공유

BAB 20

작가: Langit Parama
last update 게시일: 2025-12-03 16:55:28
“Mulai besok kamu pakai mobil sendiri,” kata Radja pada sang istri yang duduk di sebelah kirinya, dingin dan tajam.

Inggrit hanya mendengus pelan.

Bukan apa. Radja terlalu malas jika satu mobil dengan Inggrit, karena wanita itu selalu meminta berhenti ke mall—ada saja yang ingin dibeli olehnya.

“Mobilmu itu sudah berapa lama jadi pajangan garasi,” sindir Radja halus, namun nada bicaranya mematikan.

“Iya, Mas,” sahut Inggrit pelan.

Sekarang dia mulai yakin, kalau Djiwa benar-benar menji
Langit Parama

Silakan komen-komen lanjut, ya🫰🏻🥰 Jangan lupa tinggalkan ulasan dan vote GEM(✿◠‿◠)

| 99+
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (78)
goodnovel comment avatar
Aima Zatil
lanjut dong
goodnovel comment avatar
Alya keyla Azzahra
lanjut kak
goodnovel comment avatar
Farhana Nurdin
lanjut bagus tp iklannya terlalu lama
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 528

    Pagi itu, langkah Djiwa terhenti begitu memasuki ruang makan. Tatapannya langsung tertuju pada satu pemandangan yang tak ia duga. Radja duduk di kursinya seperti biasa—namun kali ini, Ratu berada di pangkuannya. Keduanya tampak begitu dekat. Seolah tak pernah ada jarak di antara mereka sebelumnya. Sejak kapan? Djiwa menelan ludahnya pelan. Semalam, ia memilih tidak bergabung di meja makan. Dengan alasan sudah kenyang, ia menghindari kebersamaan yang terasa canggung—meninggalkan ketiga anaknya yang sempat bertanya ke mana ia pergi. Dan pagi ini semuanya terasa berubah. “Ratu mau roti lagi, Dad,” ucap bocah itu manja, sambil memeluk leher ayahnya. Radja tersenyum tipis, lalu mengecup kening putrinya tanpa ragu. “Ayo makan yang banyak, biar kuat,” balasnya lembut, nada suaranya jauh berbeda dari dingin yang biasa Djiwa rasakan. Ratu terkikik kecil, tampak begitu nyaman di pangkuan ayahnya. Radja kembali mengecup pipinya sekilas, memperlakukan gadis kecil itu seolah dunia hanya

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 527

    Tubuh Radja sedikit terhuyung oleh dorongan kecil itu. Ia terdiam. Dua tangan kecil yang melingkar di tubuhnya terasa hangat dan tulus. “Daddy ….” suara Ratu bergetar di dada Radja. Pelukannya semakin erat, seolah takut ayahnya akan menjauh lagi. “Ratu kangen, Daddy,” lirihnya, wajah kecil itu menempel di tubuh sang ayah. “Ratu kangen banget ….” Radja terdiam. Detik itu juga, sesuatu di dalam dirinya runtuh. Perlahan, kedua tangannya terangkat lalu membalas pelukan putrinya. Erat. Hangat. Seolah tak ingin melepas. “Ratu,” suaranya lebih pelan dari biasanya. Bocah itu mendongak, matanya sudah berkaca-kaca. “Maafin Ratu ya, Dad … Ratu gak boleh marah sama Daddy, Ratu salah,” ucapnya terputus-putus, menahan tangis. Rahang Radja mengeras sesaat, bukan karena marah—tapi karena menahan perasaan yang tiba-tiba menyerbu. Tanpa banyak kata, ia membungkuk sedikit, lalu mengangkat tubuh kecil itu ke dalam gendongannya. Ratu langsung melingkarkan kedua tangannya di leher ayahnya. Rad

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 526

    Djiwa membulatkan matanya, terkejut. Dadanya langsung berdegup tak karuan. Dari mana Radja tahu? Tentang dirinya yang setengah hari tidak ada di rumah, tentang Bagas, tentang sekolah Lumina. Radja menghembuskan napas kasar, seolah menahan sesuatu yang sejak tadi mengendap di dadanya. “Kamu mau bilang ini kebetulan?” suaranya rendah, namun tajam. “Atau … salah paham?” Sudut bibirnya terangkat tipis, membentuk seringai yang nyaris tak terlihat—pahit, dingin. “Terlalu banyak kebetulan dan salah paham yang kamu pakai, Djiwa,” lanjutnya pelan, namun menekan. “Bukannya menghapus kecurigaan saya, justru semakin menguatkannya.” Ia melangkah mendekat satu langkah. “Bahkan bukan cuma kamu,” sambungnya, sorot matanya mengeras. “Saya melihat sendiri, putri saya mulai lebih nyaman dengan laki-laki itu.” Jeda sejenak. “Hebat,” bisiknya dingin. “Kamu berhasil memperkenalkan sosok baru dalam hidup anak saya, tanpa saya tahu.” Djiwa menggigit bibirnya kuat. Rasa perih menjalar hingga ke dada.

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 525

    “Kamu … apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Djiwa dingin, tatapannya lurus menembus Bagas di hadapannya. Ada jarak yang tiba-tiba tercipta, bukan sekadar antara mantan guru les dan orang tua murid, tapi sesuatu yang lebih tajam lebih berhati-hati. Bagas tampak sedikit terkejut. Apalagi saat beberapa detik sebelumnya, Djiwa dengan refleks meraih tangan Ratu dari genggamannya—seolah sedang menarik anaknya menjauh dari sesuatu yang berbahaya. Padahal mereka saling mengenal. Karena sebelumnya dia sudah mengajar tiga anak kembar itu beberapa bulan. Namun sebelum Bagas sempat membuka suara, Ratu sudah lebih dulu berbicara dengan wajah berbinar. “Mommy, ini Kak Bagas. Dia jadi guru sekarang di sekolah Ratu. Ngajarnya juga di kelas Ratu!” Djiwa menelan ludahnya pelan. Sorot matanya sempat turun ke seragam yang dikenakan Bagas, rapi, lengkap, tak terbantahkan. Ia sebenarnya sudah tahu jawabannya, seragam itu sudah menjelaskan semua. Namun entah kenapa, pertanyaan itu tetap keluar. “B

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 524

    “Kak … Kak Bagas?” lirihnya. Di sana, beberapa meter di depannya—seorang pria berdiri mengenakan seragam guru SD Lumina, rapi dan profesional. Bagas. Tanpa berpikir panjang, Ratu langsung berlari. “Kak Bagaaaas!” teriaknya nyaring, menarik perhatian beberapa orang di sekitar. Bagas yang semula sedang berbincang dengan salah satu guru menoleh cepat. Dan detik berikutnya, tubuh kecil itu sudah menabrak pelukannya. Memeluknya erat. Bagas sedikit terkejut, namun refleks tangannya membalas pelukan itu. “Ratu?” ucapnya pelan. Bocah itu mendongak, matanya sudah berkaca-kaca. “Kak Bagas balik?” suaranya bergetar, antara bahagia dan tak percaya. Di belakangnya, Regan dan Naren berhenti melangkah. Keduanya saling berpandangan. Lalu menatap ke arah Bagas yang kini berdiri di tengah lobi sekolah mereka sebagai seorang guru. _____ “Saya cukup terkejut setelah mendapatkan informasi itu, Pak,” ucap Arga siang itu, berdiri di hadapan meja kerja Radja. “Apa ini ada hubungannya dengan kec

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 523

    Pagi itu, Djiwa terbangun di kamarnya karena cahaya matahari yang menyusup dari celah tirai yang sedikit terbuka. Hangatnya sinar itu jatuh tepat di wajahnya, memaksanya membuka mata perlahan. Tubuhnya masih terbalut selimut tebal. Refleks, ia menoleh ke kanan dan kiri. Kosong. Tak ada sosok Radja di sana. Keningnya berkerut. Ingatannya kembali pada semalam—pelukan hangat itu, tangis yang pecah, dan dirinya yang akhirnya tertidur di ruang kerja. “Mas Radja …,” gumamnya lirih. Lalu ia menghela napas pelan. “Jadi dia gak tidur sama aku?” bisiknya, nyaris tak terdengar. “Apa dia balik lagi ke ruang kerja setelah anter aku ke sini?” Djiwa mendengus pelan, menahan sesuatu yang mengganjal di dadanya. Ia bangkit, duduk di tepi ranjang. “Aku kira dia udah maafin aku setelah peluk aku semalem,” lanjutnya pelan. “Tapi ternyata belum tentu.” Senyum tipis terukir di bibirnya, pahit. Seolah ia terlalu cepat berharap. _____ Di sisi lain, Radja sudah tampil rapi dengan setelan kerjanya. Kem

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 64

    “Mas, harus banget ke Belanda berdua sama Djiwa?” tanya Inggrit begitu mereka berdua kembali ke kamar. Radja tak menjawab. Pria itu melangkah dengan penuh wibawa menuju meja, kemudian menyandarkan punggungnya di sana, sementara kedua tangannya terlipat di dada. Tatapannya yang dingin namun berbah

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 49

    Kaisar menghela napas panjang begitu mobilnya masuk gerbang kantor. Langit siang yang terik tak mampu menghangatkan dinginnya pikiran yang menggulung di kepalanya sejak sesi konsultasi tadi. Jemarinya mengetuk-ngetuk setir, iramanya tak beraturan—tanda jelas bahwa hatinya sedang kacau karena renc

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 56

    Inggrit baru saja tiba di mansion. Langkah kakinya menghentak keras, cepat, dan penuh amarah—seolah dia sengaja ingin seluruh penjuru rumah tahu bahwa saat ini dia sedang berada di titik paling emosional. Di belakangnya, Anggita menyusul dalam keadaan terisak halus. Arga mengantar bocah itu pu

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 58

    “Simbiosis mutualisme?” Radja mengulang dua kata itu pelan, dengan senyum miring yang tidak sepenuhnya bisa dibaca. Ia menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan seolah mencoba memahami isi kepala perempuan di hadapannya. Djiwa menunduk. Napasnya tercekat. “Biarin Djiwa sendiri dulu, Mas …

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status