مشاركة

Bab 58

مؤلف: Phoenixclaa
last update تاريخ النشر: 2026-02-18 23:44:02

Elena benar-benar kesal melihat tingkah Noah yang menguji kesabarannya.

Ia segera ingin meninggalkan ruangan itu secepat mungkin, namun Noah langsung mencium Elena lebih dalam lagi, hingga refleks Elena mencengkram dan menarik rambut lembut Noah berkali-kali.

Namun sesaat kemudian, ia langsung tersadar. Dengan sisa tenaganya, ia mendorong bahu Noah keras hingga pria itu terpaksa menurunkannya.

“Noah… aku tidak bisa.” Suaranya kini lebih pelan, tapi tegas. “Kita keluarga sekarang. Aku istri ayah
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 141 (Terjebak Di Ranjang Mantan)

    Cairan wine itu mengalir paksa melewati bibir Elena.“UGH…khh…” Elena langsung terbatuk hebat, namun Noah tidak berhenti. Tangan besarnya mencengkeram rahang Elena kuat sementara gelas kristal itu terus dimiringkan hingga tetes terakhir habis.“Noah…berhenti…!” Pekik Elena menahan bahu kekar mantan pacarnya itu. Namun pria itu justru menatap Elena tanpa berkedip. Tatapannya gelap, liar, dan penuh obsesi.Baru setelah gelas itu kosong, Noah melepaskannya perlahan.BRAK!Elena langsung mendorong dada Noah sekuat tenaga hingga pria itu sedikit mundur. Elena berdiri sempoyongan sambil memegangi lehernya yang terasa panas.“Apa…yang kau berikan padaku?” suaranya gemetar marah.Noah malah tersenyum tipis. Pria itu mendekat lagi. Jari-jarinya yang panjang menyelip lembut ke rambut Elena, membelainya penuh rasa memiliki.“Hanya sesuatu…” bisiknya rendah di dekat wajah Elena. “Untuk membuat tubuhmu jujur.”DEGGG.Elena langsung menepis tangan Noah dan berlari menuju pintu. Namun saat ia memuta

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 140 (Kontrak Besar)

    Namun tepat saat Arga tinggal beberapa langkah lagi…Noah tiba-tiba membalik tubuh Elena dengan kasar namun tetap menahan pinggangnya erat.Tubuh mereka kini berhadapan begitu dekat sampai Elena bisa merasakan napas panas pria itu menyapu wajahnya.“Noah, jangan buat masalah lagi—” Kalimat Elena terputus.Karena Noah langsung menariknya ke tembok samping lalu mengangkat salah satu kaki Elena ke pinggangnya dengan mudah. Tangan besarnya mencengkeram paha wanita itu kuat, menahannya agar tidak turun sementara tubuh Elena hampir kehilangan keseimbangan.DEGGG!“Elena…” bisiknya rendah dan serak. “Aku sudah sangat lama merindukan tubuhmu.” Ucap Noah penuh dengan napsu tak tertahankan.Elena bahkan bisa merasakan sesuatu yang keras ingin menembus gaunnya, jadi ia berusaha melepaskan diri, namun mendadak…Cup.Bibir Noah menghantam bibir Elena penuh rasa lapar yang brutal. Bukan ciuman lembut… melainkan penuh obsesi, penuh amarah karena kehilangan selama empat tahun.“Elena…” gumamnya lagi d

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 139 (Tidak Terduga)

    “Noah…” Suasana masih tegang saat Arga berdiri di depan Elena, melindunginya. Namun Noah justru tersenyum miring.“Istrimu…?” ulangnya pelan.Tatapannya turun sekilas ke tangan Arga yang menggenggam Elena… lalu kembali naik. Namun anehnya, ia tidak memancing konflik berlanjutan. Sebaliknya…Noah melangkah maju lalu dengan tangan terulur menepuk bahu Arga kasar.Seketika Arga terdiam sepersekian detik… lalu—“Lama tidak bertemu, bruh.”DEGGGG!!!Elena membeku di tempatnya, dengan mata membelalak kaget.“Apa…yang baru saja terjadi?!” bisiknya bingung.Karena detik berikutnya…Keduanya malah saling menarik dan BERPELUKAN.“Masih hidup juga kau,” sahut Noah dengan tawa rendah.“Tuan Noah sepertinya kecewa yaa?” balas Arga santai.Elena benar-benar kehilangan kata-kata. Otaknya seperti berhenti bekerja. Tatapannya berpindah dari satu pria ke pria lain… mencoba mencerna kenyataan yang terlalu absurd.Mereka…bahkan terlihat seperti sahabat akrab…dan tepat saat itu, Elena baru menyadari. Jika d

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 138 (Dansa Obsesi)

    Elena yang kini sedang berbincang ringan dengan beberapa kenalannya langsung menoleh. Matanya sedikit melebar… lalu perlahan melembut.“Nyonya Garli…”Wanita tua itu tersenyum lebar, benar-benar tulus.“Astaga, benar kamu!” Ia langsung mendekat dan meraih tangan Elena dengan hangat. “Saya tidak salah lihat.”Arga yang berdiri di samping hanya mengamati dengan tenang.“Kalian saling kenal?” tanyanya pelan.Elena mengangguk tipis. “Kami pernah bertemu… tidak sengaja.”Nyonya Garli terkekeh pelan.“Bukan sekadar bertemu. Dia menyelamatkan saya.”Arga mengangkat alis.Elena langsung terlihat sedikit canggung.“Itu hanya kebetulan…”Namun Nyonya Garli justru mulai bercerita, matanya berbinar.“Waktu itu di bandara Singapura. Saya transit… dan tiba-tiba kondisi saya kacau. Salah satu implan saya bermasalah, pecah. Saya panik, staf saya tidak sigap, dan saya benar-benar tidak tahu harus bagaimana…”Elena menunduk sedikit, mengingat momen itu.“Saya hanya melihat beliau kesakitan,” ucapnya pe

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 137 (Gala Dinner)

    Elena tidak menjawab pertanyaan Nela, ia hanya segera menoleh ke arah para staf.“Semuanya kembali kerja,” ucapnya tenang, tegas, seolah barusan tidak terjadi apa-apa. “Pesanan belum selesai.”Suasana dapur yang sempat membeku perlahan bergerak kembali. Satu per satu staf kembali ke posisi masing-masing, meski masih diliputi rasa tegang.Elena kemudian melangkah mendekati Nela, menepuk bahunya pelan.“Aku pulang lebih dulu,” bisiknya lirih. “Tolong bantu Dinda handle semuanya.”Nela menatapnya khawatir.“Elena, kamu—” bisik wanita itu khawatir.“Aku baik-baik saja.” Jawab Elena cepat tak ingin membuat Nela terbebani.Tanpa memberi ruang untuk dibantah, Elena sudah mengambil tasnya. Ia memakai kembali maskernya, lalu menambahkan kacamata hitam besar yang menutupi sebagian wajahnya.Dinda hanya bisa menghela napas.“Serahkan saja di sini Bu Bos. Aku urus.”Elena pun tersenyum dan mengangguk singkat.Sementara itu…Lexia yang tadi berdiri di dekat Noah dengan lagi-lagi penuh perdebatan se

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 136 (Hampir saja)

    Yoga dan Nela terus berusaha menahan tapi Noah mendorong mereka dengan mudah. Langkahnya tidak terhentikan. Tatapannya hanya satu arah ingin memastikan siapa yang membuat semua kue ini.Di dalam sana…Seorang wanita berdiri di depan meja kerja dengan memakai apron lengkap, sarung tangan, dan masker yang menutupi setengah wajahnya.Tangannya sedang menyelesaikan plating dessert dengan gerakan yang begitu presisi…yang begitu ia kenal.Langkah Noah seketika melambat, jantungnya berdetak lebih keras.“...Elena.” panggilnya dengan suara serak yang membuat wanita itu juga beberapa staf dapur berhenti dari pekerjaan mereka.Tanpa menunggu, Noah langsung meraih tangan wanita lalu menariknya dan memeluknya erat. Satu tangannya mengelus kepala wanita itu dengan penuh rasa haru. Seolah takut kehilangan lagi. Seolah empat tahun pencarian itu akhirnya berakhir di detik ini.Namun….wanita berontak dan terus ingin melepaskan diri…“Lepaskan!” teriaknya dengan suara keras.DEGG!Tubuh Noah langsung ka

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 14

    “Maaf Tuan Harli, aku juga tidak tahu.” Jawab Elena berusaha tenang.Harli mendengus kecil. “Emm…” lalu membalikkan badan dan fokus ke layar laptopnya lagi.Dari balik kitchen set, Noah bergerak cepat memanfaatkan kesempatan. Ia langsung berdiri memeluk Elena dari belakang.Tangan Elena yang mengadu

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 13

    Mobil melaju membelah pagi dalam keheningan. Hanya suara mesin dan desis ban yang beradu dengan aspal.Elena segera menoleh ke arah Noah, alisnya berkerut tajam.“Aku serius bertanya,” bisiknya hati-hati. “Apa yang kau katakan pada ayahku?”Noah tetap menatap ke depan, tak peduli dengan pertanyaan y

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 12

    “Noah?!”Elena tersentak.Pria itu, sudah berdiri santai di samping bangku taman yang ia duduki. Satu tangannya menyodorkan cangkir bening. Wajahnya tetap datar seperti biasa, namun sorot matanya tajam, mengamati setiap detail wajah Elena.“Dingin di sini,” katanya singkat. “Kenapa kamu malah di lua

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 11

    Elena terus berusaha menarik tangannya sekuat tenaga sambil melirik Amara yang semakin mendekat ke arah mereka.Tangan Noah malah mengencang, dan dengan jahilnya menaikkan satu alis seolah sengaja mengujinya.Tepat saat Amara berhenti tepat di belakang mereka—Noah akhirnya melepaskan genggamannya.

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status