Share

Bab 7

Author: Dea Saputri
last update publish date: 2026-04-02 23:01:04

Bab 7

Brak!

Rahang Kenzo mengeras melihat Adeline, gadis yang tumbuh dan hidup bersamanya begitu hancur. Gadis yang tidak biasa menangis, kini histeris ketakutan dengan penampilan yang kacau.

Kenzo tidak menunggu lama, ia menghajar Rio bertubi-tubi. Tangan di darahnya mengalir, karna tidak sadar wajah Rio hampir hancur di tangannya langsung.

Kenzo tidak diam, ia mengambil lampu tidur dan melemparkan ke Rio seketika.

Byar!!!

Hancur, pecah bahkan kepala Rio langsung berdarah - darah. Kenzo sama sekali tidak peduli, ia menarik rambutnya bahkan tak berdaya sama sekali dihadapnya.

“Lo…, berani menyentuh milik gue! Bahkan lo perlakukan milik gue seperti binatang. Lo sadar, sekarang lo berhadapan dengan siapa?!” amarah Kenzo meluap, bahkan ia memukul wajah Rio hingga tak sadar.

Kenzo menginjak perutnya dengan keras, tanpa ampun bahkan toleransi dan rasa kasihan. Kenzo marah, nyaris sebentar lagi Adeline di lecehkan.

Adeline terisak hebat, ia menutupi tubuhnya dengan tangan yang memerah. Entah apa yang terjadi, bahkan Adeline ketakutan melihat dia memukul habis orang yang hampir memperlakukan seperti binatang.

“Adel, lo gapapa?” tanya Kenzo segera melepaskan jas dan menutupi tubuh Adeline yang berantakan.

“Takut, dan panas…, mereka memberikan obat perangsang. Aku kotor,” ucap Adeline bahkan tubuhnya bergetar hebat.

“Panas Ken, dia sentuh aku. Aku gak mau tapi dia maksa Kenzo!” lirih Adeline gadis manja dengan ketakutannya. Bukan keras kepala dan sombong seperti biasanya.

Saat mendengar kata sentuh, Kenzo langsung memeluknya dan itu menyisakan untuk Adeline. Rasa panas dan hawa yang aneh… dia butuh sentuhan. Tapi otaknya masih ada kewarasan yang sedang dipertahankan saat ini.

“Dimana dia sentuh kamu?” tanya Kenzo menatap Adeline penuh kehangatan dan emosi yang belum mereka.

Adeline merasa ngantuk sekaligus, obat perangsang dan obat tidur mulai bekerja membuatnya tidak sepenuhnya sadar dan ia jatuh pingsan di pelukan Kenzo.

Kenzo membawanya ke rumah sakit, bahkan menyuruh Zack mengamankan Rio dan mencari tahu apa yang terjadi dengan Adeline. Jangan tanya lagi, bagaimana perasaannya Kenzo melihat Adeline tidak sadar namun ia tahu kamu Adeline sengaja dijebak.

Bukan pingsan total, justru Adeline bangun dengan tersenyum kecil, ia merasa tubuhnya tak terkendali.

“Ah Kenzo, aku panas. Gerah, aku gak mau pakai baju!” ucapan Adeline membuat rahang Kenzo menggeras.

“Jangan gila Adeline, diam!” jawabnya merasa jika Adeline tidak sadar dengan apa yang di ucapkan baru saja.

“Tapi gerah, ahh gak mau pakai sepatu. Keringatan, mobil lo jelek. ACnya gak dingin, uhmm panas!” jawabnya kembali mengoceh tanpa sadar membuat Kenzo terus diam. Bahkan Adeline terus mengocah dan mencoba melepaskan pakainnya. Beruntung Kenzo memakai dasi, ia mengikat tangan gadis itu dengan erat dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

*

Papi Aditya bahkan meninggalkan pekerjaan langsung, malam ini harusnya ia lembur mendapatkan pesan dari Kenzo jika putrinya ada di club langsung tidak bisa fokus dengan kerjaan. Dia datang ke club, bahkan belum tiba disana Kenzo sudah memberitahu jika Adeline ada di rumah sakit terpengaruh obat tidur dan obat perangsang dalam dosis yang tinggi. Hampir membuat nyawa Adeline celaka.

Terlihat Kenzo yang menunggu diluar, bahkan ia langsung diam tidak mengeluarkan penjelasan apapun tentang Adeline. Dan parahnya, Mami Angeline datang dengan raut cemas khawatir ia bahkan sangat marah melihat anaknya datang ke tempat haram itu.

“Papi..., gimana kondisi Adel?” tanya Mami Angeline matanya berkaca – kaca di ikuti asisten rumah yang melihat nyonya rumah panik bahkan hampir jatuh dengan kepanikan mendapatkan pesan dari Kenzo.

“Tunggu dokter keluar,” ucap Papi Aditya jujur khawatir dan cemas. Bahkan jika putrinya sembuh ia akan memberikan pelajaran dan hukuman untuk Adeline yang sudha datang ke tempat haram disana.

“Kenzo, makasih sudah mengikuti Adeline. Jujur saja mami gak nyangka kalau dia datang ke tempat seperti itu. Mami marah, bahkan kecewa dengan putri mami sendiri yang sudah bohong pergi tidak jujur dengan mami!” ucap Mami Angeli membuat Kenzo diam.

Ini bukan saatnya menyalahkan Adeline. Bagaimanapun, Galuh dan temannya yang bejat salah.

“Ini bukan salah Adeline, aku akan menjelaskan semua setelah tahu kondisi Adeline.” Kenzo tidak ingin fokus menunggu Adeline digantikan dengan penjelasan yang menjijikan, ia ingat bagaimana wajah Adeline yang ketakutan dan tangisan yang bergetar. Semua masih membekas.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Candu Obsesi Sahabatku    Bab 9

    Bab 9 “Kamu disentuh dimana?” tanya Kenzo dengan tegas dengan aura yang dingin membuat Adeline menatapnya langsung. “Dia cengkram wajahku, ini…, dia tarik tangan bahkan dia hampir lepasin baju aku.” Bukan Adeline yang keras kepala, kali ini hanya sisi manja dan manis di depan Kenzo, menggunakan kata aku – kamu. Bukan lo – gue seperti biasa yang tidak akur saling adu mulut. Tanpa menunggu lama, Kenzo menyentuh tangan bahkan mencium tangan Adeline. Tidak hanya itu saja, ia mencium wajah Adeline dengan ciuman lembut dan usapan lembut seolah menghilangkan bekas menjijikan yang baru saja di dapatkan oleh Adeline. CUP. CUP. CUP. Entah berapa kali kecupan, Adeline hanya memejamkan mata. Membiarkan Kenzo menghapus jejak menjijikan yang membuat dirinya kotor dan tidak suci kembali. Adeline yang bisa keras kepala, bahkan kini hanya menangis dengan ketakutan. Takut, bayangan Kenzo datang terlambat pasti dia sudah hancur. “Aku sudah hilangkan semuanya, tidak ada bekas sia*alan itu lagi!

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 8

    Bab 8Adeline mengalami trauma berat di otaknya, bukan benturan tentang dia jatuh melainkan ingatan Ketika hampir dilec*ehkan. Mami Angelin hanya bisa menangis melihat Adeline dengan tatapan kosong. Hampir 4 jam lebih ia tidak sadar dan dokter berhasil memberikan obat yang cocok untuk memulihkan kondisinya. Adeline dengan diam, tidak bersuara. Hanya geleng kepala, bahkan sesekali menutup mata takut.Papi Aditya sudah mendengar semuanya jelas, jika Adeline dijual dengan Galuh yang katanya kekasihnya. Bahkan Galuh mencuri uang Adeline sebanyak 500 juta. Jelas Kenzo tidak terima bahkan langsung mencari laki – laki sia*alan itu kemana dia sekarang.“Sementara, jangan tanyakan hal berat dengan pasien. Beliau akan histeris dan menangis, biarkan dia tenang.”“Baik dok, untuk semua hasil pemeriksaan bagaimana? Ada kekerasan dok?” tanya Kenzo, matanya tidak lepas dengan Adeline yang memeluk Mami Angelin.“Tidak ada, tapi…, hanya trauma. Sejujurnya, trauma bisa membuat pasien lebih merasa tidak

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 7

    Bab 7Brak!Rahang Kenzo mengeras melihat Adeline, gadis yang tumbuh dan hidup bersamanya begitu hancur. Gadis yang tidak biasa menangis, kini histeris ketakutan dengan penampilan yang kacau.Kenzo tidak menunggu lama, ia menghajar Rio bertubi-tubi. Tangan di darahnya mengalir, karna tidak sadar wajah Rio hampir hancur di tangannya langsung.Kenzo tidak diam, ia mengambil lampu tidur dan melemparkan ke Rio seketika.Byar!!!Hancur, pecah bahkan kepala Rio langsung berdarah - darah. Kenzo sama sekali tidak peduli, ia menarik rambutnya bahkan tak berdaya sama sekali dihadapnya.“Lo…, berani menyentuh milik gue! Bahkan lo perlakukan milik gue seperti binatang. Lo sadar, sekarang lo berhadapan dengan siapa?!” amarah Kenzo meluap, bahkan ia memukul wajah Rio hingga tak sadar.Kenzo menginjak perutnya dengan keras, tanpa ampun bahkan toleransi dan rasa kasihan. Kenzo marah, nyaris sebentar lagi Adeline di lecehkan.Adeline terisak hebat, ia menutupi tubuhnya dengan tangan yang memerah. Enta

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 6

    Bab 6“100 juta? Lo bilang di awal Cuma 60 juta Gal, gak 100!” pekik Rio kesal bahkan ia bisa saja membayar lebih dengan hasil yang didapat nanti.“Gue bahkan udah nyuruh dia dandan cantik kayak gini, lo gak mungkin tertarik dong? Bahkan kalau lo mau, lo bisa ambil. Lihat, gue putusin dia langsung. Anggap, lo bisa pakai seterusnya, inget bro..., soal rasa kalau udah enak mah ketagihan!” ucapan Galuh membuat Rio benar.Soal enak, pasti nagih.“Gue bakal bayar lunas sekarang, kirim chat jika lo udah putus sama dia. Gue mau kalau besok pagi, dia sadar nyariin lo!” tatapan tajam namun penuh nafsu melihat Adeline hampir tak sadarkan diri.“Aman itu, bukti dia ama lo gue jamin aman. Gue udah bayar mahal club ini.”“Bawa dia ke kamar, gue tunggu di kamar nomor 1082, gue kesana duluan. Lo mau ikut gak?” tanya Rio dengan teman di sampingnya, tangan full tato hanya geleng kepala.“Jujur gue udah pengen sama dia, sayang banget gue udah bayar orang buat gue, gue ke urusan gue dulu. Kalau mau, gue

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 5

    Bab 5Adeline mendengar ucapan mereka menegang, apa maksudnya? Tidak sabar apa, ia ingin membuka suara namun tubuhnya mendadak pusing dan berat.“Kenapa baby?” tanya Galuh mengusap lembut pipiku, aku langsung menepisnya.“Jangan sentuh, gue gak suka disentuh. Apalagi lo berani pegang pegang gue!” tatapan Adeline mulai sayu, namun ia masih bisa menjawab ucapan Galuh dengan menusuk.“Oke – oke, sorry baby…, lagian kita pacaran. Aku pegang kamu juga hal normal dan wajar,” ucap Galuh tersenyum kecil melihat Adeline semakin memegangi kepalanya karena pusing.“Sama aja, gue gak suka ada sentuhan fisik!”“Gila, galak woy gimana kalau nanti main galak dan liar? Apa gak makin mantap tuh,” bisik salah satu teman Galuh membuat perasaan Adeline tidak nyaman.Takut terjadi sesuatu.Bahkan tangannya bergetar menyentuh ponsel, ingin mencari Bella dan Sisil.“Mau mau hubungin siapa baby? Aku ada disini, ngapain sibuk pegang ponsel.”“Balikin ponsel gue Galuh, lo apaan sih!” sentak Adeline lalu Galuh

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 4

    Bab 4Kenzo yang sedang meeting di ruang rapat dengan Zack dan lainnya langsung berhenti menerima telfon dari Mami Angelin. Kenzo selalu mengutamakan panggilan dari Adeline, kedua orangtuanya, dan juga orang tua Adeline langsung.[“Kenzo, Adeline lagi keluar…, katanya mau ketemu dengan Bella dan Sisil. Mami gak tahu dia kemana, kamu temani dia ya? Kamu gak sibuk kan?”]“Baik, aku akan menyusulnya.”Hanya itu yang dia katakana dengan Mami Angelin, tatapannya kembali dingin. Ia segera menyelesaikan meeting beruntung semua sudah selesai dan Zack segera mengikutinya.“Ada apa?” tanay Zack, tangan kanan sekaligus sekretaris yang membantu Kenzo dalam hal apapun. Namun, ia masih butuh bantuan mencari sekretaris yang cocok masih dalam tahap pemilihan.“Adeline pergi, ayo susul.”“Ken, gue gak bisa tutupin lagi dengan tingkah lo semakin hari semakin menjadi. Untuk apa lo lakuin kayak gini? Sikap lo, udah buktiin kalau lo suka dengan Adeline.”Zack, teman sekaligus partner kerja untuk Kenzo. Ji

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status