Share

12

Author: Dea Saputri
last update publish date: 2026-05-12 04:26:01

Bab 12

Tubuh Adeline menegang kaku, melihat Kenzo menggendongnya ke dalam kamar mandi. Ada rasa malu, bahkan ia butuh karena idak tahan lagi. “Bisa? Mau dibanu lepas celananya?” tanya Kenzo menggoda Adeline membua wanita itu melotot langsung.

“Gila lo, udah deh sana keluar!” dalam sekejab sikapnya langsung berubah menjadi galak dan judes. Bukan apa, jusru Kenzo merasa gemas dengannya, ia mengacak – ngacak pelan rambut Adeline.

“Aku hanya bercanda, panggil kalau selesai.”

Kenzo meninggalkan Adel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 14

    Bab 14Adeline diam, ia akui jika terlalu banyak hal yang terjadi antara dirinya dan Kenzo. Semuanya hanya mereka yang tahu. Seperti sekarang ia memeluk erat Kenzo bagaimana jika kedua orang tua mereka tahu? Bahkan Adeline begitu nyaman ada dipelukannya. Adeline berpacaran dengan Galuh tanpa ada kontak fisik, hanya sebatas hal wajar. Pelukan saja jarang, apa lagi ciuman bibir panas dan liar seperti tadi. Lama terdiam dengan pikirannya sendiri, ia tertidur dalam dekapan Kenzo. “Kenapa lo gak pernah ngerti kalau gue suka sama lo, Adeline. Gue bahkan benci saat lo deket dengan laki-laki manapun selain gue. Karna lo hanya milik gue.”Kenzo ikut terpejam, ia tidur dengan Adeline bersama di satu bed rumah sakit ini. *Adeline membuka, tak ada siapapun. Hening, merasa haus ia mencoba bangun secara perlahan. Terlihat masih lemas, tapi ia mencoba meraih gelas di dekatnya. Sialnya ia kesulitan hingga suara pintu kamar mandi terbuka ada Kenzo segera berjalan ke arahnya. “Minum, aku haus.” “

  • Candu Obsesi Sahabatku   13

    Bab 13 “Kemana?” bisik pelan Adeline tidak mau ditinggalkan oleh Kenzo. Ia merasa takut jika sendirian.“Aku di sofa,” ucapnya namun Adeline menggelengkan kepala.“Gue gak mau ditinggal.”“Aku kamu, Adeline. Kenapa ngomongnya masih gitu hmm? Kita bukan orang kemarin, kita sudah lama kenal lho.” Ucap Kenzo namun gadis itu hanya tersenyum kecil dan tetap geleng kepala.“Jangan pergi, di sini saja.” Adeline menahan tangan Kenzo untuk tetap disini, ia bahkan menggenggam tangan Kenzo dengan erat tidak mau ditinggal sama sekali.“Aku disini, tidurlah.”Adeline memejamkan mata, ia bangun dan duduk kembali. Meminta Kenzo mendekat dan tak terduga memeluknya. Kenzo hanya tersenyum kecil membalas pelukan Adeline. “Kenapa? Ada sesuatu hem? Katakan saja!” ucap Kenzo.“Engga ada, aku cuma pengen peluk.”Adeline yang biasanya keras kepala, angkuh sekarang menjadi sosok diam. Tak ada senyuman dan cerewet dari mulutnya. Kenzo hanya bisa pasrah menunggu Wanita itu hingga benar – benar sembuh dari keja

  • Candu Obsesi Sahabatku   12

    Bab 12Tubuh Adeline menegang kaku, melihat Kenzo menggendongnya ke dalam kamar mandi. Ada rasa malu, bahkan ia butuh karena idak tahan lagi. “Bisa? Mau dibanu lepas celananya?” tanya Kenzo menggoda Adeline membua wanita itu melotot langsung.“Gila lo, udah deh sana keluar!” dalam sekejab sikapnya langsung berubah menjadi galak dan judes. Bukan apa, jusru Kenzo merasa gemas dengannya, ia mengacak – ngacak pelan rambut Adeline.“Aku hanya bercanda, panggil kalau selesai.”Kenzo meninggalkan Adeline sendiri di kamar mandi, perasaannya berdebar begitu kencang. Tak lama Mami Angelin datang bersama suaminya mereka melihat taka da Adeline disana.“Kemana Adeline Ken?” tanya Papi Aditya.“Kamar mandi,” ujarnya pelan. “Sudah selesai kerjaan mami?” tanya Kenzo kembali apalagi Anjelin baru saja keluar sudah datang kembali.“Belum, kebetulan papi datang. Besok saja, kita sudah kabari kok.”Tak lama suara Adeline memanggil Kenzo, “Ken… gue udah selesai.” Kenzo langsung masuk ke kamar mandi, meli

  • Candu Obsesi Sahabatku   11

    Bab 11 Adeline menatap datar Kenzo, perasaannya masih bingung dan bimbang dengan semua yang terjadi kali ini. Nyatanya, dengan Galuh ia tidak benar – benar ada rasa. Bahkan pria itu tega menjebak dirinya untuk tidur dengan pria lain, gila bukan? Kenzo, sahabatnya yang selalu ada untuknya. Bahkan Adeline yakin jika hari ini pria itu memiliki jadwal yang padat. Sayangnya dia selalu meluangkan waktu untuk dirinya. Belum lagi Kenzo bicara pintu kamar diketuk, masuklah Zack membawa bunga dan beberapa coklat kesukaan Adeline. Pria itu langsung menerimanya, “Lo bisa keluar!” ucap Kenzo tidak mengizinkan Zack masuk sama sekali. “Gue ke kantor, urus kerjaan lagi. Lo pulang sendiri bisa? Atau nanti gue pelru ke sini lagi?” tanya Zack dengan Kenzo. “Gue bisa sendiri, lo urus kantor.” “Oke, gue duluan. Semoga Adeline cepat sembuh,” gumam pelan Zack yang bisa dikatakan menggoda Kenzo seperti biasa. “Gak usah banyak omong lo.” Kenzo memberikan ke Adeline, ia tahu wanita di depannya mas

  • Candu Obsesi Sahabatku    Bab 10

    Bab 10 Sejak ucapan Kenzo kemarin, Adeline semakin diam dan tidak banyak bicara. Bahkan Mami Angelin sudah membujuk Adeline untuk melanjutkan pemeriksaan dengan dokter psikolog sayangnya Adeline hanya diam tidak melawan seperti biasanya. “Sayang, ada masalah? Bagaimana konsultasi dengan dokter Silvi? Semua baik – baik saja kan?” tanyanya memeluk Adeline yang baru saja keluar dari ruangan dengan mata sembab bahkan tatapannya kosong. “Aku baik mam, aku ingin pulang. Aku gak mau dirawat di sini, aku baik – baik saja!” pinta Adeline membuat Mami Angelin mengerutkan kening. Dari raut wajahnya tidak setuju, kondisi Adeline belum membaik masih butuh pantauan dari dokter untuk pemeriksaan lanjut. “Sayang, tunggu 2 hari lagi ya?” ujarnya. “Iya, terserah mami saja.” Adeline duduk di kursi roda, di dorong oleh perawat untuk masuk ke dalam kamar inapnya kembali. Tatapannya kosong, ia memilih memejamkan mata. Ucapan Kenzo semakin terlintas. Bagaimana jika orangtua mereka tidak setuju? H

  • Candu Obsesi Sahabatku    Bab 9

    Bab 9 “Kamu disentuh dimana?” tanya Kenzo dengan tegas dengan aura yang dingin membuat Adeline menatapnya langsung. “Dia cengkram wajahku, ini…, dia tarik tangan bahkan dia hampir lepasin baju aku.” Bukan Adeline yang keras kepala, kali ini hanya sisi manja dan manis di depan Kenzo, menggunakan kata aku – kamu. Bukan lo – gue seperti biasa yang tidak akur saling adu mulut. Tanpa menunggu lama, Kenzo menyentuh tangan bahkan mencium tangan Adeline. Tidak hanya itu saja, ia mencium wajah Adeline dengan ciuman lembut dan usapan lembut seolah menghilangkan bekas menjijikan yang baru saja di dapatkan oleh Adeline. CUP. CUP. CUP. Entah berapa kali kecupan, Adeline hanya memejamkan mata. Membiarkan Kenzo menghapus jejak menjijikan yang membuat dirinya kotor dan tidak suci kembali. Adeline yang bisa keras kepala, bahkan kini hanya menangis dengan ketakutan. Takut, bayangan Kenzo datang terlambat pasti dia sudah hancur. “Aku sudah hilangkan semuanya, tidak ada bekas sia*alan itu lagi!

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status