhnya dengan gerakan setengah sadar.

Tiba-tiba wanita itu merasakan nyeri di pangkal pahanya berpikir serentetan fakta yang terjadi bersamaan. “Aww! Sialan, ada apa ini?”

Thalita membelalakkan matanya ketika menyadari bahwa dirinya tak lagi mengenakan selembar kain pun guna menutupi tubuh mulusnya, ditambah lagi ia mengetahui ada bercak merah di alas tidurnya.

“Ya Tuhan, ada apa ini? Nggak mungkin ini milikku, kan? Nggak, nggak mungkin!” Berusaha menolak sekuat tenaga pun akhirnya percuma karena yang ada di dalam kamar itu hanya dirinya sendiri.

Bersama siapakah ia menghabiskan malam panas di atas tempat tidur ini? Jelas-jelas ia tak mungkin rela menggelontorkan uang dengan sia-sia menyewa kamar inap hotel yang ia huni saat ini. Gajinya sebulan akan sayang jadinya jika ia hambur-hamburkan begitu saja hanya untuk semalam di hotel mewah ini.

Blamm

Pintu kamar mandi terbuka lalu terbanting keras. Thalita kaget setengah mati. Buru-buru ia melarikan pandangannya pada sesosok pria yang bertelanjang dada berikut selembar handuk kecil yang menutupi aset berharga milik pria itu. Tatapannya memindai jelas ke arah pria tersebut. Pria yang amat tak asing baginya.

“Pak Baskara? Apa yang Bapak lakukan di sini? Tunggu dulu… Kenapa? Kenapa Bapak yang—” Thalita melontarkan banyak tanya pada pria tampan di hadapannya yang kini melangkah santai seolah tak ada masalah yang terjadi di antara mereka.

Baskara memiringkan senyumnya. Ia menghempaskan bokongnya tepat di bibir ranjang bersebelahan dengan Thalita.

“Sudah bangun kamu? Bagaimana tidurmu? Nyenyak?” Baskara mengalihkan topik pembicaraan.

“Kenapa saya ada di sini, Pak? Dan semalam apa yang terjadi di antara kita?”

“Kamu pura-pura lupa? Oh baiklah, biar aku ingatkan, semalam kamu begitu liar di atas ranjang. Aku sampai kewalahan.” Baskara mengucap dengan tenang, sesantai itu.

“Bohong! Bapak kan atasan saya. Kita nggak mungkin melakukan itu, kan, Pak?”

“Ck! Untuk apa aku berbohong? Karena aku sudah berkata jujur maka kuperintahkan padamu… Mulai hari ini, kamu adalah wanitaku, Thalita. Ini perintah!” tegas Baskara tak mau dibantah.

“Jangan bercanda, Pak! Bapak sudah memiliki istri. Saya akan menganggap apa yang terjadi di antara kita hanya kesalahan semata dan tidak perlu dibahas lagi. Permisi, Pak,” ucap Thalita cepat sembari mencari di mana ia meletakkan bajunya semalam.

“Kamu lagi nyari apa? Dress kamu? Tenang saja, dress kamu lagi di binatu. Paling juga sebentar lagi kelar. Lagian ngapain sih kamu buru-buru pulang? Kamu kan di sini sama aku. Kenapa malah aku merasa seperti gigolo yang baru saja kamu pakai jasanya lalu kamu tinggal pergi seenaknya?” Baskara lagi-lagi berbicara dengan santai tanpa dosa dan kini mencubit dagu Thalita dengan senyuman melumpuhkan.

“Saya mohon, Pak, lupakan apa yang telah terjadi di antara kita. Saya tidak mau–”

Seseorang mengetuk pintu kamar inap yang dihuni mereka berdua semalam. Ucapan Thalita menggantung di udara.

Baskara menyuruh Thalita diam dengan meletakkan jari telunjuk di depan bibir wanita itu. Lagi dan lagi ia tersenyum penuh intimidasi bagi lawannya.

Baskara berjalan ke arah pintu dan membuka dengan tubuh yang separuh ia sembunyikan di belakang pintu. Pria itu mengulurkan tangannya pada seseorang di luar pintu. Tak lama kemudian, Baskara menutup pintu dan melangkah mendekati Thalita lalu menyerahkan bungkusan plastik binatu.

“Pakailah sekarang juga! Setelah kamu berpakaian dengan benar, kita harus bicara serius, paham?!”

Tak ada jawaban dari Thalita. Wanita itu segera menarik selimut tebal yang membalut tubuhnya menuju ke kamar mandi. Ia berjalan begitu cepat dengan ekspresi ketakutan luar biasa.

~~~~

“Ayo makan dulu! Tubuh kamu terlalu kurus. Jangan sampai orang berpikiran bahwa aku tidak bisa menggaji karyawan dengan benar sampai badannya begitu kering dan kurus seperti ini. Kamu ini sekretarisku dan aku nggak suka orang-orang membicarakan kita dengan seenaknya di depan maupun di belakangku,” tegas Baskara sembari memasukkan satu per sendok makanan hotel yang sengaja diantarkan ke kamarnya.

“Bagaimana Pak Baskara bisa bersikap begitu santai setelah apa yang terjadi? Pak Baskara sudah memiliki istri, bagaimana kalau Bu Yola tahu tentang hal ini? Saya tidak mau dianggap wanita perebut suami orang, Pak!” tegas Thalita menanggapi ajakan Baskara untuk berselingkuh di belakang Yolanda beberapa saat lalu sebelum mereka menyantap makan pagi di ruangan ini.

“Lalu kamu maunya kita bagaimana? Apa yang sudah terjadi memang harus terjadi. Masa kamu mau melupakan begitu saja? Apa yang sudah terjadi semalam meninggalkan bekas nyata di dalam hidupku, Thalita. Seperti yang kukatakan tadi, jadilah wanitaku. Aku tidak akan merubah keputusan. Kamu tahu jelas bagaimana sifatku. Jadi, patuhi saja perintahku. Gampang, kan?”

Thalita buru-buru beranjak dari tempat duduknya. Di ruangan itu memiliki sebuah ruang tamu kecil dengan sofa yang mengelilingi meja kotak di tengah-tengahnya.

Wanita itu terus berusaha menahan diri untuk tidak menggebrak meja di hadapannya demi meluapkan emosi yang mendera.

“Pak Baskara, pikirkan baik-baik perasaan Bu Yola, Pak. Bagaimanapun juga Bapak sudah menikah, dan kejadian semalam terjadi karena saya mabuk, kan? Bukan karena Bapak atau saya sengaja melakukannya. Saya janji nggak akan mempermasalahkannya di kemudian hari, Pak. Saya mohon lupakan semuanya. Apa yang terjadi adalah sebuah kesalahan. Tidak perlu dilanjutkan demi membuat babak baru yang rumit ke depannya. Saya bukan seorang pelakor, Pak. Saya nggak mau cap tersebut melekat pada diri saya,” ungkap Thalita jujur dan tanpa keraguan.

“Lalu bagaimana dengan kesucian kamu yang telah terenggut semalam? Apakah kamu tidak berniat meminta ganti rugi padaku? Jangan bercanda! Banyak wanita yang akan dengan senang hati menjadi wanitaku. Tapi kamu malah menolakku secara terang-terangan padahal apa yang terjadi semalam sungguh sayang untuk dilupakan. Aku berharap akan ada hari seperti semalam di antara kita berdua. Di balik keanggunan dan profesionalitas kerjamu, saat kamu di ranjang adalah hal yang tidak terduga. Kamu sangat seksi dan liar, Thalita,” balas Baskara dengan pertanyaan dominan mematikan.

“Biarlah saya yang rugi dan menanggung semuanya sendiri, Pak. Sudah saya katakan barusan, saya tetap tidak mau menjadi simpanan Bapak. Saya memang sekretaris Bapak, tapi saya bukan wanita simpanan Bapak. Saya tidak mau hal semalam terulang kembali dan berujung membawa luka bagi semua pihak. Saya hanya ingin fokus bekerja, Pak. Bekerja dengan benar dan karena hasil kerja keras saya, bukan karena hasil bekerja keras mengolah keringat di ranjang bersama Bapak. Kalau begitu karena Bapak terus memaksa, lebih baik bagi saya memberanikan diri memilih resign dari perusahaan Bapak,” tegas Thalita yang kekeuh pada pendiriannya.

Thalita menyambar tas tangannya yang senada dengan dress yang ia kenakan semalam. Dress hitam yang menjadi saksi bisu tentang apa yang terjadi semalam di kamar hotel ini telah kembali membalut tubuhnya yang jenjang dan seksi. Wanita itu berbalik badan dan melangkah cepat usai mengatakan segalanya pada Baskara. Ia berharap usahanya membuahkan hasil dan ia bisa terbebas dari perangkap gila sang atasan.

“Melangkah sekali lagi, video dan foto-foto kamu semalam yang ada di ponselku akan tersebar di semua situs dewasa,” ancam Baskara dengan senyuman penuh kepuasan.

Kedua bola mata Thalita terbuka lebar. “Apa?! Bapak menjebak saya?”

To be continue….

~~~~

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Batal?

    Kedua matanya seolah hendak terlepas dari tempatnya. Seseorang di hadapannya membuatnya merasakan hal itu untuk pertama kalinya.Vivian yang tadi tak ada kesan anggun sedikit pun, dan lebih pantas disebut bar-bar kini benar-benar merubah sikap. Ia mencoba bersikap manis dan anggun seperti seorang putri kerajaan.“Maaf, Mas siapa, ya? Kok barusan ketuk pintu kamar Mbak Thalita?” tanya Vivian mencari informasi dengan merubah gesture tubuhnya. “Oh, kamu pasti adiknya Baskara, ya?” tanya balik Junior pada gadis muda yang terlihat salah tingkah di hadapannya. “Iya, betul Mas, aku Vivian, oh ya, lalu kedatangan Mas ke sini untuk menemui siapa?” Dengan konyolnya Vivian melempar pertanyaan itu pada Junior. Junior tak sedikit pun menunjukkan sikap risih atau kesal pada pertanyaan itu. Ia malah mengulas senyum manis dan ramah. “Aku ke sini mau menemui Thalita. Baskara yang menyuruhku kemari.”“Oh, begitu, mari silakan masuk,” ucap Vivian yang refleks memberi ruang gerak untuk pria itu masuk

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Terpaku

    Latief menatap dalam-dalam kedua mata indah sang putri yang mengingatkan dirinya pada Namira. Mata yang sama, mata yang begitu indah. Dihiasi dengan bulu mata lentik dan panjang yang tumbuh secara alami. Yang bodohnya telah ia campakkan belasan tahun lamanya.Pria itu sadar betapa berdosanya dirinya di depan Thalita. Ia masih terus berharap ada pintu maaf yang terbuka untuknya. Maaf yang tulus dan murni. Salahkah jika dirinya masih berharap akan kemungkinan kecil itu dari wanita yang telah ia sakiti?“Simpan saja keinginanmu itu, Pak Latief! Putrimu yang lain lebih membutuhkanmu. Hubungan kita memang ayah dan anak kandung. Tapi itu dulu. Sekarang sudah tak sama seperti dulu. Aku bukan lagi anakmu, Pak Latief. Dan aku juga tidak butuh anda untuk menjadi wali nikahku. Masih ada orang yang jauh lebih baik dan pantas untuk menjadi wali nikahku selain anda. Pak Latief tenang saja, tidak perlu memikirkan hal itu. Ini adalah urusan saya. Bukan urusan anda!” tegas Thalita sebelum berbalik bad

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Permintaan Latief

    “Thalita, Ayah tahu kamu masih marah dan benci padaku. Tapi bolehkah Ayah bertanya padamu tentang suatu hal? Ayah berjanji, setelah kamu menjawab pertanyaan ini, Ayah tidak akan mengganggu atau ikut campur hidupmu lagi,” ucap Latief memohon. Wajahnya begitu sendu dan ekspresi bersalah di sana terpampang nyata. Thalita menghela napas sebelum memberikan respon pada Latief. “Baiklah, setelah itu anda harus benar-benar menjauh dan tidak diijinkan mengganggu hidupku lagi,” kata Thalita kemudian setelah menimang sesuatu di benaknya. Vivian yang ada di tengah-tengah mereka terlihat begitu bingung dan terus menerka. Mengapa Latief yang notabene adalah ayah kandung Kenzo mengatakan dirinya adalah ‘ayah’ dari Thalita? Bukankah kakak kandung Kenzo adalah Karina? Sebenarnya ada apa ini?Stefani yang ada di dekat mobil mendapatkan kode dari Thalita. Sang atasan tak perlu memanggil namanya untuk membawa pergi Vivian agar menjauh, karena ia sudah memiliki ketajaman pemikiran dan penglihatan yang

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Ada Apa Lagi?

    Latief seperti seorang tersangka yang siap divonis mati. Wajah pria itu memucat dan kesulitan hendak menatap siapapun di sekelilingnya. “Papa kenal sama calon kakak iparnya Vivian?” Kenzo mengulang pertanyaannya. Sungguh, ia benar-benar merasa penasaran dengan hubungan apa antara sang ayah dengan wanita cantik di sebelah Vivian.Sungguh, wanita itu benar-benar cantik. Pantas saja kakak kandung Vivian rela menceraikan istri pertamanya demi wanita di hadapannya. Pemuda itu mendengar rumor yang beredar di antara para pengusaha yang sempat ia simak beberapa saat lalu waktu dirinya menemani ayahnya membahas kerja sama bisnis.Di saat pikirannya bercabang antara kagum dan penasaran, Kenzo dikejutkan dengan seruan dari seseorang. Ia melihat Vivian menatap sinis ke arahnya. “Bisa kita bicara sebentar?” Vivian bertanya dengan ekspresi tegas. Kenzo mengangguk. Ia meminta ijin pada sang ayah melalui tatapan matanya. Begitu mengambil tempat yang agak berjauhan dari Latief dan Thalita, Vivian

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Aku Ini Siapanya?

    “Apa nggak ngerepotin Mbak Thalita?” Thalita lantas menggeleng cepat. “Kalau Mbak sudah menawarkan hal itu, tandanya Mbak nggak merasa direpotkan sedikitpun.”“Tapi Mbak—”“Tapi kenapa lagi, Vivian?” Thalita menatap heran.“Kenapa Mbak memintaku untuk menemuinya? Aku kan bisa memutuskan hubungan kami lewat chat atau telepon, kenapa aku harus repot-repot menemui dia, Mbak?”Thalita paham sekarang apa yang membuat Vivian mempertanyakan hal itu padanya. “Kalian memulai hubungan percintaan kalian dengan baik-baik, kan? Kenapa pas putus cuma lewat pesan atau telepon?” balas Thalita dengan pertanyaan. “Oh jadi karena itu, Mbak?”Thalita mengangguk mantap. ‘Sebenarnya Mbak ingin tahu seperti apa muka si bajingan kecil itu! Dan setelah itu Mbak akan memukul atau menendang senjatanya supaya dia nggak berulah lagi. Siapa suruh dia mengganggu kamu, Vivian? Mbak nggak akan diam saja saat orang-orang yang kusayangi disakiti oleh laki-laki kurang ajar seperti mantan kamu itu.’ Thalita hanya bis

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Sebuah Tawaran

    “Kalau kamu beneran sayang sama aku, kamu rela kan melakukan ‘itu’ sama aku?” Bisikan pemuda itu membuat sepasang mata Vivian terbuka lebar. Ia tak menyangka bahwa pemuda yang akhirnya ia terima cintanya meminta hal gila semacam itu padanya. “Kita sudah tiga bulan berpacaran, Vivian. Kalaupun kamu hamil, aku pasti bakalan tanggung jawab dan menikahi kamu,” lanjut pemuda itu di telinga Vivian.PlakkTamparan mendarat mulus di wajah pemuda itu. Vivian tak bisa bersabar ataupun menolerir apa yang telah diucapkan olehnya.“Kamu pikir aku perempuan macam apa? Aku menerima kamu jadi pacar aku karena aku berpikir kamu beneran tulus sayang sama aku dan beda dari semua laki-laki yang ada di sekitarku. Kuanggap kamu bisa menerima semua kekurangan dan kelebihanku. Tapi ternyata aku salah. Aku nggak mau lihat muka kamu lagi! Aku benci sama kamu!” amuk Vivian dengan jari telunjuk mengarah ke arah wajah pemuda itu.“Vivian! Vivian! Aku minta maaf, Vivian. Tolong jangan marah sama aku,” teriak pem

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status