공유

BAB 542

작가: Langit Parama
last update 게시일: 2026-05-23 00:01:33

“Pagi sekali kamu datang ke sini, Tan?” tanya Sekar saat melihat Sultan melangkah masuk ke mansion, tak lama setelah mereka selesai sarapan.

Sultan tersenyum tipis. Tatapannya sempat singgah pada Kaisar, lalu bergeser pada Karin yang berdiri di sisi pria itu.

Ada sesuatu yang berkilat di matanya, sebelum akhirnya ia kembali menatap sang ibu. “Ada yang perlu saya urus di sini, Mi,” ucapnya tenang.

“Urus apa?” alis Sekar terangkat, nada suaranya mulai curiga.

“Saya mau cek CCTV mansion. Aplik
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 543

    “Daddy akhirnya pulang …!” seru Ratu riang saat melihat ayahnya tiba di rumah siang itu, berjalan perlahan dengan bantuan sang ibu. Radja tersenyum tipis. Tatapannya melembut melihat putri kecilnya yang begitu antusias menyambut kepulangannya. Tanpa menunggu lama, Ratu berlari kecil menghampiri. “Biar Ratu bantu Daddy masuk ke rumah,” ucapnya polos, kedua tangan mungilnya langsung meraih lengan sang ayah, seolah benar-benar menjadi penopang tambahan. Radja terkekeh pelan. “Terima kasih, putri Daddy yang paling baik.” Ratu tersenyum bangga. Sementara itu, Regan dan Naren berdiri di ambang pintu, menunggu dengan tenang. Tatapan mereka tertuju pada sang ayah, memastikan pria itu benar-benar baik-baik saja. “Pelan-pelan, Dad,” ucap Regan, suaranya lebih dewasa dari usianya. Radja mengangguk kecil. “Iya.” Mereka akhirnya masuk ke dalam mansion. Langkah Radja masih terlihat hati-hati, namun lebih stabil dibanding sebelumnya. Begitu sampai di dalam, Djiwa langsung mengarahkan langk

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 542

    “Pagi sekali kamu datang ke sini, Tan?” tanya Sekar saat melihat Sultan melangkah masuk ke mansion, tak lama setelah mereka selesai sarapan. Sultan tersenyum tipis. Tatapannya sempat singgah pada Kaisar, lalu bergeser pada Karin yang berdiri di sisi pria itu. Ada sesuatu yang berkilat di matanya, sebelum akhirnya ia kembali menatap sang ibu. “Ada yang perlu saya urus di sini, Mi,” ucapnya tenang. “Urus apa?” alis Sekar terangkat, nada suaranya mulai curiga. “Saya mau cek CCTV mansion. Aplikasi rekamannya di mana? Laptop atau iPad?” tanya Sultan tanpa bertele-tele. Sekar langsung mengernyit. “Untuk apa kamu cek CCTV rumah? Ada yang kamu cari? Barang Fairish tertinggal di sini?” Sultan menghela napas pendek, menahan kesabaran. “Berikan saja, Mi. Saya bukan orang luar.” Sekar mendengus pelan, masih dengan ekspresi tak suka. “Di kamar Mami. Ambil sendiri.” Tanpa menunggu lama, Sultan langsung berbalik dan melangkah menuju kamar ibunya. Beberapa menit kemudian, ia sudah duduk di t

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 541

    “Mas … kamu gak bermaksud menuduh Mami, kan?” tanya Sultan, matanya menyipit, penuh selidik. Radja menyunggingkan senyum miring. “Menuduh apa maksud kamu?” “Kalau kecelakaan ini ulah Mami.” Hening sesaat. Radja menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan, seolah sedang menahan sesuatu yang lebih besar dari sekadar jawaban. “Biar saya urus sendiri masalah ini. Nanti kamu juga akan tahu siapa pelakunya.” Tatapannya beralih ke arah lain, menghindari sorot mata adiknya. Sultan mengernyit, langkahnya maju setengah. “Jadi kamu sudah tahu?” Tak ada jawaban. Hanya diam yang menggantung, menegaskan lebih dari sekadar kata-kata. “Kalau kamu tahu, jawab saya, Mas,” desak Sultan, suaranya mulai menekan. “Biar saya bisa bantu. Ini bukan masalah kecil.” Radja tetap diam, rahangnya mengeras. “Walaupun kamu tahu,” ucapnya akhirnya, pelan, tanpa menoleh, “Saya yakin kamu justru bingung harus berbuat apa.” Sultan menatap kakaknya lekat-lekat, mencoba membaca sesuatu yang disembunyi

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 540

    “Om Sultan!” seru Ratu penuh semangat begitu melihat Sultan, Fairish, dan Binar datang menjenguk. Sultan tersenyum, lalu berjongkok di hadapan keponakannya. “Ada apa, hm?” Ratu langsung berdiri tegap, wajahnya berbinar bangga. “Nanti kalau Ratu udah besar, Ratu mau jadi dokter kayak Om. Biar kalau Daddy, Mommy, Mas Regan, sama Mas Naren sakit, Ratu yang obatin!” Sultan terkekeh pelan, lalu mencubit gemas pipi chubby itu. “Nah, ini baru anak pintar.” Ia menarik Binar mendekat. “Kak Binar juga mau jadi dokter.” Mata Ratu langsung membulat tak percaya. “Hah? Kak Binar juga mau jadi dokter?” Binar mengangguk mantap, tak kalah semangat. “Iya, dong. Aku mau jadi dokter kayak Papa, biar bisa nyembuhin banyak orang.” “Yeay!” Ratu bertepuk tangan kecil. “Berarti Ratu punya temen! Ratu jadi makin semangat!” Fairish yang melihat interaksi itu tersenyum lembut, matanya hangat menatap kedua anak kecil tersebut. Di sisi lain, Djiwa ikut tersenyum. Namun senyum itu terasa dipaksakan

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 539

    Karin baru saja tiba di mansion Reinard tepat pukul enam lewat lima belas menit. Langit sudah gelap, hanya lampu-lampu taman yang menyala redup menerangi halaman luas itu. Ia berdiri seorang diri di teras, diam terlalu lama, seolah kakinya enggan melangkah masuk. Pertemuannya yang mendadak dengan Radja tadi siang masih membekas di kepalanya. Tatapan pria itu dingin, tajam, dan seakan tahu segalanya. Membuat dadanya terasa sempit. Karin melamun, menatap kosong ke depan. “Kamu dari mana?” Suara berat yang tiba-tiba muncul dari belakang membuat tubuhnya tersentak. Jantungnya seolah berhenti sesaat. Ia segera menoleh. “Mas Kai?” suaranya nyaris tercekat saat mendapati Kaisar sudah berdiri di belakangnya, menatapnya lurus tanpa berkedip. “Kamu dari mana?” ulang Kaisar, kali ini dengan nada lebih rendah. Tatapannya menyelidik. Karin menelan ludahnya pelan. “Aku … aku dari rumah Bunda.” Kaisar mengernyit. “Rumah Bunda?” Langkah Kaisar mendekat perlahan, membuat Karin refleks mundur

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 538

    “Kamu operasi, ya, Mas ….” bisik Djiwa lirih dalam dekapan suaminya. Kepalanya bersandar di dada bidang Radja, sementara kedua lengannya melingkar erat di pinggang pria itu, seolah takut kehilangan. Tak ada jawaban. Djiwa perlahan mendongak, menatap wajah Radja yang tetap tenang—terlalu tenang untuk situasi seperti ini. “Kamu harus operasi, Mas.” “Harus?” alis Radja terangkat tipis, suaranya datar namun menyimpan arti. “Iya,” jawab Djiwa tegas, meski suaranya bergetar. “Kalau gak, aku bakal kasih tahu anak-anak kalau Daddy-nya gak mau berjuang buat hidup. Kamu egois, kamu gak mikirin aku sama anak-anak.” Sudut bibir Radja terangkat, membentuk seringai tipis yang justru membuat dada Djiwa semakin sesak. “Jangan senyum kayak gitu,” lanjut Djiwa, napasnya memburu. “Aku tahu aku juga pernah keras kepala waktu milih antara aku sama Sankara. Tapi makasih, karena kamu akhirnya tetep milih aku buat hidup.” Matanya mulai berkaca-kaca. “Sekarang aku minta hal yang sama dari kamu,” ucap

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 56

    Inggrit baru saja tiba di mansion. Langkah kakinya menghentak keras, cepat, dan penuh amarah—seolah dia sengaja ingin seluruh penjuru rumah tahu bahwa saat ini dia sedang berada di titik paling emosional. Di belakangnya, Anggita menyusul dalam keadaan terisak halus. Arga mengantar bocah itu pu

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 61

    “Sultan, kamu di mana?” tanya Radja pada sang adik melalui telepon. Saat ini dia masih berada di depan ruangan rawat inap kakek Djiwa yang tiba-tiba menghilang dari ruangan. Sementara Djiwa di hadapannya tampak cemas dan gelisah. “Saya baru saja keluar dari ruangan radiologi, kenapa?” suara Sulta

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 64

    “Mas, harus banget ke Belanda berdua sama Djiwa?” tanya Inggrit begitu mereka berdua kembali ke kamar. Radja tak menjawab. Pria itu melangkah dengan penuh wibawa menuju meja, kemudian menyandarkan punggungnya di sana, sementara kedua tangannya terlipat di dada. Tatapannya yang dingin namun berbah

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 49

    Kaisar menghela napas panjang begitu mobilnya masuk gerbang kantor. Langit siang yang terik tak mampu menghangatkan dinginnya pikiran yang menggulung di kepalanya sejak sesi konsultasi tadi. Jemarinya mengetuk-ngetuk setir, iramanya tak beraturan—tanda jelas bahwa hatinya sedang kacau karena renc

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status