分享

Bab 140 Isi Flashdisk

作者: Er_Su
last update publish date: 2026-05-25 09:57:12

Nando seret Julia dengan kuat tanpa menoleh ke sana kemari lagi. Ia bawa Julia masuk ke ruangan lain yang asal nando masuki. Tapi jelas di sana aman dan tak ada orang lain yang akan melihat perdebatan itu. Julia dengan dirinya yang sangat tenang, genggaman Nando pada tangannya itu.

Nando juga lepaskan tangan Julia, ia kemudian tatap istrinya itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ia cantik, seksi dan begitu menawan setelah pergi darinya.

“Siapa yang mengajarimu berpakaian seperti itu? Nyonya
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 168 Teka Teki Lagi

    Julia pagi itu mendengar Hpnya berdering, dan ia segera membuka mata untuk melihat siapa yang memanggilnya. Tapi napas panjang ia hela ketika lihat nomor siapa yang tertera di sana, dan rasanya ia malas sekali untuk jawab itu semua.Ibunya. Wanita yang seharusnya memberi dukungan moral untuk Julia itu akhirnya memanggil lebih dulu tanpa Julia pancing. Tapi, entah kenapa Julia kali ini terlihat kurang senang dan merasa hanya akan ada sesuatu.Panggilan pertama akhirnya mati sendiri. Julia tatap Felix sejenak dan perhatikan dirinya yang tidur sangat nyenyak.“Haish!” Julia mendengkus kesal ketika panggilan kedua muncul, dan mau tak mau kali ini ia harus menjawabnya.“Ya, Bu. Ada apa?” tanya Julia.“Sayang. Kamu sekarang di mana?” tanya sang ibu, bahkan tak tanya tentang keadaannya setelah kemarin itu.“Ada apa?” balas Julia, tanpa menjawab pertanyaan ibunya.“Ayah, butuh uang untuk ambil obat hari ini. Uang bulanan ibu yang terakhir dikirim oleh Nando dari kantor, juga sudah habis, nak.

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 167 Siapa Yang Menikah, Siapa Yang Bulan Madu

    “Ohh!” Julia melenguh ketika tubuhnya dipenuhi oleh Felix saat itu.Felix juga merasakan hal yang sama, ketika miliknya dijepit dengan erat di dalam sana hingga ia harus begitu perlahan untuk lanjutkan pergerakannya.“Kenapa masih begitu rapat?” tanya Felix.“Dan kenapa juga Nando tidak bisa menikmatinya selama ini. Apakah dia begitu bodoh hingga lebih memilih wanita yang sudah dipakai sana sini daripada wanita yang benar-benar hanya untuknya.” Felix membatin atas kebodohan sang adik.Salah satunya memang Nando bodoh, tapi salah satunya lagi adalah Nando yang lemah dan tak sabaran hingga terus memaksa kehendak dan menyakiti Julia.Pelan pelan Felix menggerakkan miliknya masuk sambil memperhatikan wajah Julia yang sangat cantik itu. Mudah sekali membuat Julia berada di bawah kendalinya.“Kak Felix,” lirih Julia, memanggil.“Ya, Sayang? Apa?” tanya Felix padanya. Kepala meneleng dan ia perhatikan Julia yang seolah tak bisa berkata-kata.“Lebih… cepat!”“Hey, tidak sabaran sekali. Tapi,

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 166 Semangat Enam Sembilan

    Smirk yang diberikan Felix begitu menakutkan untuk Julia. Jika sudah seperti itu, bisa jadi tak akan selesai semalam suntuk hingga Julia tak bisa bangun besok pagi.“Kak, ini dikasih kak Delia.”“Lalu?” tanya Felix, mendekat sembari menelengkan kepala padanya.Tangan Felix membuka sendiri dasi dan kemeja yang ia kenakan dengan kasar saat itu, dan Julia mundur beberapa langkah menghindarinya.Maksud Julia, tidak harus begitu untuk meminta jatah darinya. Tatapan Felix kali ini benar benar mengerikan dan buas.“Lia tidak tahu kenapa, kak Delia berikan ini. Terlihat seperti-““Terlihat seperti kamu tengah menggodaku saat ini, kan?” tangan Felix langsung raih Julia dan merengkuh pinggangnya dengan begitu erat.“Aaah!” Julia memekik, tubuhnya seketika bergidik geli ketika Felix terus mengecupinya sejak tadi.“K-Kak Felix,” panggil Julia dengan suaranya yang terbata.“Hmm? Kamu kenapa canggung sekali? Bukankah, beberapa kali ini kamu yang terus menggodaku?” balas Felix yang kemudian angkat ta

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 165 Aarghhh! Grrrr!

    Pesta akhirnya selesai, dan mereka semua pulang. Mama Rosa dan Maya tampak sangat senang, tapi tidak untuk Nando yang masih penasaran dengan Julia.Nando juga masih kepikiran dengan apa yang dikatakan oleh Delia padanya tadi. Ia berusaha hubungi Julia lagi sampai beberapa kali, tapi selalu diblokir olehnya."Ini nomor yang keberapa? Bisakah, kamu sedikit dewasa untuk keadaan ini? Aku sudah berusaha memaklumimu, tapi kenapa kamu tetap seperti ini?"Sayangnya Nando yang tak pernah sadar diri, dan tak pernah berfikir jika Julia memang sudah lepas darinya.Hampir dua puluh kali memanggil untuk sesi sore ini. Ia duduk di ruang kerja dengan alasan mengawasi proyek, dan untungnya Maya percaya. Efek dia juga lelah, hingga tak mau terlalu banyak bicara.Derit panggilan terakhir akhirnya dijawab oleh Julia. Nando tersenyum dan ia senang sekali, sangat antusias mendengar suara Julia."Kamu ngga capek?" tanya Julia tanpa ada basa basi padanya."Jadi, kamu tahu jika aku yang menghubungi?" balas Na

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 164 Kenikmatan Yang Tertunda

    “Wah!” Julia kembali dibuat kagum dengan pemandangan di Negeri Singa itu.Sepanjang jalan menuju Hotel, Julia keluarkan kepalanya. Kadang Felix sampai tarik agar tak tersenggol dengan kendaraan lain yang menyalip atau dari arah berlawanan.“Julia,” tegur Felix ketika wanita itu mengeluarkan tangannya.“Di sini sepi,” ucap Julia, membela diri.“Kita tak tahu apa yang akan terjadi nanti.” Felix langsung menutup kaca jendela Julia agar tak ulangi kegiatannya yang tadi.Julia memanyunkan bibirnya, nyaris bisa diikat dengan karet karena begitu maju.“Kak, lapar,” ucap Julia yang merasakan perutnya mulai keroncongan saat itu.“Sebentar lagi kita sampai. Di sini tidak ada orang jualan sembarangan seperti di Indonesia. Di Hotel nanti, kamu bisa makan sepuasnya lalu-““Lalu, apa?” tanya Julia, memasang wajah sok polosnya.Felix menoleh. Ia tatap Julia dalam-dalam dan kemudian menempelkan kening keduanya dengan tatapan Felix yang perlahan turun pada dada Julia.Julia sendiri masih saja gugup k

  • Cerai! Kakak Ipar Memanjakanku   Bab 163 Bulshit

    Felix datang ke apartement Julia ditemani salah satu supirnya untuk membawa barang ke mobil. Julia yang sudah menunggu sejak tadi itu lantas tersenyum menyambutnya, siap untuk pergi segera.“Tak ada yang tertinggal lagi?” tanya Felix.“Jika bersama Kak Felix, apapun yang tidak ada, pasti menjadi ada. Hanya ketinggalan, kan?” cuek Julia yang hanya fokus pada perjalanan mereka.Felix tak bisa menjawab lagi. Ia hanya gelengkan kepala dan ulurkan tangannya pada Julia, kemudian mereka keluar dari Apartement untuk segera menuju Bandara.Julia senang sekali. Sepanjang jalan ia tatap luar mobil dan kagumi semua yang ia lewati. Seperti baru pertama kali dilepaskan dari pasungan yang membelenggu.“Kamu sudah lihat pernikahan mereka?” tanya Felix padanya.“Sudah dikirim, tapi malas lihat.”“Cemburu?” ledek Felix.“Ih, mana ada?” Julia memanyunkan bibirnya seketika.Felix tersenyum. Ia kemudian raih kepala Julia agar bersandar di bahunya, dan ia kecup kepala wanita itu dengan begitu lembut. Mere

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status