Share

Bab 6

Penulis: Sangkarachan
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-10 21:01:20

Kavaya segera membereskan semua barang barang miliknya agar jika nanti terjadi sesuatu dia tinggal pergi dan angkat kaki dari rumah terkutuk itu. Kavaya tak ingin tinggal di sana meskipun rumah itu banyak menyimpan kenangan bersama dengan sang mama tapi Kaavaya juga merasakan sakit yang berbarengan di sana karena ulah papanya yang menurutnya tak tahu diri itu.

"Aku harus bisa lebih kuat lagi, jangan sampai mereka nanti mereka  melakukan sesuatu yang malah akan membahayakan nyawaku nantinya." gumam Kavaya.

Dia kembali ke dalam kamar dan berdiam diri disana. Malam ini dia ingin tidur dengan nyenyak tanpa ada gangguan apapun dari dua wanita yang selalu mengganggunya itu.

Tak menunggu lama Kavaya terlelap di ranjangnya yang sangat sempit itu. Semenjak sang mama tiada semenjak papanya membawa dua benalu ke rumah mereka Kavaya tak pernah menangis sama sekali.

*

*

Rebeca dan Miranda pulang dalam keadaan setengah mabuk dan banyak sekali belanjaan milik mereka yang di turunkan dari mobil yang mereka bawa. Kavaya yang baru tertidur sebentar lantas terbangun karena mendengar suara rame rama di bawah karena jelas kamarnya bukan kamar yang kedap udara seperti kamarnya yang asli.

Kavaya berdecak kesal karena tidurnya yang baru saja terlelap terganggu dengan suara berisik dari dua orang  manusia yang tak tahu diri itu. Kavaya yang melihat dari balkon kamarnya sudah menggenggam pinggiran balkon itu dengan erat tapi dia tak berniat untuk menegur mereka karena jelas itu akan menghabiskan tenaganya.

Kavaya memutuskan untuk melanjutkan tidurnya dengan terpaksa dan menutup kedua telinganya dengan bantal lusuh miliknya sampai hampir satu jam lebih dia baru bisa terlelap.

*

*

Sementara itu, King sudah sampai di Jepang dan memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya secara langsung. 

"Leo apa agenda kita yang pertama?" tanya King langsung saat mereka turun dari jet pribadi mereka.

"Mau meting langsung apa harus besok?" tanya Leo balik.

"Langsung aja, bukannya lebih cepat urusan kita selesai kita juga segera pulang?"

Leo mengangguk dan segera menghubungi partner mereka yang akan bekerja sama dengan perusahaan mereka yang berasal dari negara bunga sakura ini.

Tapi suasana hati King memburuk saat dia masuk ke dalam ruangan itu bau alkohol dan beberapa serbuk yang sangat dia kenali menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya.

"King ini..."

Leo ragu saat ingin mengatakan apa yang ada dalam pikirannya kepada King karena dia sudah tahu saat ini King sudah sangat murka. Tempat yang tak seharusnya di jadikan tempat meting pun menjadi perusak pertama suasana hatinya saat ini.

"Suruh mereka memeriksa semua tempat ini dan tangkap mereka yang terlibat. Jika ada yang mencurigakan langsung habisi dan bersihkan sisanya!" 

Perintah King tentu saja perintah mutlak yang tak bisa di bantah sama sekali karena memang King sudah terlanjur tak suka dengan kondisi ini.

"Aku mengerti dan mereka sudah langsung bergerak. Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa kamu masih ingin meneruskan kerja sama ini?"

King menatap tajam ke depan dan duduk di salah satu kursi yang sudah di siapkan untuknya. Dia memasang wajah yang datar dan tak bisa terbaca meskipun itu oleh Leo sekalipun.

"Apa perlu aku menghubungi ayah untuk memberi peringatan kepada mereka yang ada di sana?"

King hanya mengggeleng dan saat Leo ingin mengatakan sesuatu nampaklah beberapa orang yang masuk ke sana di ikuti beberapa wanita yang memakai baju kurang bahan dan King tahu sangat artinya itu.

"Leo, persiapkan diri dan setelah di sini selesai kita langsung kembali!" bisik King pada Leo.

Leo langsung mengangguk mengerti dan segera menyiapkan beberapa berkas untuk meting. Leo pun bersikap tak acuh dengan semua yang ada di sana karena jelas saat ini akan ada badai yang menerpa Jepang terutama orang orang yang ada di ruangan ini.

Saat mereka semua masuk mereka nampak terlihat percaya diri dengan sangat dan jelas para wanita yang ikut masuk itu nampak berminat pada King dan juga Leo. Tapi King sama sekali tak tertarik dengan mereka dan malah dia sedang membayangkan wajah Kavaya saat ini.

"Tunggu aku selesai di sini sweety aku pasti akan menjemputmu kesana dan membawamu hidup bersamaku!"

King terus melamun tanpa ingin melihat semua orang yang ada disana dan itu membuat salah satu wanita yang ada di sana nampak tak suka karena di acuhkan.

"Tuan King, kenapa sekiranya tuan nampak gelisah seperti itu? Apa tuan perlu saya temani malam ini?" tanya salah satu wanita itu dengan nada genitnya.

Wanita itu nampak melangkahkan kakinya untuk maju ke arah King dan tepat sebelum dia sampai di dekat King sebuah peluru sudah berpindah ke keningnya tanpa ada suara tembakan atau apapun.

"Tuan Kino, kita saat ini sedang mengadakan pembahasan untuk kelanjutan kerja sama kita. Dan anda mengotorinya dengan membawa orang orang yang tak berguna ini? Apa anda tahu hukuman apa yang akan anda terima karena menyalahi aturan yang aku buat?" tanya King dengan nada dingin.

Kino tertawa terbahak dan menatap King jenaka, Kino terlalu meremehkan King ternyata sampai dia berani tertawa seperti itu. Bahkan dia tidak takut saat melihat salah satu wanita itu tewas karena peluru milik King.

"Ayolah tuan King, anda masih muda dan saya dengar anda belum mempunyai pendamping. Di sisi ku ini adalah putri ku yang paling berbakat dan aku ingin memberikannya pada anda sebagai jaminan kerja sama kita nanti. Dia mempunyai segala bakat yang tuan mau, apa tuan tak tertarik sedikit pun dengannya?"

King melirik sekilas perempuan yang di maksud oleh Kino itu dan dia tak ingin melihatnya lagi. Hal itu membuat putri Kino nampak tersinggung karena King merasa menghinanya saat ini.

"Leo segera selesaikan semuanya dan kita segera kembali. Aku sudah muak di sini!" kata King sekenanya.

Leo pun mengangguk cepat dan segera membuka berkas dan berbagai dokumen yang akan di pakai mereka untuk meting. Tapi ternyata putri Kino itu ak terima dan malah menggebrak meja yang ada di sana. 

Brakkk...

"Arogan sekali kamu! Berani sekali kamu menolakku? Apa kamu pikir kamu pantas menolakku hanya kamu terkenal berkuasa di negaramu!!" 

Kino membelalakan matanya tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh putrinya Aira. Kino sangat tahu watak King yang tak bisa di usik, dan sebenarnya dia hanya berencana menjodohkan Aira dan King. Tapi melihat King tak tertarik dengan putrinya Kino tak melanjutkan niatnya atau itu akan berbahaya untuk mereka.

"Aira, apa yang kamu lakukan hah?" bentak Kino pada putrinya.

"Dia sudah menghina ku ayah, dengan dia menolakku saja dia sudah menghinaku. Aku seorang putri kecantikan disini tapi dia meremehkanku!" teriak  Aira kencang pada sang ayah.

Kino memejamkan matanya dan melirik King yang sudah berubah semakin datar dan pertanda jika King sudah semakin murka. Ternyata bermain dengan sang raja malah akan menyengsarakannya sendiri.

Bruk...

Kino segera berlutut di hadapan King yang membuat Aira semakin meradang saat ini.

"Apa-apaan ini ayah? Kenapa ayah malah berlutut di hadapan pria sombong ini?" pekik Aira tak terima.

King menyeringai menatap Kino yang ternyata sudah menyadari apa yang menjadi kesalahannya.

"Ini permainanmu dan aku hanya mengikuti Kino. Tapi kamu tahu aku paling benci ketika kita membahas kerja sama ada seorang wanita yang tak berguna di tengah tengah kita. Dan satu lagi, masalah aku sudah mempunyai pasangan atau belum itu menjadi urusan pribadi ku dan bukan menjadi urusan mu atau orang lain!"

Aira semakin menatap tajam ke arah King dan dia yang sudah geram menarik senjatanya dan mengarahkan pistol itu ke arah King. Dengan cepat dia menarik pelatuk pistol itu tapi King berhasil menghindar. Tapi setelahnya mata Aira membelalak saat ada sebuah benda tajam yang menusuk dadanya.

"Uhuuukkkk...."

Darah segar keluar dari mulutnya dan membuatnya terhuyung ke belakang. Dia menatap King tak percaya sedangkan Kino sudah tak berani melakukan apapun saat ini.

"Jangan salahkan aku Kino, kalian sendiri yang sudah membuatku melakukan ini. Jika dari awal kamu bekerja seperti biasa mungkin kejayaanmu akan tetap sama seperti sebelumnya. Tapi karena kebodohanmu sendiri yang terlalu percaya pada orang lain malah membuatmu hancur!"

Kino menatap King tak percaya jika King mengetahi sampai sejauh itu.

"Dia mengincarmu!" sahut Kino pelan.

King dan Leo yang hendak meninggalkan ruangan itu sempat berhenti sejenak tapi kemudian melanjutkan langkah mereka lagi.

"Hancurkan tempat ini dan cari dia sampai dapat dalam keadaan hidup hidup!"

 to be continued

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 57

    Darrel mengumpat semakin sering saat dia sama sekali tak mengingat kenangan nya bersama Athena. Ingin sekali rasanya dia mendobrak kamar Athena tapi ternyata nyalinya tak sebesar itu. Darrel bingung harus mencoba mengingat dari mana tentang Athena. Athena yang baru selesai membersihkan dirinya keluar dari kamar. Dia pergi ke dapur untuk memasak beberapa makanan. Darrel yang memang sudah kelaparan juga turun ke dapur berniat mencari makanan. Darrel yang sampai di dapur melihat Athena sedang masak beberapa makanan hanya memperhatikan nya saja tanpa ingin mengganggunya. "Mau ngapain disini?" Darrel terkejut karena Athena bisa tahu jika dia ada disana. Padahal posisi Athena saat ini Masih membelakanginya. Tanpa berbalik pun Athena bisa tahu jika Darrel ada disana. Parfum Darrel tak ganti dan Athena selalu hapal dengan bau parfum itu karena dia yang membelikannya untuk Darrel. "Aku lapar." Hanya itu jawaban Darrel, karena dia memang benar benar lapar setelah pertarungan nya

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 56

    Athena dan Darrel masih belum berhenti bertarung. Kata latihan beralih menjadi pertarungan di antara mereka. Tak ada yang kalah atau menang. Kemampuan mereka setara. Tapi detik berikutnya saat Athan dan Darrel masih bertarung sebuah belati melayang ke arah mereka yang membuat mereka saling menjauh. "Cukup!" Dari arah pintu masuk King melempar belati tepat di tengah Athena dan Darrel. "Latihan selesai. Kalian istirahat!" Perkataan King tak bisa di bantah lagi. Athena hanya melirik ke arah Darrel dan pergi dari sana tanpa mengatakan apa apa. Athena pergi ke kamarnya. Duduk termenung di dekat ranjang dengan membawa sebotol air mineral. Sedangkan Darrel masih berdiam diri di tempat latihan bersama papa nya. "Darrel, apa yang kamu lakukan? Apa kamu sudah ingat sesuatu?" cecar King. Darrel diam tak menyahut, dia juga bingung dengan apa yang dia lakukan tadi. Tapi dengan dia bertarung dengan Athena perasaannya di hatinya yang beberapa hari ini kosong mulai terasa berbeda.

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 55

    Semua rahasia di bongkar oleh Ane yang menurut King tak masuk akal. Kenapa dia bisa sampai kecolongan tentang apa yang terjadi pada Leon dan Ayumi. King mengira jika semuanya baik baik saja selama ini. Tapi nyatanya King dan Kavaya kecolongan dengan sangat parah. Mereka benar benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Leon dan Ayumi yang bertindak melenceng sejauh itu. "Apa kamu bisa mempertanggung jawabkan semua perkataan mu?" Suara King menghentikan apa yang Ane lakukan pada Yesi. "Ya tuan King. Hidup ku sudah hancur jadi apa lagi yang aku cari? Tak ada yang perlu aku cari lagi. Semua sudah selesai. Jika tuan masih ragu dengan ku, semua bukti itu ada di apartemenku. Ku simpan rapi di brangkas milikku tuan. Begitu juga dengan uang milik Raihan yang selama ini dia berikan kepadaku. Tak pernah aku sentuh sama sekali!" King memberi perintah pada Kairo dan anak buahnya untuk mencari semua bukti itu. Kairo bergerak cepat ke arah apartemen Ane. Sedangkan Yesi menggelengkan kepal

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 54

    Ane merengek meminta ampun pada Kavaya, tapi Kavaya tak peduli karena dia benar benar kesal dengan kebodohan Ane yang katanya seorang dokter. "Aku tak perduli dengan kalian. Jika aku mengampuni kalian, aku akan di remehkan orang lain. Semua kesalahan kalian jadi tanggung jawab dengan apa yang sudah kalian perbuat!" Ane terus menggelengkan kepalanya. Dia lalu melihat Yesi, menarik lengan Yesi keras. "Ini semua karena kamu, jika bukan karena hasutan kamu, aku nggak mungkin sampai seperti ini!!" teriak Ane keras. Kavaya tersenyum samar melihat itu, pancingannya berhasil. Dia bis menyaksikan drama di depannya mungkin bisa sampai saling menghabisi. Tak hanya memaki Yesi, tapi Ane sudah menarik rambut Yesi keras yang membuat Yesi menjerit kesakitan. Yesi kalah tenaga karena Ane lebih muda dari padanya sedangkan dia sudah paruh baya. "Ane apa yang kamu lakukan hah? Kita melakukan ini semua karena mencintai Leon dan Raihan. Mereka berdua korban keluarga Kavaya dan King. Kenapa

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 53

    Sudah beberapa hari setelah kejadian Darrel kembali jatuh pingsan karena mencoba mengingat. Beberapa hari itu juga Athena berubah menjadi gadis yang pendiam dan juga lebih dingin. Dia tak pernah bicara kepada orang lain selain Kavaya atau King yang bertanya. Darrel yang awalnya terbiasa dengan semua itu tak terlalu peduli. Tapi lama kelamaan Darrel merasa kosong. Ada yang hilang dari hatinya. Denzel yang melihat Darrel terdiam pun menepuk pelan pundaknya. "Ada apa?" Darrel hanya diam, tapi tatapan matanya terarah pada Athena yang sedang berlatih bersama Azura. Dia terus mengamati Athena dari lantai atas yang terhalang oleh dinding kaca. Athena sendiri yang merasakan ada yang memperhatikannya menoleh ke arah itu. Tatapan Darrel dan Athena bertemu. Mereka saling tatap, tapi kemudian Athena memutus tatapan mereka dan melanjutkan latihannya dengan acuh. "Kenapa lihatin Athena terus? Kamu udah ingat sama dia?" tanya Denzel. Darrel menggeleng, dia meraba hatinya. "Seperti ad

  • Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho   Triplet D 53

    Wanita itu berteriak saat mendengar perintah Kavaya tentang nasibnya. Dia meraung keras ingin di bebaskan tapi anak buah Kavaya sudah membawanya pergi dari sana. Mereka sudah seperti buaya kelaparan yang lama tak makan makanan yang enak. "Jadi Tante, bagaimana keputusan yang lain?" tanya Kairo lagi. "Aku nggak akan melakukan apa apa, hanya akan melihat sejauh mana mereka berusaha untuk membuat kacau semua yang ku punya." jawab Kavaya acuh. Kairo menggaruk pelipisnya bingung. Dia tak mengerti dengan jalan pikiran tantenya saat ini. "Huft ...." "Suka suka Tante lah mau gimana sekarang." Kairo lebih memiliki duduk di sana sambil memeriksa ponselnya siapa tahu dia menemukan sesuatu yang menarik. Kavaya sendiri berdiri di dekat jendela melihat ke bawah dimana masih banyak orang yang belum pergi dari sana karena mereka ingin protes dengan Kavaya dan perusahaannya. Tapi saat wanita yang berhasil menerobos masuk tadi di seret anak buah Kavaya dengan terus berteriak seperti oran

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status