홈 / Rumah Tangga / Ceraikan Aku, Tuan Anshel / Bab 68 - Perhatian Semalam

공유

Bab 68 - Perhatian Semalam

last update 게시일: 2026-02-15 23:58:06

Anshel memeluk erat Fleur di dalam kamar tamu mereka. Suasana yang tadinya sunyi mendadak terasa berat karena pertanyaan yang terus ia desak.

​“Katakan padaku, bagaimana perasaanmu padaku?” tanya Anshel.

​Fleur tidak langsung menjawab. Ia justru mengamgkat wajahnya, menatap dalam mata pria itu. “Katakan juga padaku, kenapa kemarin malam wanita itu meneleponmu?”

​Anshel mengerutkan dahi, tampak benar-benar bingung. “Wanita?”

​“Hmmm,” gumam Fleur pendek.

​“Kemarin malam?” Anshel memastikan lagi.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 133 - Sebuah Jejak

    Fleur bermimpi bertemu Ayahnya.Saat itu Fleur memasuki ruang wine, di sana wine mahal berjejer di beberapa rak, ia melihat punggung ayahnya yang sedang berdiri di dekat jendela kaca besar, mengenakan pakaian hangat sambil memandangi air hujan yang berjatuhan dari ranting, kedua tangannya tersilang di belakang, ia tampak menikmati pemandangan yang dingin itu.“Ayah…” panggil putrinya dengan lembut.Tuan Wesley refleks menoleh padanya, senyumnya tersungging.“Fleur,” sahutnya.Fleur melihat botol wine yang tinggal setengah dan gelas wine yang masih terisi.“Ayah tidurlah, ini sudah larut, apa yang sedang ayah lakukan di sini?”Ayahnya melangkah kemudian duduk di kursi.“Duduklah, Nak, ayo kita minum bersama.”Pria itu kemudian meraih gelas itu dan menggoyangkannya beberapa kali dan menyesapnya sedikit.“Ahhh, wine ini benar-benar nikmat, Nak.”Fleur pura--pura cemberut, “Ayah sepertinya lebih mencintai wine daripada aku.”Tuan Wesley mendongak, senyum tipisnya terlukis di wajah senjany

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 132 - Rahasia Antara Wesley & Anderson

    “Apa yang kujanjikan padamu, Anderson?” “Kau akan memberikan sebagian penghasilanmu untuk…” Tok! Tok! Tok! Suara ketukan pintu terdengar dari ruang kerja Tuan Wesley Ruthven. Wesley dan Anderson sedikit terkejut dan menoleh ke arah pintu. “Ah sialan,” gerutu Smith yang sedang menonton rekaman tersebut. Meski kesal dan karena penasaran ia tetap menunggu apa yang akan dibicarakan oleh Tuan Wesley dan Anderson. Keduanya berhenti bicara. Ayah Fleur mempersilahkan orang itu masuk. Seorang perempuan berusia tiga puluh tahun berambut sebahu muncul dari balik pintu, itu Sekretaris pribadi Tuan Wesley. “Tuan ada tamu yang mencari Anda.” Tuan Wesley mengangguk pelan, “Baiklah aku akan segera menemuinya.” Sekretaris pribadinya pun mengerti dan segera pamit, ia meninggalkan rua

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 131 - Harta Karun Anderson

    Smith menatap kepergian Fleur dari ruangan meeting. “Jika aku mengatakan yang sebenarnya padamu—” Smith menarik senyumamnya kesamping, “ini akan merepotkan, Fleur.”Smith pun kembali ke ruangannya, ia sibuk dengan pekerjaannya, hanya mengetik sepanjang hari, setelah hari mulai gelap ia menggeliat, lalu menatap jam tangannya. “Hah gedung ini sudah seperti rumahku sendiri, bosnya malah keenakan tidur sepanjang hari di rumah sakit,” ujarnya meledek kakaknya Fleur yang masih terbaring koma. “Smith menelpon seseorang, bagaimana situasinya?”“Aman, Tuan,” bisik seseorang dari balik telepon. “Hmmm, bantu aku jangan sampai anak buah Anderson memergokiku.”“Tentu Tuan.”Smith membawa cangkir kopi, sambil memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celana. Ia berjalan dengan santai keluar dari ruangannya, kemudian ia melihat suasana sekeliling. “Sudah sepi rupanya.”Pria itu kemudian meneguk kopinya sekali lagi, lalu berjalan ke dekat tangga dan meletakkan cangkirnya disana. Kelakuannya sung

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   BAB 130 - Rahasia Nyonya Olivia

    Anshel meletakkan ponselnya di atas meja.“Tidak seperti biasanya Ibu mengajakku mengobrol di saat aku sedang berada di kantor.”Tatapannya beralih pada bingkai foto dirinya bersama Fleur saat menghadiri pesta pernikahan Magnus. Senyum tipis terukir di bibirnya."Aku ingin sekali meneleponmu, Fleur. Tapi aku tahu kau pasti sedang rapat sekarang."Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi kerjanya sambil menunggu kedatangan ibunya.Satu jam kemudian, Nyonya Olivia tiba di kantor putranya.Wanita setengah baya itu mengenakan rok hitam bergaris putih dipadukan dengan blus putih yang anggun. Sebuah button hat menghiasi kepalanya, membuat penampilannya tetap elegan.Baru beberapa langkah memasuki lobi, ponselnya berdering.Ia melihat nomor seseorang.Dengan ragu, ia menerima panggilan itu, sesaat kemudian wajahnya memerah, ia mengepalkan tangannya. "Jika kau berani menyentuh putra dan menantuku, ingat ini... aku akan membunuhmu dengan kedua tanganku. Kau tidak perlu mengancamku. Aku bukan perem

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 129 - Kehangatan yang Kembali

    Anshel menutup matanya, sebentar.“Ternyata ini hanya mimpiku,” gumamnya pelan sambil mengembuskan napas lega.Fleur menggeleng-gelengkan kepala, ia bangkit dari ranjang, berusaha membantu suaminya berdiri. Wajah Fleur yang masih polos setelah bangun tidur perlahan mengusir bayang-bayang mimpi buruk yang baru saja dialaminya.Anshel tersenyum, ketika istrinya mengulurkan tangannya. “Ayo bangun!” ajak Fleur. Pria itu teringat akan ucapan istrinya semalam.Anshel pun berdiri di bantu Fleur, begitu berdiri, Anshel refleks memegang bagian belakang kepalanya.Melihat ekspresi suaminya, Fleur tampak khawatir. “Anshel, apa kau baik-baik saja, bagaimana kepalamu?” Anshel baru menyadari kepalanya terbentur ke lantai, dan ia merasa kesakitan, tapi ia bersikap santai di depan istrinya, laki-laki itu justru malah memandangi wajah istrinya, senyumnya tak men

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 128 - Mimpi Buruk Setelah Ciuman

    “Apa kau datang ke pengadilan?”“Hmmm, bukankah waktu di rumah sakit aku pernah bilang akan datang ke persidangan.”Seolah mendapat jawaban dari rasa penasarannya, ia pun baru mengingatnya, kalau Ava Grace sempat meminta izin padanya untuk datang ke persidangan. “Ah benar, maaf aku tidak memperhatikannya saat di sana.”“Ya karena kau sibuk mengurus istrimu.”“Baiklah, tapi aku punya satu permintaan.”Anshel mengerutkan keningnya ia kemudian berbalik sambil melepaskan tangan Ava. “Berhenti dan jangan bergerak!”Kaki ava berjinjit ia kemudian menangkup ipi Anshel dan melumat bibir Anshel lagi. Namun Anshel segera mendorongnya. “Hentikan Ava!”Anshel menyeka bibirnya yang basah. “Hubungan kita sudah berakhir.”“Tapi kau menikmati ciumanku, Anshel kau bahkan membalas ciumanku dan rasanya masih sama seperti dulu.”

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 42 - Jamuan Makan Malam Kerajaan

    “Kau ke mana saja?” keluh Fleur yang sudah rapi dan siap berangkat. “Maaf, tadi aku keluar sebentar, cari angin,” jawab Anshel. Namun sejak kembali ke kamar, tatapannya tak lepas dari istrinya, seolah memastikan Fleur benar-benar ada di hadapannya. “Aku mandi dulu sebentar?” ujarnya kemudian.

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 34 – Bermain Voly Pantai

    Tatapan mereka sempat bertemu karena insiden kecil saat Anshel ingin menyelimuti Fleur. Apa yang sedang Anshel lakukan, benar… Jangan-jangan dia menyusulku… karena hal ini, dia mau meniduriku bukan melindungiku? pikirnya. Fleur langsung melotot, dadanya naik-turun, dan tanpa ragu mendorong Anshel

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 26 - Berbincang dengan Ibu Mertua

    “Kenapa nenek bertanya seperti itu?” “Tentu saja, aku mencintainya.” “Seharusnya—” Anshel melihat jam. “Maaf Nek, aku harus ke kantor.” “Baik,” berhati-hatilah! Kemudian mereka pun berpelukan sebagai tanda perpisahan. Anshel berpamitan dengan Ratu Calinda, ia berpesan agar neneknya

  • Ceraikan Aku, Tuan Anshel   Bab 14 - Di Balik Asap Cerutu

    Keesokan harinya. Mobil baru saja meluncur meninggalkan vila ketika, di kejauhan, pria misterius itu menginjak sisa cerutu yang baru ia buang. Ia menatap debu jalanan yang mulai naik karena mobil Anshel menjauh. Ia mengeluarkan ponsel, menekan satu nomor cepat. Begitu tersambung, ia berkata si

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status