Share

Bab 599

Author: Yovana
Setelah disuntik, Bella pun tertidur pulas.

Vanesa membaringkannya di ranjang, menarik selimut, lalu menaikkan pagar pembatas.

Jake pulang untuk mengambil beberapa barang keperluan sehari-hari.

Bella sepertinya harus dirawat di rumah sakit setidaknya empat sampai lima hari.

Kini, di dalam kamar hanya tersisa Vanesa dan Bella.

Sementara itu, Argo berjaga di luar pintu.

Vanesa memandang wajah Bella yang tenang dalam tidur, kemudian mengusap lembut pipi mungilnya.

Beberapa saat kemudian, dia berdir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
khz
steveennnnn..ayo jagain vanesa sm anak2
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
lawan Jerry serasa Vanessa sendiri...bisa ga ya Vanessa menghadapi Jerry
goodnovel comment avatar
Ku tak tahu
Benci banget sama jerry kayak kuman nempel mulu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 987

    Alya masuk ke dalam mobil dan pintu pun tertutup.Mobil Maybach hitam itu melaju ke depan dan perlahan menghilang dari pandangan Emran.Emran menundukkan kepala menatap sertifikat cerai di tangannya, air matanya jatuh menetes dalam diam ke atas kata 'cerai'.Delapan belas tahun yang lalu, Alya berkata, "Emran, aku benar-benar menyukaimu. Lihatlah aku, oke?"Delapan belas tahun kemudian, Alya berkata, "Emran, aku menyesal mencintaimu. Kumohon lepaskan aku."Emran memegang dadanya dan perlahan berjongkok sambil menggenggam erat sertifikat cerainya. Tubuh tinggi Emran berjongkok di pinggir jalan. Dia mengabaikan tatapan orang lain dan menangis tersedu-sedu tanpa terkendali....Emran pun kembali ke Taman Edelweiss dari Kantor Catatan Sipil.Fiona mondar-mandir di ruang tamu sambil menggendong Esther yang menangis.Emran memasuki rumah tanpa mengganti sepatunya terlebih dahulu. Dia melepas mantelnya dan memberikannya kepada Bi Lina. Kemudian, Emran mengambil beberapa tisu disinfektan untuk

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 986

    Alya menundukkan pandangannya dan tidak langsung masuk ke Kantor Catatan Sipil, melainkan berdiri diam dan menunggu.Tepat saat itu, sebuah mobil Mercedes putih datang dan berhenti di pinggir jalan.Pintu di samping sopir pun terbuka. Noel keluar dari mobil dengan membawa amplop dokumen, lalu berjalan ke sisi Alya."Bu Alya, perjanjiannya sudah siap. Pak Steven sendiri yang telah meninjaunya. Silakan periksa lagi."Alya berkata dengan tenang, "Aku percaya pada kemampuan Pak Noel dan Pak Steven. Kamu bisa menunjukkannya kepada Pak Emran.""Baiklah." Noel mengangguk kecil dan berbalik berjalan menuju Emran.Alya tidak segera mengikuti.Emran tahu bahwa wanita itu masih belum bisa menghadapinya.Alya bahkan tidak meliriknya sejak turun dari mobil.Hati Emran terasa begitu pedih dan sakit, tetapi dia hanya bisa menerimanya.Noel berjalan menghampiri Emran dan menyerahkan amplop dokumen itu kepada Emran. "Pak Emran, ini adalah perjanjian perceraian yang Bu Alya percayakan padaku untuk disus

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 985

    "Kamu ….""Kesadarannya menunjukkan bahwa dia telah dewasa," sela Lukas. "Mari kita hormati keputusannya."Fiona pun menghela napas. "Sudahlah, aku memang nggak bisa membantah kalian berdua!"Fiona mengibaskan tangannya, memutuskan bahwa dia tidak ingin berurusan dengan hal ini lagi.Tepat pada saat itu, Ricky menelepon.Fiona langsung menjawab telepon dan menekan tombol pengeras suara. "Ricky, bagaimana? Apa ibumu sudah memilih nama untuk adikmu?""Sudah." Suara Ricky terdengar di dalam mobil. "Ibu bilang nama adikku Esther Witanda.""Esther?" Fiona melirik Emran di kursi belakang dan bertanya, "Apa artinya Esther? Penuh harapan?""Esther … yang berarti menghargai dan menyayangi wanita!" jawab Ricky."Esther ...." Fiona tersenyum. "Nama yang bagus! Itu berarti ibumu masih menyayangi adik perempuanmu!"Emran menundukkan kepalanya, sedikit rasa sakit terlihat di matanya.Esther.Dia menatap putrinya yang sedang tidur dalam pelukannya dan rasa sakit samar-samar terus menusuk hatinya.Art

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 984

    Nama si bayi belum ditentukan. Emran ingin Alya yang memilihnya, tetapi dia tidak berani memberi tahu Alya tentang hal itu.Fiona sebelumnya telah bertanya secara langsung kepada Vano perihal kondisi Alya.Vano pun memberi tahu Fiona tentang diagnosis si psikolog.Fiona hanya bisa menyeka air matanya dan menghela napas, tetapi dia tidak tahu bagaimana membantu Alya.Mengingat kondisi Alya saat ini, tidak ada yang berani membahas soal nama si bayi di depan Alya.Pada akhirnya, semua orang menaruh harapan pada Ricky.Ricky yang kini menjadi bintang yang bersinar di mata ibunya kembali ke pusat perawatan dengan tanggung jawab yang berat.Vano telah menjalani rehabilitasi di rumah sakit selama beberapa waktu dan sekarang jadwalnya pergi ke departemen rehabilitasi untuk perawatan. Vano tidak akan kembali untuk sementara waktu.Alya baru saja bangun tidur dan berbaring di tempat tidur dalam keadaan linglung.Musik latar yang menenangkan selalu diputar di ruangan itu.Ricky berjalan mendekat

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 983

    Si bayi masih berada di ruang NICU.Sejak siuman, Alya belum menanyakan satu pertanyaan pun tentang kondisi bayinya.Vano samar-samar menduga bahwa Alya tidak menginginkan anak itu.Karena Alya tidak menyebutkannya, Vano juga tidak berani mengatakannya.Alya bahkan tidak membaca pesan-pesan di obrolan grup.Ponselnya selalu dimatikan.Grup Valka dikelola oleh Lexa dan Steven, jadi tidak perlu khawatir.Vano selalu merasa bahwa emosi Alya berada dalam kondisi tenang yang semu.Alya tidak menyebut soal si bayi atau Emran, tetapi untungnya masih peduli pada Ricky yang setiap hari selalu datang menemani Alya sepulang sekolah.Ricky makan malam bersama Alya di pusat perawatan setiap hari dan setelah itu selalu mengerjakan PR.Alya berbaring di tempat tidur sambil memandang Ricky.Sorot lembut dalam tatapan Alya terlihat begitu tulus.Vano khawatir, jadi dia diam-diam menghubungi seorang psikolog. Namun, karena takut Alya akan menolak, Vano meminta psikolog itu berpura-pura menjadi staf pusa

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 982

    Saat Ricky keluar dari kamar rawat, tatapan Lukas, Fiona dan Emran sontak tertuju padanya.Fiona bertanya pelan, "Ricky, apa yang pamanmu lakukan padamu?""Paman memujiku dan bilang aku sangat pengertian.""Ada lagi?" tanya Lukas."Paman bilang aku pintar dan pengertian seperti ibuku."Emran berjongkok dan menatap mata putranya. "Bagaimana dengan Ibu? Apa kamu sudah melihat Ibu?""Iya." Ricky mengangguk. "Ibu masih tidur. Paman bilang dia sangat lelah dan mungkin perlu tidur selama beberapa hari."Emran pun bertanya lagi, "Kapan pamanmu akan pulang?""Ayah, menyerahlah." Ricky menghela napas. "Paman bilang dia akan selalu menjaga Ibu dan nggak akan memberi Ayah kesempatan untuk menyelinap masuk dan mengintip."Emran mengatupkan bibirnya.Lukas dan Fiona saling bertukar pandang sebelum akhirnya ikut menghela napas dengan pasrah."Menyerahlah." Fiona menepuk bahu Emran. "Sudahlah, Ibu terima takdir. Keluarga Witanda memang nggak seberuntung itu."Dada Emran terasa sesak."Emran." Fiona t

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 170

    Begitu pintu mobil terbuka, Steven langsung menggendong Vanesa naik ke dalam mobil.Alex menutup pintu, berjalan mengelilingi bagian depan mobil, lalu masuk ke dalam.Stella berlari keluar, langsung membentangkan tangannya menghalangi di depan mobil. "Kalian nggak boleh pergi ke rumah sakit!"Alex m

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 175

    Steven menatap Vanesa yang mengenakan gaun hitam polos dengan wajah muram.Vanesa berjalan ke hadapan Steven.Tatapan keduanya bertemu.Vanesa tersenyum simpul, matanya yang indah seakan mengandung es yang sangat dingin. "Apa kamu terkejut?"Steven menatapnya dengan tatapan muram. "Sejak awal kamu m

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 174

    Vanesa tidak mengeluarkan pendapat sepanjang proses pengambilan foto.Dia seperti robot tanpa emosi, menemani Ayah dan anak itu mengambil foto di beberapa spot foto di pantai dan luar gereja.Stella dan Alex berdiri di samping, menyaksikan keluarga bertiga itu. Yang satu tampak marah, yang lain cang

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 193

    Maybach berhenti mendadak di depan pintu ruang gawat darurat.Alex langsung berlari membuka pintu kursi belakang.Steven menggendong Vanesa keluar dari mobil sambil berkata, "Dia berdarah, sudah nggak sadarkan diri!""Taruh dia di brankar dulu, lalu bawa ke ruang gawat darurat," kata Alex.Steven me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status