Share

Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho
Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho
Author: Sangkarachan

Bab 1

Author: Sangkarachan
last update Last Updated: 2024-11-29 19:48:29

"Cih, enak banget dia bilang suruh aku serahin perhiasan mama yang sudah jadi milikku. Kenapa ayah nggak pernah tahu wajah asli siluman betina itu sebelum dia membawanya pulang ke rumah. Apa selama ini memang mereka sudah menjalin hubungan sampai sampai ayah lebih membelanya dari pada anaknya sendiri?"

Seorang gadis remaja yang mulai beranjak dewasa berjalan sambil menggerutu di malam hari setelah dia bertengkar dengan ibu tirinya. Bahkan saudara tirinya juga ikut campur dengan masalah yang menimpanya seolah memang saudara tirinya itu senang jika dia tertimpa masalah dan akan di hukum lagi oleh sang ayah.

Kavaya Athena Lavender, dia putri dari pengusaha kain di kota A yang lumayan sukses. Dia juga sangat di manja oleh kedua orang tuanya, terutama sang ayah. Tapi semenjak ibunya meninggal karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu semuanya berubah. Sang Ayah nampak selalu memarahinya, bahkan dia juga membawa pulang seorang perempuan dan anak perempuan yang Orlando sebut akan menjadi ibu tiri dan juga saudara tirinya.

Kavaya terus berjalan tanpa melihat keadaan sekeliling tanpa tahu dia ada di mana. Tapi saat sampai di tempat yang lebih sepi lagi dia tiba tiba di cegat oleh beberapa orang yang seperti preman di tempat itu.

"Hei, nona cantik... Sedang apa di tempat sepi seperti ini sendirian? Apa kamu sedang mencari teman malam ini?" tegur salah satu preman itu dengan tatapan laparnya.

Kavaya terdiam di tempatnya dan menatap preman itu satu persatu. Dia melangkah mundur dengan pelan karena dia sangat enggan meladeni para preman itu yang badannya sangat besar besar. Tapi naasnya pergerakan Kavaya di baca oleh salah satu preman yang bertato di lengannya.

Srett...

"Mau kabur kemana cantik?"

Mata Kavaya melotot kesal ke arah preman itu, dia segera menghempaskan tangan preman yang mencekal lengannya sampai membuat preman itu marah.

Mereka yang berjumlah tiga orang itu segera mengepung Kavaya dan membuat Kavaya mendengus kesal. 

"Jadi kamu suka di paksa ternyata, kalau begitu kami akan membawa kamu secara paksa dan bersenang senang dengan kami secara paksa juga."

"Jangan mimpi kalian, aku nggak sudi badanku di jamah sama orang kayak kalian!!!" teriak Kavaya keras.

Para preman itu saling pandang dan menatap Kavaya dengan berang, segera setelah itu mereka segera menyerang Kavaya secara bersamaan.

Kavaya yang memang sedang kesal pun juga meladeni mereka dengan cepat, tapi karena dari kemarin Kavaya belum makan sama sekali dia sudah tak mempunyai tenaga lebih. Bagaimana tidak hanya karena masalah perebutan perhiasan ibunya dia sampai di kurung di gudang belakang rumah oleh ibu tirinya itu dan mereka menutupinya dari sang ayah. Tapi meskipun sang ayah tahu dia tak akan membela Kavaya sama sekali.

"Sial, ini gara gara siluman betina itu, kalau saja aku makan pasti aku menghadapi mereka semua!" umpat Kavaya kesal.

Dukkk.....

Punggung Kavaya terkena tendangan salah satu preman itu dan membuat Kavaya terjerembab ke depan.

Brukkkk....

"Awww......" 

Kavaya meringis dan berbalik, tapi ketiga preman itu sudah berdiri lapar di hadapannya saat ini.

"Jangan melawan gadis cantik, ikut kami tanpa perlawanan di jamin nanti rasanya akan enak dan jelas kamu akan ketagihan setelah ini." ucap salah satu preman itu.

Kavaya masih diam tapi di kedua tangannya sudah menggenggam serbuk pasir yang dia ambil dari bawah tubuhnya.

Saat tangan salah satu preman itu ingin menyetuhnya Kavaya segera melempar serbuk pasir itu ke arah mata mereka semua.

"Argghhh.... gadis sialan!!!" teriak mereka bersamaan.

Kavaya yang melihat itu semua segera bangun dan kabur dari sana. Meskipun dia merasakan nyeri di punggungnya tapi dia tetap berlari dengan cepat agar tak tertangkap para preman itu.

Kavaya terus berlari sampai menemukan sebuah gudang tua yang nampak terbengkalai. Dia memutuskan masuk ke sana dan bersembunyi di sana.

Hosssh, hoshhhh...

"Astaga capek banget, gara gara nggak pernah olahraga lagi jadi begini!" kesal Kavaya.

Dia berdiam diri di pojokan sambil menetralkan napasnya karena lelah saat berlarian tadi.

Dia menatap sekitar dan bergidik ngeri karena di sana sangat gelap dan tak ada siapapun.

"Ya Tuhan, lindungi aku. Takut kalau ada yang tak nampak tiba tiba nongol." Batin Kavaya.

Dia menutup matanya dan terus berdoa dalam hati tapi kemudian tak lama dia mendengar suara tembakan yang tak jauh dari sana dan membuatnya berjengkit karena terkejut.

Doorrrr.....dor...

Dia menutup mulutnya agar tak bersuara, sungguh dia semakin takut saat ini. Karena seumur umur baru ini mendengar suara tembakan yang begitu dekat.

"Ini ada yang syuting film kah? Kenapa malah ada suara tembakan di dekat sini?" batin Kavaya lagi.

Dia tak menyangka jika malam ini dia akan mengalami kesialan yang beruntun seperi ini. Tapi karena dia penasaran dia melongokkan kepalanya keluar dan dari kejauhan dia melihat ada seorang laki laki yang sedang berlari dan nampak terluka. Karena dari tempat Kavaya berdiam diri pun dia bisa melihat jika orang yang sedang berlari itu tengah mengalami luka yang serius karena ada banyak darah yang keluar dari lengannya.

"Dia di kejar penjahat apa gimana?"

Kavaya terus memerhatikannya sampai orang yang di kejar itu menyerang mereka balik dan juga menembakinya balik.

Kavaya melihat jika beberapa orang yang sedang mengejar itu mulai tumbang satu persatu. Dia juga melihat masih ada beberapa orang lagi yang mengejar dan nampak menggunakan tangan kosongnya.

Kavaya yang melihat orang itu terus di serang juga tak tega akhirnya. Dia berjalan mengendap endap agar tak di ketahui banyak orang. Tanpa ba bi bu lagi dia menyerang orang orang itu menggunakan balok kayu yang baru saja dia dapat karena dia tak mungkin menyerang dengan tangan kosong saat tenaganya sendiri belum pulih. Dan karena bantuan Kavaya akhirnya orang orang itu bisa di kalahkan.

Laki laki yang di tolong Kavaya tadi menyipitkan matanya, dia tak percaya jika ada seorang perempuan yang berani menolongnya di saat melihat dia sedang terluka parah dan berlumuran darah.

Tapi karena sudah banyak darah yang keluar dari tubuhnya akhirnya pandangannya perlahan pun kabur dan badannya limbung jatuh ke tanah.

Brukkk...

"Eh...." 

Kavaya yang mendengar suara benda jatuh pun menoleh ke belakang dan dia melihat laki laki itu ambruk di sana.

"Hei, hei, apa dia mati? Kalau dia mati nanti aku yang jadi tersangka? Duh, ini gimana dong, kalau niatnya nolong malah jadi tersangka." 

Kavaya mondar mandir di sana, bahkan dia maju mundur mendekati laki laki yang tengah tergeletak itu.

"Aduh ini aku gimana dong?" Kavaya bingung dengan apa yang harus di lakukan.

Dan bertepatan pada saat itu terdengar derap langkah yang mulai mendekati tempat di mana Kavaya berada. Dan itu malah membuat Kavaya semakin panik.

"Aduh, ini gimana dong?"

to be continued

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Attar Muntaz
ok.. menarik
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 57

    Darrel mengumpat semakin sering saat dia sama sekali tak mengingat kenangan nya bersama Athena. Ingin sekali rasanya dia mendobrak kamar Athena tapi ternyata nyalinya tak sebesar itu. Darrel bingung harus mencoba mengingat dari mana tentang Athena. Athena yang baru selesai membersihkan dirinya keluar dari kamar. Dia pergi ke dapur untuk memasak beberapa makanan. Darrel yang memang sudah kelaparan juga turun ke dapur berniat mencari makanan. Darrel yang sampai di dapur melihat Athena sedang masak beberapa makanan hanya memperhatikan nya saja tanpa ingin mengganggunya. "Mau ngapain disini?" Darrel terkejut karena Athena bisa tahu jika dia ada disana. Padahal posisi Athena saat ini Masih membelakanginya. Tanpa berbalik pun Athena bisa tahu jika Darrel ada disana. Parfum Darrel tak ganti dan Athena selalu hapal dengan bau parfum itu karena dia yang membelikannya untuk Darrel. "Aku lapar." Hanya itu jawaban Darrel, karena dia memang benar benar lapar setelah pertarungan nya

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 56

    Athena dan Darrel masih belum berhenti bertarung. Kata latihan beralih menjadi pertarungan di antara mereka. Tak ada yang kalah atau menang. Kemampuan mereka setara. Tapi detik berikutnya saat Athan dan Darrel masih bertarung sebuah belati melayang ke arah mereka yang membuat mereka saling menjauh. "Cukup!" Dari arah pintu masuk King melempar belati tepat di tengah Athena dan Darrel. "Latihan selesai. Kalian istirahat!" Perkataan King tak bisa di bantah lagi. Athena hanya melirik ke arah Darrel dan pergi dari sana tanpa mengatakan apa apa. Athena pergi ke kamarnya. Duduk termenung di dekat ranjang dengan membawa sebotol air mineral. Sedangkan Darrel masih berdiam diri di tempat latihan bersama papa nya. "Darrel, apa yang kamu lakukan? Apa kamu sudah ingat sesuatu?" cecar King. Darrel diam tak menyahut, dia juga bingung dengan apa yang dia lakukan tadi. Tapi dengan dia bertarung dengan Athena perasaannya di hatinya yang beberapa hari ini kosong mulai terasa berbeda.

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 55

    Semua rahasia di bongkar oleh Ane yang menurut King tak masuk akal. Kenapa dia bisa sampai kecolongan tentang apa yang terjadi pada Leon dan Ayumi. King mengira jika semuanya baik baik saja selama ini. Tapi nyatanya King dan Kavaya kecolongan dengan sangat parah. Mereka benar benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Leon dan Ayumi yang bertindak melenceng sejauh itu. "Apa kamu bisa mempertanggung jawabkan semua perkataan mu?" Suara King menghentikan apa yang Ane lakukan pada Yesi. "Ya tuan King. Hidup ku sudah hancur jadi apa lagi yang aku cari? Tak ada yang perlu aku cari lagi. Semua sudah selesai. Jika tuan masih ragu dengan ku, semua bukti itu ada di apartemenku. Ku simpan rapi di brangkas milikku tuan. Begitu juga dengan uang milik Raihan yang selama ini dia berikan kepadaku. Tak pernah aku sentuh sama sekali!" King memberi perintah pada Kairo dan anak buahnya untuk mencari semua bukti itu. Kairo bergerak cepat ke arah apartemen Ane. Sedangkan Yesi menggelengkan kepal

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 54

    Ane merengek meminta ampun pada Kavaya, tapi Kavaya tak peduli karena dia benar benar kesal dengan kebodohan Ane yang katanya seorang dokter. "Aku tak perduli dengan kalian. Jika aku mengampuni kalian, aku akan di remehkan orang lain. Semua kesalahan kalian jadi tanggung jawab dengan apa yang sudah kalian perbuat!" Ane terus menggelengkan kepalanya. Dia lalu melihat Yesi, menarik lengan Yesi keras. "Ini semua karena kamu, jika bukan karena hasutan kamu, aku nggak mungkin sampai seperti ini!!" teriak Ane keras. Kavaya tersenyum samar melihat itu, pancingannya berhasil. Dia bis menyaksikan drama di depannya mungkin bisa sampai saling menghabisi. Tak hanya memaki Yesi, tapi Ane sudah menarik rambut Yesi keras yang membuat Yesi menjerit kesakitan. Yesi kalah tenaga karena Ane lebih muda dari padanya sedangkan dia sudah paruh baya. "Ane apa yang kamu lakukan hah? Kita melakukan ini semua karena mencintai Leon dan Raihan. Mereka berdua korban keluarga Kavaya dan King. Kenapa

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 53

    Sudah beberapa hari setelah kejadian Darrel kembali jatuh pingsan karena mencoba mengingat. Beberapa hari itu juga Athena berubah menjadi gadis yang pendiam dan juga lebih dingin. Dia tak pernah bicara kepada orang lain selain Kavaya atau King yang bertanya. Darrel yang awalnya terbiasa dengan semua itu tak terlalu peduli. Tapi lama kelamaan Darrel merasa kosong. Ada yang hilang dari hatinya. Denzel yang melihat Darrel terdiam pun menepuk pelan pundaknya. "Ada apa?" Darrel hanya diam, tapi tatapan matanya terarah pada Athena yang sedang berlatih bersama Azura. Dia terus mengamati Athena dari lantai atas yang terhalang oleh dinding kaca. Athena sendiri yang merasakan ada yang memperhatikannya menoleh ke arah itu. Tatapan Darrel dan Athena bertemu. Mereka saling tatap, tapi kemudian Athena memutus tatapan mereka dan melanjutkan latihannya dengan acuh. "Kenapa lihatin Athena terus? Kamu udah ingat sama dia?" tanya Denzel. Darrel menggeleng, dia meraba hatinya. "Seperti ad

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 53

    Wanita itu berteriak saat mendengar perintah Kavaya tentang nasibnya. Dia meraung keras ingin di bebaskan tapi anak buah Kavaya sudah membawanya pergi dari sana. Mereka sudah seperti buaya kelaparan yang lama tak makan makanan yang enak. "Jadi Tante, bagaimana keputusan yang lain?" tanya Kairo lagi. "Aku nggak akan melakukan apa apa, hanya akan melihat sejauh mana mereka berusaha untuk membuat kacau semua yang ku punya." jawab Kavaya acuh. Kairo menggaruk pelipisnya bingung. Dia tak mengerti dengan jalan pikiran tantenya saat ini. "Huft ...." "Suka suka Tante lah mau gimana sekarang." Kairo lebih memiliki duduk di sana sambil memeriksa ponselnya siapa tahu dia menemukan sesuatu yang menarik. Kavaya sendiri berdiri di dekat jendela melihat ke bawah dimana masih banyak orang yang belum pergi dari sana karena mereka ingin protes dengan Kavaya dan perusahaannya. Tapi saat wanita yang berhasil menerobos masuk tadi di seret anak buah Kavaya dengan terus berteriak seperti oran

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status