共有

Bab 20

作者: Lyla Veil
last update 公開日: 2026-01-02 07:04:12
Ciuman itu penuh kerinduan bukan nafsu yang menggebu. Tangan Dinara bergerak meremas kemeja yang dikenakan Andaliman. Tanpa sadar, ia membalas ciuman itu.

Ciuman itu terlalu lama, bahkan hingga suara ramai di luar sudah hilang sejak tadi.

Tangan Andaliman dari wajah turun perlahan ke dada Dinara. Ia menyentuh salah satu gunung kembarnya.

Dinara tersentak saat merasakan gunungnya diremas sehingga bibir mereka terpisah.

Andaliman mundur sedikit.

Nafas mereka saling memburu. Tersengal.

Dinar
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 148

    Beberapa hari setelah tayangan televisi yang menghancurkan hatinya itu, Bastian sebenarnya sempat datang membawa secercah harapan. Ponsel lama Dinara berhasil dinyalakan kembali, lengkap dengan seluruh data dan bukti perselingkuhan busuk antara Karin dan Paman Johan.Namun, alih-alih menggunakan bukti itu untuk menyerang balik, Dinara memilih membungkus ponsel tersebut rapat-rapat dalam sebuah kotak kecil. Ia menitipkannya pada Bastian untuk diserahkan langsung kepada Elang pada saat yang tepat. “Pak Bas, saya titip ini... serahkan pada Pak Elang di saat yang tepat,” ujar Dinara sambil menyerahkan kotak kecil itu.Dinara tahu, itu adalah kartu pamungkas untuk masalah suaminya, dan ia memercayakan benda itu disimpan oleh Bastian.Kini, waktu telah bergulir. Sudah satu bulan berlalu sejak Elang memutuskan hubungan secara sepihak tanpa kabar.Suatu malam di dalam kamar, keheningan kembali merayap di antara Dinara dan Julia. Dinara menatap ke sekeliling kamar luas yang mewah itu dengan p

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 147

    Hari-hari berikutnya berlalu seperti siksaan yang lambat bagi Dinara. Sejak malam panggilan telepon itu, Elang benar-benar tidak kembali ke rumah. Pria itu seolah ditelan oleh badai masalah yang mencuat ke media.Julia yang tinggal bersamanya pun ikut didera rasa resah yang mendalam. Setiap malam pulang dari kantor, hatinya selalu mencelos melihat sahabatnya itu dirundung rindu yang begitu pekat. Wajah Dinara selalu tampak sendu, matanya sering kali menatap kosong ke arah jendela kamar, menantikan kepulangan sang suami yang tak kunjung tiba. Padahal, Julia sendiri hampir setiap hari melihat sosok Elang Adikara di kantor.“Pak Elang itu beneran super sibuk sekarang, Din. Dia nyaris nggak pernah keluar dari ruang rapat,” ujar Julia suatu malam, mencoba memberikan pengertian saat mereka sedang duduk bersama di ruang tengah.Dinara hanya mengangguk pelan tanpa suara.“Tapi lo tahu nggak yang bikin anak-anak kantor makin merinding?” lanjut Julia lagi, berusaha memancing perhatian Dinara. “

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 146

    Dinara menarik nafas dalam-dalam, perlahan menghapus sisa air mata di pipinya. Menangis dan meratapi nasib tidak akan mengubah keadaan. Naluri sebagai mantan sekretaris pribadi andalan Elang Adikara seketika bangkit di dalam dirinya. Ia yakin, gosip murahan ini disebar oleh Karin Wicaksana dan ini pasti memiliki tujuan lain. Ia tidak boleh tinggal diam melihat nama baik suaminya dihancurkan.Dinara teringat sesuatu. Bukti penting.Ia segera turun dari ranjang perlahan dan melangkah menuju lemari pakaian besar milik Elang. Dengan cekatan namun hati-hati, jemarinya membuka laci demi laci di dalam sana, mencari ponsel lamanya yang rusak dan masih disimpan suaminya. Setelah memeriksa beberapa sudut, netra Dinara berbinar saat menemukan benda persegi itu tersimpan di salah satu laci bagian dalam.Tanpa membuang waktu, Dinara langsung menghubungi Bastian, orang kepercayaan Elang Adikara yang selalu bisa ia andalkan.Begitu Bastian tiba di rumah atas permintaannya, Dinara langsung menyerahka

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 145

    Paginya, Dinara meremas remote televisi di tangannya dengan sangat erat. Tatapannya terpaku lurus pada layar datar di dinding kamar yang sedang menayangkan berita kilas utama saluran gosip nasional.Di layar itu, wajah tampan Elang Adikara terpampang jelas dengan tajuk berita yang membuat dada Dinara berdenyut nyeri.“Skandal Panas CEO SHG: Elang Adikara Diduga Selingkuh dan Telantarkan Keluarga?”Narator televisi mulai membacakan berita dengan nada provokatif, menyebut Elang sebagai pria yang tidak bertanggung jawab dan menyalahgunakan kekuasaannya demi menutupi hubungan gelap. Gosip liar yang entah dari mana, rupanya telah pecah dan menggelinding menjadi bola api liar di ranah publik pagi ini.Kamera televisi kemudian berganti mempelihatkan visual langsung di area pekarangan gedung SHG. Begitu mobil mewah Elang berhenti, puluhan awak media dan lampu kilat kamera langsung mengepung pintu mobil.Saat Elang melangkah keluar dengan setelan kerja yang rapi, para wartawan langsung menyerb

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 144

    “Din, gue boleh masuk nggak? Pak Elang udah jalan tuh...”Suara pelan Julia terdengar dari balik pintu kamar yang sedikit terbuka. Setelah memastikan mobil bos besarnya itu benar-benar bergerak meninggalkan pekarangan rumah, barulah Julia berani memunculkan kepalanya.Dinara yang masih berbaring di atas kasur menoleh ke arah pintu, lalu tersenyum tipis. “Masuk aja, Jule...”Julia melangkah masuk dengan menghembuskan napas lega, seolah baru saja lolos dari pengawasan. Ia berjalan mendekati ranjang, lalu duduk di tepi kasur sambil menatap wajah sahabatnya dengan penuh perhatian.“Masih mual nggak lo?” tanya Julia, langsung membuka obrolan dengan nada khawatir.Dinara mengubah posisinya menjadi sedikit bersandar pada bantal. “Berkurang, Jule. Tapi gue harus ke dokter kandungan untuk memastikan semuanya.”“Iya, bener. Harus banget dicek ke dokter spesialis kandungan biar lo tenang,” dukung Julia cepat. Namun, setelah urusan mual selesai dibahas, rasa penasaran yang sejak tadi pagi ditahan

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 143

    Elang menarik nafas pendek lalu tersenyum tipis. Jemarinya bergerak mencubit pelan hidung Dinara, gemas melihat perubahan suasana hati istrinya yang begitu cepat.“Secara profesional, pekerjaanmu waktu itu memang belum sesuai dengan standar Mas,” ucap Elang jujur, tanpa bermaksud menyudutkan.Dinara sedikit mengerucutkan bibirnya mendengar pengakuan itu, namun ia tetap diam mendengarkan.“Tapi itu wajar, Sayang... Kamu karyawan baru dan belum tahu bagaimana ritme kerjanya Mas. Mas sengaja melibatkan Iwan agar dia bisa membimbingmu pelan-pelan,” lanjut Elang, menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya dari sudut pandangnya.Elang kemudian meraih kembali jemari Dinara, menggenggamnya dengan lebih erat. Sorot matanya melunak, memancarkan ketulusan yang mendalam.“Mas sengaja bersikap dingin karena sedang berusaha menjaga jarak aman. Mas tidak mau mengacaukan profesionalitas kerja karena ketertarikan pribadi. Tapi yang paling penting... bagi Mas, keberadaanmu di ruangan itu sudah lebih dar

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 18

    Terdengar suara Karin yang masih kesal sendiri. “Din, meetingnya penting banget? Apa nggak bisa digeser?” “Mohon maaf Ibu, hanya Pak Elang saja yang bisa menggeser jadwalnya. Saya tidak berani…” “Ya, sudah!” Klik. Hubungan telepon langsung diputus Karin. Dinara tersentak sedikit, baru kali ini

    last update最終更新日 : 2026-03-20
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 16

    Elang menyadari tatapan Dinara. Ia pun berdiri. Mata Dinara mengikutinya.Elang terlihat kikuk, tapi ia pintar menutupinya.“Saya ada urusan di luar… kamu teruskan saja.” Dinara bingung namun ia tetap mengangguk, “Baik, Pak.”Elang pun pergi tanpa menoleh lagi pada Dinara. Meninggalkan Dinara yang

    last update最終更新日 : 2026-03-20
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 15

    Elang mengemudikan mobilnya, mengantar Dinara hingga sampai di kosan. Mobil itu masih parkir di depan kosan. Hingga Dinara masuk ke kamar, mobil hitam itu baru berjalan.Ia merebahkan diri perlahan di ranjangnya. Pikirannya berputar soal kepindahan Arvin, kerjaan kantor dan sikap Elang Adikara.Apa

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 14

    “Baik, Pak.”Dinara mengerjakan file demi file. Dengan Elang yang terus menatapnya. Ditatap terus menerus begitu, membuatnya tak nyaman.“Bagaimana anak baru itu?” tiba-tiba saja Elang menanyakan Arvin.Dinara menoleh, “Arvin… dia cekatan Pak, cepat belajar. Dan sekarang sudah lebih mengerti ritme

    last update最終更新日 : 2026-03-19
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status