Share

Bab 14

Penulis: Dea Saputri
last update Tanggal publikasi: 2026-05-25 15:42:53

Bab 14

Adeline diam, ia akui jika terlalu banyak hal yang terjadi antara dirinya dan Kenzo. Semuanya hanya mereka yang tahu. Seperti sekarang ia memeluk erat Kenzo bagaimana jika kedua orang tua mereka tahu? Bahkan Adeline begitu nyaman ada dipelukannya.

Adeline berpacaran dengan Galuh tanpa ada kontak fisik, hanya sebatas hal wajar. Pelukan saja jarang, apa lagi ciuman bibir panas dan liar seperti tadi.

Lama terdiam dengan pikirannya sendiri, ia tertidur dalam dekapan Kenzo. “Kenapa lo gak p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Candu Obsesi Sahabatku   17

    Bab 17“Maksud papi apa? Adeline mengadu kalian ingin menjodohkannya dengan pria lain?” tanya Kenzo kesal, bahkan ia bicara dengan dingin membuat Papi Aditya menganggukan kepala.“Benar, itu permintaan istri papi langsung. Kejadian kemarin sudah cukup membuat kita waspada, kita tidak mau Adeline ada di tangan laki – laki lain yang membahayakan keselamatan Adeline sendiri,” jawab Papi Aditya tanpa ragu menatap laki – laki dengan sort kemarahan di depannya.“Aku tetap tidak setuju dengan keputusan kalian, Adeline baru pulih dari kesehatannya. Dan itu buat mental dia tidak baik – baik saja,” ia masih kekeh hingga tak lama orangtua Kenzo masuk ke ruangan.Mereka terkejut kenapa anaknya ada di sini?“Kenzo? Kau sedang apa?” Tanya Papa Reno dengan putranya, rasanya menahan amarah dengan Aditya sendiri.Mama Merry pun bingung, ia mengusap pelan tubuh Kenzo memastikan jika laki – laki itu dalam keadaan baik – baik saja. Namun, diluar dugaan dia menepis tangannya menandakan dia sangat marah sek

  • Candu Obsesi Sahabatku   16

    Bab 16Adeline di perbolehkan pulang, kondiisnya sudah membaik. Ia hanya perlu istirahat dan beberapa kali control untuk datang ke ruang psikolog. Mengingat kejadian itu, membuat dirinya trauma. Mami Angelin bahkan merapikan baju di kamarnya dengan santai, ia tidak masalah dengan putrinya yang murung menahan kesal sejak tadi.“Kamu mau makan apa? Biar mami siapkan makan malamnya,” tanya Mami Angelin membuat Adeline menahan nafas.“Aku gak laper, masih kenyang mi.”“Inget kata dokter, kamu boleh pulang dengan catatan makan yang banyak, minum obat dna istirahat. Jangan gak laper ap aitu, mami inget ya kamu cuma sarapan tadi. Siang juga belum makan,” oceh mami Angelin membuat Adeline menutup matanya.“Ayam bakar,” jawab malas Adeline membuat mami Angelin tersenyum.“Hm, baiklah. Oh ya, tadi mami udah bicara soal perjodohan kamu. Keluarga mereka juga sangat senang hati kalau putranya berjodoh denganmu, sayang.”Deg.Perasaan Adeline yang buruk semakin buruk. Ia tidak menyahuti lagi ucapa

  • Candu Obsesi Sahabatku   15

    Bab 15Adeline mengerutkan kening tak paham denga napa yang baru saja diucapkan oleh maminya,. Kata menikah menjadi penganggu di pendengarannya.“Maksud mami, nikah?” tanya Adeline.“Iya, mami akan carikan kamu laki – laki untuk jadi calon suamimu. Cukup sudah waktu kamu soal pacarana itu. bahaya, mami gak mau. Bahkan Papi sudah setuju soal ini, dan kita sepakat untuk cari suami buat kamu!” jawab Mami Angelin membuat Adeline mengerutkan kening tidak paham.“Aku tidak mau, untuk apa mami repot dengan hal ini. Bahkan mami tidak bicara dengan aku lebih dulu,” tentunya Adeline menolak. Bagaimana bisa orang tuanya membicarakan hal ini dengan mereka. Tanpa sepengetahuan Adeline sendiri.“Sayang, kita sudah memikirkan ini. Kejadian kamu kemarin, buat mami dan papi takut. Bukankah, lebih baik kamu menikah. Kita akan sedikit lebih tenang kamu ada yang jaga!”Adeline benar – benar tidak mengerti bagaimana bisa mereka memutuskan sesuatu yang mudah, percuma menjelaskan panjang lebar dengan Mami A

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 14

    Bab 14Adeline diam, ia akui jika terlalu banyak hal yang terjadi antara dirinya dan Kenzo. Semuanya hanya mereka yang tahu. Seperti sekarang ia memeluk erat Kenzo bagaimana jika kedua orang tua mereka tahu? Bahkan Adeline begitu nyaman ada dipelukannya. Adeline berpacaran dengan Galuh tanpa ada kontak fisik, hanya sebatas hal wajar. Pelukan saja jarang, apa lagi ciuman bibir panas dan liar seperti tadi. Lama terdiam dengan pikirannya sendiri, ia tertidur dalam dekapan Kenzo. “Kenapa lo gak pernah ngerti kalau gue suka sama lo, Adeline. Gue bahkan benci saat lo deket dengan laki-laki manapun selain gue. Karna lo hanya milik gue.”Kenzo ikut terpejam, ia tidur dengan Adeline bersama di satu bed rumah sakit ini. *Adeline membuka, tak ada siapapun. Hening, merasa haus ia mencoba bangun secara perlahan. Terlihat masih lemas, tapi ia mencoba meraih gelas di dekatnya. Sialnya ia kesulitan hingga suara pintu kamar mandi terbuka ada Kenzo segera berjalan ke arahnya. “Minum, aku haus.” “

  • Candu Obsesi Sahabatku   13

    Bab 13 “Kemana?” bisik pelan Adeline tidak mau ditinggalkan oleh Kenzo. Ia merasa takut jika sendirian.“Aku di sofa,” ucapnya namun Adeline menggelengkan kepala.“Gue gak mau ditinggal.”“Aku kamu, Adeline. Kenapa ngomongnya masih gitu hmm? Kita bukan orang kemarin, kita sudah lama kenal lho.” Ucap Kenzo namun gadis itu hanya tersenyum kecil dan tetap geleng kepala.“Jangan pergi, di sini saja.” Adeline menahan tangan Kenzo untuk tetap disini, ia bahkan menggenggam tangan Kenzo dengan erat tidak mau ditinggal sama sekali.“Aku disini, tidurlah.”Adeline memejamkan mata, ia bangun dan duduk kembali. Meminta Kenzo mendekat dan tak terduga memeluknya. Kenzo hanya tersenyum kecil membalas pelukan Adeline. “Kenapa? Ada sesuatu hem? Katakan saja!” ucap Kenzo.“Engga ada, aku cuma pengen peluk.”Adeline yang biasanya keras kepala, angkuh sekarang menjadi sosok diam. Tak ada senyuman dan cerewet dari mulutnya. Kenzo hanya bisa pasrah menunggu Wanita itu hingga benar – benar sembuh dari keja

  • Candu Obsesi Sahabatku   12

    Bab 12Tubuh Adeline menegang kaku, melihat Kenzo menggendongnya ke dalam kamar mandi. Ada rasa malu, bahkan ia butuh karena idak tahan lagi. “Bisa? Mau dibanu lepas celananya?” tanya Kenzo menggoda Adeline membua wanita itu melotot langsung.“Gila lo, udah deh sana keluar!” dalam sekejab sikapnya langsung berubah menjadi galak dan judes. Bukan apa, jusru Kenzo merasa gemas dengannya, ia mengacak – ngacak pelan rambut Adeline.“Aku hanya bercanda, panggil kalau selesai.”Kenzo meninggalkan Adeline sendiri di kamar mandi, perasaannya berdebar begitu kencang. Tak lama Mami Angelin datang bersama suaminya mereka melihat taka da Adeline disana.“Kemana Adeline Ken?” tanya Papi Aditya.“Kamar mandi,” ujarnya pelan. “Sudah selesai kerjaan mami?” tanya Kenzo kembali apalagi Anjelin baru saja keluar sudah datang kembali.“Belum, kebetulan papi datang. Besok saja, kita sudah kabari kok.”Tak lama suara Adeline memanggil Kenzo, “Ken… gue udah selesai.” Kenzo langsung masuk ke kamar mandi, meli

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 4

    Bab 4Kenzo yang sedang meeting di ruang rapat dengan Zack dan lainnya langsung berhenti menerima telfon dari Mami Angelin. Kenzo selalu mengutamakan panggilan dari Adeline, kedua orangtuanya, dan juga orang tua Adeline langsung.[“Kenzo, Adeline lagi keluar…, katanya mau ketemu dengan Bella dan Si

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 3

    Bab 3Adeline sedang menikmati coffee di balkon, dengan tangan sibuk men scroll media sosial yang sedang trending. Tangannya diam, ketika nama Kenzo baru saja meresmikan sebuah restoran diluar kota dan itu viral. Banyak pengunjung membuat mereka penasaran bagaimana cita rasa masakan restoran terseb

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 2

    Prabu Aditya, papi dari Adeline kini menatap putrinya tajam. Penuh tanda tanya, gadis cantik itu justru tersenyum manis ke arahnya. Tidak hanya ada Aditya, melainkan ada Reno Romano, Papa Kenzo yang sedang bertemu dengan mereka ikut bingung.“Kamu kenapa sayang?” tanya Papi Aditya, masih menaruh ke

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 1

    “Ayo pulang,” suara pria tampan yang menjemput Adeline pulang dari shopping dengan teman - temannya. “Astaga aura Kenzo ganteng banget, idaman wanita gak sih. Beruntung banget Adeline punya sahabat kayak Kenzo.” “Gue masih heran, kenapa Kenzo begitu posesif dengan Adeline. Kalau dipikir Adeline

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status