Share

Bab 11

Author: Phoenixclaa
last update Last Updated: 2026-01-09 23:53:28

“Kau bisa diandalkan juga, Elena,” ujar Harli ringan sambil menyendok sedikit daging ke mulutnya.

Matanya berbinar menatap hidangan yang tersaji rapi di atas meja, ada ayam panggang rosemary dengan saus krim jamur, udang tiger saute bawang putih, sup bening consommé berkaldu jernih, serta nasi putih Jepang yang pulen.

serta nasi hangat yang tampak begitu pulen.

“Hmmm… rasanya lumayan,” ucap Harli tanpa sedikit pun menatap Elena yang sejak tadi berdiri di sampingnya yang setia melayani.

Elena menghela napas pelan. Dadanya terasa lebih ringan setelah menunggu komentar suaminya itu.

“Terima kasih, Tuan,” jawab Elena sambil tersenyum lega.

Tapi senyuman Elena langsung menghilang ketika Harli tiba-tiba berhenti mengunyah.

Jantung Elena berdetak kencang, “Apa ada yang salah, Tuan Harli?” tanya Elena meremas jari-jarinya gugup.

Harli tidak menjawab sama sekali, tapi Tatapan Harli yang tajam membuat dengkul Elena lemas seketika.

Tanpa peringatan, Harli tiba-tiba menarik tangan Elena hingga tu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 11

    “Kau bisa diandalkan juga, Elena,” ujar Harli ringan sambil menyendok sedikit daging ke mulutnya.Matanya berbinar menatap hidangan yang tersaji rapi di atas meja, ada ayam panggang rosemary dengan saus krim jamur, udang tiger saute bawang putih, sup bening consommé berkaldu jernih, serta nasi putih Jepang yang pulen.serta nasi hangat yang tampak begitu pulen.“Hmmm… rasanya lumayan,” ucap Harli tanpa sedikit pun menatap Elena yang sejak tadi berdiri di sampingnya yang setia melayani.Elena menghela napas pelan. Dadanya terasa lebih ringan setelah menunggu komentar suaminya itu.“Terima kasih, Tuan,” jawab Elena sambil tersenyum lega.Tapi senyuman Elena langsung menghilang ketika Harli tiba-tiba berhenti mengunyah.Jantung Elena berdetak kencang, “Apa ada yang salah, Tuan Harli?” tanya Elena meremas jari-jarinya gugup.Harli tidak menjawab sama sekali, tapi Tatapan Harli yang tajam membuat dengkul Elena lemas seketika.Tanpa peringatan, Harli tiba-tiba menarik tangan Elena hingga tu

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 10

    Menjelang siang, mobil akhirnya berhenti di depan Mansion Blakwood.Begitu pintu terbuka, Harli dan Noah langsung melangkah masuk lebih dulu. Elena sempat mengernyit. Bukannya Tuan Harli bilang ada proyek penting? Tapi ia tak berani bertanya. Ia hanya mengikuti dari belakang.Noah justru tertawa kecil begitu masuk ke ruang tengah, menoleh pada ayahnya.“Keadaan daerah itu benar-benar buruk,” katanya santai. “Jauh dari kata layak.”Harli mengangguk setuju sambil melepas jas. “Air panasnya saja dingin. Rumahnya juga sesak. Tidak nyaman.”Ucapan itu membuat Elena menunduk, menelan perasaan tak enak. Padahal rumahnya itu, adalah rumah terbaik disana. Tapi bagi orang sekaya mereka dilihat begitu tidak layak bagaimana jika mereka melihat kost tiga kali empat tempat tinggal Elena dulu. Mungkin sudah di anggap kandang.Pantas saja, dulu saat ia pacaran dengan Noah, Noah kadang membuang muka begitu makan di pinggir jalan dengannya, tapi ia tidak pernah menyangka Noah sekasar itu menilai rumahn

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 9

    “Elena.”Elena yang sekarang duduk di bangku taman mendengus pelan, tak memperhatikan. Udara malam menusuk, tapi kepalanya justru terasa panas dengan banyaknya beban pikiran.Tiba-tiba…“Hss.”“Apa ini!” Elena tersentak saat sesuatu yang dingin menempel di pipinya. Ia refleks menoleh.“Noah?!”Noah berdiri santai di samping bangku, satu tangan menyodorkan gelas bening. Wajahnya datar seperti biasa, tapi sorot matanya tajam mengamati Elena.“Di sini dingin,” katanya singkat. “Kenapa kamu malah di luar?”Ia meletakkan gelas berisi kopi dingin itu ke tangan Elena.Elena mendengus kasar. “Harusnya kopi panas.”“No,” balas Noah ringan. “Yang dingin lebih cocok. Bisa mendinginkan hatimu juga.”Elena mendengus lagi, kali ini diiringi senyum kecil. “Dari mana kamu dapat ini?”Noah mengangkat bahu. “Aku suruh Amara bikin. Sampai tiga kali baru pas.”Elena terkekeh pelan, senyum miring terbit di bibirnya. Hanya Noah yang beberapa kali menghiburnya meski caranya sering menyebalkan dan perkataann

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 8

    “Akhirnya sampai juga,” ujar Elena pelan merenggangkan pinggangnya sebentar.Noah turun lebih dulu.Begitu kakinya menginjak halaman, jas hitamnya jatuh rapi mengikuti bahu bidangnya. Ia berhenti sejenak, lalu mengancingkan jasnya dengan santai tapi gestur sederhana itu justru menegaskan kendali dan wibawanya. Sementara jam mahal di pergelangan tangannya berkilau.“Hah…” Elena yang baru hendak turun refleks terhenti ketika tangannya tiba-tiba ditarik agak kasar.“Elena,” ucap Noah rendah, matanya tajam menyorot wajahnya.“Apa lagi?” Elena menoleh dengan tatapan kesal.Noah melirik rumah besar di hadapan mereka, lalu kembali menatap Elena dengan senyum miring.“Jadi selama ini kamu tidaklah semiskin itu.” Nadanya dingin. “Tapi kenapa hidupmu selalu bergantung pada pria?”“Lepaskan tanganmu,” balas Elena cepat sambil menarik tangannya. “Jangan sok mengerti hidupku.”Noah menyeringai tipis, lalu membiarkannya pergi.“Elena!”Tuan Guzel melangkah cepat dari pintu utama, disusul istrinya d

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 7

    “Noah, kamu kok mau ikut sih?” kata Michel sambil tertawa kecil. “Ganggu ayahmu dan Elena saja.”Elena refleks mengangguk cepat, tak terima jika orang yang paling ia hindari malah ikut juga.“Iya,” sahut Elena segera. “Perjalanan ke rumahku jauh. Jalannya juga sering macet. Kamu pasti nggak nyaman.”Noah menoleh ke arahnya, menatap Elena lama sambil tersenyum lewat matanya. Elena terpaku sejenak melihat bola mata hitam pekat Noah yang begitu tajam sekaligus menawan yang kembali mengguncang perasaanya.“Aku nggak masalah,” jawab Noah singkat.Mendengar jawaban Noah yang sepertinya tidak menerima penolakan, Elena pun langsung memutar otak untuk mencegahnya ikut.Sayangnya, sebelum Elena bisa menambahkan alasan lain, Harli justru tertawa ringan sambil menepuk bahu Noah.“Kenapa tidak?” katanya santai. “Ayah malah senang. Kamu biasanya cuek, sekarang tiba-tiba punya inisiatif.” Ujar Harli senang.Elena menelan ludah, tak habis pikir dengan pikiran Noah.Michel mengangkat alis, lalu terse

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 6

    Sejak kejadian di kolam, Elena terus menghindari Noah. Ia selalu menolak makan bersama dengan berbagai alasan, bahkan memutar arah setiap kali bayangan tubuh tinggi Noah muncul dari kejauhan.Tapi rumah sebesar apa pun tetap terasa sempit untuk menghindar. Setiap kali mereka tak sengaja berpapasan, Elena selalu menangkap sorot kesal di wajah Noah, sesuatu yang mungkin tak akan disadari orang lain, karena ekspresinya hampir selalu datar. Tapi bagi Elena itu hal yang mudah untuk ia tebak.Meski begitu, hal yang paling Elena takuti bukanlah membuat Noah marah padanya. Melainkan nafsu dalam dirinya sendiri.Ia takut pada rasa rindu yang diam-diam tumbuh dan perlahan menggerogoti kendalinya. Setiap hari ia berusaha menjauh, tetapi perasaaan lamanya saat jatuh cinta tak semudah itu dihapus.Tanpa sadar, Elena sering memperhatikan Noah dari kejauhan, sebuah kebiasaan yang pelan-pelan berubah menjadi candu.Dari balik jendela kamarnya, pandangannya kerap tertuju pada ruang gym pribadi keluarga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status