首頁 / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 150 : Puing Takhta Keluarga

分享

BAB 150 : Puing Takhta Keluarga

作者: Zakia
last update publish date: 2026-06-01 19:46:22

Pagi itu di dalam kamar apartemen mewah milik Adrian, Saifanny terbangun dengan perasaan lega yang luar biasa.

Tubuhnya menggeliat kecil dan mulutnya menguap lebar, merasai kualitas tidur terbaik yang sudah sangat lama tidak ia dapatkan.

Begitu mengedipkan sepasang kelopak matanya dengan cepat, pandangannya langsung tertuju pada Adrian.

Pria itu tampak baru saja selesai membersihkan diri, mengenakan jubah mandi dengan rambut hitam yang masih basah.

Adrian berjalan mendekat ke arah kasur sembari
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 165 : Ciuman di Ketinggian

    Malam itu, kemewahan hotel bintang lima dilingkupi keheningan yang menenangkan. Di atas kasur berukuran king-size, Bima sedang fokus membaca buku elektronik melalui layar iPadnya.Keheningan itu pecah saat Andien yang baru saja melangkah keluar dari kamar mandi, langsung menjatuhkan tubuhnya untuk merebahkan diri di atas pangkuan pria itu.Tindakan tiba-tiba tersebut sukses membuat Bima sedikit tersentak kaget."Bima... " panggil Andien manja.Namun, Bima tidak memberikan respons verbal apa pun; sepasang matanya tetap terpaku meneliti bacaan digital di hadapannya.Didorong rasa gemas, Andien melakukan gerakan tiba-tiba. Ia bangkit berdiri, merentangkan kedua belah kakinya, lalu mendudukkan dirinya tepat di atas pangkuan Bima secara intens.Bima menjadi semakin terkejut didera serangan kontak fisik sedekat itu. Ia seketika menurunkan iPadnya ke atas kasur."Bima... Ini malam kedua kita menginap di hotel ini, apa kau benar-benar tidak mau melakukan apa pun?" tanya Andien dengan binar ma

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 164 : Dialog Hati Bersama Ibu

    Sore itu, suasana di dalam rumah Saifanny dilingkupi oleh keheningan yang menenangkan batin.Wanita itu sedang duduk bersandarkan sofa sambil memeriksa lembar demi lembar buku pelajaran milik putranya, Syahdan.Ia memantau setiap perkembangan materi pelajaran yang dipelajari buah hatinya di sekolah dengan raut wajah yang teramat serius.Sesekali, Saifanny menyunggingkan seulas senyuman manis nan bangga saat sepasang matanya mendapati deretan nilai sempurna tertera pada setiap lembar tes dan ujian Syahdan.Namun, detik berikutnya, senyuman itu perlahan luruh dan memudar dari bibirnya. Saifanny menyadari sebuah fakta genetis yang tak terbantahkan; Syahdan mewarisi kecerdasan luar biasa itu bukan hanya dari dirinya, melainkan dari Adrian juga.Pikiran Saifanny seketika melompat, teringat kembali pada sosok pria yang telah menuduhnya dengan kejam di rumah sakit tempo hari.Ia tahu bahwa Adrian pasti sudah berkali-kali mencoba menghubunginya demi melayangkan permohonan maaf, namun Saifanny

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 163 : Konfrontasi Serigala Oportunis

    Pagi itu, Adrian terbangun dengan rasa pegal yang teramat pekat menjalar di seluruh bodi tubuhnya.Pria itu baru bisa menutup matanya hanya selama beberapa jam saja, sementara sisa malamnya habis ia gunakan untuk merenungi segala perbuatan dan ucapan gegabahnya yang telah membuat orang-orang terdekat memilih untuk menjauhinya.Tringgg! Tringgg!Ponsel Adrian berdering nyaring di atas nakas, memecah kesunyian kamar. Layar digitalnya menampakkan nomor resmi dari kantor pusat Utama Group."Halo Pak, selamat pagi. Saya menghubungi Anda hanya untuk mengingatkan kembali bahwa hari ini akan ada agenda rapat direksi," ucap suara sekretaris di seberang telepon dengan intonasi formal yang kaku.Adrian memejamkan sepasang matanya sekilas, mengembuskan napas panjang demi meredam gejolak batin."Iya, saya ke kantor sekarang," ucap Adrian dengan nada suara yang teramat datar.Rumor mengenai Arkana yang mendadak dilarikan ke rumah sakit akibat kondisi kritis rupanya sudah mulai menyebar luas di kala

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 162 : Fantasi Basah Jacuzzi

    Sore itu, di dalam kamar suite hotel bintang lima, Andien bersiap untuk mandi. Pintu geser berbahan kaca patri tebal itu terbuka tanpa suara, mengeksiskan kemewahan ruang basah tempat dirinya dan Bima menginap.Ruangan itu begitu luas, didominasi oleh hamparan lantai marmer hitam berurat emas yang berkilau mewah tertimpa cahaya lampu dinding yang temaram.Di sisi kanan, sebuah jacuzzi indoor berbentuk persegi panjang yang sangat lapang tertanam anggun, tampak seperti kolam oasis pribadi. Permukaan airnya yang jernih beriak tenang, memantulkan pendar kemewahan arsitektur di sekelilingnya.Andien melepas jubah mandi sutra hitamnya, membiarkannya tersampir di atas bangku sofa di sudut ruangan.Sebelum mendekati kolam luas itu, ia melangkah menuju bilik shower berteknologi mutakhir di sisi kiri.Di bawah pancuran air hangat yang memancar seperti air hujan, Andien membasuh seluruh tubuhnya menggunakan sabun cair beraroma bergamot dan *cedarwood*.Ia menggosok kulit mulusnya perlahan, memas

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 161 : Pecahan Kaca Penyesalan

    Pagi itu, Adrian melangkah kembali ke dalam unit apartemen pribadinya dengan tujuan beristirahat demi memulihkan stamina jiwanya yang terkuras habis.Sebaris perasaan lega sempat merayapi dinding hatinya setelah tim dokter spesialis menyatakan bahwa kondisi kesehatan sang kakek kini telah berada dalam fase stabil, walaupun pria tua itu masih belum sadar dari komanya.Adrian mengembuskan napas panjang yang sarat akan beban pikiran sebelum jemari tangannya menyentuh knop pintu apartemen.Di dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia berharap bahwa Saifanny masih setia berada di dalam sana; ia memantapkan batin untuk segera berlutut meminta maaf atas kalimat kejam yang telah ia lontarkan di rumah sakit.Penyesalan yang teramat dahsyat kini mulai merongrong kewarasan Adrian. Ia merutuki isi otaknya sendiri; mengapa bisa ia dengan begitu naifnya menuduh Saifanny mengeksekusi kekejian ngeri seperti meracuni kakek kandungnya sendiri?Adrian meraih knop pintu, mendorongnya perlahan membelah keheni

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 160 : Kebenaran yang Dikunci

    Siang itu, Saifanny duduk bersandar di dalam taksi biru yang melau menuju gedung Holy Entertainment.Labirin pikirannya masih tertinggal pada hantaman rasa ketidakpercayaan yang mendalam tentang Adrian—pria yang tega melayangkan tuduhan keji bahwa dirinyalah yang telah meracuni sang kakek.Saifanny mengembuskan napas pendek, merasai bahwa mungkin dirinya dan Adrian memang ditakdirkan untuk tidak akan pernah bisa kembali bersama.Di masa lalu, ia sempat memiliki pemikiran bahwa setelah melewati rentetan badai yang meremukkan jiwa, keluarga kecil mereka akhirnya akan dapat hidup bersatu di bawah satu atap yang hangat.Namun, sebaris senyuman sinis yang dingin perlahan terukir di bibir Saifanny saat menyadari bahwa seluruh harapan itu tak lebih dari sekadar khayalan semu.Logikanya berputar; jika Adrian memang memercayai integritasnya sejak awal, maka pria itu pasti akan langsung bergerak mencarinya bahkan setelah ia terpaksa menikah dengan Zain sembilan tahun lalu.Realitasnya tidak dem

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status