Masuk"Hamil?"Mata Rosemary membulat sempurna saat dia mendapatkan kabar jika Rosalia sedang mengandung. Hal yang membuat pikirannya semakin liar.Rosalia menikah terburu-buru dengan Bertrand Reeves dan tiba-tiba hamil. Kali ini dia sedang bersantai di belakang vila, menikmati hembusan angin laut di sore hari sementara Damian dan Adam sedang bekerja sama mengurus Christian Reeves, bayi tampan yang baru berusia dua bulan.Kehidupannya bersama Damian begitu tenang, tidak ada lagi drama yang harus dia hadapi dari pria yang telah salah sangka terhadap dirinya dan tidak ada gangguan dari Rosalia yang telah menikah dengan Bertrand Reeves.Dia melahirkan putra tampan di damping suami tercintanya, kakaknya, orang tuanya dan orang tua Damian. Semua orang yang menyayanginya menemaninya, bahkan kakeknya juga menghubunginya melalui panggilan video.Tidak seperti Rosemary yang merasakan ketenangan, Damian justru sedang merasakan gejolak di dalam dirinya meskipun dia selalu terlihat sangat tenang demi R
"Bukankah dia sahabatnya Rosa?" Rosemary mengelus perutnya yang semakin membesar, gerakan janin di dalam perutnya begitu aktif setiap kali mendengar suara Damian. "Tewas kecelakaan dan Bertrand yang menabraknya? Kemudian Bertrand akan menikah dengan Rosalia?"Damian tersenyum mendengar pertanyaan beruntun dari istrinya yang tampak mengelus kembali perutnya dan dia tahu jika calon buah hati mereka sedang aktif di dalam sana ketika Rosemary menghembuskan nafasnya perlahan."Bersikap baiklah, kasihan mama." Damian berlutut di hadapan Rosemary, mengelus dan mencium perut Rosemary."Damian!" tegur Rosemary saat pria itu menyingkap gaun sutera yang dia kenakan, mengecupi kulit perutnya dan kecupan yang diberikan Damian semakin menjalar ke area sensitifnya."Apa kamu lupa apa kata dokter? Kita sudah boleh sering melakukannya."Wajah Rosemary memerah malu mendengarnya. Damian masih menggodanya, masih memuja dirinya dan mengutamakan dirinya. Rasa takutnya sirna begitu saja, dia percaya jika Da
"Kamu sudah bangun."Rosalia mengerjapkan matanya, kepalanya masih terasa pusing dan sekarang dia terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan jarum infus yang menusuk pembuluh darahnya.Sejenak dia merasa bingung, memastikan siapa pria yang duduk di sampingnya dan menunggunya selama tidak sadarkan diri."Siapa?" tanyanya dengan tatapan bingung."Bertrand Reeves, apa kamu lupa?"Rosalia menganggukkan kepala. "Maaf, kita sudah lama tidak bertemu."Bertrand menganggukkan kepalanya, dia mengerti mengapa Rosalia tidak mengingat dirinya karena mereka memang telah lama tidak bertemu. "Perempuan itu, apa dia temanmu?"Anggukkan yang diberikan Rosalia membuat Bertrand mendesah resah."Dia sempat menghilang dan siapa sangka dia-" air mata kembali mengalir di pipi Rosalia. "Bagaimana dia meninggal?"Bertrand meneguk ludahnya. "Mobilku melindasnya, aku dalam perjalanan pulang dari Pinehill dan dia terbaring di jalanan, kabut membua
Dingin menusuk ke dalam kulit Rosalia, dia dapat melihat kabut dari kaca jendela. Dulu, ada Mattiash yang akan memeluknya dan memberinya kehangatan. Rosalia menghela nafasnya, mencoba bangun dari tidurnya dan memeriksa lemari yang mungkin saja masih berisi mantel milik Matttiash.Semua kosong, isi lemari, laci bahkan di kamar mandi tidak ada lagi tempat sabun dan sampo, tidak ada lagi gelas untuk sikat gigi. Rumah ini benar-benar kosong hanya tertinggal perabotan utama. Setelah mencuci wajahnya, Rosalia kembali berjalan-jalan menyusuri rumah tanpa penghuni, ingatan masa lalu kembali berputar-putar setiap kali dia melangkah dan berpindah tempat.Langkahnya menjadi berat saat dia berada di ruang bawah tanah, kamar bercinta yang lebih tepat dia sebut sebagai kamar penyiksaan.Kamar itu kosong, tidak ada lagi lemari berisi permainan untuk memuaskan hawa nafsu, tidak ada ranjang dan yang tersisa hanya tiang kayu dengan rantai. Semua orang pasti berpikir jika kamar ini digunakan untuk hewan
Kabut mulai menutupi jalanan yang berliku saat Rosalia mengendarai mobilnya menuju Pinehill. Suara decitan rem yang mendadak membuat Rosalia membeku, dia baru saja menabrak sesuatu. Kabut mengaburkan pandangannya dan rasa takut membuatnya tidak berani untuk turun dari kendaraannya. Jemarinya segera menelepon layanan darurat, namun rasa takutnya yang lain kembali membuatnya segera menghentikan niatnya, saat ini dia hanya dapat berharap jika dia menabrak hewan liar bukan manusia. Rosalia kembali memacu pedal gas, dia sudah harus berada di Pinehill sebelum gelap. Pinehill terasa begitu mencekam saat malam berkabut, Rosalia terus memacu kecepatan mobilnya menuju mansion mewah yang pernah menjadi tempatnya memadu kasih bersama Mattiash. Di dalam pikirannya, Steven pasti akan luluh jika mengetahui dirinya sedang mengandung anak mereka. Papan nama kota Pinehill sudah terlihat, hal yang membuat Rosalia merasa lega, pagar bebatuan tinggi juga menjadi ciri khas kediaman Mattiash yang sekar
Dingin dan lembab, aroma tanah bercampur daun-daun busuk menusuk penciuman Hilda saat dirinya sadar. Dia terbangun di atas tanah basah yang tertutup oleh dedaunan, kabut tebal mengaburkan pandangannya, gelap tidak ada cahaya apapun. Rasa dingin menyergap dirinya, Hilda mengerjapkan matanya berulang kali berusaha menyesuaikan dengan keadaan sekitar yang gelap gulita. Telinganya mencoba menangkap suara di sekitarnya. Gemerisik dedaunan yang tertiup angin, suara binatang malam, serangga yang berjalan merayap diatas tubuhnya. "To-" Hilda memegangi lehernya, tidak ada suara yang keluar dari bibirnya, tenggorokannya terasa pedih dan kering. Tangannya meraba-raba tanah di sekitarnya, dia berharap Steven memberinya kebaikan dengan meninggalkan sebotol air. Dinginnya kaca dia rasakan, botol kaca, dia tidak dapat melihat apa yang berada di dalamnya. Aroma minuman keras membuatnya meneguk liur yang mengering, haus, dia merasa haus, tenggorokan dan kerongkongannya terasa kering yang membuatn
Berhasil menjadi juara utama dalam kontes desain seragam di perusahaan milik keluarga Reeves, perusahaan yang dipimpin oleh Damian tidak juga membuat Rosalia merasa senang."Selamat Rosalia." suara Adam cukup mengejutkannya, di sebelah Adam tampak perempuan cantik yang juga tersenyum ke ar
"Damian sangat profesional di dalam pekerjaan, dia tidak akan mencampur adukkan bisnis dan pribadi."Rosalia terdiam di dalam mobil yang melaju penuh keheningan."Bukan hanya kamu, tetapi juga Angela meminta bantuan untuk lomba desain tersebut."Rosalia masih terdiam, pikiran
Dua hari telah berlalu dan suasana terasa semakin dingin, entah bagaimana Rosalia harus menggambarkan perasaannya saat ini.Tentu saja dia merasa senang melihat Rosemary dan Adam saling diam, tetapi dia juga merasa bersalah atau tepatnya serba salah berada di rumah yang begitu dingin. Sepe
Rosemary menuruni anak tangga dengan wajah tertunduk, dia masih merasa takut pada kakaknya. Tiga hari dia sudah merasa tenang bahkan kembali manja kepada Damian seperti sebelum pemberitaan buruk tentangnya beredar."Rosy, maafkan aku."Adam berdiri dari duduknya, melebarkan tanganny







