Share

9. Menjalani Hidup Raana

Author: Miss Nonce
last update Last Updated: 2026-02-16 17:58:10

Emir menundukkan kepala, napasnya memburu saat bayangan malam itu kembali mengusik pikirannya. Ber cinta dengan seorang wanita tidak dikenal, yang tidak akan pernah mungkin ia lakukan.

Emir gila, dia memang sudah gila.

Di sudut kamar yang remang, wajah Raana muncul jelas—senyum tipisnya yang penuh rahasia, sentuhan lembut yang membuat detak jantungnya berlari liar. Namun di balik kenikmatan sesaat itu, ada dinding tebal rasa bersalah yang mengurung hati Emir. Raana bukanlah wanita bebas; dia su
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)    14. Menjebak Emir

    Windi berdiri di sudut gelap klub malam, senyum licik tersungging di bibirnya saat dia menyerahkan gelas berisi minuman berwarna merah muda kepada pelayan yang juga sahabatnya. "Berikan minuman ini ke pria itu ya," bisiknya penuh rencana, menunjuk ke arah meja yang dipenuhi beberapa pria tampan. “Aman nggak?” tanya pelayan pria.“Aman, tenang saja.”“Kalau goal, bagi dua yah.”“Tenang saja,” sahut Windi menepuk bahu pelayan pria itu.Dalam gelas itu sudah tercampur obat perangsang yang membuat siapa saja kehilangan kendali.Windi bersedekap dada memandang ke arah Emir dan teman-temannya, “Windi dilawan,” kekehnya lalu berlalu.Dengan santai, Windi melangkah menuju pintu toilet, tempat dia berniat menunggu dan melihat reaksi Emir. Karena ia yakin, Emir akan ke toilet karena merasakan perubahan suhu tubuhnya.Namun, takdir malah mempermainkannya. Robert, teman Emir yang ceria dan mudah terpengaruh suasana, tiba-tiba mengambil gelas itu tanpa curiga.“Tidak, perutku mual.” Emir mengeluh

  • Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)    13. Mantan Kepo

    ====Bab 13Raana ketiduran dari siang, hingga membuat dia terburu-buru berangkat bekerja. Klub malam mulai ramai pada pukul sepuluh malam, sedangkan ini sudah jam tujuh yang seharusnya Raana sudah ada di sana.“Duh, pakai penuh lagi busnya,” keluh Raana, mau tak mau dia naik karena sudah sangat telat.Di bus yang ramai dan sempit, kepala Raana sampai berputar saking pusingnya. Bangun buru-buru dan kaget, waktu sudah mepet. Tidak bisa bolos, kalau tidak mau mendengar ocehan Madame.Raana melangkah cepat turun dari bus, dia harus berjalan lagi untuk mencapai tempat kerjanya. Sampai tidak melihat ke kanan kiri, ada pria yang sedang memerhatikannya dari kejauhan.Ghani berdiri di luar sebuah kafe yang remang, sehabis menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Matanya tak lepas mengamati sosok yang nampak dia kenal.“Raana,” gumamnya.Ghani sempat tertegun sejenak melihat mantan istrinya. Wajahnya tampak segar, kulit putihnya bersinar lembut di bawah cahaya lampu gantung yang temaram. Ram

  • Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)    12. Bertemu Mantan Suami dan Ulat Bulu

    Emir duduk di kursi roda, wajahnya tampak lelah meski dokter sudah memastikan kondisinya sehat. Namun, keluhan muntah-muntah yang terus menghantuinya tak kunjung reda.“Dok, saya sering muntah di pagi hari, apalagi kalau mencium aroma yang menyengat,” ucapnya pelan, nada suaranya penuh kelelahan dan sedikit putus asa. Mata dokter yang menatap serius tak mampu memberikan jawaban pasti.“Berdasarkan pemeriksaan, tidak ada tanda penyakit serius. Mungkin ini gangguan pencernaan, tapi kita akan pantau terus,” jawab dokter dengan nada hati-hati.Setelah dua hari dirawat, Emir kembali ke rumah dengan perasaan campur aduk—lega sekaligus bingung. Tubuhnya masih sering melemah, dan muntah tetap datang tanpa ampun.Saat makan, nafsunya hampir hilang, setiap suapan terasa berat di tenggorokan. Di dapur, Bik Laila, pelayan setia yang sudah mengenal Emir sejak lama, tak bisa menahan godaannya. “Loh pak, biasanya suka ayam serundeng.”“Baunya saya nggak tahan. Ganti makanan lain,” sahut Emir menutup

  • Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)    11. Tawaran Madame Untuk Raana

    Malam itu, udara di ruang tamu terasa dingin meski lampu-lampu temaram menyala redup. Emir Zayn Kharis, CEO Kharis Company, terkulai lemah di sofa kulit hitam, wajahnya yang biasanya tegas kini pucat pasi.Tiba-tiba, tubuhnya berguncang hebat, lalu muntah tanpa henti di lantai kayu mengkilap. Pembantu yang setia, Bik Laila, tergagap panik, wajahnya pucat melihat majikannya dalam kondisi seperti itu. Ia segera mengambil kain basah untuk mengusap mulut Emir, namun pria itu menepisnya lemah.“Pak Emir, tolong makan sesuatu... atau kita pergi ke dokter,” suara Bik Laila bergetar, mencoba meyakinkan.Emir menggeleng pelan, mata sayunya menatap kosong ke arah langit-langit, seolah menahan sesuatu yang jauh lebih sakit daripada fisiknya. Dia tak mau menunjukkan kelemahan di hadapan orang lain, apalagi pergi ke dokter yang selama ini dihindarinya. Bisnis keluarga yang ia bangun sendiri, kini menjadi beban yang membuatnya terperangkap dalam kesendirian yang mencekik.Bik Laila menarik napas pa

  • Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)    10. Ada Pengintip di Kosan

    Raana melangkah mendekati kelompok teman-teman kerjanya yang sedang asyik berbincang di sudut ruang istirahat. Wajah mereka tampak bersemangat, penuh bisik-bisik dan tawa kecil yang sulit disembunyikan.Bekerja di sini ada plus minusnya. Jika bertemu dengan rekan yang baik, maka suasana kerja jadi lebih seru. Ada juga yang suka julid, rapi Raana lebih baik menghindar. Dia cari uang, bukan cari musuh. "Pada ngomongin apa? Kok seru banget?" tanya Raana dengan nada penasaran, matanya menatap satu per satu.Ning, dengan senyum tipis yang menyembunyikan kegelisahan, menjawab, "Itu, si Sari udah gak mau jadi OB lagi. Dia mau pindah jadi pelayan tamu VIP."Raana mengernyit, ingatan tentang perkataan Sari beberapa waktu lalu tiba-tiba menyeruak. "Katanya sih dia nggak mau, sudah punya suami," gumam Raana lirih dalam hati.Namun Ning melanjutkan, "Ternyata suaminya ketahuan selingkuh. Butuh uang banyak, makanya dia akhirnya putusin pindah kerja."Raana terdiam sejenak, matanya menatap ke bawa

  • Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)    9. Menjalani Hidup Raana

    Emir menundukkan kepala, napasnya memburu saat bayangan malam itu kembali mengusik pikirannya. Ber cinta dengan seorang wanita tidak dikenal, yang tidak akan pernah mungkin ia lakukan.Emir gila, dia memang sudah gila.Di sudut kamar yang remang, wajah Raana muncul jelas—senyum tipisnya yang penuh rahasia, sentuhan lembut yang membuat detak jantungnya berlari liar. Namun di balik kenikmatan sesaat itu, ada dinding tebal rasa bersalah yang mengurung hati Emir. Raana bukanlah wanita bebas; dia sudah terikat janji suci dengan pria lain. Dengan getir, Emir menggelengkan kepala, menepis bayangan itu seperti mencoba mengusir bayang-bayang hitam yang tak diundang.Bagi Emir, menjalin hubungan dengan istri orang adalah garis merah yang tak boleh dilanggar. Ia tahu, melangkah lebih jauh hanya akan membawa luka, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk Raana dan keluarganya. “Ah sial,” umpat Emir sendirian, karena masih saja dia mengingat kejadian malam panas yang membuat jantungnya berdebar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status