Share

BAB 13 : Labirin Ingatan

Author: Zakia
last update publish date: 2026-03-10 23:16:53
Malam itu, udara di dalam kamar terasa dingin, berbanding terbalik dengan gejolak yang membakar di dalam kepala Saifanny. Ia merasakan pening yang luar biasa, seolah-olah ada ribuan jarum kecil yang menusuk saraf-saraf di balik pelipisnya.

Efek alkohol selalu menjadi momok yang mengerikan baginya. Sejak dulu, Saifanny menyadari bahwa tubuhnya memiliki ambang toleransi yang sangat rendah terhadap minuman keras. Ia benci kehilangan kendali, ia benci perasaan "kosong" saat memorinya terputus.

N
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 27 : Permainan di Balik Tirai Malam

    Sore itu, langit di atas kota menggantung kelabu, seolah-olah gumpalan mendung tersebut sengaja bersekongkol dengan semesta untuk mencerminkan suasana hati Zain yang sedang hancur lebur.Kekacauan di kantor akibat video viral dan penghinaan Adrian benar-benar menguras harga dirinya.Pelariannya satu-satunya, Ranaya, baru saja menolaknya mentah-mentah melalui pesan singkat dengan alasan basi: harus menemui ibunya.Zain melangkah masuk ke dalam rumah dengan bahu merosot, namun amarah dan rasa frustrasinya seketika berganti menjadi percikan gairah saat matanya menangkap pemandangan di ruang tengah.Di atas sofa, Saifanny sedang berbaring terlentang, memainkan ponsel barunya. Wanita itu hanya mengenakan piyama sutra berwarna merah menyala yang kontras dengan kulit putihnya.Lekuk tubuh Saifanny yang terlihat samar di balik kain tipis itu memicu insting purba dalam diri Zain.Sudah terlalu lama Zain tidak menyentuh istrinya sendiri. Dinginnya sikap Saifanny selama ini sering kali membuatny

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 26 : Dua Orang Canggung

    Matahari siang itu bersinar terik, namun bagi Zain, hawa dingin penghinaan terasa lebih menusuk tulang. Langkah kakinya yang biasanya angkuh saat memasuki lobi kantor kini terasa berat dan ragu. Sejak ia melintasi pintu kaca gedung, atmosfer di sekitarnya telah berubah menjadi panggung sirkus, dan ia adalah badut utamanya. Suara cekikikan tertahan dan bisikan-bisikan tajam mengikuti setiap ayunan langkahnya. Zain mencoba menatap lurus ke depan, namun ia bisa merasakan mata semua orang—dari resepsionis hingga staf keamanan—terpaku pada wajahnya yang masih menyisakan lebam keunguan. Bahkan Bima, sekretaris yang dikenal kaku dan dingin, tampak memalingkan wajah sembari menutupi mulutnya dengan map, bahunya bergetar menahan tawa saat mereka berpapasan di lorong. Zain mengerutkan kening, jantungnya berdegup karena kecemasan yang tak beralasan. Ia tidak tahu bahwa di balik layar-layar ponsel yang menyala di meja kerja karyawan, sebuah video viral sedang menjadi konsumsi publik.

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 25 : Percikan Masalah Baru

    Malam di restoran mewah itu mendadak terasa pengap bagi Indra. Kehadiran Ranaya yang tiba-tiba—lengkap dengan gaun mini merah muda yang mencolok dan aroma parfum yang menusuk—bagaikan jelaga yang mengotori kertas putih.Ranaya melirik wanita anggun yang duduk di hadapan Indra dengan tatapan menilai.“Dia pasti ibunya Indra,” batin Ranaya pongah. Tanpa aba-aba, ia menarik kursi, menyelipkan dirinya di antara Indra dan Sarah dengan kepercayaan diri yang memuakkan."Halo Tante, Tante ibunya Indra ya?" tanya Ranaya dengan nada yang dibuat-buat semanis madu.Jemarinya yang dihiasi kuku palsu panjang menyentuh tangan Sarah, memaksa ibu Indra melepaskan tautan tangannya dari sang putra.Sarah mengangguk, mencoba mempertahankan senyum ramahnya meski nalurinya mulai berteriak. Keheningan janggal sempat menggantung.Sarah melirik Indra, memberikan kode halus agar putranya memperkenalkan tamu tak diundang ini."Ah, Ma... ini Ranaya," ucap Indra. Suaranya lembut, namun matanya menatap Ranaya deng

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 24 : Topeng yang Retak dan Jamuan untuk Ibu

    Gelak tawa Saifanny pecah di dalam kabin mobil yang sejuk, kontras dengan udara sore yang mulai mendingin.Ia tak henti-hentinya menatap layar ponsel, memutar ulang video viral yang menampilkan Zain dalam kondisi paling menghinakan: meringkuk di dalam plastik sampah layaknya limbah yang tak diinginkan.Baginya, pemandangan itu adalah balasan puitis atas setiap tetes air mata dan lebam yang pernah ia terima. Ia terus menyodorkan ponselnya ke arah Indra yang berada di kursi pengemudi, berbagi fragmen kemenangan kecil itu."Lihat dia, Dra. Gagah sekali suamiku, bukan?" sindir Saifanny dengan nada getir yang dibalut tawa.Setelah menjemput Syahdan dari sekolah, Saifanny sempat ragu untuk langsung pulang. Bayangan Zain yang mungkin sudah menunggunya di rumah dengan amarah yang meledak membuatnya ingin menunda konfrontasi. "Indra, kita mampir dulu ke toko es krim. Syahdan mau es krim, kan?" tanya Saifanny, mengalihkan pandangannya pada sang putra. Syahdan mengangguk antusias, wajah polosn

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 23 : Pangeran Milik Saifanny

    Zain pulang ke kediamannya dengan sisa-sisa harga diri yang hancur berkeping-keping. Perjalanan di dalam ambulans terasa seperti siksaan abadi; ia harus berulang kali meyakinkan petugas medis dengan suara serak dan napas yang berbau sampah bahwa dirinya bukanlah gelandangan yang linglung. Ia adalah seorang manajer, seorang pria beristri, dan pemilik rumah mewah di pusat kota. Namun, kejutan sesungguhnya menanti di halaman rumah. Zain terpaku saat melihat mobilnya terparkir dengan rapi di sana, seolah-olah kendaraan itu tak pernah hilang semalam. Ia segera memeriksa bagian dalam mobil melalui kaca jendela—kosong. Tak ada siapa pun. "Apa mungkin... orang yang menghajarku adalah suruhan Saifanny?!" gumam Zain dengan tubuh gemetar, antara amarah dan ketakutan. Ia menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Tidak mungkin. Saifanny tidak sekeji itu." Logikanya menolak percaya bahwa istrinya yang selama ini penurut bisa merancang penyerangan sebrutal itu. Jika bukan Saifanny, maka hanya a

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 22 : Ritual Pengampunan dan Penghakiman Malam

    Malam itu, atmosfer di dalam mobil yang dikendarai Indra terasa meledak oleh luapan kemenangan.Setelah berhasil memeras 400 juta rupiah dari tangan Ranaya—yang notabene adalah uang hasil jarahan Zain sendiri—Indra menghampiri Saifanny dengan binar mata yang tak bisa disembunyikan."Berhasil, Kak," ucap Indra dengan senyum lebar yang memamerkan deretan giginya.Saifanny tersenyum tipis, sebuah ekspresi kepuasan yang elegan. Ia memberikan jempol sebagai tanda pujian, namun bagi Indra, apresiasi bisu itu terasa kurang. Pemuda itu mendambakan sesuatu yang lebih intim. Dengan gerakan yang sedikit manja namun penuh tuntutan, Indra meraih tangan Saifanny dan meletakkannya di atas kepalanya sendiri, meminta wanita itu mengelus rambutnya sebagaimana kebiasaan yang mulai ia candui.Saifanny tertawa pelan. Di matanya, pria tangguh yang baru saja menjerat mangsa itu seketika berubah menjadi seperti anak kucing yang haus perhatian.Sembari mengelus rambut Indra, Saifanny mengirim pesan singkat k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status