Share

BAB 453

Author: Langit Parama
last update publish date: 2026-04-22 00:05:01

“Oke, anak-anak,” seru Bu Delima, guru Bahasa Indonesia yang siang itu mengajar di kelas Regan, Naren, Ratu, dan juga Binar.

Seluruh murid di kelas langsung menatap ke arah guru mereka dengan rasa penasaran.

“Boleh Ibu minta waktu kalian sebentar?” lanjut Bu Delima.

“Boleh, Bu,” jawab beberapa murid hampir bersamaan.

Bu Delima tersenyum hangat. “Begini,” katanya kemudian. “Ibu dari teman kita saat ini sedang menjalani kehamilan.”

Ia menatap ke arah Regan, Naren, dan Ratu yang duduk di bang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (17)
goodnovel comment avatar
Elismail
Thor tunjukkan kedatangan Sekar pada Radja dan omongan Sekar yang menekan Dniwa agar Radja bisa memarahi ibunya.
goodnovel comment avatar
1436578TR
iy gak berubah2 ms lemah terus dah ada anak yg oerlu di lindungi
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Radja ga tau ibunya dateng ke rumahnya & si Djiwa goblok ga mau cerita...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 631

    “Mbak ... silakan masuk,” ucap Djiwa lembut saat melihat Fairish baru saja tiba di rumah sakit bersama kedua anaknya. Fairish tersenyum kecil sambil mendorong stroller Adipati masuk ke ruang rawat inap VIP Ratu. Di sampingnya, Binar berjalan cepat dengan seragam dokter mainan lengkap dan stetoskop kecil yang menggantung di lehernya. “Gimana keadaan Ratu sekarang, Wa?” tanya Fairish penuh cemas. “Udah lebih baik, Mbak,” jawab Djiwa pelan. “Tadi udah sadar, udah bisa ngobrol juga sama Daddy-nya.” Fairish langsung menghembuskan napas lega. “Syukurlah.” “Ratuuu!” seru Binar heboh sambil berlari mendekati brankar. Ratu yang sedang bersandar di dada Radja langsung menoleh. Bola matanya membulat lucu saat melihat sepupunya memakai jas dokter kecil. “Kak Binar jadi dokter beneran?” tanya Ratu polos. “Iya!” jawab Binar bangga. “Papa ngajarin Binar periksa ora

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 630

    Sultan baru saja tiba di kantor polisi. Langkahnya panjang dan tergesa saat memasuki bangunan tersebut dengan raut wajah serius. Sejak menerima kabar dari Karin bahwa Kaisar menyerahkan diri, pikirannya terus dipenuhi berbagai kemungkinan. Kaisar memang keras kepala. Namun Sultan tahu betul, adik bungsunya itu bukan tipe orang yang mudah mengakui kesalahan, apalagi menyerahkan diri begitu saja. Di salah satu ruangan pemeriksaan, Sultan akhirnya menemukan Kaisar duduk sendirian. Pria itu tampak jauh lebih kacau dibanding terakhir kali mereka bertemu. Rambutnya berantakan. Matanya merah. Dan tatapannya kosong menatap meja di depannya. “Kai.” Kaisar mengangkat kepalanya perlahan saat mendengar suara sang kakak. “Mas Sultan.” Sultan menghembuskan napas panjang sebelum berjalan mendekat. “Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 629

    Karin mengepalkan kedua tangannya erat di atas pangkuan. Tubuhnya gemetar hebat sejak pintu apartemen itu tertutup beberapa menit lalu. Kaisar benar-benar pergi. Pergi untuk menyerahkan dirinya ke kantor polisi. Air mata terus mengalir membasahi pipinya tanpa mampu dia tahan lagi. Dadanya terasa sesak sampai sulit bernapas. Ia menunduk, menatap perutnya yang mulai membesar dengan pandangan kosong. “Maafin Mama ....” lirihnya serak. Semua ini bermula karena dirinya. Karena kecelakaan itu. Karena ketakutannya sendiri. Dan sekarang, Kaisar harus menanggung semua konsekuensinya. Pria itu bahkan mungkin tidak akan berada di sampingnya saat anak mereka lahir nanti. Tak ada yang menggenggam tangannya di ruang persalinan. Tak ada Kaisar yang biasanya selalu bersikap tenang dan melindunginya. Memikirkan hal itu membuat tangis Karin pecah semakin keras. “Aku g

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 628

    Seketika Djiwa dan Naren menoleh bersamaan ke arah Regan. “Apa?” tanya Djiwa cepat. “Tangan Ratu gerak, Mom,” ucap Regan dengan napas tertahan. “Beneran.” Djiwa buru-buru mendekat ke sisi brankar. Dan benar saja, jemari kecil putrinya bergerak pelan di sela genggaman tangan Regan. “Nak ...?” suara Djiwa langsung bergetar. Ia membungkuk, mengusap lembut pipi pucat putrinya. “Ratu ... sayang?” Kelopak mata bocah itu bergerak pelan, cukup membuat jantung Djiwa berdetak begitu cepat hingga hampir sesak. “Mas Regan! Pencet tombol dokter, cepat!” ucap Djiwa panik bercampur bahagia. Regan langsung bangkit dan menekan tombol darurat di atas kepala brankar. Tak butuh waktu lama, suara langkah kaki tergesa terdengar dari luar ruangan. Sementara itu Djiwa buru-buru meraih ponselnya dengan tangan gemetar, mencari nomor suaminya untuk dihubungi. Pa

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 627

    “Mas jangan bercanda kayak gitu,” ucap Karin cepat, matanya mulai berkaca-kaca. “Saya serius.” “Kamu gila?!” suara Karin bergetar. “Kalau kamu masuk penjara, aku gimana? Anak kita gimana?” Kaisar memejamkan matanya sejenak. “Dan kalau Ratu kenapa-kenapa ... saya juga gak akan bisa hidup tenang, Karin.” Karin menggigit bibirnya kuat-kuat, air matanya mulai jatuh satu per satu. “Kamu bilang ini semua gak disengaja,” lirihnya. “Kamu bilang cuma mau bikin Mas Radja berhenti ngejar aku.” “Saya tahu.” “Terus kenapa sekarang malah mau nyerahin diri?” Kaisar mengangkat kepalanya perlahan. Matanya merah. “Karena saya baru sadar ... saya hampir mengambil anak perempuan satu-satunya dari kakak saya.” “Bagaimana jika Ratu tidak selamat? Sedangkan Djiwa sudah tidak bisa hamil lagi,” lanjut Kaisar lirih. “Bayangkan jika itu posisi saya sebagai ayah?”

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 626

    Suasana ruang rawat inap VIP terasa begitu sunyi. Hanya terdengar suara alat monitor jantung yang berdetak stabil, mengisi keheningan di dalam ruangan. Ratu masih terbaring lemah di atas brankar. Wajah kecilnya pucat, kepalanya diperban, begitu pula salah satu kakinya yang membuat dada siapa pun terasa nyeri saat melihatnya. Radja duduk di kursi samping brankar sejak tadi. Kemeja hitam yang dia kenakan tampak kusut karena semalaman tak berganti posisi terlalu banyak. Matanya merah. Bukan hanya karena tidak tidur, tapi juga karena terlalu lama menahan rasa takut dan bersalah. Tangan besarnya menggenggam tangan kecil putrinya erat, seolah takut kehilangan. “Kita sarapan dulu ya, Mas,” ucap Djiwa lirih sambil masuk membawa nampan makanan. Di belakangnya, Regan dan Naren ikut masuk dengan langkah pelan. Kedua bocah itu tampak murung sejak semalam. Radja menoleh sekilas pada sang istr

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 127

    “Terima kasih banyak ya, dok?” ucap Fairish sembari mengulas senyum manis yang dipaksakan. Ia merapikan pakaiannya sebelum turun dari ranjang pasien. “Sama-sama, Bu. Kalau begitu, tunggu sebentar, ya. Saya cetak dulu foto hasil USG-nya,” ucap dokter obgyn tersebut sambil melangkah ke meja kerjanya

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 123

    “Non Djiwa, istirahat, ya?” Mbok Inem segera membantu Djiwa berbaring di atas ranjang. “Non pasti kaget,” ucapnya lirih, mata wanita paruh baya itu berkaca-kaca. Djiwa menyandarkan punggung ke sandaran ranjang, memejamkan mata sejenak sambil berusaha menstabilkan napasnya yang masih memburu. Mbok

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 89

    “Aku sebenernya hamil apa gak sih, Kai?” tanya Fairish pada Kaisar yang tengah mengemudi mobilnya, meninggalkan restoran yang beberapa saat lalu mereka singgahi untuk makan siang. Kaisar meliriknya dari kaca spion tengah, sebelum kembali fokus pada jalan raya. “Kamu sendiri kan yang dateng ke d

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 341

    “Kamu yang masak?” tanya Radja sembari menyuapkan makanan ke mulutnya. Tatapannya tertuju pada Djiwa, penuh selidik sekaligus perhatian. “Iya, Mas,” jawab Djiwa lembut. “Selama gak capek, aku pengen masakin sarapan sama makan malam buat kamu dan anak-anak.”

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status