Share

BAB 53

Auteur: Ede Thaurus
last update Date de publication: 2026-03-18 09:43:03

"Aku malu. Orang-orang pasti memperhatikan kita tadi," ucapku setelah tenang dan duduk di sebuah restoran di dalam taman bermain.

"Tidak usah pedulikan orang-orang. Aku malah lega karena kau menangis. Membayangkan akan menaiki semua wahana ekstrem di sini karena kau menahan emosimu, terasa lebih menakutkan."

Aku tertawa sambil memukul lengan Alex pelan.

"Makanlah. Selagi kita di sini, kita harus makan ini, churros yang hanya ada di taman bermain ini," ucap Alex sambil menyuapiku dengan camilan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 56

    "Aku rasa itu tidak mungkin. Meski dia membencimu tapi dia tidak punya cukup nyali dan kemampuan untuk melakukan hal seperti itu," jawab Sissy yakin."Apa mungkin George atau Bram?" Berbagai dugaan muncul di kepalaku."George? Bram? Untuk alasan apa mereka repot-repot melakukan semua ini?"Sissy kembali membuatku ragu. Aku benar-benar tidak bisa menduga siapa yang melakukannya."Sekarang sebaiknya kau menghindari keramaian dulu, karena wajahmu benar-benar jelas. Mereka memunculkan wajahmu, jadi sepertinya tidak aman kalau kau keluar. Selain itu, jangan membuka media sosial apapun, apalagi membaca komentarnya!""Kenapa?" tanyaku lemas."Untuk jaga-jaga saja, takutnya ada yang menyerangmu di jalan dan di media sosial.""Baiklah," jawabku patuh.Aku menarik napas dalam lalu segera keluar dari kamarku menuju ke dapur. Aku melihat ibuku yang sedang duduk sambil menatap layar telepon genggamnya dengan wajah marah dan tegang.Aku mendekatinya lalu duduk di hadapannya."Ma, jangan terlalu pe

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 55

    "Terima kasih untuk pujiannya," bisik Alex dengan suara sedikit mendesah dan senyum yang membuat tubuhku semakin menegang.Seharusnya sekarang aku berpaling, dan kembali menatap layar. Tapi aku malah terus menatap Alex yang entah mengapa semakin mendekatiku.Aku menelan ludah karena gugup, tenggorokkanku tiba-tiba terasa sangat kering.Wajah Alex semakin dekat, lalu dengan bodohnya aku menutup mata, seakan-akan pasrah menerima tindakan apapun yang akan dilakukan Alex."Bagian ini yang paling seru," ucap Alex sambil memegang kepalaku dan memutarnya ke arah layar.Sial! Aku malu. Kenapa aku harus menutup mata dan mempermalukan diriku sendiri. Aku mencoba mengatur napasku sambil menatap layar. Kali ini, aku tidak akan bicara sepatah katapun kepada Alex.Tiba-tiba Alex mendekat dan berbisik ke telingaku."Aku tidak ingin memulai sesuatu yang aku tahu tidak akan bisa kuhentikan. Kalau aku menciummu sekarang, maka yakinlah aku pasti akan membawamu ke ranjang."Mataku tetap di layar. Jadi sa

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 54

    "Ruth, apa kau sudah melunasi semua pinjaman papa?" teriak ibuku bersemangat sambil membuka pintu kamarku dengan tergesa-gesa.Aku masih berbaring di tempat tidur dan belum sepenuhnya sadar, karena semalam bicara di telepon sampai lewat tengah malam dengan Alex."Iya, aku sudah bayar sebagian, jadi jatuh temponya bisa ditunda sedikit," jawabku sambil meluruskan tubuhku perlahan."Tapi ini sudah lunas," jawab ibuku sambil menyodorkan selembar kertas."Lunas?" tanyaku terkejut dan langsung bangun. Apa aku melunasinya? Seingatku bayaran dari George tidak sama dengan jumlah hutang ayahku, apa ada yang salah? Aku segera mengambil kertas itu dari tangan ibuku dan membacanya dengan hati-hati.Benar! Jumlahnya pas dan seluruh hutang ayahku sudah lunas. Tapi bagaimana mungkin? Siapa yang melunasinya?"Dari mana mama dapat surat ini?" tanyaku bingung."Tadi kurir mengantarnya," jawab ibuku terlihat senang.Aneh, siapa yang melunasinya? Apa Sissy? Seingatku hanya dia yang mengetahui persoalanku,

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 53

    "Aku malu. Orang-orang pasti memperhatikan kita tadi," ucapku setelah tenang dan duduk di sebuah restoran di dalam taman bermain."Tidak usah pedulikan orang-orang. Aku malah lega karena kau menangis. Membayangkan akan menaiki semua wahana ekstrem di sini karena kau menahan emosimu, terasa lebih menakutkan."Aku tertawa sambil memukul lengan Alex pelan."Makanlah. Selagi kita di sini, kita harus makan ini, churros yang hanya ada di taman bermain ini," ucap Alex sambil menyuapiku dengan camilan tepung goreng panjang dengan gula, yang dicelupkan ke saus coklat."Mmh, enak sekali. Gerald pasti akan sangat menyukai ini," ucapku dengan santai."Tadinya aku pikir seleranya sama denganku karena sangat menyukai coklat. Sekarang akhirnya aku tahu, kalau itu turun dari kedua belah pihak," sahut Alex juga santai, seakan-akan Gerald ada di tengah-tengah kami. Aku mengangguk sambil tersenyum. Senang rasanya bisa membicarakan Gerald dengan orang yang paling dekat dan paling mengenalnya, tanpa rasa

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 52

    Bulu kudukku berdiri menatap punggung George yang tiba-tiba tampak menakutkan. Ada apa dengan mulutku ini? Kenapa aku terpancing dan mengatakan hal-hal tadi. Bagaimana kalau George mempersulit Alex hanya karena kata-kataku? Tiba-tiba aku merasa bodoh.Aku segera menghubungi Alex, begitu keluar dari restoran mewah itu."Tidak apa-apa. Jangan khawatir," jawab Alex setelah aku menceritakan semua yang aku katakan kepada George."Tapi bagaimana kalau dia mempersulitmu?" "Aku akan menanganinya, tidak usah terlalu memikirkan hal itu. Lebih baik sekarang kau memikirkan kemana sebaiknya kita berkencan besok," jawab Alex sambil tertawa kecil."Kau benar-benar tidak takut dengan pria itu? Aku sempat gemetar melihatnya.""Ruth, tidak usah pedulikan dia. Itu bukan masalah besar. Aku malah senang kau mengatakan semuanya kepadanya, karena dengan begitu, dia akan tahu tempatnya."Kata-kata Alex entah bagaimana membuatku tersenyum bahagia. Dia benar-benar tahu bagaimana membuatku tenang dan senang."

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 51

    "Apa? Jadi sudah sah kau kembali bersama Alex?" pekik Sissy senang."Ya, tapi kami akan menjalaninya pelan-pelan, jadi kau juga tenang dan bersabarlah!" tegasku."Untunglah aku memintanya menjemputmu di rumah Tuan George, pada akhirnya kalian bisa jujur dengan perasaan kalian. Tapi ... bagaimana dengan adegan mesranya dengan Cassandra? Apa kau akan mengizinkannya?""Tentu saja tidak! Meskipun dia aktor profesional, dia tidak harus beradegan mesra!" sahutku kesal."Lalu bagaimana dengan Tuan George?""Aku berencana bertemu dengannya sore ini dan aku akan menolak tawarannya saat bertemu nanti."Sissy begitu bersemangat, dan terus mengungkapkan kebahagiaannya atas hubunganku dengan Alex."Bagaimana denganmu? Ada perkembangan dengan hubunganmu dan Markus?""Ah, tidak usah bicarakan aku. Sekarang kaulah pusat pembicaraan kita," jawabnya menghindari pertanyaanku.Aku tahu ada sesuatu yang terjadi, tapi tidak ingin memaksanya bicara. Aku jadi merasa sedikit bersalah, karena Sissy selalu menj

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status