Share

Bab 140 Isi Flashdisk

Penulis: Er_Su
last update Tanggal publikasi: 2026-05-25 09:57:12

Nando seret Julia dengan kuat tanpa menoleh ke sana kemari lagi. Ia bawa Julia masuk ke ruangan lain yang asal nando masuki. Tapi jelas di sana aman dan tak ada orang lain yang akan melihat perdebatan itu. Julia dengan dirinya yang sangat tenang, genggaman Nando pada tangannya itu.

Nando juga lepaskan tangan Julia, ia kemudian tatap istrinya itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ia cantik, seksi dan begitu menawan setelah pergi darinya.

“Siapa yang mengajarimu berpakaian seperti itu? Nyonya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 261

    “Apa? Aku harus ganti rugi atas apa? Memangnya, aku berbuat apa ke kamu, Maya?” tanya Julia.“Ya, kamu harus bayar kompensasi terhadap apa yag terjadi terhadapku. Perlakuan tidak menyenangkan!” ucap Maya dengan begitu konyolnya.Mereka semua yang ada di sana lalu tertawa, terutama para tamu undangan yang melihat semua kejadiannya.“Kenapa kalian tertawa? Kalian harusnya bela aku, ibu hamil yang teraniaya! Aku seharusnya dilindungi!” Maya terus membela diri.“Melindungi siamang sepertimu?” tukas Marta.“What is… Siamang?” celetuk Delia, seolah tidak ada seriusnya.“Marta! Jangan mentang mentang kamu tidak di Lesmana lagi, jadi kamu bisa ngga sopan sama saya!” sergah Maya yang emosinya semakin merajalela.“Oh… perasaan, saya memang sejak awal tidak pernah sopan pada Anda, Nyonya gundik.”“Hhahaa! Gundik!” Delia tertawa lagi dengan ucapan barusan.Maya meradang, ia semakin emosi dan perutnya semakin tak enak saat ini.“Bu Rosa. Sepertinya menantu anda kontraksi. Atau, dia sudah mau melah

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 260

    Seminggu kemudian.Julia dan Delia meresmikan butik mereka yang ada di Mall FJ, dan sausananya sungguh meriah dengan banyaknya tamu undangan yang datang.“Selamat dan sukses, Sayang. Lancar terus usahanya, tapi jangan sampai kamu kelelahan, ya?” ucap Ibu Aida pada sang mantu.“Kamu juga, Delia!” Tatapannya sedikit tajam pada teman dekat Felix itu.“Hehhe! Iya, Ibu. Kami itu pasti akan jaga kehamilan, apalagi calon mantu masing masing. Hahaha!” Delia tertawa membalasnya.“Heh! Belum lahir, udah diboking calon mantu. Nanti kalau ternyata sama sama cewek atau sama sama cowok, gimana?” tegur Marta yang ada di dekat mereka.“Ya, no problem. Itu tetap my child.” Julia mendengar itu dan tertawa dengan tingkah kakak angkatnya.Ibu Delia juga ada di sana, sangat gemas dengan tingkah mereka.Semua orang bahagia, apalagi ayah Edo sudah mulai bisa jalan meski masih beberapa langkah dan belum bisa terlalu tegap.“Sayang, selamat, ya? Semoga ke depannya akan selalu jadi lebih baik. Aku tidak bisa

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 259 Lesmana Kehilangan Segalanya

    “Tidak! Itu tidak mungkin!” Mama Rosa melotot sebesar biji jengkol ketika mendengar apa yang Dirga katakan.“Tidak mungkin bagaimana? Nyonya tidak sadar, bahwa selama ini Tuan Dirga selalu turuti apa maunya Tuan Felix? Dalam setiap proyek, Beliau masuk dan menjadi investor terbesar itu karena Tuan Felix. Memangnya apa?” tanya Marta padanya.Mama Rosa mundur darurat dengan tenggorokan yang tercekat.Mungkin ia fikir, semua yang ada selama ini adalah usaha dan kerja keras dari putranya yang tercinta itu.“Yang jelas, kami tidak perlu tunjukan surat kepemilikan perusahaan. Tapi untuk hak cipta, dan royalti, tetap akan kami tuntut setelah Tuan kami keluar dari Perusahaan ini!”Dika maju dengan semua hitungan yang sudah ia lakukan, dan Dirga memberikan tempatnya agar Dika mengumumkan semua itu di hadapan mereka semua.“Jadi, kira kira total royalti yang harus diberikan adalah Dua trilyun. Itu selama enam tahun setelah Tuan Felix ambil posisi di Lesmana Grup, dan semua proyek yang ditangan

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 258 Tuntutan Balik Felix

    Kabar sudah beredar di mana-mana, tentang lepasnya Felix dari Grup Lesmana.Saat itu, Ibu Aida tengah duduk menatap beritanya dengan secangkir teh camomile dan tatapan yang begitu tenang. Ia juga menarik napas panjang, seoalh ia telah melepaskan sebuah beban.“Ibu,” panggil Julia yang kemudian menghampirinya di kursi ruang keluarga.Ibu langsung menoleh dan tersenyum pada Julia, bahkan ia ulurkan tangan untuk genggam erat tangan menantunya.“Ibu tidak sedih, Sayang. Ibu sedang lega, dan rasanya ibu sudah lepas dari semua beban yang sangat berat selama ini.”“Lia tahu, Bu. Pasti rasanya lega sekali, kan? Itu juga Lia rasakan waktu itu, meski belum seberat Ibu,” balas Julia padanya.“Ya, kita sudah lepaskan semuanya. Setelah ini, kita harus fokus pada masa depan, terutama untuk kebahagiaan keluarga kita.”Pelukan hangat Julia dapatkan dari sang ibu mertua, meski ia masih penasaran dengan apa yang terjadi setelahnya di kantor sana.“Pasti suasana sedang sangat panas, Bu.”“Ya, sangat pan

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 257 Lepas Dari Grup Lesmana

    “Apa yang kamu katakan, Felix? Kamu mau tantang Nando? Untuk apa?” Mama Rosa tiba tiba datang bersama para pengacara dan tim dari Perusahaan yang mendukungnya.Felix menatap mereka dengan wajah datar, dan tahu apa maksud kali ini. Pasti mau menjatuhkannya sesuai janji.“Dia duluan,” jawab Felix dengan begitu santai.“Haaah! Kamu fikir, kamu bisa lakukan itu dengan mudah? Langkahi dulu mayatku!” sergah mama Rosa.“Ya, aku juga ingin melakukan itu sejak lama.” Felix kembali menjawabnya.Wajah mama Rosa langsung merah padam mendengar itu, dan helaan napasnya menjadi sangat kasar.Tapi wanita itu berusaha tenang, dan ia kode pengacara yang ia bawa untuk segera berikan semua berkas pada Felix untuk ia baca.Saat itu juga, Marta dan Dika datang ke ruangannya dengan tergesa gesa serta wajah yang cemas.“Tuan!” Dika memasang tatapan waspada.“Tak apa. Baca ini dengan keras, agar aku tahu apa isinya.” Felix memberi perintah dengan suara yang pelan.Dika mengikuti apa yang Felix katakan saat it

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 256 Kau Seperti Downgrade

    Hari pertama Felix masuk kerja setelah tiga hari libur.Julia semangat sekali, bangun pagi pagi dan persiapkan semua keperluan sang suami. Ia tak mau melewatkan satu momentpun saat ini.“Bangun jam berapa?” tanya Felix pada istrinya itu.“Bangun subuh,” jawab Julia.Felix tak mau mematahkan semangat sang istri, dan ia hanya tersenyum mengusap rambut Julia seperti biasanya dengan penuh cinta.“Lia masih mau menikmati masa masa ini, sebelum nanti waktu kita sudah terbagi dengan baby.”“Ya, aku paham. Tapi kamu juga harus ingat, kamu harus banyak istirahat.”“Iya, sudah. Kan, tadi malam Lia tidurnya cepat dan vitaminnya diminum terus.” Selalu saja ada pembelaan dirinya. Felix sudah rapi, dan sudah tampan sekali seperti biasanya. Julia selalu gemas jika seperti ini. Rasanya ingin ia ikuti kemana saja suaminya pergi.“Ayo sarapan. Ibu pasti sudah memasak makanan istimewa untukku.” Felix gandeng istrinya untuk keluar dari kamar.Memang masakan istimewa itu untuk Felix, karena ia yang m

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 6 Seperti Wanita Kurang Gizi

    “Aaah, sakit sekali!” Julia terus merintih saat itu dan memegangi dadanya yang mulai membengkak. Menyut. Seluruh otot bagian dada hingga ke punggung rasanya tertarik bahkan rasanya berat sampai ke leher. Ini jelas lebih parah dari yang tadi, efek makanan yang Julia santap dari Felix.Nyatanya, sema

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 5 Kau Ada Dalam Perlindunganku

    “Arrgh! Felix Brengsek!” Nando emosi dan terus meracau ketika sudah tiba di dalam ruangannya itu. Semua salah baginya, terutama dua orang itu. Istri tak becus, kakak yang selalu unggul dan seolah tak biarkan dirinya untuk berada di atas. Dalam semua rasa kesalnya itu, tempat mengadu yang paling

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 4 Perhatian Kakak Ipar

    Jantung Julia rasanya mau copot ketika mendengar suara dari Nando di depan ruangan Felix. Dentumannya bukan lagi seperti ketika dengan Felix tadi, karena ini jelas beda rasaa. Tadi keenakan, sekarang ketakutan. Julia menatap Felix yang tampak sangat tenang itu, dan ia merasa kali ini Felix terlalu

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 3 Rasa Yang Sangat Berbeda

    Suara puas itu terdengar nyaring memenuhi ruangan itu. Maya duduk di pangkuan Nando, tubuhnya bergerak dengan begitu lincah mengobrak abrik milik Nando yang tengah memenuhi dirinya. Nando juga tak kalah puas, ia cengkram pinggang ramping itu dan ia tahan sejenak ketika Gerakan naik turun Maya s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status