Saat Kavaya berkedip sekali, orang yang ada di bawah itu sudah hilang, tak ada lagi di tempatnya tadi. Kavaya keluar dari kamarnya ke balkon dan celingukan mencari orang yang tengah mengawasinya tadi. Tapi meskipun Kavaya mencarinya, dia tak menemukan orang itu di mana-mana. "Dia pergi ke mana?" Kavaya segera kembali masuk ke dalam kamarnya dan menutup jendela kamarnya. Dia juga langsung mengunci jendela kamarnya dan berlari masuk ke dalam kamar mandi. "Nggak mungkin, kan, dia ngikutin aku dari gudang tadi? Dia jahat apa, ya? Apa ada hubungannya dengan orang yang aku temuin tadi di gudang itu?" batin Kavaya. Kavaya menggelengkan kepalanya, berusaha mengusir semua pikiran buruk dari otaknya. Dia memutuskan untuk segera membersihkan dirinya karena bajunya sudah semakin bau. Berhubung dua siluman betina itu pergi, Kavaya bisa mengambil makanan sepuasnya saat ini tanpa takut dimaki dan dimarahi. Kavaya bukan tak ingin melawan, hanya saja dia terkadang sudah tak ingin ada keributan di
Terakhir Diperbarui : 2024-12-01 Baca selengkapnya