Share

Bab 53

Author: Phoenixclaa
last update publish date: 2026-02-15 23:56:56

Elena menoleh perlahan ke arah pria itu dengan gugup. Tangannya masih terangkat di udara.

Michel berdiri beberapa langkah darinya, satu tangan menyentuh pipinya sendiri seolah menjadi korban.

Beberapa pasang mata kini sepenuhnya tertuju pada mereka.

Elena menoleh perlahan.

Noah berdiri di ambang pintu. Tatapannya keras. Rahangnya menegang.

“Aku-aku tidak…” suara Elena lirih, dadanya naik turun menahan emosi.

Tangannya turun perlahan.

Michel memotong dengan nada gemetar penuh drama.

“Aku hanya m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 129

    Ketegangan di antara mereka terasa semakin pekat.Napas Elena mulai tak beraturan, dadanya naik turun seirama dengan kedekatan yang terlalu cepat berubah dari permainan kata menjadi pelukan intim yang meluruhkan kesadaran.Namun di tengah itu semua…Pikirannya tiba-tiba terlintas pada satu hal.Harli juga Sesil, juga semua kekacauan yang baru saja terjadi.“Elena…” suara Noah kembali rendah, tangannya masih menahan pinggangnya erat, seolah tak ingin memberinya ruang untuk kabur.Namun kali ini…Elena menahan dadanya.“Berhenti.” ucapnya tiba-tiba.Noah mengernyit, sedikit menjauh, menatapnya dengan tatapan tajam dan masih dipenuhi sisa gairah.“Kenapa?” suaranya terdengar berat, jelas belum puas.Elena menatapnya lurus.“Jawab pertanyaanku dulu.” ucapnya dingin.Seketika suasana berubah.Tidak ada lagi godaan ringan.Tidak ada lagi senyum nakal.Hanya ketegangan.“Kau yang membebaskan ayahmu?” ulang Elena, lebih pelan… tapi jauh lebih menekan.Noah terdiam beberapa detik.Tangannya pe

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 128

    Pipi Elena langsung memanas mendengarnya, sambil mencubit bahu pria itu dengan kesal.“Noah… ini bukan waktu yang tepat—”Tapi Noah melanjutkan…“Kau sendiri yang mengajakku tadi siang, dan sekarang kau tidak akan bisa melarikan diri.” Jelasnya tersenyum.Noah merasa cepat atau lambat Elena juga akan menjadi miliknya jadi lebih baik menghangatkan diri lebih cepat.Melihat Elena cemberut ia menunduk lebih dalam.“Aku akan pastikan kau melepaskan semua stressmu malam ini di wajahku…”Mata Elena langsung membulat sempurna, langsung ingin protes namun Noah sudah menariknya cepat keluar.“Elena!” Sesil tiba-tiba memanggil dari belakang.Tapi karena sudah terlanjut di luar ia tidak mendengarnya…Sesil langsung membeku di tempatnya.Tangannya perlahan turun.Matanya kosong… sebelum akhirnya kembali dipenuhi air mata.“Dia…pergi begitu saja” ucapnya dengan suara bergetar.Lira yang berdiri di sampingnya hanya menghela napas pelan.Lalu ia menepuk bahu sahabat baiknya dan berjanji Ayahnya akan

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 127

    Elena benar-benar terdiam saat ini, untuk sepersekian detik otaknya mendadak kosong.“Mas…?” ulangnya nyaris tanpa suara, seperti tidak yakin dengan apa yang baru saja ia dengar.Noah tersenyum tipis dengan mata jahilnya.“Iya,” jawabnya rendah.Tatapannya kemudian turun ke bibir Elena sekilas, lalu kembali naik ke matanya.“Cepat atau lambat… kamu akan terbiasa.”Deg.Jantung Elena seperti dipukul dari dalam.Belum sempat ia membalas, suara langkah kaki tergesa tiba-tiba mendekat dari arah lorong.Seorang petugas polisi keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah serius.“Tuan Noah Blackwood.”Noah langsung mengalihkan perhatian, ekspresinya kembali berubah dingin dalam sekejap.“Ada yang ingin berbicara dengan Anda. Sekarang.”Noah tidak langsung bergerak.Tatapannya masih tertahan pada Elena selama satu detik lebih lama… seolah berat meninggalkannya.Lalu perlahan, tangannya yang tadi melingkar di pinggang Elena turun… namun tidak sepenuhnya lepas. Ujung jarinya masih sempat meraih

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 126

    Mobil Noah akhirnya berhenti halus di halaman luas Mansion Blackwood.Hujan masih turun rintik-rintik, menyisakan jejak basah di kaca jendela. Noah turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Elena dengan tatapan penuh arti, seolah sudah bersiap menuntaskan apa yang sudah ia tahan sejak tadi.Namun begitu Elena melangkah turun…suara gaduh langsung memecah suasana, juga muncul banyak kamera yang berpendar di halaman rumah.Elena langsung menegang kaget, begitu juga Noah yang mengernyit tajam.Di depan pintu utama mansion, beberapa polisi berdiri berjajar. Di tengah-tengah mereka… seorang pria dengan tangan diborgol sedang digiring keluar.Langkah Elena terhenti seketika diikuti matanya yang melebar.“Mas Harli…” ucapnya tak bisa menyembunyikan rasa kagetnya.Noah ikut menatap ke arah itu dan dalam satu detik, ekspresinya berubah drastis, langsung dingin dan urat lehernya sampai tegang.“Itu…” gumamnya pelan, langsung berlari ke depan.Dengan kondisi berantakan, wajah pucat, dan sorot

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 125

    Setelah kejadian berdarah malam itu, Hartono dan Miranda di makamkan dengan upacara megah, dan sosok yang menjadi tersangka utama adalah Michel yang sekarang di masukkan ke dalam Rumah Sakit Jiwa.Hartono dikenal memiliki banyak wanita simpanan selama hidupnya. Dari hubungan-hubungan itu lahir beberapa anak di luar nikah yang kini mulai bermunculan, masing-masing mengaku sebagai ahli waris sah.Karena itu, pengacara keluarga memutuskan bahwa pembagian harta belum bisa dilakukan sampai semua klaim diperiksa.Sementara itu, dari sisi Miranda semuanya jauh lebih sederhana.Wanita itu meninggalkan surat wasiat yang jelas. Tidak ada perebutan, tidak ada keraguan.Seluruh aset pribadinya yang sebagian besar berupa saham perusahaan Jalius Group dan beberapa property ditinggalkan untuk Elena.Totalnya sekitar 30% kepemilikan saham dari perusahaan keluarga Hartono, serta beberapa aset pribadi bernilai tinggi.Namun meskipun angka itu lumayan besar, jumlah tersebut masih belum menjadikannya pem

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 124

    Tangga besi menuju lantai lima gudang itu bergema keras oleh langkah kaki tergesa. Noah berlari paling depan, napasnya memburu, rahangnya mengeras hingga otot-otot di wajahnya terlihat menegang.Devon dan beberapa pengawal mengikuti di belakangnya dengan senjata terangkat, bersiap menghadapi apa pun yang menunggu di atas.Namun begitu pintu menuju lantai lima terbuka—Pemandangan di dalamnya membuat darah Noah seolah berhenti mengalir.Matanya langsung menyala merah.Di tengah ruangan yang remang, Elena tergantung terbalik di atas lubang besar di lantai.Tubuhnya berayun pelan, rambutnya menjuntai ke bawah menuju kegelapan yang siap menelannya kapan saja.Dan tali yang menopang hidupnya hanya digenggam oleh Miranda yang sudah bersimbah darah tak berdaya.“ELENA!” teriak Noah dengan suara yang pecah oleh amarah dan ketakutan. Urat-urat di lehernya menegang, matanya memerah karena kehilangan seluruh kendali atas emosinya.Baru saat itu Noah benar-benar melihat keadaan di sekeliling.Har

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 121

    BRAKK!Pintu kamar Elena terbanting keras hingga menggema ke seluruh lorong mansion.Di ruang kerja, Noah langsung tersentak. Tangannya yang semula bergerak di atas laptop berhenti seketika.Alisnya mengernyit tajam.Ia bangkit cepat, melangkah ke arah jendela besar yang menghadap halaman depan.Da

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 120

    Suasana ballroom itu langsung pecah.“MATIKAN ITU! MATIKAN SEKARANG!!”Harli berteriak histeris, suaranya serak penuh amarah dan rasa malu yang tak terbendung. Wajahnya merah padam, urat di lehernya menegang jelas.Para pengawalnya langsung bergerak panik, berusaha menerobos ke arah kontrol layar.

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 119

    Elena tersentak keras.Tubuhnya refleks meringkuk, kedua tangannya buru-buru menarik selimut menutupi tubuhnya yang berantakan karena ular liar Noah.Napasnya tersengal, dada naik turun tidak beraturan bukan hanya karena apa yang baru saja terjadi, tapi karena rasa terperangkap… rasa dipergoki… ras

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 117

    Elena tidak menjawab.Ia terdiam beberapa saat, matanya turun perlahan, menghindari tatapan tajam Noah yang terus menunggu jawaban.Sorot mata Noah perlahan berubah, bukan marah apalagi emosi lebih justru merasa kecewa.“Kau lebih memilih diam?” ulangnya pelan.Ia lalu melepaskan pergelangan tangan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status