Chapter: Bab 95 - Janji Dan RahasiaFleur bertanya apakah ada masalah di kantornya pada suaminya. “Fleur, aku tidak mungkin menyembunyikan semuanya darimu, orang suruhan Anderson, semalam masuk menyelinap ke vila.” “Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?”Fleur menatap suaminya yang masih ingin menyampaikan sesuatu. Sementara Anshel terdiam dan sempat menunduk sesaat, ia menghela napas berat. “Sebenarnya, kita sudah diawasi sejak kita di gereja, tapi… aku tidak mau kau khawatir, dan kau tenang saja Fleur, aku sudah menyuruh anak buahku menyerahkan pria itu ke polisi.”Fleur tiba-tiba bangkit, “Aku tidak mau sarapan,” istri Anshel Robinson itu berjalan dan berdiri di dekat kaca besar menghadap ke pantai, dan ia menyilangkan tangannya di dada. Anshel tampak heran, ia tak menyangka Fleur akan meninggalkan meja makan. Ibu mertuanya hanya tersenyum tipis, melihat menantunya merajuk dan tetap menyesap tehnya dengan santai. Ibunya memberi isyarat agar Anshel membujuk istrinya. Ia memakan sarapannya, namun matanya terus
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 94- PenyusupPagi harinya, saat Fleur masih terbuai mimpi dan Nyonya Olivia mungkin baru saja memulai ritual yoga paginya, Anshel sudah berdiri di ruang bawah tanah vila yang kedap suara.Di depannya, pria penyusup itu terduduk lemas di kursi besi, tangannya terikat. Anshel tidak menyentuhnya, ia hanya berdiri di sana dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, memutar-mutar ponsel di tangannya dengan ekspresi datar yang mengerikan."Satu pertanyaan," suara Anshel memecah keheningan ruang bawah tanah. "Apakah Anderson menjanjikan pemakaman yang layak untukmu, atau dia hanya menganggapmu sampah yang bisa dibuang?"Si penyusup masih diam seribu bahasa, sampai membuat Anshel naik darah.“Bicaralah, apa niatmu menyusup ke vilaku, brengsek?” ucap Anshel lagi dengan nada dingin.Pria berusia dua puluh tujuh tahun itu masih terdiam. Anshel menoleh pada anak buahnya. "Buat dia bicara sekarang juga, katakan apa yang diinginkan Anderson!"
Last Updated: 2026-03-21
Chapter: Bab 93 - Menghentikan Permainan MusuhFleur mencoba pakaian pilihan Anshel. Ia tampak cantik dengan bikini biru bermotif mawar, atasan bertali satu di bahu kiri, sementara bagian bawahnya senada dengan pita di kedua sisi. Fleur terkekeh, “Ini lucu sekali,” gumamnya sambil bercermin. Namun karena ia merasa tidak percaya diri, ia meraih sebuah cardigan panjang berbahan brokat tipis yang senada untuk menutupi bahunya. Kain transparan itu menyamarkan siluet tubuhnya tanpa menyembunyikan motif mawar biru putih yang cantik di balik bikini birunya. Fleur melilitkan selembar kain pareo putih di pinggangnya untuk menutupi bagian bawah, menciptakan kesan gaun musim panas yang berlapis namun tetap sopan.Fleur menuruni tangga, ia tampak anggun dengan pakaian itu, namun tetap sederhana. Anshel terdiam. Gelas jus di tangannya perlahan ia letakkan, matanya tak lepas mengikuti setiap langkah Fleur. Tanpa sadar, rahangnya sedikit mengendur, matanya mengikuti setiap langkah Fleur yang mendekat ke arahnya. Anshel berdiri, “Sayang, kau b
Last Updated: 2026-03-11
Chapter: Bab 92 - Mendadak LiburanUsai ibadah selesai, mereka tidak langsung pulang. Anshel menuntun Nyonya Olivia dan Fleur berjalan ke samping gereja, menuju area pemakaman keluarga Robinson yang tertata rapi dengan rumput hijau yang terpangkas pendek, meskipun sedang musim panas.Di depan sebuah nisan granit hitam yang megah namun sederhana, mereka berhenti. Nama ayah Anshel terukir jelas di sana. Nyonya Olivia perlahan berlutut, meletakkan seikat bunga lili putih yang tadi dibawanya dari rumah."Sayang, aku datang bersama anak dan menantu kesayanganmu. Apa kau tahu, sekarang kami tinggal bersama?" bisik Nyonya Olivia pelan, suaranya sedikit bergetar karena rindu. Ia merangkul Fleur dan mengusap lengannya dengan lembut. "Berkatmu, kita memiliki menantu yang baik, Sayang. Tapi kau malah pergi lebih dulu."Fleur ikut menunduk hormat. Ia merasa ada ikatan batin yang kuat saat melihat nisan itu. Dalam diam, ia berucap, "Ayah, aku yakin kau pasti bahagia di sana. Ayah pasti sudah bertemu
Last Updated: 2026-03-07
Chapter: Bab 91 -“Dasar anak sialan, paman-paman, aku jijik mendengar anak perempuan Tuan Wesley dan menantunya memanggilku seperti itu, kali ini aku juga akan menyerangmu Anshel, aku tidak akan takut dengan posisi dan kekuatanmu,” gerutunya di dalam mobil, ia mendengus sambil menarik bibirnya ke samping kanan. Matanya memerah dan tajam, ia tahu ke arah mana ucapan sepasang suami istri itu. Kemudian pria paruh baya itu menelpon seseorang, “Aku Ingin kau mengusik ketenangan Anshel Robinson juga, menyentuh orang yang di sampingnya tak cukup.”“Pelan-pelan saja Tuan Ansderson, bagaimana kalau kami menyapa ibunya.”“Jangan banyak bicara, aku sudah menyuruhmu melenyapkan putri bungsunya Tuan Wesley Ruthven, dan apa yang terjadi, hah? dia berdiri sehat walafiat di depanku, kalau kalian masih gagal aku akan mencari orang baru.”Tanpa menunggu jawaban ia langsung menutup teleponnya. Mobil Tuan Anderson meluncur di jalan yang remang menuju kediamannya, dengan perasaan marah karena semua rencananya gagal be
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: Bab 90 - Dosa Tuan Wesley?“Paman benar-benar luar biasa,” lanjut Fleur sambil menatap gelas wine Tuan Anderson. “Bahkan di usia ini, Paman masih punya energi yang besar untuk mengurusi banyak hal... termasuk hal-hal yang seharusnya bukan urusan Paman.”Anshel yang berdiri di samping Fleur hanya menyesap minumannya tenang. Ia menimpali dengan suara baritonnya yang berat. “Fleur benar, Tuan Anderson. Kesetiaanmu pada mendiang Tuan Wesley begitu besar, sampai-sampai kau seolah tidak ingin melepaskan Ruthven Wines sedikit pun, bukan?”Anderson tertawa hambar, mencoba menutupi kegugupannya. “Ah, kalian ini bicara apa. Aku hanya ingin yang terbaik untuk peninggalan sahabatku.”“Kami tahu itu, Paman,” potong Fleur cepat. “Itulah sebabnya aku ingin kita mengobrol lebih banyak malam ini. Aku ingin tahu, apa lagi yang Paman 'siapkan' untuk masa depan Ruthven selanjutnya.”Tuan Anderson memberikan gelas wine yang kosong pada pelayan dan mengambil yang baru. Ia memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celana.”Sebe
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: Bab 75 - Pilar & SandaranAnshel fan Fleur sedang menghadiri undangan dari Perdana Menteri, Tuan Haakan. Keduanya selalu berdampingan. Bahkan Anshel sesekali menggenggam atau sekadar merangkul pinggang istrinya. Setelah acara pembukaan, para tamu dipersilakan duduk untuk memulai makan malam resmi. Ballroom Hotel Floresiensis malam itu disulap menjadi ruang perjamuan yang sangat intimidatif namun elegan. Langit-langit ruangan yang tinggi dihiasi lukisan fresco bergaya klasik, sementara cahaya dari ribuan lampu gantung kristal terpantul di atas meja panjang yang dilapisi taplak linen putih murni. Di atas meja, peralatan makan perak murni dan gelas-gelas kristal tertata dengan presisi milimeter.Para pelayan berseragam putih, yang bergerak nyaris tanpa suara, mulai menyajikan hidangan pembuka. Foie Gras de Canard yang disajikan dengan selai buah ara dan roti brioche hangat menjadi pembuka. Anshel memotong hidangannya dengan gerakan yang sangat rapi, matanya sesekali melirik ke arah Perdana Menteri Haakan yang d
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: Bab 10 - Lidah Tajam
Anshel mengeluarkan handphone dan menunjukkan sebuah berita. Fleur membacanya. “Kenapa beritanya menjelek-jelekanku? Harusnya mereka memberitakanmu, dengan simpananmu.” Diduga rumah tangga Anshel Robinson Noble dan istrinya, Princetta Fleur Ruthven, sudah tidak harmonis. Mereka jarang terlihat bersama di depan publik, dan dari beberapa foto yang beredar, Fleur tampak sangat dingin terhadap suaminya. Fleur mendengus. Tatapan Anshel langsung mengeras. Ia menarik Fleur ke ranjang, memaksa wajah mereka begitu dekat. Fleur refleks mengalihkan pandangan, tapi Anshel menahan dagunya dengan kuat. “Jangan memancing kemarahanku, Fleur,” desisnya. “Ini ulahmu yang keras kepala. Seharusnya kau tetap di sisiku, ke mana pun aku pergi.” Anshel mendekat ke telinganya. Fleur bisa merasakan napasnya sebelum giginya menyentuh kulit itu. “…termasuk di tempat tidur, bukan?”
Last Updated: 2025-11-19
Chapter: Bab 9 - Reputasi Keluarga RobinsonFleur menahan napas di balik rak server, menunggu suara langkah itu menjauh. Setelah yakin area aman, ia keluar perlahan, namun baru beberapa langkah, sebuah tangan kuat mencengkeram lengannya dan membantingnya ke dinding. Dingin logam pistol menempel di pelipisnya. “Siapa kau?!” Suara itu dalam, tenang, terlalu tenang untuk orang yang panik. Jantung Fleur berdetak hebat karena terkejut, lalu ia mulai menenangkan diri. “Aku—” “Jangan bergerak. Ini zona terbatas. Bagaimana kau bisa masuk?” Fleur bisa merasakan kesigapan militer dari caranya menahan posisi. Tidak gemetar. Tidak ragu. “Hanz, tahan!” seru Benjamin dari pintu. “Ini istri Tuan Anshel!” Serentak, ia me
Last Updated: 2025-11-17
Chapter: Bab 8 - Log TerlarangFleur dan Anshel sedang bertengkar di kantor Noblecrest Systems. Fleur menutup telinganya, mencoba menahan kebosanan sekaligus amarah, tapi setiap kata yang diucapkan Anshel tentang masa lalunya membuat dadanya semakin sesak. Air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan. “Aku akan mengembalikan semua uang itu padamu,” katanya dengan suara bergetar tapi tegas. “Aku menyetujui kesepakatan awal, dan seharusnya kita segera mengakhiri pernikahan sialan ini, Tuan Anshel.” Anshel menatapnya lama, senyum tipisnya seperti pisau. “Oh ya?” bisiknya. “Sayangnya, Ayahmu sudah memberimu padaku sepenuhnya, Fleur.” Fleur menatapnya dengan mata membara. Rasa marah bercampur kecewa, membakar dari dalam. Tanpa sadar ia melangkah mendekat dan menarik kerah suaminya. Bibirnya bergetar saat bicara.
Last Updated: 2025-11-15
Chapter: Bab 7 - Obrolan di Queen Tea Rooms
Fleur sedang mengobati mata Anshel yang kesakitan karena kena tinjunya. Tapi ia melihat samar merah di lehernya, ia meyakini kalau Anshel telah bercumbu dengan kekasihnya, hingga membuatnya tersulut amarah. Ia menyuruh Anshel mengobatinya sendiri. Ketika Fleur hendak pergi, Anshel menarik pinggang Fleur hingga ia terduduk di pangkuannya. Anshel juga sempat melihat lehernya yang merah di cermin dan ia tidak membiarkan Fleur pergi saat mencoba membebaskan diri. “Fleur, apa kau cemburu?” Fleur menyipitkan matanya. “Kau tahu kau itu menjijikan, kau punya istri tapi masih tidur dengan wanita lain?” Anshel menyeringai. “Jadi kau mau melayaniku?” Fleur panik, dan gugup. “Bu.. Bukan seperti itu maksudku?” desisnya. Anshel berdiri sambil me
Last Updated: 2025-11-12
Chapter: Bab 6 - Hadiah Dari Fleur“Philippe! Pamela! Tolong aku!” teriak Fleur sambil memukuli punggung suaminya.Namun kedua kakaknya hanya tertawa, menikmati pemandangan yang menggelikan di tengah ketegangan itu.Anshel terus melangkah pergi, membawa Fleur seperti karung beras.Setiba di rumah, Fleur langsung menuju kamar, tapi Anshel mengikutinya dari belakang. Saat ia hendak menutup pintu, Anshel menahannya dengan tangan.“Aku ingin bicara denganmu,” katanya datar.Fleur menolak, tapi ia mendorong pintu lebih keras dan tiduran di ranjang.“Fleur… aku akan tidur di sini,” ucapnya.Fleur menautkan alisnya. “Benarkah? Kau yakin?”Anshel mengangguk dan tersenyum manis.Fleur membalas senyumannya. “Silakan saja. Tapi aku akan tidur di kamar sebelah.”Anshel tertawa kecil, seolah meledeknya, lalu duduk tegap di tepi ranjang.“Fleur, ini perintahku, bukan tawaran. Berhentilah bekerja di perusahaan ayahmu dan bekerjalah di
Last Updated: 2025-11-11