Share

Bab 665

Author: Yovana
Satu jam kemudian, lampu ruang operasi padam.

Pintu terbuka.

Steven adalah yang pertama bergegas maju. "Bagaimana keadaan Vanesa?"

Stella yang terlalu lama berjongkok, kakinya kesemutan sehingga tidak bisa langsung berdiri.

"Sementara ini, dia sudah melewati masa kritis." Alex melepas maskernya, lalu berjalan mendekat untuk membantu Stella yang berjongkok di lantai untuk berdiri. Melihat mata Stella yang bengkak karena menangis, Alex menghela napas. "Dia harus dirawat inap."

Stella mencengkeram tangan Alex. "Apa dia bisa sembuh? Alex, kamu ahlinya dalam bidang ini, kamu pasti bisa menyembuhkannya, 'kan?"

"Aku akan berusaha sekuat tenaga." Alex tahu jawaban apa yang ingin didengar Stella, tetapi sebagai dokter, dia harus mengatakan yang sebenarnya.

Stella dan Alex sudah menjadi suami istri bertahun-tahun, mana mungkin tidak memahami makna tersirat dari perkataan Alex ini.

Berusaha sekuat tenaga, bukan berarti yakin bisa.

Air mata Stella kembali menetes. "Vanesa, kenapa Vanesa selalu ber
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Muhammad Qolbi Jefri
pasti yg cocok pendonornya si hana ibu regan atau pengasuh regan dulu yg hilang, dan minta balas budi supaya steven mau menikahi nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 930

    Setelah 18 tahun Alya memendam cinta bertepuk sebelah tangan kepada Emran, akhirnya sekarang pria itu membalas perasaannya.Air mata Alya merupakan campuran dari terlalu banyak emosi.Setidaknya, saat ini Alya merasa bahagia....Setelah Blake keluar dari ruang operasi, dia mengetahui bahwa Alya dirawat di rumah sakit dan segera bergegas ke kamar rawat.Lexa sedang berjaga di luar pintu. Ketika melihat Blake, Lexa pun menyapa dengan sopan, "Dokter Blake."Blake balas mengangguk sopan. "Di mana Alya?""Bu Alya ada di dalam, tapi ...."Belum sempat Lexa selesai bicara, Blake sudah mendorong pintu kamar rawat hingga terbuka ….Langkah Blake pun terhenti saat hendak masuk ke dalam.Di dalam kamar rawat, sosok Alya tampak membelakangi pintu sambil dipeluk oleh Emran yang bertubuh tinggi dan tegap.Emran mencium wanita dalam pelukannya dengan dominan, lalu sedikit membuka matanya dan melirik ke arah pintu.Emran dan Blake saling bertemu pandang.Emran sedikit mengangkat alisnya, sorot tatapa

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 929

    Alya memejamkan matanya, bulu matanya yang basah oleh air mata bergetar hebat."Emran, demi anak ini, aku akan memberimu kesempatan lagi."Pupil mata Emran tampak gemetar. Dia segera bangkit berdiri, lalu menangkup wajah Alya dengan kedua tangannya dan mencium bibir wanita itu.Alya mengernyit dan mengangkat tangannya mendorong Emran menjauh.Emran melepaskan Alya, lalu mengernyit sambil menatap wanita itu dengan sedikit bingung. "Ada apa?""Aku belum selesai berbicara."Emran tertawa dan berkata, "Oke, katakan saja apa yang kamu inginkan. Aku akan menyetujui apa pun yang kamu katakan.""Perjanjian perceraian ini masih berlaku dan kamu harus menandatanganinya. Kalau kamu melanggar janji di kemudian hari, aku akan langsung menceraikanmu. Saat itu, anak-anak akan tinggal bersamaku dan kamu akan pergi tanpa apa pun.""Oke!" Emran mengangguk. "Aku akan tanda tangan. Kalau aku mengingkari janjiku, aku akan pergi tanpa apa pun dan mati dengan tragis …."Alya langsung membekap mulut Emran."N

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 928

    Apa pernikahannya dengan Emran yang terus dilanda pertengkaran bisa benar-benar membaik?Alya tidak berani berharap."Emran, lepaskan aku. Aku harus pergi.""Nggak!" Emran balas memeluk Alya dengan erat, menolak untuk melepaskan wanita itu. "Tolong pikirkan lagi, Alya! Tolong pikirkan lagi, ya?"Alya mengulurkan tangan untuk mendorong Emran, tetapi pria itu menggenggam tangannya dengan erat.Emran menundukkan kepala dan mencium punggung tangan Alya dengan penuh hormat.Bibir Emran bergetar, air mata hangatnya menetes ke punggung tangan Alya.Bulu mata Alya bergetar dan dia perlahan membuka matanya.Alya menunduk dengan ekspresi tidak percaya.Emran mencium tangan Alya sambil berujar memohon dengan menangis, "Aku bersumpah, oke?"Emran mengangkat kepalanya, lalu mengangkat satu tangan dan bersumpah, "Aku bersumpah bahwa kalau aku berbuat salah padamu, menyakiti atau mengecewakanmu lagi, aku akan mati dengan tragis!"Pupil mata Alya sedikit bergetar.Emran yang dulunya angkuh itu kini be

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 927

    Emran keluar dari kamar rawat.Lexa mengangguk kecil. "Pak Emran.""Dia minta kamu masuk.""Baik." Lexa mengangguk dan berbalik untuk berjalan masuk ke kamar rawat.Di dalam kamar rawat itu, Alya berdiri di dekat jendela.Lexa pun berjalan masuk. "Bu Alya.""Bantu aku pindah ke rumah sakit lain." Alya berbalik dan menatap Lexa lalu berkata, "Setelah operasi, aku mungkin perlu waktu pemulihan. Katakan saja pada semua orang kalau aku lagi pergi dinas."Lexa mengangguk. "Aku mengerti."...Ketika Lexa keluar dari kamar rawat, Emran masih berada di sana."Dia bilang apa padamu?"Lexa mengatupkan bibirnya sejenak. "Bu Alya memintaku memindahkannya ke rumah sakit lain."Emran sontak terkejut. "Dia benar-benar mantap nggak mempertahankan anak itu?"Lexa mengelus hidungnya dan mengangguk.Emran tidak mampu menahan diri lagi dan berbalik berjalan masuk ke kamar rawat."Alya, apa kamu benar-benar akan menggugurkan anak itu?"Alya hendak membawa pakaiannya ke kamar mandi untuk berganti pakaian ke

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 926

    "Aku hamil saat mabuk malam itu," kata Alya sambil menatap Emran dengan dingin. "Aku minum pil KB dan banyak obat lainnya, jadi kemungkinan besar janin ini nggak sehat.""Ssst, jangan berkata seperti itu. Aku sudah bertanya pada dokter dan mencari tahu, semua obat itu nggak banyak memengaruhi kok." Emran dengan lembut meletakkan tangannya yang besar di perut bagian bawah Alya. "Sayang, ini namanya anugerah.""Emran, aku nggak berniat mempertahankan anak ini. Kehadiran anak ini nggak akan mengubah perceraian kita. Jangan pernah berpikir menggunakan anak ini sebagai alasan untuk mengikatku!""Bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu tentangku?" Emran mengernyit, matanya menatap Alya dengan sorot agak sakit. "Aku akui bahwa ketika aku tahu kamu hamil, aku memang berpikir bahwa kehadiran anak ini dapat meringankan hubungan kita. Tapi, aku juga berpikir kalau kamu tetap bersikeras untuk berpisah dariku, aku akan menghormati keputusanmu. Soal anak ini, kalau kamu menyukainya, kamu boleh memp

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 925

    Emran sontak terdiam."Kamu masih saja berharap." Alya menggelengkan kepalanya dan mencibir, "Karena kamu nggak mau bercerai secara damai, ayo kita pakai jalur hukum."Alya membuang nomor antreannya dan berbalik keluar."Alya!"Emran bergegas menyusul dan meraih lengan Alya. "Tenanglah, dengarkan dulu penjelasanku.""Aku nggak mau mendengarnya!" Alya menepis tangan Emran, lalu menampar pria itu.Wajah Emran pun tertoleh ke samping akibat tamparan itu. Dia tertegun selama beberapa detik sebelum menoleh lagi menatap Alya.Alya mengatupkan bibirnya sambil menatap Emran lurus-lurus.Emran benar-benar tidak paham. Dia merasa Alya terlalu terbawa emosi.Bukannya ini hanya sekadar menunda mengurus surat cerai?Apa Alya begitu tidak sabarnya ingin memutuskan hubungan mereka?Padahal Alya terus mengatakan dia mencintai Emran, tetapi Alya pula yang kemudian meminta bercerai. Alya benar-benar lebih tidak berperasaan dibandingkan pria mana pun!"Kamu benar-benar serius?" Emran terkekeh dan mengeje

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status