Share

BAB 53

Author: Ede Thaurus
last update publish date: 2026-03-18 09:43:03

"Aku malu. Orang-orang pasti memperhatikan kita tadi," ucapku setelah tenang dan duduk di sebuah restoran di dalam taman bermain.

"Tidak usah pedulikan orang-orang. Aku malah lega karena kau menangis. Membayangkan akan menaiki semua wahana ekstrem di sini karena kau menahan emosimu, terasa lebih menakutkan."

Aku tertawa sambil memukul lengan Alex pelan.

"Makanlah. Selagi kita di sini, kita harus makan ini, churros yang hanya ada di taman bermain ini," ucap Alex sambil menyuapiku dengan camilan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 53

    "Aku malu. Orang-orang pasti memperhatikan kita tadi," ucapku setelah tenang dan duduk di sebuah restoran di dalam taman bermain."Tidak usah pedulikan orang-orang. Aku malah lega karena kau menangis. Membayangkan akan menaiki semua wahana ekstrem di sini karena kau menahan emosimu, terasa lebih menakutkan."Aku tertawa sambil memukul lengan Alex pelan."Makanlah. Selagi kita di sini, kita harus makan ini, churros yang hanya ada di taman bermain ini," ucap Alex sambil menyuapiku dengan camilan tepung goreng panjang dengan gula, yang dicelupkan ke saus coklat."Mmh, enak sekali. Gerald pasti akan sangat menyukai ini," ucapku dengan santai."Tadinya aku pikir seleranya sama denganku karena sangat menyukai coklat. Sekarang akhirnya aku tahu, kalau itu turun dari kedua belah pihak," sahut Alex juga santai, seakan-akan Gerald ada di tengah-tengah kami. Aku mengangguk sambil tersenyum. Senang rasanya bisa membicarakan Gerald dengan orang yang paling dekat dan paling mengenalnya, tanpa rasa

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 52

    Bulu kudukku berdiri menatap punggung George yang tiba-tiba tampak menakutkan. Ada apa dengan mulutku ini? Kenapa aku terpancing dan mengatakan hal-hal tadi. Bagaimana kalau George mempersulit Alex hanya karena kata-kataku? Tiba-tiba aku merasa bodoh.Aku segera menghubungi Alex, begitu keluar dari restoran mewah itu."Tidak apa-apa. Jangan khawatir," jawab Alex setelah aku menceritakan semua yang aku katakan kepada George."Tapi bagaimana kalau dia mempersulitmu?" "Aku akan menanganinya, tidak usah terlalu memikirkan hal itu. Lebih baik sekarang kau memikirkan kemana sebaiknya kita berkencan besok," jawab Alex sambil tertawa kecil."Kau benar-benar tidak takut dengan pria itu? Aku sempat gemetar melihatnya.""Ruth, tidak usah pedulikan dia. Itu bukan masalah besar. Aku malah senang kau mengatakan semuanya kepadanya, karena dengan begitu, dia akan tahu tempatnya."Kata-kata Alex entah bagaimana membuatku tersenyum bahagia. Dia benar-benar tahu bagaimana membuatku tenang dan senang."

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 51

    "Apa? Jadi sudah sah kau kembali bersama Alex?" pekik Sissy senang."Ya, tapi kami akan menjalaninya pelan-pelan, jadi kau juga tenang dan bersabarlah!" tegasku."Untunglah aku memintanya menjemputmu di rumah Tuan George, pada akhirnya kalian bisa jujur dengan perasaan kalian. Tapi ... bagaimana dengan adegan mesranya dengan Cassandra? Apa kau akan mengizinkannya?""Tentu saja tidak! Meskipun dia aktor profesional, dia tidak harus beradegan mesra!" sahutku kesal."Lalu bagaimana dengan Tuan George?""Aku berencana bertemu dengannya sore ini dan aku akan menolak tawarannya saat bertemu nanti."Sissy begitu bersemangat, dan terus mengungkapkan kebahagiaannya atas hubunganku dengan Alex."Bagaimana denganmu? Ada perkembangan dengan hubunganmu dan Markus?""Ah, tidak usah bicarakan aku. Sekarang kaulah pusat pembicaraan kita," jawabnya menghindari pertanyaanku.Aku tahu ada sesuatu yang terjadi, tapi tidak ingin memaksanya bicara. Aku jadi merasa sedikit bersalah, karena Sissy selalu menj

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 50

    "Kenapa? Apa alasannya? Apa ada rahasia yang kau sembunyikan tentang Tuan George?" cecarku penasaran.Alex mengangguk pelan."Ada sesuatu yang seharusnya tidak kuberitahukan kepada siapapun," jawabnya lemah.Aku diam saja, menunggu Alex mengatakan sesuatu. Aku takut kalau memaksa malah akan membuatnya merasa tertekan."Tuan George, dia ...."Alex kembali diam, lalu menutup wajah dengan kedua tangannya. Sepertinya hal yang ingin dia sampaikan begitu berat hingga dia terus berusaha menundanya."Katakan saja kalau mau katakan! Kalau takut, antarkan saja aku pulang, dan tidak usah mengatakan apapun," ucapku tidak tahan lagi."Bukan begitu, hanya saja ... Tapi berjanjilah kepadaku kalau kau tidak akan mengatakannya kepada siapapun juga!""Apa ini Alex? Rahasia apa yang sebenarnya kau simpan?""Berjanjilah! Maka aku akan mengatakan semuanya."Aku terlalu penasaran, jadi aku berjanji akan menyimpan rahasia yang akan dia katakan."Tuan George tidak menyukai wanita, dia adalah penyuka sesama j

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 49

    "A ... apa?" tanyaku tergagap karena kaget."Maaf, seharusnya saya menjelaskan dulu sebelum bertanya. Saya ingin anda melukis beberapa tempat di rumah ini. Kalau anda setuju, saya ingin mengundang anda untuk tinggal di sini sementara, sampai anda menyelesaikan pekerjaan anda," jelasnya dengan tenang.Lucunya dia sama sekali tidak terlihat mesum atau memiliki niat buruk di balik pertanyaannya. Aku mulai meragukan diriku. Apakah aku sudah terlena dengan pesona George atau dia memang pria baik yang sedang di fitnah?"Anda tidak harus menjawabnya sekarang. Pikirkan saja dulu. Untuk bayarannya saya akan memberikan berapapun jumlah yang anda minta. Saya akan mulai dengan dua kali lipat dari jumlah saat ini, tapi anda boleh meminta lebih dari itu."Bayaran yang sekarang aku terima saja sudah cukup besar, hingga aku bisa membayar sebagian hutang ayahku dan membuat kami setidaknya bisa bernapas sejenak. Kalau dia membayarku dua kali lipat, maka itu bisa melunasi seluruh hutang ayahku dan memb

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 48

    Aku terbangun dengan kepala berat dan pusing. Aku yakin ini karena aku menangis semalaman. Entah apa yang kutangisi, tapi rasanya dadaku sangat berat dan hatiku nyeri. Rasa kesepian, sedih dan marah bercampur menjadi satu.Aku kembali memeriksa telepon genggamku, selain pesan terakhir Alex yang tidak kubalas itu, ada beberapa panggilan tak terjawab dan pesan dari Sissy.[Ada apa denganmu? Kau langsung mematikan teleponmu dan tidak dapat kuhubungi. Kalau kau membaca pesan ini, segera telepon aku. Ada hal penting yang harus aku sampaikan.]Ada apa ini? Tumben Sissy menghubungiku sebanyak ini dan mengirimkan pesan seperti ini. Aku segera meneleponnya."Kau dari mana saja? Kenapa tidak mengangkat teleponmu, setelah menjawab panggilanku dengan aneh?" teriak Sissy begitu panggilanku terhubung."Ada apa?" tanyaku dengan malas. Aku tidak merasa perlu menceritakan apa yang terjadi semalam."Aku punya berita penting!" seru Sissy terdengar kecewa."Aku tidak tertarik," jawabku pelan."Jangan tut

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 35

    "Ruth, Alex," panggil seseorang.Kami langsung berpaling ke arah orang yang memanggil kami."Mama," ucapku kaget."Kapan kalian sampai? Kenapa tidak masuk?" tanya ibuku sambil menatap kami bergantian."Selamat malam, bibi. Tadi kami sudah masuk, tapi karena bibi sedang tidur kami keluar agar tidak m

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 33

    Aku menatap Alex dengan berbagai pikiran berkecambuk di kepalaku."Iya," jawabku singkat. Hanya itu yang sanggup keluar dari mulutku."Apa karena kau mencintainya atau karena kau merasa bersalah?" tanyanya lagi."Alex, tapi aku tidak ingin membicarakan masalah pribadiku denganmu, terutama tentang h

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 32

    "Aku mau ke ibukota, ada sesuatu yang harus kuselesaikan di sana. Aku tidak menyangka akan melihatmu mengeluh disini," jawabnya sambil duduk di hadapanku."Apa Andine yang memberitahumu? Karena dia lah yang membelikanku tiket," tanyaku curiga."Lalu?" tanya Alex terlihat bingung."Maksudku, apa kau

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 34

    "Ada apa?""Kau melamun? Aku bilang sebaiknya kau juga memakai masker dan topi, demi keamananmu.""Oh, baiklah," jawabku cepat sambil mengambil masker dan topi dari tangan manajer Alex, lalu segera mengeluarkan telepon genggamku untuk mengalihkan rasa gugup yang tiba-tiba muncul."Sebaiknya, tingga

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status